
Dalam perjalan pulang...
"Ivan,katakan...bagaimana bisa kau berada di Manchester ." Oscar mulai bertanya.
"waktu pulang sekolah aku melihat anak perempuan menangis di jalan, dia tidak bisa bahasa Inggris . Aku terus mencoba bertanya akhirnya dia bicara,,, tapi dengan bahasa Rusia." jelas Ivan .
"kenapa tidak mengantarnya ke kantor polisi?." tanya Oscar yang sibuk menyetir .
" aku juga berpikir ke kantor polisi,tapi anak itu ketakutan." sergah Ivan .
"emmm, kenapa bisa begitu?." Oscar heran.
" katanya dia tidak ingin dipenjara karena dia orang Rusia." jelas Ivan.
" hmmmm dasar anak anak." keluh Oscar .
" dia benar benar ketakutan kak,aku tidak mungkin meninggalkan dia sendirian,jadi aku mengantarnya kerumahnya setelah menyusuri jalan sebelum dia sampai ditempat itu , hanya aku lupa rute pulang dan kehabisan uang." kikuk Ivan nan malu.
" jangan lakukan lagi sendirian." nasehat Oscar .
" baik lah..." Ivan merasa bersalah.
" untung keluarganya tidak berbuat jahat padamu,bagaimana jika keluarganya salah paham padamu dan memukulimu!!." geram Oscar .
" aaaaach soal itu,aku bilang aku juga putra orang Rusia ,cucu dari S Mogilevich ." terang Ivan .
" eeeem,apa pengaruhnya?." singkat Oscar .
" tidak tau, papa hanya berpesan seperti itu jika berhadapan dengan orang Rusia ." jelas Ivan .
Ponsel Ivan terus berdering. Oscar fokus menyetir .
Setelah menyetir tiga jam akhirnya mereka sampai di rumah .
Mili yang mendengar deru mobil segera ke garasi .
" Oscar...bagaimana kau bisa bersama Ivan ?." tanya Mili heran.
"maaf Mili ,,, semalam aku keluar dengan Ivan ,lupa memberitahumu dan hari ini kami kesiangan." Oscar berbohong.
"aku harap kalian tidak terlibat masalah di luar sana." balas Mili .
"dimana Levic ma?." tanya Ivan .
" dia pergi ke sekolah,aku juga sudah memberitahu sekolah kalau kau hari ini sakit." terang Mili yang berjalan di belakang kedua pria muda kesayangannya.
"bersihkan diri kalian dan turun makan..." perintah Mili selagi menatap kedua pria muda menaiki tangga,dia pun segera menyiapkan makanan untuk dua pria mudanya.
Tak berapa lama Oscar turun langsung ke meja makan.
Ivan setelah mengganti bajunya sibuk mencari buku yang sama yang di miliki Oscar .Ivan mencarinya di kamarnya kamar Levic hingga kamar orangtuanya .Akhirnya buku itu di temukan di kamar Levic setelah dua kali memeriksa meja belajar Levic dan membawanya turun.
Ketika melihat Oscar ,Ivan segera menyembunyikan buku itu di saku celananya.
Menghampiri mamanya dan Oscar yang sudah lebih dulu makan.
"Ivan,,,kenapa lama sekali?." tanya Oscar .
__ADS_1
"tidak apa apa,aku hanya bingung memilih pakaian saja." bohong Ivan .
" cepat makan, jangan bicara di waktu makan.!!". Mili menatap Oscar dan Ivan .
Keduanya langsung terdiam dan makan.
Selesai makan Oscar akan pergi keluar rumah lagi.
" Mili ,,,terimakasih atas semuanya...kau selalu membuatku tidak kehilangan sosok mama." Oscar menggenggam tangan Mili kemudian memeluknya.
"jangan berterimakasih,kau ini putraku sampai kapanpun." Mili terharu tiap kali Oscar seperti itu.
" baiklah,aku akan keluar mungkin pulang malam,jangan menungguku." Oscar melangkah keluar.
Setelah Oscar tak terlihat ,Ivan mulai bertanya pada mamanya.
"ma...boleh aku bertanya..." ragu Ivan .
