Anggrek Hitam

Anggrek Hitam
Liburan di kaki Lawu


__ADS_3

Malam memang semakin dingin, baru juga jam 9 malam tapi dinginnya luar biasa bagi kami bertiga yang berasal dari kota.


Menyeduh kopi dengan air panas pun berubah menjadi hangat kopinya.


Padahal air itu mendidih dan diturunkan dari bara yang berada di depan kami.


Beruntung Orchid berpengalaman hiking jadi sudah siap dengan situasi dinginnya gunung Lawu .


Sedang kedua temannya tidak mengira akan sedingin ini.Kaca saja sampai tidak kelihatan melihat luar...putih seperti tembok,karena berembun.


Malam semakin larut dan kami memilih untuk segera tidur setelah menghabiskan teh cengkih jahe yang di atasnya di beri bunga lavender buatan nenek April.


Minuman ini benar benar membuat tubuh hangat berkeringat juga menenangkan.


Kami tidur nyenyak di bawah selimut tebal.


Pagi ini kami bangun jam 8 setelah sempat bangun subuh tadi , ini diluar kebiasaan kami di kota.


Kabut masih menyelimuti ,matahari pun tidak terlihat meski sudah terang diluar.


"hoaaaam,,,lama gak tidur senyenyak ini." suara Windu.


"hmmm ,tapi kita harus bergerak atau kita membeku." sahut Gayatri .


Semua sibuk merapikan tempat kami tidur seperti kebiasaan kami. Lalu kami melanjutkan bersantai ria bicara hal hal yang unfaedah .


" mandi segar yaaa biar gak malas." celetuk Gayatri .


" cepatlah mandi...dan katakan pada kami kalau mandi disini sangat segar." sahut Orchid yang disambung tawa bersama.


" kan memang air dingin menyegarkan dipagi hari?!." sanggah Gayatri .

__ADS_1


" iya segar kalau kita dikota." celetuk Windu.


" tetap lihat sikon sayangku..." sambung Orchid .


" sudahlah ,lebih baik sekarang kita sarapan lalu jalan kaki ke rumah Gusti ,lumayan disana ada bilyar dan tentunya teman temannya." ajak April beranjak dari rebahannya.


Akhirnya kami bertiga mengikuti ajakan April dari pada terus berada di ruangan itu.


Keluar ruangan, kami dan keluarga April sarapan bersama diruang makan yang menyatu dengan dapur.


Sarapan spesial ...getuk manis berbalur kelapa parut.


Setelah selesai sarapan dan berbincang sebentar keluarga April pergi ke ladang sedangkan kami pergi ke rumah Gusti .


Jalanan menanjak namun terbayar dengan pemandangan yang indah sepanjang jalan.


Dari jauh terlihat rumah Gusti ada beberapa orang berkumpul di samping garasi.


"gila...Gusti gak cuma muda tapi juga sukses...pinter juga kamu cari calon suami." sergah Gayatri memasuki rumah Gusti .


"aku gak nyari dia tapi dia yang nyari aku!!!". sanggah April sembari tertawa kecil.


"Halah sama saja, intinya kamu beruntung." sambung Windu.


"aamiin kan saja ". sahut Orchid


"aamiin.... " serempak kami mengamini keberuntungan April .


Gusti keluar dari salah satu ruangan ketika mendengar suara kami yang lumayan keras di pagi itu.


"kalian baru sampai?." tanya Gusti menghampiri kami yang berdiri di ruang tengah rumahnya.

__ADS_1


"iya mas." senyum April .


"jadi main ke ladang hari ini?." tanya Gusti sembari duduk di sofa.


" jauh gak ?." tanya Windu antusias.


"jauh sih,,,di belakang bukit Arjuna." terang Gusti .


"apa...belakang bukit Arjuna ? gilaaaa dari sini kesana jauh banget,jalan kakipun medannya berat." Orchid mengingat dan meyakinkan perkataan Gusti .


"memang." sahut April .


"yang benar aja kamu ajak kita ketempat berbahaya,nah Orchid pengalaman,kalian berdua apa lagi nah kita berdua?!" Gayatri khawatir akan dirinya juga windu.


"huffff, dasar putri raja...dengar medan berat dah takut duluan. Jika benar ada ladang pasti ada jalan alternatif yang dibuat penduduk... tadi aku cuma kaget mengingat bukit Arjuna kalau dari sini melewati lembah dan sungai kecil." jelas Orchid .


"iya ada jalan yang dibuat penduduk menuju kesana,aman hanya jauh... masak kamu kalah sama nenekku." sergah April .


"lah nenek mu besar di sini dan sudah biasa naik turun bukit..." Windu mengelak.


"ya sudah karena yang berpengalaman cuma bertiga sedang kalian kesini bersama ,gimana kita kesana semua naik motor trail saja biar cepat." tawar Gusti pada semua.


"hiiii kita berdua gak ngerti cara naik motor biasa apalagi trail ." Windu meringis menampakkan gigi ,seulas senyum pengakuan.


"kamu gimana Chid? " tanya Gusti .


"aku belum tau medan yang dilalui,lebih baik aku bonceng saja." jelas Orchid .


"ok...kita ke sana bareng teman temanku saja." Gusti menyepakati .


Gusti beranjak dari duduknya masuk ke ruangan dimana dia keluar tadi.

__ADS_1


Gusti menghampiri teman temannya yang sedang main bilyar untuk mengajak mereka ke ladang bukit Arjuna bersama kami.


__ADS_2