Antara Si Cupu & BadBoy

Antara Si Cupu & BadBoy
Menjenguk Tya


__ADS_3

Tak terasa waktu mengajar Wildan telah selesai dan kebetulan jadwal kampus Nara juga telah selesai hingga pada akhirnya keduanya juga pulang bersama. Tetapi tidak dalam satu kendaraan hanya saja Nara memakai motor matic nya sedangkan Wildan mengendarai mobilnya mengikuti laju motor matic Nara.


Willdan sengaja mengikuti motor yang di kendarai oleh Nara, karena ia ingin sejenak main ke rumah Nara guna mengajaknya menjenguk Tya.


Hal ini Wildan lakukan karena ia tak ingin ada suatu rahasia dalam hubungan percintaan mereka berdua.


"Nak Wildan, tumben nggak ngantor?" sapa Bu Resy yang kebetulan ada di rumah.


"Ya Tante, sebenarnya aku bisa saja santai untuk mengurus kantor. Karena itu kan kantor sendiri, tapi aku juga nggak mau terlalu bersantai. Hari ini aku ingin bersantai, Tante."


"Oh ya Tante, aku minta izin ingin ajak Nara keluar bolehkah? ya healing sejenak."


Mendengar apa yang dikatakan oleh Wildan, Bu Resy sama sekali tak melarangnya.


"Silakan saja Nak Wildan, apa nggak sebaiknya kalian makan siang dulu di sini biar healingnya lebih nyaman tidak terganggu karena rasa lapar yang mendadak," saran Bu Resy.


"Nggak usah Tante, terima kasih. Aku akan mengajak Nara makan siang di luar saja," ucap Wildan menolak secara halus.


"Mas Wildan, tunggu sebentar ya. Aku mau ganti pakaian dulu sama menaruh tas dulu." Nara lekas melangkah masuk ke dalam rumah menuju ke kamarnya.


Beberapa menit kemudian Nara telah siap dengan kostum santainya. Nara dan Wildan berpamitan pada Bu resy setelah itu mereka pun masuk ke dalam mobil Wildan.


Terlebih dahulu Wildan pulang ke rumah, dia juga ingin berganti dengan pakaian yang lebih rileks dan lebih santai.


Sementara Nara menunggu di teras halaman ditemani oleh Mamah Rifda.


Pada ada saat Wildan ada di dalam kamarnya, papah Rendra menghampirinya.


"Wildan, apa kamu serius akan menjenguk Tya yang saat ini sedang ada di rumah sakit?" tanya Papah Rendra untuk memastikan


"Iyalah pah, sekalian aku akan mengenalkan Nara pada Tya dan orang tuanya supaya ia tidak menggangguku terus-terusan," ucap Wildan.

__ADS_1


"Lantas apa kamu sudah mengatakannya terlebih dahulu pada Nara, jika kamu akan mengajaknya untuk ke rumah sakit menjenguk mantan pacarmu itu?" tanya Papah Rendra kembali.


"Belum, pah. Aku akan mengatakannya nanti sembari di dalam mobil."


Setelah selesai berganti pakaian, Wildan tak lupa pamit pada Papah Rendra. Ia lekas melangkah ke luar rumah dimana Nara telah menunggu dirinya di teras halaman rumah.


Baik Wildan maupun Nara, juga tak lupa berpamitan pada Mamah Rifda. Barulah Wildan melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit.


"Nara, kita ke rumah sakit sebentar ya. Untuk menjenguk seseorang," ucap Wildan.


"Seseorang itu siapa ya, mas? kok nggak di sebutkan?" tanya Nara penasaran.


"Nanti saja jika sudah sampai di rumah sakit pasti akan aku jelaskan," ucap Wildan.


Ia sengaja tak mengatakan yang sebenarnya pada Nara. Menunggu waktu yang tepat.


Berbeda situasi di rumah sakit, dimana saat ini Tya sedang gelisah menunggu kedatangan Wildan, hingga ia tak mau makan siang jika Wildan belum datang.


"Tya, makanlah dulu jatah makan siangmu supaya lekas bisa minum obatnya," pinta Mia akan menyuapinya akan tetapi Tya menolak.


