
Suara pintu terbuka,,,
Niko baru saja keluar dari kamar mandi langsung ke sisi sebrang masuk wardrobe ,dia tidak menyadari bingkisan yang ada di ranjangnya.
Setelah selesai berpakaian dia hendak mengambil ponsel di ranjangnya tapi matanya lebih dulu melihat bingkisan itu.
"apa ini..." Niko mengambil bingkisan dan selembar kertas di atasnya.
Niko membacanya , rasa rindu yang terus di simpannya membuatnya meneteskan air mata.
Tulisan tangan yang sudah lama tidak dia lihat , sebuah nama yang selalu dirindukan.
Niko membuka bingkisan tersebut, didapatinya sebuah pasir waktu dengan ornamen emas ,satu ujung terdapat ukiran matahari dan ujung satunya terukir bulan.
Niko mencoba memahaminya, kenapa Orchid memberinya benda tersebut.
Kembali Niko membaca kertas tadi.
"kau mengingatnya ...bahkan sebelum aku memintamu." gumam Niko.
Niko memikirkan tempat yang bisa melukiskan bingkisan dan pesan Orchid .
Dia terus berfikir,
Sekarang mulai setres,mondar mandir,berdiri,duduk,tiduran,keluar masuk kamar...
Pikirannya benar benar tidak menemukan jawaban, setelah seharian berkutat dengan urusan kantor.
"ada apa denganku... aku merindukannya tapi aku tidak bisa berfikir untuk membuatnya terkesan..." gumam Niko .
"ahc lebih baik aku bertanya saja..." pikir Niko .
Menghubungi Toni .
Niko : paman dimana ?
Toni : di clab
Niko : baiklah,,,apa aku bisa bertanya...
Toni : silahkan ...
Niko : apa paman tau dimana bisa melihat matahari dan bulan bersamaan?
Toni : apa kau minum lagi ?
Niko : tidak,,,cepat jawablah !!!
Toni : aku tidak tau,apa tidak ada pertanyaan yang mudah ?
Niko : ada...
Toni : katakan ...
Niko : jalani hidupmu dengan benar! carilah istri dan buatlah anak agar kau bahagia!!!
Tut Tut Tut Tut...suara terputus,Toni hanya menghela nafas .
"hmmm kakak ..." pikir Niko.
Niko menghubungi Maxi .
Niko : halo,kakak...
Maxi : yaaaa, ada apa...(terbangun dari tidur nyenyak)
Niko : kak, tempat bisa melihat matahari dan bulan bersamaan di mana ya?
Maxi : aku tidak tau pasti, yang jelas keduanya bisa terlihat bersamaan di langit.
Niko : iya,,,tapi dimana?
Maxi : ketika pancaroba ,di sore atau pagi hari kamu bisa melihat keduanya di tempat berlawanan.
Niko : kakak sedang tidak berbohong kan ????
Maxi : kau pikir kakakmu ini tukang bohong...
Niko : mungkin...
Maxi : dasar gak peka lingkungan,,,memangnya selama di Indonesia kau tidak pernah melihat langit negri ini!!!?
Niko : ya lihat... tapi tidak sesering kakak.
Maxi : sudah ,tidurlah besok kerja...
Niko : baiklah ...
Telfon terputus.
"bagaimana aku bisa tidak tau ... matahari dan bulan terlihat bersama di negeriku sendiri,,,huffffh,meresahkan." gumam Niko menjatuhkan dirinya di ranjang.
"berarti ... tempat yang bisa melihat langit dengan jelas,,, dia suka gunung,,,ahc tapi dia juga suka pantai, tapi langit yang cerah adalah gurun...ahhhhhhhhhc " gumam Niko mengusap wajahnya dengan kasar.
"ya ,,, pantai,itu lebih baik aku dan dia bisa menikmati pantai tanpa was was,,,,tapi pantai yang mana... Indonesia banyak pantai ..." gumam Niko .
