Anggrek Hitam

Anggrek Hitam
Ladang Bukit Arjuna 2


__ADS_3

Perjalanan ke ladang pun di lanjutkan . Setelah lima belas menit sudah terlihat ladang sayuran yang berjajar rapi juga terlihat beberapa orang sibuk memanen.


Gayatri berteriak gembira sudah lupa dengan kakinya yang cenat cenut.


Kami berhenti dan parkir beriringan di lahan yang agak datar.


Kami menghampiri keluarga April yang sedang memanen kol di ladangnya dan mencoba ikut memanen . Canda tawa riuh diantara kami semua.


Orchid tidak pernah lupa mengabadikan momen seperti ini,sangat hangat.


Ayah April menyuruh kami mencoba memanen wortel yang lebih mudah. Gusti kemudian mengajak kami ke ladangnya yang terpaut tiga kotak dari ladang keluarga April .


Gusti menanami dua ladangnya di sisi atas dengan wortel sedang empat sisi dibawah di tanami kentang.


April mengajari kami cara mencabut wortel yang benar agar utuh dan tidak patah.


Kami benar benar bersenang senang di sini.


Terdengar suara Arya memanggil kami.


"sudah matang...ayo semua, kita makan siang dulu." seru Arya dari bawah.


"ayo bersihkan tangan kalian ." ajak April menuju bilik didekat sebuah bedeng .

__ADS_1


Bedeng yang terletak dekat parkir motor kami ternyata luas dan bersih. Kami duduk di atas bale berjajar bersama keluarga April juga petani lainnya. Di samping bale ada banyak hasil panen petani yang berjajar rapi menunggu giliran di angkut .


Makan siang sederhana dimasak ditempat dinikmati bersama sama,sungguh sangat terasa atmosfir kekeluargaan disini .


Setelah selesai makan ,semua melakukan kegiatannya kembali. Sedangkan kami hanya berfoto ria sebelum kembali pulang.


"Chid tolong foto kita." pinta Gayatri dengan senyum manisnya.


"ok sayang..." jawab Orchid .


Mula mula sendiri dengan berbagai pose ,disusul Windu,kemudian April .Setelah melihat hasilnya kini giliran Orchid yang berpose kemudian bersama dibantu Gusti.


Teman teman Gusti tak mau ketinggalan mereka juga ikut berpose ria. Jam dua siang kami turun melintasi jalan yang kami lewati tadi,kemudian diantar sampai rumah April .


"gimana mau pulang nanti atau besok pagi?." tanya Gusti .


"gimana?nanti apa besok?." sambung April .


"terserah saja ,ngikut..." jawab Windu.


"kapan saja siap asal gak ngerepotin." Gayatri nyengir .


"besok pagi aja...lagian kos kalian bertiga dekat sekolah,sedang aku bisa berhenti dijalan dekat rumahku." tegas Orchid .

__ADS_1


"ok..." April tersenyum senang.


"baiklah ... besok kita berangkat subuh ." Gusti menyetujui .


Gusti pamit pulang dan kami berempat masuk ke rumah.


Jam empat sore keluarga April tiba di rumah, dimana kami berempat sedang asyik di dapur membuat martabak sambil ngobrol ngalor ngidul soal tadi dan teman teman Gusti .


"kalian lagi masak apa anak anak gadisku?." sapa ibunya April .


"eh bundaku sayang sudah datang..."sambung April kemudian memeluk dan mencium ibunya disusul kami bertiga memeluk dan mencium ibunya April .


"ini bun ... lagi bikin martabak." jawab Gayatri .


"iya bun... lagian banyak daun bawang." sambung April .


" nanti bunda harus coba ya?!." pinta Windu.


"beres...pokoknya bunda bakal icip icip sampai kenyang." jawab ibunya April sembari tertawa.


"pokoknya tenang aja bun...kita bikin banyak kok." sahut Orchid .


hmmm mereka berempat sengaja membuat porsi banyak karena melihat ketersediaan bahan melimpah. Martabak ekonomis dengan rasa gak ekonomis .

__ADS_1


Kami berkumpul bersama keluarga April setelah mandi . Menggoreng sebagian martabak untuk kami nikmati bersama dan sebagian lagi mau kami bawa ke rumah Gusti ,itung itung terimakasih untuk kesenangan hari ini.


__ADS_2