Anggrek Hitam

Anggrek Hitam
Jamuan makan malam


__ADS_3

Orchid dan yang lain meninggalkan rumah Frans menuju hotel tempat keluarga Ardiansa menginap.


Oscar masih mendengarkan obrolan ayah dan kedua pemilik rumah yang tak lain sepupu ayahnya. Tepat jam delapan malam barulah mereka pergi ke meja makan untuk makan malam.


Jam delapan Orchid dan yang lain baru sampai di hotel setelah menempuh perjalanan yang lumayan macet.


Kedua putra Ardiansa kembali ke kamar mereka untuk berganti pakaian,sedangkan Frans dan Orchid langsung ke ballroom hotel tempat jamuan di adakan.


Tempat itu sudah ramai.


"kak.." Orchid menggoyang tangan Frans .


"apa?." Frans menoleh.


"kita duduk dimana?." Orchid bingung melihat karena baru kali ini dia menghadiri jamuan makan malam seramai ini.

__ADS_1


"aku belum melihat ayah maupun ibunya Maxim ,lebih baik berdiri disini dulu menunggu Maxim dan Niko datang.


Mereka berdua menunggu di dekat pintu masuk dan setelah lima belas menit kedua putra Ardiansa baru muncul dari balik pintu .


Frans sangat kesal menunggu terlalu lama bahkan dia mencarikan kursi untuk Orchid agar bisa duduk.


"hai,kalian berdua seperti perempuan! ganti baju lama banget,pegal." gerutu Frans .


"maaf...tadi kami di minta menemui kakek dulu sebelum kesini." Maxim pasrah.


Mereka berjalan menuju meja yang di sediakan untuk keluarga Ardiansa. Tak selang lama Piter dan Lucy datang bergabung.


******* dialog kakek Lu menggunakan bahasa Indonesia gak perlu bahasa Mandarin biar gak ribet mengartikan jadi gak perlu nulis berulang 😁 *******************************


Kakek Lu berdiri di tengah tengah ballroom di dekat meja kami. Ruangan yang tadinya ramai seketika sunyi dan mereka menempati meja meja yang sesuai nama keluarganya. Mereka benar benar menutup mulut mereka ketika sang kakek otoriter memasuki ruangan.

__ADS_1


Sang kakek mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan,setelah dirasanya semua meja penuh kakek mulai membuka jamuan makan malam dengan sedikit pidato.


"aku senang kalian meluangkan waktu untuk hadir di jamuan malam ini. Untuk itu aku ucapkan terimakasih dan aku harap malam seperti ini akan terus ada dan menjadi tradisi dalam keluarga besar kita. Agar tidak menunggu lama mari kita mulai makan malam ini,silahkan menikmati." sang kakek kemudian duduk dimeja sebrang keluarga Ardiansa.


Sepanjang makan malam ini hanya terdengar suara dentingan alat makan saja dan itu membuat Orchid terusik dan tidak jadi makan hanya duduk dan menunggu makan malam selesai.


Orchid di didik untuk makan tanpa mengeluarkan suara dentingan alat makan apalagi suara mengunyah makanan maupun suara menyeruput air yang bisa terdengar orang lain ,karena yang seperti itu adalah keangkuhan terhadap rejeki Tuhan dan penghinaan terhadap yang kekurangan makan. Orchid tidak pernah mengeluhkan pada orang lain yang makan bersamanya,baginya tiap orang memiliki pandangannya masing masing ,dengan diam dan menunggu mereka adalah caranya menghormati orang lain.


Pelayan terlihat sibuk ke sana ke mari melayani tiap tiap meja dengan perfec.


Para tamu pun tidak ada yang menyulitkan para pelayan karena tidak ingin menyinggung sang kakek.


Setelah makan malam selesai sang kakek kembali berdiri di tengah tengah ruangan dengan senyum sumringah.


Sang kakek memberi pengumuman pada keluarga besarnya.

__ADS_1


"malam ini aku sangat senang dan aku putuskan untuk pensiun dari bisnis. Aku ingin menikmati sisa hidupku dengan tenang untuk itu aku menyerahkan seluruh bisnisku baik yang ada di dalam(China) maupun di luar negri kepada cucuku ,anak dari putra bungsuku , yaitu Maxim ." sang kakek tersenyum lebar pada Maxim di iringi tepuk tangan keluarga yang hadir dengan wajah mereka yang tersenyum kaku.


Maxim yang terkejut lalu berdiri menghampiri sang kakek dan mengucapkan terimakasih .Keluarga yang hadir berdiri mengucapkan selamat pada sang kakek dan Maxim bergantian .


__ADS_2