Setelah beberapa saat Niko bangun mengambil kertas yang tadi di bacanya, di sana dia menuliskan nama sebuah pantai , pantai pink di pulau komodo .
Setelah selesai menulisnya,Niko tersenyum berharap akan bertemu Orchid di hari miladnya.
Senyum itu mendadak berubah keterkejutan setelah melihat kertas dari Orchid itu terbakar dengan sendirinya ,reflek dia berusaha menyelamatkan kertas tersebut tapi tidak mungkin 😁 kertas ciptaan rumah utama membuat kertas itu kembali kepada pemiliknya.
Di sisi lain Orchid menerima kembali kertas yang di tinggalnya pada Niko.
Niko tidak tau apa yang harus dilakukannya setelah melihat kertas itu terbakar tak berbekas sementara dia berharap segera bertemu Orchid dengan membalas pesan itu.
Terlalu keras berfikir membuatnya lelah dan tanpa sadar dia tertidur .
Orchid membaca kertas yang telah kembali padanya.
Senyum terukir di wajahnya.
⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩
Jam tujuh pagi Orchid tiba di kamar Niko , serta Merta Orchid memindahkan Niko bersamanya ke pantai pink di pulai komodo .
"pantai yang indah ..." Orchid melihat sejauh mata memandang.
Niko yang terbaring di pasir pink mulai menggerakkan tubuhnya karena kedinginan .
Orchid mengamati Niko yang masih enggan bangun dari tidurnya .
Sinar matahari pagi mengusik wajahnya , riak ombak yang menggulung tertampar angin mulai mengusik telinganya,namun matanya masih enggan terbuka.
"apa kau akan terus tidur..." Orchid duduk di samping Niko, melihat wajahnya yang terkena pasir pantai .
Niko merasa familiar dengan suara yang di dengarnya .
Sayup sayup Niko membuka mata, dilihatnya sosok yang dirindukannya .
"apa ini mimpi... jika iya,aku tidak ingin terbangun dari mimpiku,,," gumam Niko dengan posisi masih tiduran memegang jemari Orchid dan membawanya mengusap pipinya.
Orchid heran dengan dirinya, dia dulu setiap diperlakukan lembut oleh Niko dia akan sangat senang tapi hari ini seakan ini tidaklah benar, ada rasa bersalah menyeruak .
" apa kau tidak ingin sarapan bersamaku ..." ketus Orchid menarik tangannya.
__ADS_1
Niko terkejut ,yang di kiranya mimpi ternyata kenyataan.
"jadi ini,,,ini benar benar kau,,,"Niko tidak yakin.
"cepat bangun..." Orchid berdiri meninggalkan Niko dan menyiapkan sarapan yang sempat di buat dan di bawanya.
Niko langsung berdiri menyusul Orchid .
Mereka sarapan berdua duduk di sebatang pohon yang sudah ada di situ.
Niko masih tak percaya,dia memakan sarapannya dan matanya tidak lepas dari wajah Orchid yang berada di sampingnya.
" apa sudah puas menatapku..." ucap Orchid tanpa mengalihkan pandangannya jauh ke laut.
" mmmmh maaf..." Niko segera mengalihkan pandangannya.
" happy milad...17th..." ucap Orchid .
"terimakasih ..." balas Niko .
" berhentilah minum ,sayangi tubuhmu,,," ucap Orchid .
" aku tidak pernah minum." balas Niko .
" kau tidak pandai membohongiku ..." lirik tajam Orchid .
" iya...tapi,bagaimana kau tau itu?." heran Niko .
" karena aku sering melihatmu ." singkat Orchid .
"jangan bercanda..." Niko tertawa,belum menyadari keberadaannya.
" kau pikir bagaimana sekarang kita ada di sini?!." ketua Orchid .
