Antara Si Cupu & BadBoy

Antara Si Cupu & BadBoy
Enggan Akui Kesalahan


__ADS_3

Tak terasa sore menjelang, di mana Hesa dan Hety akan membicarakan permasalahan tentang kebohongan yang dilakukan oleh Tara.


Pada saat mereka selesai makan sore bersama, Hesa memulai pembicaraannya.


"Tara, kamu jangan pergi dulu karena papah sama mamah ingin bicara hal penting denganmu. Jadi duduklah dan dengarkan baik-baik apa yang akan kami katakan," ucap Hesa.


"Iya pah, katakan saja sekarang," ucap Tara.


"Tara, sebenarnya bagaimana hubunganmu dengan Nara? kamu tidak boleh berbohong pada papah, loh," ucap Hesa menatap menyelidik pada Tara.


"Hubungan aku dengan Nara baik-baik saja, Pah. Bukannya aku sudah pernah mengatakan beberapa kali pada mamah," ucap Tara berbohong.


"Baiklah, kalau kamu mengatakan jika hubunganmu dengan Nara baik-baik saja saat ini juga papah akan menelpon, Nara."


Pada saat Hesa akan memencet nomor ponsel Nara, tiba-tiba Tara melarangnya.


"Jangan pah, kenapa papah tidak percaya sama anak sendiri malah ingin bertanya pada orang lain yang hanya sebagai pacarku," ucap Tara.


"Kenapa kamu melarang papah untuk menelpon Nara, pasti ada yang kamu sembunyikan dari papah dan mamah bukan?" tanya Hesa ketus.


"Tidak, pah. Aku sama sekali tidak menyembunyikan apapun pada kalian," ucap Tara mulai panik.


"Jika memang kamu tidak menyembunyikan apapun pada kami dan tidak berbohong pada kami seharusnya kamu tak perlu melarang kami untuk menelepon Nara, justru kamu seharusnya merasa senang," ucap Hesa.


"Baiklah, pah. Akan aku katakan yang sebenarnya."


"Memang sebenarnya aku dan Nara telah putus, pah. Itu pun aku yang memutuskannya karena ternyata Nara itu tidak bisa setia padaku ia punya pacar lain," ucap Tara berbohong.

__ADS_1


"Astaga Tara, kami selaku orang tuamu tidak pernah mengajarkanmu untuk berbohong apalagi untuk mengkambing hitamkan seseorang atas kesalahan yang kamu lakukan," ucap Hety begitu kecewa dengan sikap anaknya.


"Begini saja, Pah. Mamah punya sebuah video yang bisa papah lihat untuk papah bisa membuat suatu keputusan apakah yang benar itu Tara atau Nara."


Saat itu juga Hety menunjukkan video yang dikirimkan oleh Nara padanya dan pada saat Hesa melihat semua itu dia pun heran akan sikap dan perilaku anaknya.


"Tara, dari mana kamu berlatih berbohong pada orang tua? apa kamu tidak takut dengan dosa atau karma yang akan kamu terima kelak," tegur Hesa.


Hety juga menunjukkan video tersebut pada Tara dan ia terhenyak kaget pada saat melihatnya.


"Dari mana mamah dapat video itu mah, itu kan bisa direkayasa," kilah Tara.


"Sudahlah Tara, hentikan semua kebohongan yang kamu lakukan itu itu tidak baik. Mamah sudah tahu semuanya bukan hanya dari Nara, tapi juga dari teman barumu yang bernama Laura. ternyata kamu pada saat bersama Nara kamu juga menjalin hubungan dengan Laura," ucap Hety sudah hilang batas sabarnya.


Tara tak bisa lagi mengelak atau berbohong pada orang tuanya ia pun akhirnya mengakui segala kesalahannya.


"Padahal aku dengan Laura hanya untuk mengisi waktu luang saja, tetapi di hati ini yang aku cinta hanya Nara. Kadang aku merasa bosan, menjalani hubungan jarak jauh hingga aku memutuskan untuk menjalin hubungan dengan Laura. Itupun hanya sebatas untuk pelarian atau iseng saja bukan untuk serius."