"katakan saja.." Mili duduk dihadapan Ivan .
Ivan mengeluarkan buku kecil yang disembunyikannya tadi.
" apa mama mengerti ini sebenarnya?." tanya Ivan .
"ini milik Laura ,hanya anak anak panti asuhan asal Laura yang memilikinya. Dulu mama sangat penakut ,ketakutan sangat akut setiap pulang kerumah menghadapi ibu tiri ku. Setelah aku menceritakan ketakutan ku ,Laura memberikan buku ini dan mengatakan padaku bahwa buku ini akan membantuku menghilangkan ketakutan ku juga akan membawaku bahagia. Walau mama tidak mengerti sebagian kalimat kalimat itu,justru kalimat itulah yang selalu muncul di ingatan mama setiap mama ketakutan.
Laura juga mengatakan ketika tidak ada orang disisimu ketika sedih sebutlah nama yang tertera di buku ini lalu ceritakan semua ,maka kesedihan akan hilang." terang Mili mengingat masa muda bersama Laura .
Tanpa di sadari Mili dan Ivan,Oscar melihat buku itu dan mendengar penjelasan Mili ,tadinya dia hendak kekamar mengambil kunci mobil,setelah mendengar Mili diurungkan niatnya lalu menghampiri mereka.
Ivan terkejut dengan kedatangan Oscar .
"oh ini...ini milikku pemberian mamamu ." jelas Mili .
"oh,aku mendengar ucapanmu tadi,,,apakah itu benar???." Oscar ingin tahu lebih.
" iya itu benar,selama ini aku di setiap kesulitan ku dan di setiap kebahagiaanku aku selalu menyebut nama itu. bahkan aku menyuruh kedua anakku untuk menghafalnya." jelas Mili dengan yakin.
"itu adalah doa pujian untuk seorang nabi, dari mana mamaku mendapatkan nya dan tidak pernah memberitahuku tentang nabi ini." Oscar mulai menangis.
Ivan dan Mili tidak mengerti dengan Oscar yang seperti ini.
" Oscar kenapa???katakan...apa yang membuatmu seperti ini???mamamu memberikan buku ini padaku sewaktu kami masih kecil." Mili bingung dengan keadaan Oscar yang tiba tiba berubah hanya karena buku itu.
" aku tidak tau ... tapi aku merindukan nabi itu,beberapa bulan ini kalimat kalimat pujian untuk nabi itu selalu terdengar setiap malam, aku selalu mencari tahu di luar sana bahkan aku hafal semua." tangis Oscar mulai deras .
" aku tidak tahu apa sebenarnya buku ini ,aku rasa Levic tau karena beberapa hari lalu Levic juga mencari tau tentang apa yang ada di buku ini." Mili mencoba menenangkan Oscar .
" ada apa ini???." tanya Sasha yang baru saja datang dan melihat Oscar menangis.
" dia ingin tau tentang buku ini." Mili menyodorkan buku kecil miliknya.
" oh ini...aku juga memilikinya." enteng Sasha .
" jangan bercanda sayang ,ini milik Laura yang di berikan padaku ,dia bilang hanya di berikan pada anak anak panti asuhan dimana dia bernaung." Mili serius .
" iya,,,aku tidak bercanda,punyaku tertulis dalam bahasa Rusia ,pemberian sahabatku di Kazakhstan ." terang Sasha .
__ADS_1
"Sasha ,apa kau mengerti tentang buku ini? meski aku juga punya dalam bahasa Inggris aku tidak mengerti dan membuatku merasa sakit tidak mengerti sebenarnya buku ini." Oscar mulai berharap lebih.
" aku hanya mengerti sedikit karena aku tidak menerapkan nya aku hanya melakukan kewajibanku pada Tuhan saja." jelas Sasha .
" apa kau tau siapa yang bisa menjelaskan?." harap Oscar .
"hanya orang orang muslim di negara negara tertentu yang menerapkannya, dan itu masih pro kontra oleh kalangan guru guru besar Islam . Ahhhc setidaknya kau bisa sedikit tau aku akan mengantarmu menemui imam masjid London ." Sasha mencoba membantu sebisanya.
