Anggrek Hitam

Anggrek Hitam
Melepas yang berharga 2


__ADS_3

Ketika mobil Frans melintas taman kota tiba tiba dihadang mobil yang memotong jalannya.


Dari mobil itu keluar seseorang menghampiri mobil Frans dan Frans membuka kaca mobil.


" nona Orchid keluarlah sebentar,tuan Lu ingin bicara dengan anda." pinta orang itu dengan sopan.


Meski khawatir Frans membiarkan Orchid keluar dan mengikuti orang tersebut.


Orchid menghampiri mobil yang menghadang sedangkan Frans dan sopirnya menunggu.


Orchid masuk ke dalam mobil , kakek Lu tanpa basa basi mengucapkan tujuannya.


"aku ingin kau memutuskan hubunganmu dengan Niko ." sang kakek terus terang.


"beri aku alasan yang kuat untuk itu." Orchid dengan suara datarnya.


"kalian hanya ingusan yang tidak tau apa apa dan omong kosong soal cinta" sang kakek mencibir.


"jika kakek tidak memiliki alasan jangan mencari cari alasan. Niko sudah tahu jawabanku sebelum datang ke kota ini. Aku sangat mencintainya dan aku tidak akan mempersulitnya." Orchid masih dengan suara datarnya.

__ADS_1


"hahaha...cinta hanya akan membuatnya terluka,dia harus di jauhkan dari wanita wanita sepertimu yang hanya menginginkan uang saja." sang kakek merendahkan bocah yang di hadapinya ,karena sang kakek tidak memiliki informasi lengkap tentang bocah yang di hadapinya.


Orchid menutup mata menghirup udara dalam dalam lalu menghembuskan perlahan.


"Kakek aku akan menurutimu dengan caraku ,dan aku tidak akan melakukan pembelaan atas hinaanmu .Niko mengenalku dengan baik meski hanya sedikit tahu tentang aku. Kakek tidak perlu repot repot memikirkan cara memisahkan kami,apapun status kami nanti percayalah kakek hanya menguasai tubuhnya saja. Jika kakek memaksa maka kakek tidak akan pernah menguasai tubuhnya juga hati dan pikirannya." Orchid kemudian keluar mobil.


"aku tidak akan kalah dengan bocah ingusan." sang kakek mencoba menutupi keraguannya.


Orchid mendengarnya dan sebelum menutup pintu Orchid mengejutkan sang kakek.


" meski kakek membuatnya seperti robot dengan hipnotis itu tidak akan berhasil." senyum Orchid melihat mata kakek dan menunjuk kepalanya sendiri lalu menutup pintu.


sang kakek memukul kursi wajahnya sangat marah kemudian bertitah untuk kembali ke rumah yang selama ini ditempatinya .


Setelah mobil sang kakek pergi, Orchid kembali masuk ke mobil Frans .


Mereka melanjutkan perjalanan pulang,Frans tidak menanyakan apapun,dia hanya memeluk adiknya yang bersandar di bahunya.


Malam semakin gelap mereka baru sampai di rumah.

__ADS_1


Kedua kakak adik itu tidak pergi ke kamar tapi menuju taman belakang.


Seperti kebiasaan mereka berdua ,Orchid tiduran di kursi tepi kolam renang sedang Frans duduk di beranda.


Orchid lebih baik terluka dari pada menyakiti , keputusannya untuk Niko akan terkesan ambigu dan itu wajar bagaimanapun sisi manusianya masih mendominasi .


Mengingat wajah kakek Lu tadi membuat Orchid tertawa menang. Frans yang mendengar tawanya pun tersenyum,mengetahui kekhawatirannya tidak berarti karena adik kesayangannya masih berfikir konyol.


Frans menghela nafas kemudian berdiri di tangga sambil bersandar pada pilar.


" hmmm syukurlah ... aku senang kau bisa tertawa lepas dalam kondisi ini." Frans lega.


"kakak pikir aku akan gila? aku memang sangat mencintainya ,tapi cintaku bukan sekedar soal jiwa maupun raga,cintaku adalah esensi cinta itu sendiri." Orchid memandang jauh ke langit.


"jangan menyimpan rasa sakit,lebih baik kau mengubahnya menjadi energi yang bermanfaat untukmu." nasehat Frans .


"tentu saja aku akan melakukannya karena waktuku sangat sedikit untuk kebebasanku atau mungkin sudah tiba waktuku melakukan perjalanan sendiri." Orchid terduduk memandang air kolam yang beriak tersapu angin malam.


"aku akan membantumu." Frans masih berdiri di tempatnya.

__ADS_1


__ADS_2