Anggrek Hitam

Anggrek Hitam
a normal human


__ADS_3

Sarapan bersama keluarga Gil jadi agenda keluarga kecil Wira meski tanpa si sulung dan gadis kecilnya.


Jam sepuluh pagi barulah mereka berpamitan kembali ke Madrid .


Asyera senang bisa seperti manusia normal melakukan perjalanan jauh dengan berkendara bersama keluarga.


"ayah,ibu...Minggu depan Rio akan datang dia akan mengunjungi pamannya di Toledo ,boleh aku ikut kesana?." tanya Arrasy .


"boleh." singkat Wira.


"tidak." seru Asyera.


Exxa dan Arrasy yang duduk di bangku belakang merekapun tersangkut sinyal perseteruan dua manusia yang lama tidak bertemu. Aksi ego mereka didepan sedang bekerja ,tidak mendukung satu sama lain.


"kau salah bertanya Ar." bisik Exxa.


"kakak benar, kenapa aku bertanya sekarang...masih ada jeda lama,hufffffffh." keluh Arrasy.


Perjalanan berakhir sunyi tanpa suara lagi. Exxa dan Arrasy berbagi headset mendengarkan musik dari ponsel Exxa.


Sampai di apartemen ,Exxa dan Arrasy turun lebih dulu sedang Wira memarkirkan mobil di basement bersama Asyera.


Sebelum keluar Asyera membicarakan tentang pelindung sejati Orchid pada Wira.


"kita harus menemuinya, menempanya agar dia bisa mengimbangi Orlo kita." jelas Asyera.


" pasti...tapi kita tidak bisa melakukannya langsung,itu tidak instan..." terang Wira.


"mereka sudah menyatu hanya dia tidak tau sebenarnya Orlo,dan Orlo juga belum menyadarinya." Asyera menatap Wira .


" itu peluang kita, apa dia tertarik pada gadis kecilku?." Wira mengusap tangan Asyera yang terlihat resah.

__ADS_1


" aku belum memastikan, tapi aku membuat Orlo secara tidak langsung memperbesar spirit nya maka perlahan alam bawah sadar anak itu akan terbangun kan mengenali penciptanya yang berarti Orlo akan melihat jelas anak itu." terang Asyera.


"lantas apa yang kau takutkan jika keduanya saling melihat,bukankah itu lebih baik?!." tanya Wira .


" bukan itu...saat ini putrimu itu sedang patah hati... tidak mudah memulihkan rasa itu." sewot Asyera.


Mereka keluar dari mobil bergandengan seolah tidak pernah berseteru. Begitulah keduanya,,,mudah melupakan amarah diantara keduanya.


Sampai di Apartemen mereka masih membicarakan apa yang belum selesai.


"lebih baik kita menempanya dulu... urusan melahirkan kembali jiwanya itu kita percayakan pada Orlo ." terang Wira mengambil air minum.


"aku pikir juga begitu,,, putrimu itu benar benar tidak mudah di tebak, meski aku terikat dengannya tetap saja aku tidak bisa membaca pikirannya." terang Asyera menerima minum dari Wira .


" apa ayah dan ibu membicarakan Oscar ?." tanya Exxa mengambil duduk di samping Asyera.


"siapa Oscar ?." tanya Arrasy yang penasaran.


"Oscar itu pelindung sejati Orlo, seperti ayah." jelas Exxa tersenyum.


" ya ayah,bahkan aku sudah memukulinya." bangga Exxa.


" yang benar saja kak,pria yang bisa kakak pukuli bagaimana bisa melindungi kakakku si Guardians tengil itu." sahut Arrasy tidak percaya.


" hei...jangan remehkan pelindung yang tertidur..." bela Wira .


"aku akan menemuinya besok." Asyera memutuskan.


"aku akan ikut ibu,,,dan mengatur nya,dia akan datang sendiri pada ibu." Exxa ingin turut.


"memangnya dia tertarik pada ibumu?!." ketus Wira .

__ADS_1


" memang dia sedang mencari ibu, bahkan menantang ku mempertemukan ibu dengannya. Dia putus asa mencari ibu lima tahun ini." jelas Exxa.


" kenapa ?!?!!!!." slidik Wira cemburu.


" hentikan itu...Oscar itu putra Laura ." tatap Asyera tajam.


Wira terkejut mendengarnya.


" Tuhan benar benar menyayangiku,,,putra sahabatku menjadi menantuku..." seru Wira girang bersemangat.


"ayah,ingat tetangga...jangan triak triak." Arrasy mengingatkan. Wira menghentikan triakannya.


"aku akan ikut bersamamu menemuinya." Wira semangat.


"tidak!!!!!!" seru bersamaan Asyera dan Exxa.


Wira dan Arrasy menutup telinga mereka.


" bisa gak kalian bicara santai." pinta Arrasy.


" kenapa kalian melarang ku?." tanya Wira .


"tujuan utama Oscar adalah ayah " jawab Exxa.


"baguslah , jadi aku bisa membuatnya sehebat aku." bangga Wira .


" dia harus lebih hebat darimu ,,,kita akan mewujudkan itu." senyum Asyera mengembang.


Wira takut dengan senyum istrinya itu,bisa jadi itu rencana gila.


" Sayang...kau tidak merencanakan sesuatu padanyakan...?." selidik Wira .

__ADS_1


"Tenang saja, dia aman...aku tidak akan menyakiti calon menantuku." Asyera menatap Wira.


Wira lega mendengar Asyera ,namun tidak memungkiri dia ingin segera bertemu Oscar .Wira perlu sedikit bersabar demi putri kecilnya.


__ADS_2