Anggrek Hitam

Anggrek Hitam
Ruang keluarga


__ADS_3

Frans kembali duduk dan menonton film. Maxim dan Niko juga ikut menonton. Sekarang yang terdengar hanya suara dari layar besar yang ada di hadapan mereka.


Film romantis yang membuat Frans meneteskan air mata dan mengundang tawa Maxim dan Niko yang melihatnya,meski sebenarnya tadi keduanya hampir menangis juga.


Wajah sedih Frans sekarang merupakan hal langka bagi Maxim mengingat Frans adalah orang yang selalu ceria dan hiperaktif .


Mereka menanti magrib dengan menonton 1 film romantis dan 2 film action ,sampailah magrib tiba. Kedua orang tua Frans baru pulang dari kesibukan mereka. Tak berapa lama Alberto juga datang.


Orchid baru saja selesai meditasi namun malas untuk keluar kamar,jadi dia putuskan mandi dan bersiap untuk pergi nanti.


Setelah menyapa para orang tua yang baru datang mereka semua masuk ke kamar masing masing.


Jam menunjuk angka 7 malam hari,Frans dan Orchid keluar kamar hampir bersamaan.


Orchid menuju ruang keluarga sedangkan Frans menuju dapur untuk memberitahu maid agar masak makan malam tidak banyak cukup untuk mereka,kedua orang tuanya,dan tamu ayahnya.


Ketika Frans sampai diruang keluarga Orchid terlihat melamun meski layar dihadapannya menampilkan lagu lagu hitz .

__ADS_1


"kenapa? apa memikirkan yang tadi?." Frans mengambil duduk di samping Orchid .


"eee????... gak juga kak,." Orchid sempat bingung.


"lalu kenapa kamu melamun?." tanya Frans .


"aku hanya merasa malas , rasanya seperti akan kehilangan sesuatu tapi ntah apa...gak taulah pokoknya kayak hampa,kayak ada lubang besar menganga ." terang Orchid menyandarkan tubuhnya di sofa menatap langit rumah.


"sudah,,,kamu harus tenang,kakak akan berusaha lebih untuk menjagamu." Frans mengusap kepala Orchid .


Selang beberapa menit Oscar dan ayahnya datang dan menyapa mereka.


"ya...malam om." jawab Frans yang kemudian menyapa Alberto .


"malam Frans ,siapa dia?." tanya Alberto yang melihat kedekatan Frans dan Orchid .


"ini adikku om, adik kesayanganku ." jawab Frans sambil menangkup gemas kedua pipi Orchid .

__ADS_1


"setahuku Julli hanya memilikimu seperti aku yang hanya memiliki Oscar .Aku tidak tau jika Julli punya anak perempuan secantik ini?."


"dia memang putriku..." sahut Julli yang baru saja memasuki ruang keluarga bersama Prabu.


"jika dia putrimu ,kenapa kamu tidak memberitahuku? bagaimana jika kita jodohkan putri cantikmu dengan putra tampanku ini?!." Alberto menanti jawaban Julli dan menatap Prabu dan Julli bergantian.


Frans kesal mendengar keinginan Alberto sedangkan Orchid tersenyum melihat kedatangan Niko dan Maxim .


Niko dan Maxim menyapa semua kemudian duduk di samping Orchid .


Prabu yang melihat putranya kesal langsung menjawab Alberto .


"dia memang putri kami,tapi semua keputusan hidupnya mutlak haknya bukan kami." Prabu tidak ingin menyinggung Alberto ,meski dia rekan bisnisnya dia tetaplah sepupu istrinya.


"dia putrimu tentu saja kalian berhak atas hidupnya." Alberto tidak mau menyerah.


"Al...dia putri orang yang menyelamatkan keluargaku dan dia sudah seperti putriku tetap saja aku tidak berhak atas hidupnya." Julli menjelaskan agar Alberto menghentikan keinginannya mengingat dia juga tidak ingin karena hal ini Orchid tidak mau lagi tinggal dirumahnya apa lagi jika memilih lebih banyak tinggal atau berkunjung ke rumah Zahra (ibunya Sony).

__ADS_1


Oscar melihat Niko yang duduk persis di samping kiri Orchid memperhatikan Niko yang lantas mencium pundak Orchid kemudian menggenggam tangan kiri Orchid.


Frans yang jengah kemudian berdiri berpamitan berangkat ke hotel untuk memenuhi undangan orang tua Maxim lalu di ikuti Orchid dan kedua putra Ardiansa berpamitan.


__ADS_2