Antara Si Cupu & BadBoy

Antara Si Cupu & BadBoy
Minta Maaf Pada Tara


__ADS_3

Sejak mendapat nasehat dari Papahnya, Ara benar-benar berubah total. Bahkan dia lebih rajin lagi dalam belajar dan pada saat dia ada di sekolah dia menyempatkan diri untuk menghampiri Tara yang pada saat itu bersama dengan Nara. Dia juga memilih waktu yang tepat di mana semua teman kelasnya sedang beristirahat di kantin.


Nara dan Tara diam saja pada saat Ara menghampiri mereka.


"Gwe tahu kalau loe adalah Tara. Gwe ingin minta maaf atas segala kesalahan gue di masa lalu pada loe yang selalu mengatakan loe itu cupu." Ara mengulurkan tangan kanannya pada Tara.


"Loe itu ngomong apa sih, gwe bukan Tara jadi loe tak usah minta maaf sama gwe," ucapnya bohong.


"Loe tak usah menyembunyikan jati diri loe pada gwe, karena gwe sudah tahu siapa loe sebenarnya. Tapi loe nggak usah khawatir karena gwe nggak akan membocorkan rahasia ini. Gwe hanya ingin loe mau memaafkan segala kesalahan gue di masa lalu itu aja sudah membuat hati gwe lega," ucapnya Ara.


Sejenak Tara terdiam dia bingung apakah dia akan memaafkan Ara atau tidak. Dia juga heran bagaimana Ara bisa mengetahui tentang jati dirinya yang sesungguhnya.


"Tara, gwe tahu saat ini pasti loe sedang bertanya-tanya di dalam hati loe bagaimana gwe bisa tahu jika sebenarnya loe itu adalah Tara. Menurut gwe itu tak penting yang terpenting bagi gwe adalah loe mau memaafkan kesalahan gwe." bujuk Ara lagi.


"Gwe sudah tak mempermasalahkan jika loe ataupun Nara tak ingin lagi bersahabat baik dengan gwe. Gwe hanya ingin dimaafkan saja, itu sudah cukup bagi gwe dan gwe janji tidak akan mengganggu kalian berdua lagi."


Mendengar akan hal itu akhirnya Tara mau memaafkan dan dia menjabat tangan Ara di hadapan, Nara.


"Baiklah, gwe akan memaafkan segala kesalahan loe di masa lalu tapi gwe juga minta maaf karena belum bisa menerima loe untuk menjadi sahabat baik gwe lagi. Dan gwe pegang janji loe untuk tidak membocorkan rahasia tentang jati diri gwe yang sebenarnya pada semua orang yang ada di sekolahan ini."


Tara akhirnya menerima jabatan tangan dari Ara.


Hati Ara telah lega karena Tara telah memaafkan dirinya, dia pun kembali ke tempat duduknya sendiri tanpa berkata apapun lagi.


"Nara, bagaimana Ara bisa tahu kalau gwe ini Tara padahal selama ini yang tahu jati diri gwe yang sebenarnya cuma loe dan keluarga loe," bisik Tara heran.

__ADS_1


"Jangan bilang loe curiga pada gwe. Gwe sama sekali tidak mengatakan apapun pada Ara. Loe tahu sendiri kan selama ini gwe tidak dekat lagi dengannya." ucap Nara lirih.


"Nara, kenapa loe jadi sensitif begitu? gwe kan sedang cerita bukannya gwe menuduhku loe atau keluarga loe," ucap Tara lirih.


Secara tidak langsung loe menuduh gwe atau orang tua gwe, karena barusan loe ngomong sendiri kan yang tahu jati diri loe sebenarnya cuma gwe dan orang tua gwe," ucap Nara kembali.


Gara-gara permintaan maaf Ara, mereka malah berselisih paham.


"Nara, gwe minta maaf kalau loe tersinggung atas ucapan yang barusan gwe katakan tadi. Tapi jujur dalam hati gwe sama sekali tak menuduh loe ataupun orang tua loe yang telah mengatakan tentang jati diri gwe yang sebenarnya pada Ara."


