
Tim 3 menyudahi serangan dan kembali bersama untuk menyusul tim 1 dan tim 6 yang berada di hutan bawah dekat perkampungan pertama.
"bravo... " transmisi tim 1.
"bravo... " transmisi 3.
"hindari jalur pulang. " transmisi 1.
"ditrima... " transmisi 3.
"baiklah, kita lanjutkan menuruni ngarai dan berputar untuk masuk hutan. " putusan komandan tim 3.
Mereka memulai lagi perjalanan.
Tim 1 dan 6 yang lebih dulu sampai di hutan sedang menyiapkan tempat istirahat .
Bergantian membersihkan tanah dari salju yang tebal dan bergantian berjaga.
Selagi menunggu mereka menyiapkan nutrisi untuk menghangatkan tubuh.
"mereka datang... " seorang prajurit berlari kembali segera memberitahukan.
Seorang prajurit lagi menunggu di balik pepohonan.
"akhirnya kalian sampai juga... " sambut sang prajurit memeluk bergantian.
Tak lama mereka sampai dan bergabung dengan yang lain.
Melepas lelah, suplai nutrisi dan saling bercerita.
◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️
Di atas langit masih terjadi pertarungan para guardians dengan iblis.
Duang melakukan dengan hati yang sangat senang, begitu juga Xian dan Mewar.
Agni merasa tertantang hingga menargetkan iblis tingkat 2 yang menjadi pemimpin iblis di pertempuran malam ini.
Aram dan Orchid terlihat lebih tenang.
Memang karakter mereka terpengaruh negara dimana mereka tumbuh ditambah keluarga yang selalu protect mereka, jadilah seperti itu dikala bertugas tanpa pengawasan orang tua... jadi seenak mereka , sudah seperti kuda yang lepas dari kadang 😂.
Bagaimana mereka saling kenal ya karena sering menghadiri pertemuan pertemuan keluarga, paling mentok ya pas pengangkatan sebagai Guardians.
Dan situasinya Orchid bersama 5 guardians garis keras 😁, kerja sama yang membagongkan... bagaimana tidak,,, kelimanya menargetkan iblis tingkat 2 dan tidak menghiraukan para anak buah iblis 🤦♀️.
Kelimanya tanpa sungkan membunuh anak buah iblis yang mengganggu pertarungan mereka.
Orchid hanya bisa menghela nafas panjang.
"huffff biarlah mereka bersenang senang untuk saat ini, lebih baik aku menyelesaikan para anak buah iblis agar tidak membawa pengaruh di bawah sana daripada tercipta perang Dunia ke 4 . " batin Orchid.
(perang Dunia ketiga di menangkan emak emak, no debat)
Orchid sibuk kesana kemari memburu para anak buah iblis dan menghabisinya dengan cepat sementara ke lima guardians terus menyerang iblis tingkat 2 yang ternyata cukup kuat untuk melawan mereka yang terbilang pewaris jurus jurus legendaris dengan senjata turun temurun yang sudah menghabisi banyak iblis.
Setelah 2jam membantai 1340 anak buah iblis sendirian, Orchid istirahat sambil menikmati pertarungan yang masih berlangsung antara 5 guardians vs iblis tingkat 2.
Mungkin karena dia yang paling muda jadi 5 guardians tidak mengijinkannya ikut bertarung.
Bagaimana Orchid mampu menghabisi sebanyak itu dalam 2jam?. Jawabannya dia tidak sekedar menggunakan otot tapi juga otaknya .
Tanpa menggunakan Panji perangnya mungkin Orchid kualahan.
Sebelum menghabisi, Orchid telah membuat batasan dengan ke 4panji perangnya agar tidak ada iblis yang lari keluar ditambah rantai api miliknya yang bisa menjangkau sebanyak mungkin dalam sekali hempasan.
Dan karena terobsesi mengalahkan iblis tingkat 2,,,Mewar lupa menjaga kestabilan Himalaya, hingga terjadi beberapa guncangan yang mengakibatkan longsor di beberapa tempat yang membuat manusia yang menyaksikan ketakutan.
