Anggrek Hitam

Anggrek Hitam
Himalaya


__ADS_3

Di sisi lain Orchid yang berada di rumah utama menemui kakek ke tujuh .


"mereka sudah menemukan beberapa orang dengan ciri yang hampir sama tapi aku memutuskan agar mereka seakurat permintaanmu,bagaimanapun nantinya kita satu perahu melawan iblis,,,aku tidak ingin memasukkan orang yang salah ke dalam perahu kita yang bisa berakibat fatal di kemudian hari." jelas kakek ke tujuh yang tahu maksud kedatangan Orchid .


"kakek benar ... meski cepat kita tidak boleh lengah,aku akan kembali dua Minggu lagi." cermat Orchid .


"baiklah ... jagan lengah dan fokus..." nasehat kakek ke tujuh.


"ya,kakek jaga kesehatan ... sampaikan salam ku pada yang lain juga kek...." pinta Orchid di angguk i sang kakek.


Orchid berpamitan dan kembali ke ruang Logandhi.


Dia mengambil beberapa alat yang menurutnya bisa berguna di Himalaya ,maksudnya untuk berjaga jaga ketika dia malas menggunakan kecerdasannya 😁.


Setelah mengambil yang diperlukannya dia segera melintas ke portal menuju Himalaya untuk mempersiapkan teritorial simulasi perang sebelum membawa semua prajurit .


Orchid menghabiskan waktu hampir tiga jam untuk menciptakan simulasi perang tiga negara dengan Medan Himalaya ,kali ini hologram yang diciptakannya lebih banyak dari sebelumnya.


"ach ... akhirnya selesai jua..." Orchid meregangkan tubuhnya .


Setelah istirahat dia kembali ke Mako Lantamal .


Bersama Letjend Dani ,Orchid memberikan arahan dan sedikit nasehat untuk simulasi kali ini .


"aku harap kalian menyelesaikannya dengan skor penuh dengan begitu aku bisa membawa kalian berlibur sesuai kesepakatan kalian. Bagaimana ? apa kalian berminat?." Orchid memberi harapan dengan menyiram semangat mereka.


Serentak bersahutan...


"siap...kami berminat...."

__ADS_1


"kami janji pantas libur..."


"kami siap resikonya..."


"maaf... bisakah anda mengatur suhunya?." tanya seorang prajurit.


"bisa di tolerir, kali ini bonus untuk kalian...batas sebelum titik beku." Orchid memberi kelonggaran mencekik .


"hufff sama juga bohong..." bisik diantara mereka.


"baiklah kita berangkat ke hanggar,dan ambil kebutuhan kalian untuk simulasi kali ini.Tidak ada santai,langsung terjun ke Medan pertempuran.Ingat pilih logistik yang diperlukan saja,kami tidak akan membawa pasokan logistik lagi. Ambil ini untuk mendapatkan team ." terang Letjend Dani sembari mengulurkan pita berbeda beda warna untuk menentukan team.


Mereka semua bergegas ke hanggar dimana ruang simulasi berada.


Mengambil logistik dan menyiapkan dengan baik , semangat prajurit siap tempur.


Mereka tidak menyangka bergabung di satuan ini serasa menjadi prajurit tanpa nama yang penuh kebanggaan apalagi dibawah pengawasan gadis misterius yang sepantasnya menjadi adik bagi mereka.


Setelah semua keluar transportal,Orchid segera menghabisi satan yang terperangkap jaring spiritual miliknya, jeritan minta ampun yang menyayat pilu satan sebagai jurus ampuh pada manusia pada umumnya juga tidak menggoyahkan hatinya.


Siluit senyum tersemat di ujung bibir manisnya tatkala satan berubah menjadi partikel berserakan di lorong itu,Orchid segera menghisapnya untuk di buang di dimensi siluman .


Orchid keluar dengan hati senang bak psikopat selesai menghabisi targetnya.


"kelihatannya mood mu sedang baik." Letjend Dani menyapanya dan di balas senyuman lebar oleh Orchid ,meski senyumnya tertutup neckles hoodynya.


Prajurit E juga tidak menyadari keberadaan satan yang biasanya ada di sekitarnya.


"baiklah ,apakah semua sudah mendapatkan teamnya?" seru Orchid bersemangat.

__ADS_1


"siap...kami mendapatkan team kami..." lapor seorang prajurit.


"baiklah,,,ini ,,,ambillah misi kalian..." perintah Orchid disambut enam prajurit yang menjadi komando ke enam team.


Masing masing mengambil satu gulungan berisi peta dan misi.


"jika kalian sudah siap kalian bisa segera mulai." seru Letjend Dani .


"siap..." jawab serempak.


Orchid mulai mengaktifkan simulasi dan membuka beberapa diagram penta ,kali ini Orchid tidak memakai pelindung Medan simulasi ,jadi simulasi kali ini real untuk mengukur seberapa besar kesalahan yang diperbuat ketika dalam tekanan setres.


Satu per satu team mulai memasuki medan simulasi sesuai jalur yang mereka dapat.


"Letjend ... tolong awasai dengan cermat, meski aku sudah memberi panduan pada mereka,tetap saja kita harus meminimalisir kesalahan mereka. Kali ini aku tidak memakai pelindung area,mereka menghadapi hologram yang ku buat juga radar negara negara sekitar. Serangan tiba tiba dari udara akan terbaca diagram ini begitu aktif,anda bisa memberi arahan pada mereka. Aku juga sudah memetakan ranjau yang akan mereka lalui." papar Orchid selagi mengunci kecepatan suhu seluas area simulasi agar melambat .


"kau serius mengirim mereka ke Medan perang langsung... Dan minta skor penuh... apa kau gila..." Letjend Dani terkejut dengan apa yang di katakan Orchid barusan.


"mereka profesional dan teruji dalam pengawasanku, dalam simulasi ini aku masih bisa membantu mereka tapi nanti ketika mereka melakukan misi negara,,,aku tidak bisa membantu mereka,mereka harus yakin dengan langkah mereka dalam kenyataan lapangan." kembali Orchid bangga dengan prajurit prajurit itu.


"ach....aku benar benar tidak mengerti,out of the box ." gumam Letjend Dani .


Keduanya kembali fokus mengawasi prajurit di Medan simulasi.


Ke enam team itu kini berada di enam sisi Himalaya sesuai peta yang mereka miliki, mereka mulai menelusuri jalur untuk mencapai misi mereka.


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥


maaf kan author ya para reader ,,,jarang sekali up belakangan ,selain karena sibuk di dunia nyata juga dapat warning alam 😁 sengaja jeda lama karena author tidak mau kejadian seperti waktu menulis epi.89 , author hanya berharap tidak mempengaruhi waktu yang berdampak pada banyak orang dan semesta.

__ADS_1


Semoga seluruh semesta cepat meregenerasi diri agar penderitaan makhluk di bumi tidak menderita berkepanjangan.


🌊🌊🌊🌊🌊🌊🌊🌊🌊🌊🌊🌊🌊🌊🌊🌊🌊🌊🌊


__ADS_2