Niko berfikir sejenak mengingat ingat ,
" itu juga yang ingin kutanyakan dari tadi...aku pikir sekarang aku sedang bermimpi bersamamu karena terlalu merindukanmu..." papar Niko .
" aku yang membawa kita kesini sebagai hadiah untukmu ,setelah kau membalas pesanku di kertas ku ."
Orchid berdiri mengulurkan tangannya.
Niko menyambutnya dan mereka berdua berjalan di tepi pantai.
" oh ya ,,,aku lupa..." Niko menengadah ke langit mencari bulan dan matahari.
" apa...apa yang kau cari?." heran Orchid juga ikut melihat langit.
" aku ingin kita disini karena aku ingin memperlihatkan sesuatu ,tapi ternyata tidak ada...mungkin kakakku membohongiku." pasrah Niko tidak mendapati apa yang ingin dilihatnya.
" maksudmu..." penasaran Orchid .
" aku ingin kita melihat matahari dan bulan terlihat bersama di langit yang sama seperti kita..." terang Niko .
" jika ingin melihatnya kenapa kau tidak menulisnya semalam? jam segini sudah tidak ada." balas Orchid .
" ohhh jadi itu benar benar bisa???" tanya Niko .
" iya...apa kau tidak tau itu???kami sering melihatnya sewaktu ke gunung." balas Orchid .
"suatu hari nanti kita harus melihatnya bersama." semangat Niko .
" baiklah ..." pasrah Orchid .
" sekarang kau tinggal di mana? bahkan aku tidak bisa menghubungimu ,kakakku ke rumahmu juga kau sudah tidak tinggal di sana." penasaran Niko .
" aku di tinggal di manapun aku mau,,," balas Orchid .
" apa kau tidak ingin bicara denganku karena keadaan ini." Niko berhenti melangkah dan tertunduk.
" tidak seperti itu, yang terjadi diantara kita biarlah seperti itu, kita masih bisa sepeti ini sudah cukup bagiku.Dan selama ini aku berada di kota SR ,tepatnya di Mako Lantamal ." jelas Orchid .
" apa kau dari keluarga militer?." tanya Niko .
" ya...bisa di bilang begitu." santai Orchid .
Mereka kembali berjalan.
" bisa aku mengunjungimu suatu saat nanti?." tanya Niko .
" mungkin,,, karena disana sangat ketat,tidak semua orang bisa masuk ke sana terutama tempat aku tinggal di sana." jelas Orchid .
" tunggu ... katakan bagaimana kau membawa kita ke tempat ini???." ingat Niko .
Orchid kemudian melipat ruang dan waktu,memperlihatkan batasan antara pantai dan kamar Niko .
" bagaimana bisa..".Niko mencoba merabanya.
" kau hanya bisa melihatnya...tapi kau tidak bisa masuk kesana tanpa ku." jelas Orchid .
Niko keheranan ...banyak pertanyaan yang muncul di benaknya tapi dia tidak berani bertanya jauh,sebab dia sendiri tau Orchid tidak akan mengatakan hal yang tidak perlu diketahui orang lain.
Orchid kembali menutupnya.
Sekarang mereka bermain air melepas tawa bersama.
⏸️⏸️⏸️⏸️⏸️⏸️⏸️⏸️⏸️⏸️⏸️⏸️⏸️⏸️⏸️⏸️⏸️⏸️⏸️
Suara bel berbunyi berulang ulang.
Toni mulai khawatir dengan tuan mudanya.
Toni memutuskan masuk dengan keycard cadangan yang di bawanya.
Toni masuk langsung menuju kamar.
Toni memanggil manggil Niko , mencoba mencari diruangan lain juga balkon namun tidak menemukannya.
Tidak ada jejak,hanya ranjang berantakan. Meja bar dan meja tempat biasa dia minum juga bersih,yang berarti dia tidak minum sama sekali.
Toni khawatir,sebelum memberitahu tuan besarnya dia memutuskan mengecek ke ruang keamanan gedung.