Prajurit Orchid juga khawatir dan siaga , hiruk-pikuk orang orang di perkampungan yang hendak menuju bunker terdengar juga.
Letjen Dani memberi perintah melalui transmisi ke semua tim untuk siaga bencana.
"Mewar...lihatlah di bawah... " seru Orchid mengingatkan.
Mewar melihat ke bawah dan...
"mati aku... ibuku pasti akan meneriaki ku habis habisan. " Mewar melihat Himalaya porak-poranda di beberapa sisi.
Orchid tertawa mendengar perkataan Mewar.
"cepat selesaikan iblis itu, jangan bermain-main terus,,, " seru Orchid pada ke lima guardians.
Mewar yang takut kena hukuman rumah berubah serius di ikuti yang lainnya.
Hanya dalam 10 menit iblis tingkat 2 telah dimusnahkan.
"kalian bantulah Mewar memperbaiki Himalaya seperti semula, aku akan membantunya menutup semua energi penghubung di langit ini. " pinta Orchid setelah melihat iblis itu musnah.
▶️▶️▶️▶️▶️▶️▶️▶️▶️▶️▶️▶️▶️▶️▶️▶️▶️▶️▶️
Tempat prajurit berlindung hampir tertimbun , tinggal beberapa meter saja dan tiba tiba terhenti.
"benar-benar menantang adrenalin... " gumam komandan tim 6.
"lebih baik kita meninggalkan tempat ini selagi aman. " ajak komandan tim 1.
__ADS_1
"ya, benar... ini kesempatan kita menyelinap perkampungan juga pos jaga, mereka pasti sedang mengurus ini. " dukung komandan tim 3.
Akhirnya mereka sepakat meninggalkan tempat itu.
Tetap waspada meskipun terlihat aman.
Di sisi lain tim 2 sedang berjibaku dengan ribuan peluru dari pos 5.
"bravo... " transmisi tim 2.
"ditrima.... " letjen Dani mengamati mereka dari diagram.
"kami terjebak di pos 5..." transmisi tim 2.
"bertahan, tim terdekat akan membantu... " Letjen Dani.
"tim 4,tim 5..." Letjen Dani.
"bravo tim 4..." transmisi tim 4.
" bravo tim 5..." transmisi tim 5.
"tim 2 terdesak di pos 5..." Letjen Dani.
"di mengerti... " tim 5.
"siap... " tim 4.
Tim 5 yang hampir mencapai pos 6 memutuskan kembali untuk membantu tim 2.
Tim 4 hampir tiba dan telah mendengar suara bising tembakan.
"bravo tim 2..." transmisi tim 4.
"bravo... " transmisi tim 2.
"kami akan masuk dari sisi seberang, mohon bimbingan... " transmisi tim 4.
"di mengerti... " transmisi 2.
Dengan tenaga dalam merpati, komandan tim 2 mengidentifikasi musuh di seberang setelah mendapat posisi aman dan bebas.
Transmisi tim 2 mulai memandu tim 4 di sisi seberang.
Karena hanya menggunakan peluru bius, tim 4 harus membidik dengan tepat agar tidak membuang sia sia.
Satu per satu tentara di pos itu mulai tumbang, tim 5 yang baru tiba membantu evakuasi dan perlindungan.
Setelah melumpuhkan pos 5,tiga tim tersebut segera bergabung.
Kini mereka harus membuat rencana pulang dengan baik mengandalkan kemampuan juga peluru yang tersisa di tim 5 sementara harus melewati tiga pos lagi dan satu perkampungan.
Malam seakan terasa panjang, ditambah hujan salju yang turun disertai angin membuat mereka seakan enggan melangkah.
Ke enam tim itu berada di dua jalur berbeda dengan tujuan sama, jalan pulang menuju portal satu satunya yang terbuka.
▶️▶️▶️▶️▶️▶️▶️▶️▶️▶️▶️▶️▶️▶️▶️▶️▶️▶️▶️
Orchid menutup energi langit yang tersisa dan sesekali melihat kebawah melihat prajuritnya yang berjuang pulang.