"Sudahlah, Nara. Gwe tak ingin kita berantem dan bermusuhan seperti dulu lagi. Gwe ingin selamanya akur dengan loe."


Mendengar apa yang barusan di katakan oleh Tara, membuat hati Nara tergerak dan iba.


"Ya udah sekarang mana senyum loe, gwe itu sebel kalau melihat loe tuh manyun kayak nyenyet yang ada di kebun binatang itu loh," canda Tara seraya menaik turunkan alisnya.


Nara pun menjadi tersenyum seraya memukul-mukul bahu Tara. Keromantisan ini sempat di lihat oleh Ara. Dia menjadi sangat iri dan cemburu.


"Betapa menyesalnya gwe dulu membuat Nara membenci gwe padahal dia adalah benar-benar mencintai gwe sepenuh hatinya. Hati ini begitu sakit pada saat melihat kemesraan mereka berdua. Gwe telah menyia-nyiakan cinta tulus Nara dulu pada gwe. Gwe malah mempermainkannya. Apakah kelak gwe akan bertemu dengan cewe se baik dan sepintar Nara?"


Ara terus saja menggerutu di dalam hatinya. Dia benar-benar menyesal tetapi tak bisa mengembalikan waktu seperti dulu lagi.


Tak terasa waktu berjalan begitu cepatnya kini pun sudah menjelang pulang sekolah. Tara dan Nara sempat heran karena melihat Ara sudah mengemudi mobil kembali.


"Ada yang aneh pada Ara, selama dua bulan kemarin dia mengayuh sepeda sekarang dia sudah kembali lagi mengemudikan mobilnya, heran aku," batin Tara.

__ADS_1


"Aoa kemarin Ara sengaja naik sepeda hanya ingin tahu seperti apa gwe jika naik sepeda? ih pede amat gwe ya, oh ya gwe ingat waktu itu Ara pernah minta maaf ulang ke gwe dan dia katanya di hukum tak boleh naik mobil," batin Nara terkekeh sendiri.


"Tara, mulai besok sebaiknya loe nggak usah antar jemput gwe ya. Sudah cukup gwe nebeng loe, biar gwe naik sepeda lagi. Sekalian gwe olah raga," ucap Nara di kala dalam perjalanan pulang sekolah.


"Ya sudah ok dech kalau begitu, gwe juga besok akan naik sepeda sama kaya loe. Tapi begini, gwe bawa mobil dari rumah tapi gwe parkir di rumah loe ya. Dari rumah loe kita naik sepeda bareng, kayanya seru dech. Gwe juga ingin merasakan mengayh sepeda sampai sekolah seperti apa rasanya."


Tara berucap seraya membayangkan dirinya sedang naik sepeda berdampingan dengan Nara, sesekali dia terkekeh sendiri.


"Hadeh, loe kok jadi senyam senyum sendiri seperti itu?" Nara mengernyitkan alisnya melihat tingkah Tara yang menurutnya aneh.


"Hahhaaa gwe itu sedang membayangkan jika sedang mengayuh sepeda bareng loe. Sepertinya asik dan seru," ucap Tara terkekeh.


Tak berapa lama, sampailsh di pelataran rumah Nara. Saat itu juga Nara turun dari mobil Tara.


"Loe mau mampir nggak?" tanya Nara.


"Nggak usah, paling nanti sore gwe kesini bantuin loe buat cemilan boleh kan?" tanya Tara menaik turunkan alisnya.


"Yah, boleh kok. Apa sih yang nggak buat loe," ucap Nara terkekeh-kekeh.


"Thanks ya, loe hati-hati di jalan jangan ngebut loh," pesan Nara.


"Siap Tuan Puteri," Tara terkekeh lagi.


Saat itu juga Tara melajukan mobilnya menuju arah pulang. Sementara Nara lekas masuk ke rumahnya menuju ke kamarnya. Dia pun segera melakukan ritual mandi sorenya.

__ADS_1


__ADS_2