Antara Si Cupu & BadBoy

Antara Si Cupu & BadBoy
Bujukan Nara


__ADS_3

Namun Nara tak patah arang, dia terus membujuk Tara. Dia membuka rantangnya.


"Tara, loe harus makan demi kesehatan loe. Jangan berlarut dalam kesedihan, nanti mamah dan papah loe ikut sedih. Ayok buka mulutnya, biar gwe suapin loe " Bujuk Nara, akan tetapi Tara tetap membungkam mulutnya seraya terus mengelak dari suapan Nara.


"Tara, please loe jangan seperti ini dong. Katanya Loe cinta dan sayang sama gwe, dan loe punya hutang loh sama gwe. Bagaimana loe cepat sehat jika seperti ini? lantas kapan kita bersepeda bersama dong?' Nara pasang wajah sedihnya.


Nara meletakkan makanannya dan kedua tangannya memegang dagu Tara, memalingkannya sehingga mereka kini berhadapan.


"Tara, dengerin gwe kalau loe memang cinta dan sayang sama gwe. Gwe nggak ingin loe sakit, makan ya," ucap Nara seraya terus menatap manik hitam Tara.


Namun Tara tak berkata apa pun, dia hanya diam saja. Sedangkan Nara meraih makanan itu kembali dan perlahan menyuapi Tara. Kini Tara mau makan.


Orang tua Tara begitu terharu melihat betapa gigihnya Nara dalam membujuk Tara. Mereka bisa melihat dari rekaman video CCTV yang sengaja di Padang di kamar Tara. Karena mereka tak ingin terjadi hal buruk pada Tara.


Mereka sengaja memandang CCTV di kamar Tara, agar mereka selalu bisa memantau apapun yang di lakukan Tara selama di dalam kamarnya.m, tanpa harus terus berada di samping Tara. Mereka khawatir Tara melakukan tindakan yang nekad karena saat ini kondisinya sedang tidak stabil. Semua itu untuk berjaga-jaga, antisipasi jangan sampai terjadi hal yang tak di inginkan.


Usaha Nara kali ini membuahkan hasil, Tara bersedia makan dari suapan tangannya.


"Pah, lihatlah begitu telatennya Nara membujuk Tara supaya mau makan," ucap Hety pada saat melihat rekaman video CCTV yang ada di kamar Tara.


"Iya mah, semoga saja mereka berjodoh ya mah," ucap Hesa.


"Amin ya robbal alamin."

__ADS_1


Orang tua Tara merasa lega karena pada akhirnya anaknya mau makan walaupun disuapi oleh seorang Nara.


"Nah begini makan yang banyak biar gue nggak sedih lagi," ucap Nara tersenyum.


"Nara apa loe nggak malu jika nanti gwe sudah boleh jalan dengan gwe?" tiba-tiba Tara mengeluarkan sepatah kata tersebut.


"Gwe nggak akan pernah malu jalan dengan loe karena lo itu seorang pria yang baik bagi gwe. Jadi jangan pernah loe minder atau enggak percaya diri. Loe nggak usah mikirin apa kata orang."


"Seperti yang loe tahu sendiri tentang gue kan, gue banyak sekali di-bully dihujat dihina oleh teman-teman di sekolahan tapi apa loe pernah melihat gue menangis dan sedih justru gue membalas mereka kan?"


Sejenak Tara menjadi teringat akan apa yang sering dialami oleh Nara di sekolahan.


"Iya Nara, gue ingat betul bagaimana loe melawan mereka semua. Itulah yang membuat gue kagum dan pada akhirnya jatuh cinta sama loe, karena bagi gue loe itu wanita yang kuat tegar dan baik hati. Loe itu benar-benar beda dari wanita manapun," puji Tara.


"Maka dari itu, gue minta sama loe supaya menjadi seorang pria yang tegar kuat dan pantang menyerah untuk bisa mendampingi seorang wanita yang tegar dan baik hati ini," canda Nara terkekeh.


