
Semua masih asik di halaman belakang rumah nenek Harjo . Merry adalah bintangnya sore itu.
Orchid sibuk dengan ponselnya, ntah chating dengan siapa.
Niko berbicara dengan Ryan ntah apa yang mereka bahas.
Merry kembali dari dalam membawa nampan berisi beberapa air mineral dan camilan di kantong kresek. Dress merah marun membuatnya semakin cantik.
"biar ku bantu." Satria mengambil nampan dari tangan Merry dan meletakkan di atas meja.
"terimakasih ..." senyum Merry .
"apa kamu sering ke sini?" tanya Satria sembari duduk di samping Merry .
"tidak juga...hanya seminggu sekali." jelas Merry .
"Apa kamu sudah punya pacar???" tanya Satria.
"tidak ada...kak Alfred melarang ku berpacaran ."sambung Merry .
"bolehkah aku minta nomormu?" satria penuh harap.
"ya ,berikan ponsel mu." Merry mengetik nomernya di ponsel Satria.
"terimakasih cantik." senyum Satria dengan kedipan mata.
Merry tersenyum dengan tingkah Satria. Merry sering mendapatkan perlakuan seperti itu dari pria pria yang ingin berkenalan dengannya,hanya saja dia tidak pernah memberikan nomor telfonnya . Bagi Merry Satria berbeda.
Alfredy memanggil Merry .
"Merr... kemarilah sebentar." pinta Alfred
__ADS_1
Merry beranjak dari duduknya menghampiri Alfred .
"apa kak?" tanya Merry .
Mereka berdua sekarang berada di teras belakang rumah.
"apa kamu bisa membantuku ?" tanya Alfred .
"bantu apa???" timpal Merry .
"dekatilah Niko dan buat dia jauh dari Orchid . Apa kamu bisa???" terang Alfred .
"kenapa aku harus melakukannya ? memangnya mereka pacaran?" Merry ingin tau.
"tidak,tapi sangat dekat...aku rasa mereka ada hubungan...beberapa kali aku melihat mereka menyelinap diam diam ketika bersama yang lain." terka Alfred .
Merry melihat ke arah Orchid dan Niko bergantian mencoba menilai apa yang di sampaikan Alfred padanya.
"aku ingin Niko menjauhi Orchid dan aku ingin Orchid menjadi milikku saja."jelas Alfred .
"kakak... apa kakak tidak ingat apa yang di lakukan Orchid dulu?" Merry mengingatkan.
"aku tidak akan menyerah meski dia akan membuat papaku menghukum ku." Alfred percaya diri .
"kakak tau kan ,Orchid kesayangan di rumah ini meski dia bukan siapa siap dalam keluarga besar kita?!" Merry mempertegas posisi Orchid ,agar Alfred mengurungkan niatnya.
"aku akan melakukan semua dengan baik agar tidak terjadi keributan seperti dulu." datar Alfred .
" seharusnya kakak belajar dari kesalahan kakak dan tidak mengulangi." Merry menasehati .
"kamu mau tidak membantuku ?!!!" tanya Alfred .
__ADS_1
"kali ini aku tidak ingin terlibat,,,aku tidak mau di asingkan karena membatu kakak." Merry mencari aman.
Merry meninggalkan Alfred dan kembali ke paviliun taman. Alfred merasa kesal dengan keputusan Merry .
"apa yang terjadi? kenapa kau terlihat marah setelah bicara dengan alfred ? apa dia melarangmu dekat denganku???" brondong Satria ingin tau.
"tidak ada apa apa."jawab Merry .
"baiklah aku tidak akan memaksamu...tapi Sabtu nanti mau ya nonton bareng." ajak satria penuh harap.
" kita lihat nanti." jawab Merry yang masih kesal dengan kakaknya.
Ryan beranjak dari duduknya menghampiri Orchid di ikuti Niko di belakangnya.
"hai Chid... Sabtu nanti nonton yuk?" lagi males di kos." tawar Ryan .
"ikutlah kita lama tidak nonton bareng." sambung Niko .
"tidak,aku ada rencana muncak Sabtu ini." jelas Orchid dengan senyum.
"tapi Senin nanti ujian,apa kamu tidak capek?"tanya Niko.
"capek pasti... tapi hukuman ibuku lebih menakutkan dari pada ujian." tawa Orchid .
"benar Chid...ibumu lebih mengerikan dari pada ujian." Ryan mengingat pertama kali di tangani ibunya Orchid.
Dulu awal ditangani ibunya Orchid, Ryan selalu pingsan setelah siuman pun dihukum .
Jika mengingat itu Orchid tertawa haru ,perjuangan Ryan lepas dari candu demi orangtuanya membuat ibunya Orchid iba dan mempercepat proses penyembuhan Ryan .
Senja menghilang berganti petang , mereka pamit pulang .
__ADS_1