Oscar dan Sasha akhirnya pergi menemui sang imam .
"assalamualaikum ..." salam Sasha .
"wa'allaikum salam ..." jawab imam.
"dr. Imran,,, ini putra ku ,Oscar ." Sasha mengenalkan.
"Oscar ." Oscar berjabat tangan.
"dr. Imran ." balas imam menyambut tangan Oscar .
"maaf mengganggu anda tapi ini penting untuk putraku,bantulah dia." pinta Sasha sopan.
"jika aku bisa membantu tentu aku akan membantu." jawab dr. Imran .
"katakan nak,apa yang bisa ku bantu?." tanya dr. Imran pada Oscar .
"jelaskan tentang siapa dia dan kenapa dia di puji dengan doa yang indah???." tanya Oscar dengan memberikan buku kecil yang di dapatnya dari kasir di Manchester .
"oooh ini,jadi kau ingin tau siapa dia?bukankah kau bisa mencarinya di internet?." dr. Imran menerima dan melihat sampulnya seketika tau.
" aku tidak yakin dengan internet." singkat Oscar .
"baiklah ... dia adalah seorang nabi utusan Allah,jauh sebelum dia diturunkan ke bumi,dia adalah nur /cahaya pertama yang diciptakan sebelum seluruhnya di ciptakan. Ketika diturunkan ke bumi maka seluruh semesta meliputinya. Sebagai nabi terakhir dia adalah role model dan modul hidup yang memiliki empat sifat utama kesempurnaan akhlak manusia. Kedatangannya untuk memperbaiki akhlak manusia dengan Alquran sebagai mukjizat nya..."
"tunggu... yang kau katakan seperti yang ku lihat,tapi yang tidak aku mengerti aku yang tidak mengenalnya sangat merindukannya juga seperti de Javu ,,,seperti mengenalnya jauh di dalam hatiku." Oscar memaparkan keresahannya.
"itu karena setiap manusia di ciptakan dengan setitik nur nya dan Allah tiupkan nafas sehingga manusia hidup, Dan seperti yang kau tau seiring tumbuh kembang manusia ingatan semasa di dalam rahim ingatan tentang siapa sebenarnya diri perlahan terkikis dengan lingkungan yang kemudian membentuk dan mengisi ingatan baru secara berkesinambungan dan itu adalah perang orang tua paling berpengaruh. " dr. Imran kembali menerangkan.
"baik aku mengerti, lalu kenapa orang orang berdoa dengan namanya,berdoa untuknya,memujinya dengan kebaikan,mencintainya sehingga nyawa?." tanya Oscar lebih jauh.
" karena dia yang paling dekat dengan Allah sebelum dan sesudah dibumi dan dia tidak pernah menggunakan keistimewaannya untuk dirinya sendiri melainkan untuk bumi dan manusia yang tinggal di dalamnya.
Lain kepala lain cara mencintai, begitu juga buku ini tidak di amalkan tidak berdosa di amalkan mendapat kebaikan, tergantung mau kau ambil kebaikan itu atau kau abaikan." terang dr. Imran .
" baiklah...terimakasih ." Oscar masih tidak puas namun dia menghormati yang telah di jelaskan dr. Imran .
Mereka berpamitan,Sasha tau Oscar tidak puas namun dia tidak ingin bertanya mengingat hal ini sensitif untuk Oscar .(bisa bisa dia nangis lagi😊)
Setelah sampai di rumah Oscar langsung ke kamarnya tanpa mempedulikan siapapun.
Ivan dan Mili yang melihatnya heran dan khawatir.
"kenapa Oscar ?." tanya Mili pada suaminya yang baru saja masuk dari garasi .
" jangan mengganggunya dulu,dia masih tidak puas ." Sasha meminta pada Mili yang selalu khawatir pada Oscar akhir akhir ini.
Oscar termenung di kamarnya . Dia memikirkan semua yang dialami yang menjadi keresahannya hingga hari ini.
__ADS_1
Di saat itulah Asyera datang dihadapannya dengan tiba tiba sukses membuatnya terjungkal dari kursinya .