Mendengar pengakuan yang dilontarkan oleh Tara, kedua orang tuanya benar-benar tidak habis pikir kenapa Tara bersikap seperti itu.


"Seharusnya sebelum kamu menjalin hubungan dengan Laura, mending kamu putuskan Nara dulu. Daripada kamu menyakiti hati Nara dan juga Laura. Cara kamu itu tidak benar, Tara. Jika kamu yang ada di posisi Nara apa yang akan kamu lakukan coba," ucap Hesa heran dengan sikap dan perilaku Tara.


"Pah, bukankah tadi aku mengatakan bahwa aku itu hanya iseng dengan Laura. Sedangkan aku dengan Nara itu serius makanya aku tidak memutuskan Nara," ucap Tara.


"Astaga Tara, kamu tidak bisa seperti itu mempermainkan hati seorang wanita. Apa kamu tidak memikirkan kalau mamahmu ini juga seorang wanita," ucap Hety menggelengkan kepalanya seraya mengusap dadanya.


"Sudahy mah, sekarang yang terpenting kita sudah tahu kebenarannya. Terserah Tara saja mau seperti apa dia melangkah. Kita sudah memberikan jalan yang terbaik, tetapi Tara memilih jalannya sendiri."

__ADS_1


"Tara, jika terjadi hal yang buruk jangan pernah kamu berkeluh kesah pada kami. Dan hadapi segala kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pada kehidupanmu kelak."


"Jangan pernah menyesali apa yang telah kamu pilih untuk masa depanmu sendiri."


Ucap Hesa seraya ia beranjak dari ruang makan, begitu pula dengan Hety. Kini dia tak ada yang mendukung satu pun, kedua orang tuanya juga sudah angkat tangan.


"Haduh, semua begitu rumit karena ulah Ara. Gwe ingin membuat sebuah pembalasan yang setimpal untuknya. Karena apa yang telah ia perbuat pada gwe. Balasan kemarin itu belum cukup untuk menghilangkan rasa dendam ini padanya!" batin Tara kesal.


Entah apa lagi yang ingin Tara lakukan pada Ara. Padahal ia sudah diberi nasehat oleh guru untuk tidak berkelahi lagi atau tidak berbuat onar lagi.


"Nara, loe juga kenapa sebegitu percayanya dengan video yang Ara kirim pada loe. Padahal cinta ini hanya untuk loe seorang. Hubungan gwe sana Laura hanyalah kamuflase saja," batin Tara.


"Apa sebaiknya aku ke rumah Nara sekarang juga ya? tanpa sepengetahuan papah dan mamah?" batin Tara.


"Sepertinya memang harus seperti itu, supaya aku bisa cepat menemui Nara dan meminta maaf padanya. Aku yakin masih ada rasa cinta pada diri Nara untukku."


Saat itu juga tanpa sepengetahuan orang tua nya,Tara pergi juga menuju kota J tepatnya ke rumah Nara. Dia sudah nekad ingin bertemu dengan Nara guna minta maaf.


Hanya beberapa jam saja setelah sampai di pelataran rumah, Nara. Ayah Bimo yang sedang duduk di teras begitu terkejut melihat kedatangan Tara yang secara tiba-tiba.


"Loh, bukannya itu Tara? lantas mau apa kemari, padahal ini sudah menjelang waktu Maghrib. Berani sekali dia datang kesini hanya seorang diri," batin Bimo heran dengan melihat kedatangan Tara.


"Sore, om. Maaf ya mengganggu waktu istirahat om. Naranya ada nggak om?" tanyanya.


"Ada, sedang sibuk mengurus pesanan cemilan yang begitu banyaknya. Dan sepertinya tidak bisa di ganggu gugat," ucap Ayah Bimo.


"Ayolah om, izinkan saya ketemu dengan Nara," bujuknya halus.

__ADS_1


"Sebentar tanya dulu ya, karena pesanan cemilan sedang banyak hingga Nara sedang sibuk." Bimo masuk ke dalam rumah untuk memanggil Nara.


__ADS_2