Anggrek Hitam

Anggrek Hitam
Nasehat


__ADS_3

Perjalanan dari Lawu ke kota SL terasa lama,,,dalam mobil hanya terdengar suara musik.


Orchid turun dari mobil setelah sampai di jalan utama dekat rumahnya, April dan yang lainnya menuju kost .


Ketika Orchid masuk ke jalan rumahnya ,terlihat Niko berdiri di depan rumah Orchid . Ntah apa yang membuatnya berdiri di sana sepagi ini.


Mata Orchid dan Niko berbinar saling menatap. Ke empat mata itu sama sama menceritakan kerinduan yang mendalam. Orchid melewati Niko tanpa sapa tanpa suara,Niko mengekor Orchid memasuki halaman hingga masuk ke dalam rumah.


Orchid membuka rumahnya yang tidak berpenghuni ,ibunya sudah pergi ke warung.


Niko mengikuti Orchid masuk ke dalam. Tanpa suara tanpa kata Niko memeluk Orchid dari belakang.


Pelukan yang membuat Orchid sedikit terkejut dan membiarkan Niko memeluknya. Keduanya dengan pikiran mereka melepaskan perasaan yang tertahan selama ini.


Pelukan dalam kesunyian yang lama kelamaan membuat air mata mereka menetes keluar tanpa diminta. Hampir setengah jam Niko memeluk Orchid dari belakang.


Setelah melepaskan pelukan, Niko menghapus air matanya dan saat itu Orchid menghadap dan melihatnyapun tersenyum.

__ADS_1


Niko kemudian menghapus jejak air mata Orchid ,dia tidak malu jika menangis di depan wanita yang sangat di cintainya.


"katakan,,,kenapa?." Orchid seolah mengerti.


"aku sangat mencintaimu tapi aku tidak bisa menjanjikan apapun." tatap Niko .


"tidak apa apa,,, caramu mencintaiku cukup untukku terus bertahan denganmu." Orchid mengelus kedua pipi Niko .


"terimakasih ..." Niko mencium kening Orchid .


Keduanya tersenyum kemudian duduk di kursi tamu.


"gak sekolah. aku baru sampai SL tadi malam, kakek ku datang ke negri ini dan seluruh keluarga yang ada di negri ini di haruskan menemuinya." terang Niko .


"kamu baik baik saja kan?." Orchid khawatir melihat perubahan mimik wajah Niko yang menjadi muram.


"aku tidak tahu,,,aku hanya merasa akan terjadi sesuatu saja." Niko mengusap wajahnya lalu menutup mata bersandar pada kursi.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari ibunya Orchid sudah berada dihadapan mereka,setelah sebelumnya mendengar perbincangan mereka.


"semua sesuai kehendaknya,jalani apa yang terbentang di depan, jangan melawan juga bersabarlah , jika kebahagian tidak kita dapat di bumi , yakinlah kebahagiaan akan berlimpah setelah kematian.saat itu bukanlah kegagalan tapi kemenangan kita bersama Tuhan ." tiba tiba suara ibunya Orchid terdengar menasehati.


Orchid dan Niko sempat terkejut kemudian bangkit dan mencium punggung tangan ibunya Orchid .


"maaf buuu, tanpa ijin ibu aku masuk ke rumah ini." sopan Niko .


"tidak apa, duduklah..." ibunya Orchid mengusap bahu Niko .


"mmm,,,bolehkah hari ini Orchid tidak masuk sekolah dan ikut bersama keluarga ku pergi ke kota SR?" Niko mengutarakan maksud kedatangannya semula ke rumah Orchid .


Ibunya Orchid memandang kedua anak remaja yang berhadapan dengannya secara bergantian . Ibunya lalu berdiri dan memeluk putri kesayangannya.


"OrLo,,, jika kamu pergi bersamanya,berjanjilah pada ibumu ini,,apapun yang terjadi di sana ,kamu harus bisa mengendalikan diri dan menekan emosimu sampai titik yang kamu bisa." bisik ibunya.


Kemudian ibunya melepas pelukannya dan Orchid mengangguk tanda menyanggupi permintaan ibunya.

__ADS_1


"nak Niko ,,, jaga Orchid baik baik dan hormati keputusannya. Satu lagi... Frans akan ikut serta. Putriku akan tinggal di rumah Frans ." ibunya Orchid menasehati dan memberi titahnya pada Niko .


Niko mengangguk sanggup dan mengerti kekhawatiran seorang ibu pada putri kesayangannya.


__ADS_2