Anggrek Hitam

Anggrek Hitam
Ciuman pertama


__ADS_3

Sebenarnya seminggu ini hanya kegiatan remidi jadi sekolah pulang lebih awal.


Orchid dan yang lainnya yang akan ikut menjenguk Sasti bertemu di halte bus jalur luar karena rumah Sasti berada di luar atau perbatasan kota.


Entah mengapa hari ini bus sangat lama tidak seperti biasanya .


"Aku sangat lapar,,,Ca kamu punya camilan tidak?"Orchid memelas pada Caca yang duduk di sampingnya.


"Ini ,,, kamu bisa makan ini dulu,dari pada kamu pingsan." Niko mengulurkan coklat almond kesukaan Orchid .


Orchid clingak clinguk takut Nita melihat dan salah paham.


"Terimakasih Nik ,coklatnya,,,"ucap Orchid tersenyum manis.


20 menit kemudian bus datang dan penuh,,,kami harus menunggu penumpang yang turun agar tidak berdesakan.


Hanya ada 4 kursi kosong di bus dan kami terbagi menjadi 2,dari pintu depan dan pintu belakang.


Orchid naik paling akhir dari pintu belakang.


Ternyata kelompok bagian belakang tidak ada yang tau pemberhentian yang dituju . Eko menelfon Indah yang berada di depan untuk menanyakan tempat pemberhentiannya. 30 menit kemudian kami turun, berdiri dalam bus selama 30 menit dan berdesakan berasa lari maraton 500m mandi keringat.


"akhirnya bernafas lega...gila bau orang tadi,bikin mau muntah" ucap Nita yang terakhir turun dari pintu depan.


"hahaha untung aku cuma kebagian dengerin penumpang ngorok di kursi sebelah" sahut Yeni tak mau kalah lega.


"apa kamu baik baik saja? " tanya Niko pada Orchid yang sedari tadi menahan pusing karena bau ikan di bus tadi.


"hmmm" balas Orchid yang mengangguk dan melihat Niko pucat dengan bibir membiru .

__ADS_1


"apa kamu baik baik saja?duduklah disini dan minumlah air ini setelah detak jantungmu normal" ucap Orchid khawatir melihat Niko .


Niko duduk di sebelah Orchid sambil memegang botol minum.


Matahari siang menyengat membuat mata sakit menyesuaikan cahaya.


"Orlo ,,, bolehkah aku bersandar di pundakmu sebentar? rasanya aku mau pingsan ,mana masih jalan kerumahnya 400m lagi" Niko sudah tidak perduli lagi dengan harga dirinya,keringat dingin membanjiri tubuhnya .


" kenapa tidak Nita saja? bukankah dia pacarmu? " tanya Orchid bukannya menjawab Niko langsung menyandar dan menutup matanya .


" tolong belikan teh hangat untuk Niko "Orchid menarik tangan Eko yang berdiri tak jauh dari nya.


"loh boss kecil kenapa ini? "Eko keheranan dan berlalu menuju warung soto membeli tteh hangat.


"minumlah dulu teh ini!" Orchid menyodorkan teh hangat yang di beli Eko .


Sepuluh menit berlalu.


Akhirnya mereka bertiga mulai berjalan menyusul teman teman mereka yang lebih dulu sampai tujuan.


Orchid berjalan paling belakang melihat dan mendengar tingkah dua pria yang berjalan di depannya.


Sampai dirumah Sasti kami bersalaman dengan keluarganya yang kebetulan semua berada di rumah. Kami semua berada di halaman belakang dimana Sasti dan teman teman asyik bercerita.


Orchid senang dengan suasana rumah Sasti bergaya India klasik ,ya Prasasti Modie berdarah India.


"sayang kenapa kamu lama sekali?" tanya Nita pada Niko setelah dengan sengaja mendorong Orchid yang berdiri di belakang Niko .


"maaf tadi aku pusing,kamu tau aku tidak pernah naik bus dan ini pertama kali untukku." Niko tidak nyaman dengan sikap Nita .

__ADS_1


"kamu tidak beralasan kan,,,"Nita mencari tahu .


"jika kamu tidak percaya tanyalah pada Eko , dan seharusnya kamu bersamaku tapi kamu justru meninggalkanku ."jawab Niko dan pergi dari sisi Nita ,membaur dengan Sasti dan teman teman.


Nita memang cantik dan supel tapi tetap merasa Orchid adalah wanita yang harus diwaspadai mengingat alasan hubungannya dengan Niko terjalin .


Kebanyakan pria tertarik dengan wanita cantik dengan kulit putih mereka,tapi ntah ada apa dengan Niko yang hatinya terpaut begitu saja pada Orchid wanita berkulit hitam dengan wajah jauh dari kata cantik.


Waktu terus berlalu kami semua berpamitan pada keluarga Sasti karena sudah siang sekali.


Kami menunggu bus cukup lama,sampai ada bus dalam kota berhenti di depan kami.


"kalian mau kemana? sudah tidak ada bus lagi semua ikut demo di balai kota" sopir bus menghampiri kami yang mengenakan seragam sekolah yang bukan dari wilayah sekitar.


"kami mau pulang pak,ke pusat kota di distrik pendidikan."jawab Indah yang heran melongo melihat bus kosong.


"masuklah aku antar kalian ,takutnya bus tujuan kalian di sweeping agar ikut demo." pak sopir membuka pintu bus yang tadinya tertutup karena sudah tidak mengambil penumpang.


Di dalam bus kami dan pak sopir saling bercerita tentang hari ini,sesekali kami semua tertawa...bus memang tidak ada penumpang lain selain kami tapi kami enggan duduk di bangku bus mengingat pak sopir menyetir bak ditengah sirkuit perlombaan .


Semakin cepat melaju tidak ada suara diantara kami,mungkin kami semua menahan mual...sudah berkali kali sopir menginjak rem mendadak membuat kami saling bertubrukan didalam bus terayun ke depan berpegang erat pada sandaran bangku maupun hand show bus.


Sudah setengah perjalanan ketika di persimpangan sopir mendadak menginjak rem lagi hingga suaranya terdengar keras .


Kali ini Orchid yang berdiri ditengah bus terlempar di lorong bus sepersekian detik Niko juga terplanting setelah tidak bisa meraih bangku,Niko terjatuh tepat diatas tubuh Orchid .Bibir keduanya bertemu tanpa sengaja ,mata mereka bertemu ,jantung mereka saling terdengar,serasa waktu berhenti .Teman teman mereka juga terjatuh di bangku maupun ke lorong depan,bus berhenti dan suara mereka mulai terdengar.


Niko tersadar segera bangkit dan mengulurkan tangan membantu Orchid berdiri .


Orchid takut jika ada temannya yang melihat tadi,apalagi jika Nita yang melihatnya .Keduanya menjadi kikuk diam dan tenggelam dalam pikiran masing masing.

__ADS_1


Ternyata itu adalah ciuman pertama bagi Niko maupun Orchid .


__ADS_2