Antara Si Cupu & BadBoy

Antara Si Cupu & BadBoy
Terbongkarnya Pelaku Utama


__ADS_3

Hingga pada akhirnya, salah satu pria itu mengatakan yang sejujurnya.


"Yang membayar kami adalah bos kami," ucapnya.


"Bodoh, apa kamu sedang memancing amarah saya hah? siapa nama bosmu?" bentak komandan polisi itu.


"Bos kami seorang wanita yang bernama, Mba Tya. Ia seumuran gadis yang kami serang itu, pak."


Ucapnya seraya tertunduk ketakutan.


Wildan terhenyak kaget pada saat mendengar nama Tya di sebutkan.


"Hah, jadi di balik semua ini adalah Tya?" gerutu Wildan sempat di dengar oleh komandan polisi tersebut.


"Apa anda mengenalnya, Tuan Wildan?" tanya Komandan itu penasaran.


"Saya jelas kenal, Komandan. Tya itu mantan pacar saya yang telah putus satu tahun lalu," ucap Wildan tegas.


"Astaga...pasti ini kasusnya karena tidak terima, ia di putuskan oleh anda dan anda dengan gadis lain," ucap Komandan itu menggelengkan kepalanya.


"Bukan seperti itu, Komandan. Justru dulu saya yang telah di putuskan begitu saja dan ia tiba-tiba meniksh dengan pria lain. Tetapi pernikahannya tak berjalan langgeng, ia kini menjanda," ucap Wildan.


"Hheee di saat telah menjadi janda, ia datang lagi pada anda dan pastinya minta kembali ya? hem.. mirip sekali kisah di sinetron televisi," canda komandan polisi terkekeh.


"Ya benar sekali seperti itu, tetapi saya tidak mau kembali karena saya sudah tidak cinta lagi padanya. Apa lagi jika ingat yang telah di lakukan pada saya dulu," ucap Wildan.


Saat itu juga ke empat pria itu di amankan sementara ke dalam jeruji besi. Dan Komandan kepolisian beserta anak buahnya serta Wildan mendatangi rumah Tya.


Hanya beberapa menit saja, mereka telah sampai di pelataran rumah Tya. Orang tua Tya sangat kaget dan heran kenapa tiba-tiba ada aparat kepolisian datang. Dan lebih herannya lsgi, mereka datang bersama dengan Wildan.


"Mah, kenapa perasaan aku kok tidak tenang ya?" ucap lirih Meo.


"Mamah juga merasakan hal yang sama, pah. Untuk apa pula Wildan datang kemari membawa polisi?" ucap lirih Mia.


"Tante-om, maaf kedatangan saya mengganggu waktu kalian. Saya datang kemari ingin bertemu dengan Tya," ucap Wildan tegas.

__ADS_1


'Tya? kenapa jika kamu ingin bertemu dengan Tya kok membawa polisi?" tanya Mia penasaran.


"Tuan- Nyonya, sebaiknya anda panggil saja Saudari Tya. Karena waktu kami tidak banyak. Dan jika kalian tidak lekas memanggilnya, biar kami yang akan menggeledah rumah kalian dan menyeret saudari Tya dengan paksa!" bentak komandan polisi tesebut.


Mendengar ancaman dan bentakan dari Komandan kepolisian tersebut, Mia ketakutan. Ia lekas berlari kecil ke dalam rumah untuk memanggil Tya.


"Tya, cepat kamu keluar. Karena Willdan mencari dirimu," perintah Mia.


"Hah, Wildan datang kemari mah? yang benar mah, mamah nggak berbohong kan?" tanya Tya begitu antusiasnya.


"Untuk apa mamah bohong? tapi Wildan datang bersama dengan Komandan kepolisian," ucap Mia gemetaran.


Deg deg deg deg deg deg


Jantung Tya mulai berdegup kencang mendengar kata Komandan kepolisian.


"Tya, cepat kamu temui sana! jangan sampai kamu yang di seret oleh polisi jika kamu tak lekas keluar," pinta Mia


"Mah, bilang saja pada Willdan jika aku tidak ada," ucap Tya gemetaran.


"Mah, aku takut," rengek Tya.


"Kenapa kamu mendadak takut? jika kamu tak melakukan kesalahan untuk apa takut, Tya? apakah kamu telah melakukan suatu kesalahan?" tanya Mia penasaran.


