Anggrek Hitam

Anggrek Hitam
menjemput si sulung


__ADS_3

Orchid membawa Alin ke Afrika untuk menjemput kakak sulungnya.


Tanpa pemberitahuan sebelumnya kini Orchid berada di Alun alun pasar "perdukunan", dengan Alin disampingnya dia menjadi lebih waspada mengingat masih banyak praktek perdukunan ditempat itu yang menggunakan tubuh orang asing/berbeda secara fisik dengan penduduk lokal.


Orchid cepat cepat berjalan pergi menjauh membawa Alin menuju sebuah rumah besar nan tua dan terlihat menyeramkan.


Didalam terdapat divisi magician juga beberapa orang dari organisasi kedokteran dunia.


⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩


Indra adalah salah satu anggota divisi magician. Divisi yang berada di sini tidak hanya belajar magic yang dibawa langsung oleh Angel tapi juga meredam magic yang telah disalah gunakan beratus ratus tahun lamanya.


Ketua dari divisi disini adalah seorang Guardians wanita yang nyentrik, Guardians Woda berzirah kucing hitam.


Keluarga Woda adalah yang di beri tugas sang raja sebagai pemegang sihir angel setelah perang sengit melawan kekuasaan Unq, dimana Unq bibi sang raja telah mencurinya dari sang nenek. Keluarga dari keturunan Panglima Want dari Raja Ansk, 2000th terpaut dari panglima Illiyin dengan Raja Zaq.


Perkawinan dua keluarga ini memperkuat keturunan mereka untuk menjaga sihir angel tetap berada di benua hitam .


⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪


Orchid dan Alin memasuki bangunan kemudian menunjukkan identitasnya.


Orang yang mendapati identitasnya segera mengirim orang menuju ruangan lain.


Orchid dan Alin bersabar menunggu dengan duduk di dekat perapian.


"aku tidak mengira mendapat kunjungan dari Phoenix sang penjaga fire twins. " suara lantang Woda berjalan kearah Orchid.


"aku juga tidak mengira akan bertemu penjaga sang Luna" sambut Orchid berdiri mengetahui siapa yang datang.


"kau sangat aktif dan menjaga wilayahmu dengan baik hingga penjaga samudra terkejut. " celoteh Woda.


"kau berlebihan, dan soal penjaga samudra... itu kebodohanku. " timpal Orchid.


"aaah dia mau kau mengunjungi mata bumi . " lanjut Woda.


"InsyaAllah." balas Orchid.


"katakan, apa yang bisa ku bantu?. " tanya Woda.


"aku menjemput kakakku, " singkat Orchid.


"baiklah, tunggulah di kamarnya, dia sedang menyelesaikan misi di luar, mungkin dia tiba petang. " papar Woda.


"trimakasih, aku akan menunggunya. " balas Orchid.


"ya, kau juga tidak perlu pamit pulang karena aku mungkin tidak disini nanti. " Woda memberitahu agar tidak membuang waktu menunggunya.


"trimakasih." singkat Orchid.


Orchid membawa Alin ke kamar Indra diantar seorang yang di tunjuk Woda, sedang Woda sendiri kembali keruangan dimana tadi dia keluar.


Setelah 6 jam menunggu...


"kakak angel... berapa lama lagi... aku sudah bosan... " keluh Alin.


"kakak ku sudah datang dua jam yang lalu tapi dia harus menyelesaikan laporan sebelum cuti bersama kita... aku mohon bersabarlah sedikiiiiiiit lagi... oke... " Orchid menjelaskan sekaligus merayu dengan manisnya, Alin selalu senang jika Orchid merayunya setiap kali dia merajuk.


"kakak angel... kau sangat manis,,, aku jadi teringat seseorang yang juga manis tapi dia terlihat menyedihkan, lebih menyedihkan dari aku, " Alin bercerita.

__ADS_1


"benarkah... apa ada orang seperti itu?. " Orchid menanggapi Alin.


"iya, tapi dia sangat tampan... meski sedih , matanya terlihat indah seperti musim semi... " celoteh Alin.


"Alin, jangan bohong... mana ada kesedihan di musim semi... si tampan menyedihkan atau menyedihkan karena tidak tampan???. " selidik Orchid.


"aku tidak bohong, kakak itu memang tampan dan tinggi, bukan aku saja yang mengatakan itu, para senior yang melihatnya juga berbisik bisik akan ketampanannya... " Alin membela diri.


"baiklah... semua pria pasti tampan... " Orchid seakan tak percaya.


"nanti kalau aku bertemu dengannya lagi aku akan mengenalkannya dengan kakak, kalau perlu aku akan berfoto dengannya biar kakak percaya, hehmmmm. " Alin pun ngambek.


Orchid tertawa melihat tingkah Alin, disaat itu juga Indra memasuki kamar.


"wah wah... kelihatannya kau sangat senang. " timpal Indra mendekati keduanya.


"iya, Mmm apa semua sudah selesai saat ini?. " tanya Orchid.


"sudah aman... " jawab Indra dengan gemasnya menarik pipi Orchid yang membuat Alin tertawa melihatnya.


"kakak apa apaan sih, sakit tau. " keluh Orchid tak di hiraukan Indra.


