
Orchid muncul di yayasan Andalusia , tepatnya di kantor Danil, dimana Isabel juga sedang berada di sana.
"assalamu'alaikum" Orchid.
"wa'alaikumsalam" Danil &Isabel bersamaan.
"apa semua baik baik saja?. " tanya Isabel.
"ya, semua berjalan lancar. " balas Orchid.
"kau harus datang di pestamu, kakek Gil akan menghadirinya, ini pertama kali kakek Gil keluar rumah setelah kepergian kakek Logandhi." papar Isabel.
"benar, kakek Gil selalu menceritakan tentang kakek Logandhi , kau punya kesamaan, dia sangat senang. " tambah Danil.
"aku akan berusaha... " balas Orchid.
"semenjak Mark menceritakan pengangkatanmu, kakek lebih bahagia dan semangat. " jelas Isabel.
"aku ikut senang mendengarnya jika kakek menjadi lebih baik. " senang Orchid yang menyayangi kakek Gil yang mengisi posisi kakek untuknya.
"apa ada yang ingin kau sampaikan? " tanya Isabel.
"tidak, aku kesini ingin bertemu Alin. " terus terang Orchid.
"ohhhh, jika tidak ada di asrama carilah di masjid atau taman. " Isabel hafal kegiatan Alin.
"" hiburlah dia, ku perhatikan belakangan dia sering muram., setiap kali aku menanyainya dia pura pura tersenyum. " tandas Danil.
"ya, dia pandai menyembunyikan dirinya, cara berfikir nya tidak seperti anak seusianya. " ingat Isabel.
"aku akan berusaha, Alin special selalu ceria dan positif, jika muram sudah pasti dia menyembunyikan sesuatu. "
"baiklah,,, aku akan mencarinya. "
Orchid segera pamit keluar dan mencari Alin.
Tidak berapa lama Orchid menemukan Alin yang termenung sendirian di taman di bawah pohon chery.
Orchid : Alin...
Alin : kakak angel...
Orchid : kenapa sendirian disini?
Alin : tidak apa apa, hanya ingin sendiri
Orchid : baiklah,,, apa kau masih ingat janji kita???
Alin : tentu saja aku ingat, tapi kakak kenapa lama sekali???
Orchid : maaf,,, kakak sangat sibuk dan hari ini baru selesai...
Alin : apa kakak akan membawaku pergi mengunjungi papa mama sekarang?
Orchid : apa kau sangat menginginkannya?
Alin : ya, aku merindukan mereka...
Orchid : Alin, tidak semua yang kita inginkan akan sesuai harapan kita, dan kau sangat tau itu...
Alin : aku mengerti, tapi aku ingin tau meski hanya sekali
Orchid : aku akan membantumu sebisaku,.
Alin : trimakasih kakak., kakak adalah angel ku setelah Isabel dan Danil.
Orchid tersenyum mendengarnya kemudian mencium pipi Alin.
Ciuman yang sama pertama kali Alin bertemu dengan Orchid di taman itu juga.
"baiklah, tunggulah kakak di kantor Danil, kakak ada sedikit urusan. " senyum Orchid.
"hmmm." angguk Alin bahagia kemudian meninggalkan Orchid.
Orchid yang mendapat pesan kertas memo magic nya segera membacanya.
Orchid segera menghilang untuk menemuinya.
Di bandara terlihat Niko dan Toni asistennya sedang menunggu jemputan.
"kenapa datang kesini? " tanya Orchid menghampiri Niko.
Niko tersenyum melihat ke arah suara itu sedang Toni segera menjadi blokade bagi keduanya sesuai perintah tuan besarnya.
Orchid mengernyitkan dahi melihat tingkah Toni.
"Toni menyingkirlah, kau tidak perlu seperti ini disini, kakek tidak akan tau, dan aku akan melakukan tugasku ,,, jangan khawatir. " papar Niko. Toni pun beralih ke samping Niko.
"aku mempersiapkan perjalanan ini jauh jauh hari agar bisa bersamamu di hari ulang tahun mu, sepertimu yang selalu ada untukku. " Niko mengatakan tujuannya.
"itu dua hari lagi dan keluargaku telah menyiapkan pesta untukku, kita tidak akan berdua. " terang Orchid.
"aku akan tetap datang untukmu, dimana pesta mu diadakan?. " kekeh Niko.
"aku juga belum tau, aku akan mengabarimu nanti. " jujur Orchid.