Mewar dan yang lain sedang memperbaiki Himalaya dari kerusakan yang mereka timbulkan selama menguji ketrampilan bertarung melawan iblis tingkat 2.
Mereka cepat cepat memperbaikinya sampai detail sesuai penglihatan Mewar, setidaknya Mewar tidak kena hukuman berat.
Orchid yang lebih dulu selesai segera menemui mereka dan pamit untuk kembali ke tempatnya.
◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️
Dua hari sudah berlalu, tinggal melintasi satu kampung mereka akan tiba di sungai di mana portal menanti mereka.
Jalan yang semakin terbuka membuat mereka semakin waspada.
"akhirnya hari ini kita akan sampai,. " gumam seorang prajurit.
"semoga di depan tidak ada kejutan lagi... " sambung belakangnya.
"kita akan masuk wilayah perkampungan, mengambil jalan luar agar tidak dilihat orang di perkampungan. " titah komandan tim 2.
Setelah tiga jam berjalan akhirnya mereka bertemu tim lain di luar wilayah perkampungan.
Rasa haru menyelimuti mereka, betapa senang dan sedihnya mereka setelah melewati hari hari menegangkan masih bisa bersama lagi, mereka istirahat dengan tetap sesuai tim dan mengambil jarak masing masing agar tetap waspada.
Makan biskuit yang tersisa dan minuman ektra dengan istirahat sebentar sudah cukup memulihkan tenaga mereka untuk sampai tujuan.
Semua komandan tim bertemu berdiskusi untuk melintasi pos terakhir dimana sungai dangkal nan lebar di sisi kanan tak jauh dari pos adalah tempat portal berada, memang sulit karena selain tempat terbuka itu juga siang hari tiba disana.
"kita akan menyeberang secara berkelompok, " ujar komandan tim 6.
"benar, dengan menjaga dua sisi kemungkinan untuk terjadi kontak sangat minim. " sambut komandan tim 3.
"pengalaman mereka sangat banyak diperbatasan, kita tidak tau bagaimana selama ini mereka melakukannya. " ujar komandan tim 1.
"ya, kau benar,,, tapi ini adalah resiko yang harus di hadapi jika ingin pulang, tidak ada jalan lain. " lontar komandan tim 5.
"mmmm sebaiknya letakkan ahli meta ekologi di dua sisi untuk perlindungan luar. " ujar komandan tim 4 yang juga menguasai meta ekologi.
__ADS_1
"baiklah... " sambut komandan tim 2 di setujui yang lain juga.
Mereka kembali ke tim masing masing kemudian segera melakukan perjalanan lagi.
Setelah menempuh perjalanan dua jam mereka sampai di sisi sungai.
"pos terakhir sangat ramai dan dekat dengan markas mereka di tambah sungai ini.... sangat lebar,,, lima jalur dan terbuka. " gumam seorang prajurit yang mengamati.
"kita tidak perlu menyebrang hingga sebrang, portal berada di tengah sungai tepat di samping batu besar di tengah itu. " terang komandan tim 6 yang harus menyebrang pertama.
"sebentar lagi mereka akan melakukan pergantian personil, kita punya waktu sepuluh menit untuk menyebrang seluruhnya. " terang komandan tim 4 yang bersiap ikut menyebrang pertama karena butuh dua orang meta ekologi untuk mengamankan sisi portal.
Tim 4 akan menyebrang setelah tim 6.
"ok, GO... " seru komandan tim 6.
Tim 6 plus komandan tim 4 menyebrang dengan waspada.
Tim 3 akan menjadi yang terakhir ditambah seorang prajurit meta ekologi dari tim 2 .
Tim 6 yang telah sampai di tempat Letjen Dani dan Orchid , komandan tim 6 segera melaporkan situasi dan kondisi di luar.
"istirahatlah,,, " titah letjen Dani.
Berurutan menyebrang dengan selamat dan melapor.
Akhirnya mereka terendus oleh pasukan di perbatasan , sirine berbunyi sangat keras, Komandan tim 3 memutuskan segera menyebrang sekaligus bergabung dengan tim 5 yang masih setengah jalan.