Hingga pada akhirnya Mia pun meletakkan nampan berisi jatah makanan untuk Tia di meja. Tak berapa lama Willdan dan Nara telah sampai di depan pintu ruang rawat Tya. Akan tetapi Nara berjalan di belakang Wildan, hingga ia tak terlihat oleh Tya dan Mia.


"Mah, lihatlah itu siapa yang datang."


Tya menunjuk ke arah pintu di mana saat ini Wildan sedang melangkah masuk, akan tetapi Wildan menghentikan langkahnya sejenak.


"Wildan sini masuk," sapa Mia.


"Sayang, ayo lekas masuk. Jangan di depan pintu seperti itu." Ucap Wildan lirih. seraya melambaikan tangannya ke arah Nara yang sempat terpaku berdiri di tembok dekat pintu masuk ruang rawat, Tya.


"Apa aku tadi tidak salah dengar ya, kenapa sepertinya Wildan memanggil sayang kepada seseorang? siapa yang di panggil sayang oleh Wildan?" batin Tya mulai tak enak hatinya.

__ADS_1


Nara pun akhirnya menuruti kemauan Wildan, ia melangkah dengan ragu di belakang Wildan. Akan tetapi Wildan lekas meraih salah satu tangannya dan menuntunnya untuk mendekat ke arah Mia dan Tya yang saat ini sedang duduk di brankar.


"Bukankah itu gadis yang sering aku lihat, di mana dia mengatakan bahwa dirinya adalah salah satu mahasiswi dari Wildan. Kenapa pula Wildan membawanya ke mari dan terlihat sangat mesra sekali dengan gadis itu," batin Tya.


"Tante Mia, aku sudah menuruti kemauan tante untuk datang kemari menjenguk Tya," ucap Wildan.


"Tya, semoga kamu lekas sembuh ya. Tataplah hari depan yang penuh masa depan dan janganlah menengok ke belakang."


"Oh iya kenalkan ini calon istriku namanya, Nara. Aku sengaja membawanya kemari supaya kamu itu tidak terus-terusan menggangguku dan mengharapkan aku untuk bisa kembali lagi padamu."


"Bagiku kamu itu hanyalah masa lalu jadi tidak ada kata untuk kita kembali lagi saat ini aku sudah punya pilihan tersendiri."


Mendengar perkataan dari Wildan tak kuasa dia melelehkan air matanya begitu derasnya. Ia sangat kecewa, hancur sudah harapannya untuk bisa merajut kasih kembali dengan Wildan.


"Wildan, kamu ini sungguh keterlaluan sekali bukankah Tante sudah mengatakan jika saat ini dia sedang sakit. Kenapa pula kamu sengaja datang ke rumah sakit dengan membawa pacar barumu ini?"


"Kamu lihat kan bagaimana Tya saat ini? ia menjadi sedih melihatmu bersama dengan pacarmu ini, seharusnya kamu bisa menjaga hatinya."


Mendengar apa yang dikatakan oleh Mia justru membuat Wildan emosi.


"Apa Tante tidak salah bicara barusan? aku harus menjaga hati Tya apa itu maksudnya?"


"Aku sudah tahu apa maksud kalian menginginkan aku untuk datang ke sini. Aku sengaja membawa Nara ikut denganku karena aku tak ingin jika aku datang sendiri itu malah membuat Tya semakin bertambah berharap pada diriku."


"Aku tidak ingin memberinya harapan palsu. seharusnya Tante itu berpikir siapa dulu yang memulai menyakiti hati seseorang. Di sini akulah yang pertama tersakiti oleh kelakuan kalian."


"Aku datang ke sini karena permintaan tante yang datang ke rumahku memohon supaya aku mau menjenguk, Tya."


"Intinya hubungan aku dan Tya sudah putus sejak lama itu pun dari pihak kalian dulu yang memutuskannya dengan tiba-tiba Tya menikah begitu saja. Bahkan mengundangku di acara pernikahan itu."


"Apa Tante pikir itu tak membuat aku

__ADS_1


sakit hati? Tya aku pamit pulang, aku sudah turuti apa mau mamahmu untuk aku datang jenguk kamu."


Setelah mengatakan banyak hal, akhirnya Wildan mengajak Nara pergi dari ruang rawat Tya.


__ADS_2