Toni memeriksa dengan seksama cctv sejak tadi malam. Dia hanya menemukan tuan mudanya pulang tepat waktu dan masuk ke apartemennya. Tidak ada kegiatan lagi,bahkan sampai dia sendiri datang.
"kemana kau bocah nakal..." gumam Toni .
Toni segera menghubungi sekertaris dan menyuruhnya menghandle seluruh kerjaan kantor juga mengcansel semua rapat dan janji dengan tuan muda hari ini.
Toni menyuruh anak buahnya mencari Niko di juga mengecek bandara.
" kenapa dia tidak membawa ponselnya ... dia tidak pernah meninggalkannya." Toni mengambil ponsel Niko dan mengeceknya .
Hanya ada panggilan keluar padanya juga kakaknya.
Semalam pertanyaannya juga aneh...
Toni melihat pasir waktu di meja ranjang ,Toni tidak pernah melihatnya.
"kapan tuan membelinya..." gumam Toni .
Setelah itu Toni menghubungi tuan besar untuk menginformasikan tuan mudanya yang hilang tanpa jejak.
"kau harus mencarinya sampai ketemu!!!." perintah tuan besar.
Toni ingat kamera kecil yang sengaja dipasang di kamar tuan mudanya untuk menghindari kemungkinan bunuh diri.
__ADS_1
Toni segera membuka laptop dan menghubungkan kamera dengan sandinya.
Toni mengamati apa yang sebenarnya terjadi pada tuan mudanya di kamar.
Toni melihat seseorang dengan baju kuno tapi wajahnya tidak bisa dilihatnya karena tertutup.
Orang tersebut datang dan pergi tiba tiba, bahkan Niko terlihat senang membuka bingkisan.
Dia mengamati hingga ketika Niko masih tidur nyenyak ,muncul seseorang mengenakan Hoodie dan ransel berdiri di tepi ranjang,dan lagi lagi wajahnya tidak terlihat.
Beberapa detik kemudian Toni terkejut dengan apa yang dilihatnya.
" tidak mungkin ..." lirih Toni .
Toni mengunci sandi dan mematikan laptopnya.
Dia tidak mungkin mengatakan yang dilihatnya ,bisa dibilang gila.
Akhirnya memutuskan menunggu di apartemen Niko dan menunggu informasi dari anak buahnya.
⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪
"apa kau lelah?." tanya Niko .
" tidak,,,aku sangat senang,sudah lama aku tidak ke pantai." jelas Orchid dengan bahagia.
"syukurlah ... ku harap kau terus sebahagia ini." tatap Niko .
"hai...jangan membuat suasana tidak nyaman...." Orchid memercikkan air ke Niko .
Mereka kembali bermain,canda tawa juga sekelumit cerita.
"Orchid .... Orchid ku... jangan pernah lupakan lotus mu ini...." seru Niko rebahan di atas pasir.
Orchid duduk di sampingnya dengan senyum lalu menatapnya .
"kau bukan lotusku lagi... kau bebas seperti angin." ucap Orchid .
"benarkah .... apa aku tidak bisa tetap menjadi lotusmu ..." rengek Niko .
"cih... tidak tau malu,sudah 17th masih ingin jadi lotus..." sarkas Orchid .
Niko menarik narik kecil baju Orchid .
"apa lagi..." tanya Orchid .
"berjanjilah kau tetap seperti ini padaku,,,jangan mengacuhkanku ..." pinta manja Niko .
" baiklah,,,tapi kau juga berjanjilah berhenti minum." pinta Orchid .
"iya... ... hufff seharusnya aku membawa ponselku, sudah lama aku tidak membuat foto bersamamu." keluh Niko .
"aish ... tersenyumlah..." Orchid menggunakan ponselnya Selfi bersama.
"kau harus mengirimnya padaku nanti." Niko senang.