Belum juga Tya menjawab, Meo datang tiba-tiba menyeret lengan Tya.


"Cepat kamu temui Wildan, lama amat sih!" Meo membawa paksa Tya melangkah ke ruang tamu.


Komandan kepolisian tersebut memerintahkan anak buahnya untuk membawa paksa Tya ke mobil patroli kepolisian.


"Pak, kenapa saya ditangkap seperti ini apa salah saya?" rengek Tya ketakutan.


"Iya Pak, apa salah anak kami kok tiba-tiba ditangkap begitu saja?" tanya Meo penasaran.


"Jika kalian penasaran apa yang telah anak kalian lakukan, sebaiknya kalian ikut juga ke kantor. Biar saya jelaskan di kantor saja," ucap Komandan kepolisian tersebut seraya berlalu pergi.

__ADS_1


Hingga pada akhirnya orang tua Tya ikut pula ke kantor polisi karena ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi hingga Tya ditangkap oleh aparat kepolisian.


Sesampainya di kantor polisi, barulah komandan kepolisian tersebut memberitahu kepada orang tua Tya, apa yang telah ia lakukan hingga ia ditangkap oleh polisi.


Bahkan komandan polisi tersebut menunjukkan barang bukti berupa rekaman video CCTV di tempat lokasi kejadian di mana keempat pria suruhan Tya menghajar Nara.


"Astaghfirullah aladzim, apa benar kamu yang telah memerintah empat pria itu, Tya?" tanya Mia.


"Mah, untuk apa aku melakukan hal sekeji itu?" ucap Tya mulai berkilah.


"Jadi anda ingin mangkir dari perbuatan anda yang telah anda lakukan ini? baiklah saya akan mendatangkan tersangka yang lain untuk menjelaskan di depan anda dan orang tua anda," ucap Komandan kepolisian tersebut.


Beberapa aparat kepolisian membawa keempat preman untuk dimintai keterangannya kembali di hadapan Tya dan orang tuanya.


Namun Tya masih saja mengelak bahwa dirinya sama sekali tidak mengenal keempat pria tersebut, hingga salah satu diantara pria itu menunjukkan bukti yang lain yakni chattingan antara dirinya dengan Tya.


Setelah bukti chattingan dirinya dengan salah satu pria itu ditunjukkan. Tya sudah tidak bisa mengelak lagi, ia hanya bisa tertunduk lesu.


"Sekarang, apa anda masih bisa mengelak lagi?" tegur Komandan kepolisian.


"Tidak Pak Polisi, saya akui memang telah memerintah empat preman itu untuk memberikan pelajaran yang setimpal kepada Nara," ucap Tya seraya terus tertunduk ketakutan.


"Apa yang memotivasi anda melakukan hal keji seperti ini?" tanya Komandan kepolisian tersebut.


"Saya tidak rela jika orang yang saya sayang menjalin kasih dengan gadis lain. Jika saya tidak bisa memilikinya, gadis manapun tidak bisa memiliki dirinya juga," ucap Tya jujur.


"Astaga Tya, kenapa kamu berbuat sampai senekat ini?" tegur Meo.


"Ini semua juga karena kesalahan papah, yang telah dengan paksa memisahkan aku dengan Wildan. Jadi jangan menyalahkan aku sepihak saja," ucap Tya kesal.


"Tya, Mamah pikir kamu telah bisa move on dari Wildan tetapi kenyataannya malah seperti ini," ucap Mia dengan mata berkaca-kaca.


"Wildan, tante mohon cabut tuntutan terhadap Tya. Maafkanlah kesalahannya, tante yang akan menjamin. Jika Tya tidak akan mengulangi perbuatannya lagi," bujuk Mia.


"Iya Wildan, semua ini karena kesalahan Om yang dulu telah memaksa Tya untuk memutuskan hubungannya denganmu. Dan memaksa Tya untuk menikah dengan pemuda pilihan, om," bujuk Meo.

__ADS_1


"Om-tante, apa yang Tya lakukan ini sudah sangat keterlaluan. Jika saja pada waktu itu aku tidak datang pastinya Nara sudah celaka," ucap Wildan tak terima dengan aka yang telah menimpa Nara.


__ADS_2