Di sisi lain Oscar dan Alberto juga berada di bandara yang sama. Dimana sehari sebelumnya Oscar meminta secara khusus papanya untuk datang melamar gadis kecilnya yang tak lain putri bungsu Wira .
Ketika keluar Oscar melihat seseorang yang familiar seperti sedang mengantar seseorang.
Orchid mengantar Niko dan Toni hingga memasuki mobil yang menjemput mereka.
__ADS_1
Oscar melihat tampak belakang dengan ragu lalu menepis perasaannya, "tidak mungkin dia ada disini saat ini,,, ".
Orchid segera pergi ke tempat sepi untuk bertransportal ke yayasan Andalusia.
" Oscar, cepatlah. " pinta Alberto setelah memasukkan koper ke mobil.
"ya... " Oscar pun segera kembali , tidak mengikuti lagi seseorang yang mengusik hatinya.
"ada apa? " tanya Alberto.
"tidak, hanya perasaanku saja. " singkat Alberto.
Oscar melajukan mobilnya keluar bandara menuju rumah lama mereka.
Sedangkan Orchid yang telah tiba di kantor Danil mendapati Alin dan Isabel sedang bercanda ria menemani Danil yang masih mengerjakan pekerjaannya.
"apa Alin ku sekarang bahagia?... " suara Orchid menghentikan tawa canda Alin dan Isabel.
"mmmm, Isabel dan Danil memberitahuku sebuah rahasia. " polos Alin di hampiri Orchid.
"apa kau tidak ingin membaginya denganku?. " rayu Orchid.
"aku akan memberitahu mu, kau juga baik jadi aku akan membaginya. " polos Alin membuat Isabel dan Danil tersenyum.
"baiklah, aku akan mendengarkan dan berjanji akan merahasiakan nya. " bisik Orchid sembari mengulurkan kelingkingnya.
Alin menyambutnya dengan mengaitkan kelingkingnya.
"Isabel dan Danil memiliki saudara sepertimu yang selalu terbang kesana kemari membantu orang orang baik. " jujur Alin.
"oh..... ya ampun... Isabel, Danil, kenapa kalian merahasiakan itu dariku... untung ada Alin yang memberitahuku nanti aku akan menemui mereka dan terbang bersama. " sandiwara Orchid dengan wajah imutnya seakan cemberut pada Isabel dan Danil.
"oh... maafkan kami. " Isabel mengikuti drama dengan imut pula.
Mereka tertawa bersama dengan tingkah drama mereka mengikuti usia Alin.
"baiklah, aku akan mengajak Alin ke suatu tempat. " Orchid meminta ijin.
"ingat batasan mu Orlo." Danil mengingatkan, karena Orchid memiliki belas kasih yang besar terhadap manusia pada umumnya.
"aku mengingatnya... " sambung Orchid.
"Orlo, pesta mu akan diadakan di Mirabella, di resort Huan, secara pribadi dia memintanya dari ibumu. " Isabel memberitahu.
"kenapa berubah mendadak?. " tanya Orchid.
"Huan khawatir akan ayah kami, " terang Isabel.
"Huan selalu,,,,, Romantik,,, akan segala hal, dan membuat kita nyaman berada di dekatnya. Aku akan tiba tepat waktu. " senyum Orchid.
Setelah berpamitan, Orchid membawa Alin bertransportal ke China, dimana orangtua Alin berasal dan yang pasti Orchid sudah mengumpulkan informasi mengenai keluarga Alin Juga peristiwa yang menimpa keluarga itu ketika berlibur di Spanyol.
Orchid dan Alin muncul di pemakaman terbesar di China.
Orchid mengirim pesan memo pada Niko kemana dia harus pergi .
Setelah memo itu lenyap terbakar, Orchid dan Alin melanjutkan menaiki tangga di kompleks pemakaman.
Alin tidak bertanya apapun, tapi dia sudah membaca kemungkinan yang sebentar lagi akan di ketahuinya.
Setelah lima belas menit mereka kini berada di hadapan nisan besar lengkap dengan foto dan nama.
Alin yang menyadari foto itu segera mendekat, tangisnya pecah tak bersuara dan itu sangat menyakitkan bagi Orchid.
"papa mama mu orang yang baik, hanya saja mereka berada di dekat orang orang jahat dan serakah. " gumam Orchid mengusap bahu kecil Alin.