"Pokoknya sekarang loe tak usah memikirkan apapun hanya satu yang perlu loe pikirin bahagiain orang tua loe selagi mereka masih hidup. Tataplah ke depan di mana ada kebahagiaan dan masa depan yang cerah untuk loe dan yang paling utama gue akan selalu ada di samping loe, bahkan jadi body guard jika ada yang berani ngebully menghina loe biar gue yang ngadepin mereka semua," ucap Nara yang kembali membuat Tara terkekeh.


"Nah, senyum begitu gue kan jadi senang." Nara terkekeh seraya mengacungkan kedua ibu jarinya.


Setelah berhasil membuat Tara makan dan tersenyum serta tertawa riang, Nara mengalihkan pembicaraan ke topik yang lain supaya suasana hati Tara benar-benar bisa fresh terhibur dan tak memikirkan apa yang sedang dia alami saat ini.


Sesekali Tara tertawa ngakak pada saat Nara bercerita hal lucu. Nara pun sangat senang karena bisa hibur Tara.

__ADS_1


"Tara, gwe sudah janji pada diri gwe sendiri jika gwe akan selalu ada buat loe. Seperti apa yang loe lakukan pada gwe. Gwe nggak akan biarkan orang ngebully loe," batin Nara.


Nara benar-benar sudah memfokuskan dirinya untuk benar-benar menjadi kekasih Tara. Dia sama sekali tak mempermasalahkan wajah Tara yang saat ini sudah tidak tampan seperti dulu lagi.


Yang Nara pikirkan hanyalah supaya Tara bisa bangkit dari keterpurukannya dan bisa menatap masa depan yang cerah karena Nara sudah bisa beradaptasi dengan Tara selama ini. Nara beranggapan jika Tara memang benar-benar pria yang sangat baik.


Setelah cukup lama ia berada di rumah Tara, ia pun berpamitan pulang pada Tara dan juga orang tuanya.


"Tara, gue pulang dulu ya. Pasti gue akan sering datang kemari, gue sangat berharap jika loe secepatnya masuk sekolah lagi supaya gue nggak merasa kesepian duduk sendiri tanpa ada loe di sebelah bangku gue," ucap Nara.


"Iya Nara, terima kasih ya, loe memang benar-benar wanita yang baik. Loe selalu ada di saat gue butuh bahkan dalam kondisi gue yang seperti ini, loe masih mau ada di samping gue bahkan menerima cinta gue dan menjadi kekasih gwe," ucap Tara.


"Tante-Om, aku pamit pulang dulu ya."


Nara menyalami orang tua Tara, yang kebetulan nongol ke kamar Tara pada saat dirinya sedang berpamitan pada Tara.


"Iya, Nara. Kamu hati-hati di jalan ya," pesan Hesa.


"Terima kasih ya, Nara," ucap Hety.


Nara hanya mengulas senyuman, dia pun melangkah keluar dari kamar Tara dengan diantar oleh Hety. Hety merangkul Nara tanpa ada rasa sungkan sedikitpun.


"Nara, entah dengan cara apa kamu bisa membalas budi baikmu yang telah sanggup menghibur Tara bahkan membuatnya bisa tersenyum lagi. Maafkan kami selalu merepotkan dirimu, dan sekali lagi terima kasih,' ucap Hety.

__ADS_1


"Tante nggak usah sungkan dan jangan terus ucap terima kasih. Aku itu ikhlas kok, apa lagi selama ini Tara baik sama aku. Kebaikan Tara itu tak sebanding dengan apa yang aku lakukan untuknta, Tante. Jasa Tara lebih banyak lagi terhadapku, tante."


Setelah itu Nara naik ojek online di luar pintu gerbang rumah Tara. Karena kebetulan ojek on line pesanan Nara sudah siap di depan pintu gerbang.


__ADS_2