"siapa gadis cantik ini??? kenalkan, aku kakak sulung... dari adik angel ku ini. " senyum Indra mensejajarkan diri dengan Alin .


"aku Alin, teman kakak angel. " tegas Alin tanpa ragu mengulurkan tangan dan disambut Indra.


"oke,,, ini untuk teman adikku yang sangat manis. " Indra dengan triknya memberi seikat bunga krisan putih dari balik rambut Alin.


"wah wah wah,,, kakak pesulap, " kagum Alin.


"iya dia tukang tipu wanita, jadi hati hati Alin,,, nanti kamu patah hati, wkkkkkk" Orchid tertawa puas sedang Alin dan Indra berpangku tangan melihat tajam ke arahnya.


"hmmmm hmmmm hmmmm, oke lebih baik kita segera ke Mirabella." kikuk Orchid menyadari.


"kakak angel,,,,, diam, aku marah sama kakak. he hmm. " Alin memalingkan diri lalu tiduran di sofa.


"hufffffh malam yang membosankan. " batin Orchid seraya berjalan ingin melihat luar di dekat jendela besar.


Orchid melihat sekumpulan orang yang baru saja memasuki rumah tua itu, mereka terlihat senang juga lelah.


"cantik cantik, pantas saja kakak tidak mau pindah divisi. " gumam Orchid menatap keluar masih mengamati orang orang itu yang tak lain adalah dokter dokter muda yang bekerja sebagai relawan organisasi dunia.


"apa yang kau lihat?. " suara Indra yang tiba tiba membuat Orchid menoleh tanpa menjawab.


Indra ikut melihat keluar sambil mengeringkan rambutnya.


"mereka baik juga cantik, pekerja keras juga lembut. Apa kakak tidak tertarik?. " tanya Orchid tiba-tiba.


"aku normal, melihat wanita cantik nan baik sudah pasti tertarik, tapi aku tidak ingin melewatkan divisi ini tinggal setaun lagi aku selesai setelah itu aku akan bergabung dengan divisi kita. " papar Indra yang masih berada disana menatap keluar jendela.


"bagaimana jika ada wanita yang menggoyahkan hati kakak? apa masih tidak mau?. " goda Orchid.


Indra hanya menanggapinya dengan senyum intimidasi.


"lebih baik sekarang kita ke China, lihat festival naga baru besok ke pestamu." ajak Indra.


"kakak tau festival itu?. " sahut Alin mendengar ajakan Indra.


"tentu saja,,, dan kita juga punya naga, naga api yang masih kecil. " senyum ceria Indra pada Alin.

__ADS_1


"apa kau mau melihat festival itu?. " tanya Orchid.


"aku mau... tapi boleh tidak aku melihat naga api kakak? aku tidak pernah melihat naga yang sesungguhnya... " polos Alin di sambut tawa Indra, Orchid mencubit kakaknya yang menurutnya akan membuatnya repot.


"aku rasa naga kami tidak mau menemuimu, jadi kita lihat naga di festival saja, bagaimana?. " tawar Indra.


"lebih baik kakak cepat pakai baju dan kita pergi. " seru Orchid.


"iyaaaaa, gak sabaran jadi orang. " Indra pun mengambil baju untuk dikenakan.


"kakak angel... kakakmu tampan tapi aneh,,, " bisik Alin pada Orchid.


Orchid mengerutkan keningnya, tidak mengerti maksud Alin.


"aneh apanya... " celetuk Orchid.


"aku melihat ada sesuatu di bahunya yang terkadang terang kemudian redup, apa itu normal?. " papar Alin yang ternyata sedari Indra keluar kamar mandi mengamati.


"itu normal untuk keluarga kami, tidak untuk orang lain. " jelas simpel Orchid mengerti yang di maksud Alin.


"itu tidak normal. " kekeh Alin.


"normal." balas Orchid.


"tidak... " Alin.


"normal" Orchid.


"tidak" "normal" "tidak" " normal" "tidak" "normal".


yaaaa keduanya jadi berdebat.


" kenapa kalian???. " tanya Indra yang baru selesai dan mendengar perdebatan sengit anak kecil dengan remaja.


Keduanya terdiam tidak menjawab.


"kita pergi sekarang, " ajak Indra.


"hmmm kenapa jadi merasa punya dua anak sekarang, berantem lagi... hufffffh. " batin Indra.


"ayolah, apa yang kalian debatkan? lebih baik kalian berbaikan dan kita nonton festival. " rayu Indra.


"hufffffh kenapa aku jadi seperti ini, toh Alin tidak tau menau tentang kami. " batin Orchid.


"maaf kakak... " celetuk Alin.


"kakak juga minta maaf... " balas Orchid dan tersenyum.


"begitu lebih baik. " seru Indra.


"ayo kita ke festival... " senang Alin.


Akhirnya ketiganya bertransportal ke China.


"waaaa waaaah sangat ramai, " ucap Alin melihat sekeliling dengan menggandeng Orchid dan Indra.


"ayo kemari, di dekat sungai akan terlihat semua. " ajak Indra.


Ketiganya menyusuri kerumunan orang, suara petasan, kembang api di langit, dan musik semakin membuat riuh suasana.

__ADS_1


"kakak lihat, tarian naga sudah dimulai... " senang Alin.


Ketiganya mencari tempat yang pas di antara kerumunan orang.


__ADS_2