"kakak angel, hari itu seharusnya bibiku mengantarku bertemu papa mamaku tapi dia menyuruhku turun dari mobil dan meninggalkanku sendirian. Aku kelaparan dan kedinginan.Berhari hari dijalanan sendirian. Aku berjalan mencari tempat kami menginap tapi aku tidak bisa menemukannya. Aku harus berbagi makanan dengan anjing dan burung. Sampai akhirnya Isabel dan Danil menghampiriku yang kotor di dekat sampah. Membawaku ke yayasan, merawatku seperti papa mama merawatku. " Alin membagi cerita pedihnya.
"aku harap kau sekarang lebih bahagia daripada hari hari itu, dan mulai dari sekarang susunlah jalanmu untuk mengambil semua yang menjadi hakmu. Aku akan meminta bantuan seseorang untuk mengamankan jalanmu kelak. " Tutur Orchid.
"kakak angel, aku ingin ke rumahku mengambil sesuatu... " pinta Alin.
"baiklah, itu sangat mudah tapi berjanjilah kau tidak nakal disana. " pinta Orchid kemudian di setujui Alin.
Segera Orchid membawa Alin kerumah besarnya.
Mereka tiba di dalam rumah tepat di depan pintu utama, keduanya melangkah memasuki rumah itu.
Baru memasuki ruang tamu Alin tidak melihat foto besar papa mamanya melainkan paman dan bibinya.
Alin terus mencari ke beberapa sudut rumah namun tak satupun foto keluarganya ada di tempatnya, semua berganti foto keluarga bibinya.
Alin terdiam mencoba berfikir dimana foto foto itu di simpan.
Melihat Alin terdiam membuat Orchid segera menghampirinya namun langkahnya terhenti ketika melihat seseorang datang sedikit berlari menghampiri Alin.
"nona persik,,, apakah ini benar benar nona???. " seru seorang wanita paruh baya , menangis, memeluk, mencium seolah tak percaya bertemu lagi di rumah besar ini.
"apa kau mengenalnya?. " tanya Orchid mendekat.
Wanita itu menoleh lalu menghapus air mata nya lalu berdiri.
"ya, aku Wu Yang kepala pelayan juga pengasuh nona Alin, siapa anda?. " wanita itu memperkenalkan diri dengan hati hati.
"dia temanku. " singkat Alin.
"baiklah, tapi dimana nona selama ini? kenapa bibimu mengatakan terjadi hal buruk pada liburan kalian bahkan melakukan upacara pemakaman untuk kalian.? tanya Wu Yang beruntun penuh kekhawatiran.
" Mmm bibi Wu, Alin kemari untuk mengambil sesuatu miliknya dan dia tidak akan tinggal disini untuk keslamatannya. " papar Orchid.
"tapi ini rumah nya,,, " sedih Wu Yang di potong Alin.
__ADS_1
"bibi, dimana foto papa dan mama? aku tidak punya banyak waktu. " sela Alin.
"bibimu menyuruh kami membuangnya, tapi kami memilih menyimpannya di gudang, ikutlah denganku. " jujur Wu Yang.
Ketiganya berjalan menuju gudang yang terletak paling belakang rumah mewah Alin.
Wu Yang segera membuka kunci gudang dan masuk mengambil album foto di ikuti Alin sementara Orchid menunggunya diluar.
"nona, jika kau takut katakan padaku, aku akan membantumu kabur dari temanmu itu. " bisik Wu Yang melihat ke arah Orchid yang berada tidak jauh dari pintu gudang yang terbuka.
"tidak bibi, dia orang baik, saudaranya yang telah menyelamatkan aku di luar sana. " jawab Alin seraya membuka album.
"tapi nona, aku takut terjadi sesuatu lagi, karena bibimu dan suaminya telah mengambil semua darimu, bagaimana jika dia orang mereka?. " Wu Yang khawatir.
Alin mengambil dua lembar foto, foto papa mamanya dan foto mereka bertiga.
"bibi tidak perlu takut, mereka menjagaku dengan baik, merawatku seperti papa mama merawatku. " Alin mencoba meyakinkan kemudian keluar gudang di emosi Wu Yang.
"apa kau mendapatkannya? " tanya Orchid.
"Mmm, " Alin menunjukkan lalu menyimpannya kembali ke kantong bajunya yang lebar.
"nona... " Wu Yang masih saja khawatir.
"bibi Wu, Alin berada di tempat aman bersama orang orang yang bisa melindunginya, kau bisa menghubunginya atau mengunjunginya jika kau mau. " Orchid meyakinkan setelah yakin Wu Yang orang yang tulus pada Alin.
"bagaimana aku menghubunginya?. " tanya Wu Yang.
