Anggrek Hitam

Anggrek Hitam
Rumah Frans


__ADS_3

Frans berdiri menghampiri orang tuanya yang masuk ke ruang keluarga.


"ma...pa..."Frans memeluk kedua orang tuanya.


Keduanya memeluk hangat dan mencium putra semata wayang mereka.


"mama kangen sayang..." bisik mama Frans.


"kangen dari mana... mama sama papa gak pernah ngunjungin aku." Frans melepas pelukan dan menatap keduanya.


Mama papa Frans tertawa melihat wajah putranya yang cute ,wajah yang lama tak nampak hampir setahun ini.


Kedua putra Ardiansa berdiri dari duduknya dan bergantian mencium punggung tangan kedua orang tua Frans .


Orchid yang berdiri diujung kemudian mencium punggung tangan dan memeluk penuh rindu pada kedua orang tua Frans . Julli sangat senang Orchid akan tinggal di rumahnya tanpa harus bersih tegang dengan mamanya Sony ,maklum keduanya tidak memiliki putri dan sekalinya melihat Orchid yang ajaib waktu itu membuat mereka ingin membawanya pulang ke rumah.


Orchid juga sering skypi dengan ke dua keluarga tersebut. Tak jarang ke dua keluarga tersebut menghujaninya dengan berbagai hadiah namun ibunya Orchid selalu mengembalikan hadiah hadiah itu,kecuali yang benar benar di butuhkan putrinya. Ibunya Orchid tidak ingin anaknya terlena dengan kasih sayang mereka mengingat putri kesayangannya akan menjalani tanggung jawab yang besar sebagai penerusnya.

__ADS_1


Orchid di biasakan kerja keras untuk mendapatkan yang di inginkannya dan harus bertanggung jawab atas apa yang menjadi keinginannya .


Bagi ibunya Orchid ,sekolah formal hanya menghambat kemampuan alami putrinya , namun ibunya juga mempertimbangkan ke inginan putrinya yang juga ingin beraktifitas normal seperti orang pada umumnya apa lagi seusianya.


Kembali ke kediaman Prabu.


"apa kalian tidak tidur dulu,pasti lelah perjalanan jauh." saran Julli.


"pengennya tidur Tante,tapi gak bisa tidur." Maxim bersandar ke sofa.


"udah... gak usah di pikirin yang belum terjadi,,,tidur aja di sini balik pas makan malam aja." Frans menyarankan.


Tawa Prabu dan Julli pecah dan kedua putra Ardiansa tersenyum.


"iya juga sih,,, ahc udahlah aku mau tidur,capek." Frans menanggapi kemudian meninggalkan ruang keluarga .


"maaf kak Maxim, kak Frans memang begitu orangnya." Orchid tidak ingin Maxim merasa di abaikan bertamu di rumah ini.

__ADS_1


"tidak apa Chid , dia dan aku sudah lama berteman ,dan aku tahu bagaimana dia." Maxim tersenyum.


"Chid... kamarmu sudah siap, Maxim dan adiknya kamu antar ke kamar tamu ya... papa sama Mama mau pergi keluar nanti sore baru pulang." terang Prabu.


Prabu dan Julli beranjak pergi.


"ok... selamat bersenang senang ." senyum Orchid .


Orchid dan kedua putra Ardiansa berjalan menuju lorong kamar. Orchid menghentikan langkahnya mempersilakan Maxim dan Niko ke kamar masing masing lalu melanjutkan ke kamarnya di ujung lorong yang menghadap kolam renang.


Semua tertidur di kamar masing masing karena lelah yang menguasai .


Waktu berlalu terasa cepat ketika yang lain masih tertidur , Orchid keluar dari kamarnya dan rebahan di kursi santai tepi kolam.


Menutup mata menyilang tangan menyilang kaki ,mendengarkan bisikan angin yang bernyanyi bersama dedaunan,begitulah dia menikmati sore dengan tri netra nya .


Ada sepasang mata yang memperhatikannya , dari atas balkon kamar yang juga sedang menikmati sore harinya. Walau tinggal di bangunan yang berbeda tapi sama sama menikmati fasilitas yang ada di area rumah Prabu.

__ADS_1


Sore itu adalah pertama kalinya Oscar melihat Orchid meski dari jarak yang cukup tinggi.


__ADS_2