Tidak di duga mereka telah mengirim jet membuat komandan tim 3 membawa sebagian kembali ke darat sedang sisanya bersama komandan tim 5 dengan tiga ahli meta ekologi bisa selamat masuk ke portal.
Dua prajurit meta ekologi tidak meninggalkan mereka, hanya masuk menunggu di sisi portal untuk menghindari serangan jet tempur.
Kelompok yang bersama komandan tim 3 berusaha mencari tempat bersembunyi.
"tempat ini terlalu terbuka, kita tidak bisa selamat semua, jadi kalian pergilah lebih dulu, aku akan menghadang mereka. " titah komandan tim 3.
"tidak, kami akan bersama komandan... " seru seorang prajurit meta ekologi.
"benar, kita akan berjuang bersama... " sambung yang lain.
Prajurit perbatasan semakin dekat mengejar.
"baiklah ,apapun yang terjadi jangan pernah menyerah... tetaplah menjadi rahasia sampai mati. Kita lawan dengan kemampuan kita, tanpa peluru... " seru komandan tim 3.
"kami siap... " seru semua prajurit tersisa.
Akhirnya prajurit perbatasan menghentikan langkah mereka dengan gertakan hujan peluru.
Karena tanpa dukungan senjata, jalan satu satunya adalah pertarungan jarak dekat.
Dengan berhenti melangkah akan membuat mereka mendekat.
Ya, pertarungan tak terelakkan, prajurit prajurit itu datang lagi dan lagi.
Mereka terus bertarung dan berusaha mendekat ke sungai untuk mengambil kesempatan kembali ke portal.
Letjen Dani dan Orchid mengawasi dari diagram begitu juga prajurit yang telah sampai.
"Letjen , ijinkan kami membantu,,, itu tidak seimbang. " pinta komandan tim 1.
"tidak perlu,,, cukup yang berada di portal. " dingin Orchid.
"tapi... " belum sempat komandan tim 1 menyelesaikan, Letjen Dani sudah menampakkan mata tajamnya.
Semua terdiam tidak bisa melawan apa yang sudah dilarang.
"aku tau kalian sudah terikat satu dan yang lain, tapi kalian harus percaya dengan kemampuan mereka, " Orchid masih dingin tanpa menoleh.
Akhirnya mereka sampai di sungai...
Lelah tapi harus melawan.
Dengan semangat karena sudah berada di sungai, prajurit meta ekologi segera menggunakan kekuatannya untuk mengulur waktu bagi yang lain untuk segera masuk ke sungai, Menyerang menggunakan air sebagai senjata fleksibel .
Usahanya berhasil membuat yang lain berada di sungai di susul prajurit perbatasan yang ikut menyusul ke sungai di tambah tembakan yang membuat tim kaget.
Dengan cepat prajurit meta ekologi membuat perisai dengan air, melihat tim yang sudah berada di sungai, dua orang yang berada di portal segera keluar.
Dengan kemampuan dua orang meta ekologi segera menarik tim yang tersisa dengan air. Dengan cepat semua telah terhisap hingga masuk ke dalam portal. Orchid yang melihat semua telah masuk segera menutup portal dengan netranya.
Prajurit prajurit perbatasan itu terkejut dengan apa yang mereka saksikan.
"apa itu tadi???. " seru seorang prajurit.
"apa mereka alien... apa... apa... " gugup prajurit lain.
"mustahil... bagaimana bisa... " sambung yang lain.
"menghilang, mereka menghilang... " seru yang lain.
"cari,,, sisir sungai ini, pasti mereka tidak jauh. " seru seseorang yang berpangkat lebih tinggi dari yang lainnya.
Mereka menyusuri sungai dengan berbagai pertanyaan di benak mereka.
Disisi lain Orchid segera membuka portal lain menuju barak simulasi.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan semua dan kembali ke barak simulasi, para prajurit bernafas lega seolah beban di pundak mereka sudah hilang.
Orchid meminta Letjen Dani untuk mengurus sisanya sedang Orchid harus kembali ke Himalaya untuk mengambil kembali alat canggihnya dan berpamitan pada Mewar.