"siap tuan muda..." tawa Orchid .
Waktu terus berlalu,hingga senja mulai merambah.
Gradasi alam yang luar biasa...hijaunya tumbuhan dengan tanah brown broken withe pasir pink yang memisahkan dengan pantai,putih deburan ombak ,berleyer leyer di tiup angin,warna tosca air laut jernih menembus dasar berseberangan warna tourquis .
Mereka berdua terus mengambil banyak foto.
"ini ulang tahun terindah dalam hidupku meski tanpa keluargaku." Niko tersenyum.
"aku senang mendengarnya... tapi kita harus kembali, aku ada urusan lain." Orchid melihat jam di ponselnya.
"kenapa cepat cepat... " keluh Niko .
"ayolah,,," Orchid menggenggam tangan Niko menyeberangi portal waktu.
Beberapa kedipan mata saja mereka sampai di kamar Niko.
"cepat,mana ponselmu...aku akan mengirim semua,setelah itu baru pergi." jelas Orchid .
Niko mencari cari ponselnya,
"aku selalu meletakkan di sini,,,kenapa tidak ada... " bingung Niko .
"brukkk" suara benda jatuh.
"siapa..." gumam Niko kemudian keluar mencari asal suara benda jatuh yang di dengarnya tadi.
"paman ... kenapa paman disini? kenapa ponselku ada di paman,aku mencarinya dari tadi." heran Niko segera mengambil ponselnya dan sedikit berlari kembali kekamar.
"paman,,,pesankan makanan yang enak untuk makan malam..." seru Niko sebelum masuk kamar.
Toni masih bingung setelah terjatuh dari sofa dan tiba tiba Niko mengoceh di depannya,sekarang memintanya memesankan makanan enak.
"ini ponselku ... " Niko memberikan ponselnya kemudian mengunci pintu.
Toni yang sedang memesan makanan heran mendengar kamar Niko dikunci,tidak seperti biasanya.
" apa kau mengganti nomormu?." tanya Niko .
" tidak..." Orchid rebahan di ranjang menunggu transfer data selesai.
Niko ikut berbaring di ranjang,
"Chid ... hadiah mu ini sangat indah,,,dari mana kau mendapatkannya? aku ingin membelikannya untuk Maxi ." tanya Niko .
"itu ku buat sendiri ..." santai Orchid .
" sejak kapan kau bisa membuat semacam ini?." tanya Niko .
" sejak aku bosan menunggu waktu berlalu." jujur Orchid mengingat membuatnya sambil memonitor uji perang pasukan khusus yang dilatihnya.
"baiklah sudah selesai,aku harus pergi." Orchid beranjak dan mengambil ponselnya.
"tunggu,,,bolehkah aku memelukmu..." pinta Niko.
" kemarilah ... " Orchid dan Niko berpelukan.
Orchid pun menghilang di hadapannya setelah berpelukan dan menghapus air mata Niko .
Niko mengecek ponselnya ,setelah itu barulah dia membersihkan diri.
Toni menyiapkan makanan yang di pesannya tadi,Niko baru keluar dari kamar.
" hmmmm bau harum..." senyum bahagia Niko berjalan mendekati meja makan.
"sebenarnya anda dari mana saja? seharian aku mencari." Toni penasaran.
" bersenang senang.... hmmm apa kau tidak ingin memberiku selamat?." jawab Niko sembari mengambil beberapa makanan ke piringnya.
" untuk apa?." polos Toni .
" hari ini ulang tahunku ... aku sengaja pergi karena kau semalam membuatku kesal." Niko pura pura.
"emm itu... soal semalam maaf aku benar benar tidak tau." kikuk Toni .
" ahc ... sudah,lebih baik kita sekarang makan." ajak Niko .
Mereka akhirnya makan malam berdua,Niko makan dengan hati senang sedang Toni makan dengan pikiran kemana mana mencoba menerka .
__ADS_1