"kau tidak bisa memberitahu siapapun meski kau ingin. " melaui membran penglihatan menembus teta otak dan mengkonfirmasi Orchid memberitahu Nomor yang bisa di hubungi, alamat yayasan andalusia juga kode khusus untuknya jika menghubungi nomer itu.
Wu Yang sangat terkejut dan tertegun dengan yang baru saja di alaminya, apa lagi kini dia merasa ada perubahan pada tubuhnya.
Orchid berjalan mengikuti Alin meninggalkan Wu Yang.
Wu Yang tersadar kemudian menyusul Alin dan ketika berpapasan dengan Orchid dia berterimakasih dan menitipkan nona persik nya lalu berjalan menyusul Alin.
Orchid membiarkan Alin dan Wu Yang bersama mengingat mereka akan berpisah kembali, jadi Orchid berjalan lebih santai sesekali melihat keindahan desain interior rumah mewah Alin.
Tak berapa lama terdengar keributan.
Orchid mendengarnya dan segera menggunakan penglihatan netranya pada Alin tanpa menghampirinya.
Terlihat Alin diseret dengan kasar tetap diam dalam kemarahannya dan Wu Yang di dipegangi beberapa orang telah bertriak triak minta ampun untuk Alin dan sesekali berteriak minta tolong untuk menyelamatkan Alin dimana Orchid tau itu di tujukan untuknya.
Alin di kurung di sebuah kamar sementara Wu Yang di introgasi kemudian dikurung di kamarnya dan yang melakukan semua itu adalah bibi dari Alin yang segera pulang setelah di beritahu salah satu pelayan rumah tentang keberadaan Alin di rumah.
Seperti yang dikatakan pelayan itu pada tuannya kini semua orang di kerahkan untuk mencari orang yang datang bersama Alin.
Tapi mereka hanya manusia biasa, Orchid sudah berada di kamar dimana Alin di kurung.
Orchid memeluknya dan mengusapnya penuh kasih sayang lalu menghapus air matanya.
"kita pergi sekarang... " Orchid menatap mata sayu Alin.
"aku ingin memeluk bibi Wu sebelum pulang, apa boleh?. " pinta Alin menatap balik Orchid.
"tentu saja." singkat Orchid dengan senyum.
Orchid membawa Alin bertransportal ke dalam kamar di mana Wu Yang di kurung.
Terlihat Wu Yang menangis sesenggukan di tepi ranjang.
"bibi... " panggil Alin.
Wu Yang yang mendengarnya segera mendekat dan memeluknya.
"nona, maafkan aku tidak bisa melindungimu, kau pasti sangat kesakitan dengan perbuatan bibimu. " oceh Wu Yang dengan air mata deras melihat tangan Alin yang memerah.
"bibi harus tetap disini menungguku kembali. " pinta Alin.
"apa kau mau pergi sekarang? " tanya Wu Yang belum sadar bagaimana Alin dan temannya bisa berada di kamar itu.
"kami harus segera pulang, kakak Angel sangat sibuk dan sudah menemaniku kemari. " papar Alin.
Wu Yang yang menyadari perkataan Alin mulai melihat Orchid.
"tunggu, bagaimana kalian bisa masuk kesini? pintu itu di kunci dari luar... "
"sulap." polos Alin, dan Wu Yang mencoba mengkonfirmasi perkataan Alin pada Orchid namun Orchid hanya menampakkan senyumnya.
"baiklah nona, aku percayakan nona persik padamu. "
"dan nona persik, aku berjanji akan menunggumu dirumah ini. "
Setelah memeluk Wu Yang, Alin beralih memegang erat Orchid dan melambaikan tangan pada Wu Yang.
Wu Yang masih saja sedih tapi berusaha yang terbaik untuk nona nya.
Di hadapan Wu Yang yang masih menangis Orchid membawa Alin bertransportal.
Menghilang sekejap mata, keheningan terjadi di kamar Wu Yang yang masih tertegun dengan penglihatannya barusan.
Tak lama nyonya barunya masuk menghardik Wu Yang.
Nyonya barunya meng introgasi nya tentang keberadaan seseorang yang datang bersama Alin.
Belum selesai nyonya nya masuk seorang pelayan mengatakan bahwa Alin juga tidak ada di kamar.
Wu Yang hanya mengatakan seperlunya dan tidak mengatakan dimana mereka berada.
Namun Wu Yang mengatakan sesuatu yang membuat nyonya barunya tak terkendali meninggalkannya,.
__ADS_1
"nona Alin hanya mengatakan akan kembali di masa depan. " dingin Wu Yang.