Antara Si Cupu & BadBoy

Antara Si Cupu & BadBoy
Kekhawatiran Nara


__ADS_3

Nara hanya diam saja pada saat Andre terus saja menghinanya dengan berbagai macam umpatan kata-kata kasar padanya. Hal ini justru membuat Wildan sangat emosi dan dia mengepalkan tinjunya serta dadanya bergemuruh ingin sekali menghajar anak didiknya itu.


"Heh Andre, sudah cukup kata-katamu menghina kekasihku ini! pergilah kamu dari hadapan kami!" usir Wildan lantang.


"Nara, kamu tidak bisa membalas segala perkataanku bukan? karena memang segala yang aku katakan itu benar adanya, sehingga kamu hanya diam saja. Yang aku tahu seorang Nara itu jika dikatakan macam-macam dia akan segera membalasnya, tetapi kali ini kamu hanya bisa diam karena kamu menyadari apa yang aku katakan semuanya adalah kebenaran," ucap Andre seraya tersenyum sinis.


"Cepat pergi dari sini, tak usah kamu berkata-kata lagi sebelum aku melakukan hal yang akan membuatmu masuk ke dalam rumah sakit;" ancam Wildan dengan mata melotot ke arah Andre.


Hingga pada akhirnya Andre pun menyingkir pergi dari hadapan Nara dan Willdan.


Seperginya Andre, Wildan mencoba menenangkan hati Nara. Karena ia tahu jika saat ini Nara begitu tersakiti dengan segala perkataan yang dilontarkan oleh Andre.


"Sayang, kamu tak usah menghiraukan segala perkataan yang barusan dilontarkan oleh Andre. Anggap saja itu hanyalah angin lalu, biarkan anjing menggonggong tapi kamu berlalu," ucap Wildan seraya terkekeh.


Namun Nara tidak ikut terkekeh, dia hanya tersenyum kecut mendengar perkataan dari Wildan barusan.


"Mas Wildan, apa yang barusan dikatakan oleh Andre memang benar adanya. Aku ini seorang wanita yang munafik, makanya dari tadi aku diam saja tidak membalas segala perkataan dari Andre. Karena aku menyadari apa yang semua dia katakan adalah benar adanya."


"Memang pada saat Andre mengungkapkan isi hatinya aku menolaknya dengan alasan aku hanya ingin fokus dengan kuliah aku saja dan tidak ingin memikirkan tentang pacaran. Tetapi apa yang aku katakan ini tak sesuai dengan tindakanku, buktinya saat ini aku malah berpacaran dengan dosenku sendiri," ucap Nara tertunduk malu.


"Nara, jadi kamu menyesal telah berpacaran denganku!" tanya Wildan.

__ADS_1


"Tidak ada penyesalan bagiku sama sekali Mas Wildan. Hanya saja aku malu pada diriku sendiri dan pada Andre karena apa yang aku lakukan dan apa yang aku perbuat tidak sesuai dengan apa yang pernah aku ucapkan,' ucap Nara seraya menghela napas panjang.


"Karena aku tidak memungkiri bahwa aku mempunyai rasa cinta padamu Mas Wildan, sehingga pada saat kamu mengatakan isi hatimu padaku, aku pun langsung menerimanya dan tidak ada penolakan sama sekali dari diriku."


Perkataan dari Nara yang terakhir membuat hati Wildan berbunga-bunga berjuta rasanya, ia begitu bahagia dan sangat-sangat senang sekali.


"Sayang, sudahlah tak usah dipikirkan apa yang dikatakan oleh Andre barusan. Yang terpenting adalah hubungan kita berdua, tak usah kamu hiraukan segala sesuatu yang hanya merusak pikiranmu saja merusak kebahagiaan kita berdua," pesan Wildan.


"Mas Wildan, bukankah kita telah berjanji akan merahasiakan hubungan kasih kita? tetapi tadi aku tak fokus sehingga pada saat Mas Wildan menggandeng tanganku di depan Andre aku hanya diam saja. Bagaimana kalau Andre menceritakan tentang hubungan kita pada semua orang yang ada di kampus?" tanya Nara cemas.


"Jikalau Andre mengatakan semuanya di kampus biarkan saja, kita katakan saja yang sebenarnya tentang hubungan kita berdua," ucap Wildan dengan yakinnya.


"Tapi apakah nantinya tidak akan menjadi masalah buatmu Mas Wildan? aku tahu di kampus kita itu dilarang untuk menjalin hubungan antara seorang dosen dan muridnya," ucap Nara.


"Tapi jika dampaknya padaku bagaimana Mas Wildan? jika ternyata aku yang dikeluarkan atau di DO dari kampus lantas aku harus apa?" tanya Nara bingung.


"Ya sudah kamu tak perlu cemas dan risau seperti itu, jikalau nanti ada pengaduan dari Andre tentang hubungan kita. Katakan saja bahwa kita tiba ada hubungan apapun selain hubungan antara dosen dan murid," ucap Wildan.


"Intinya hanya masalah sepele seperti itu tak usah begitu kamu pikirkan. Bukankah barusan kamu yang mengatakan sendiri jika ada suatu masalah tak perlu kita pikirkan berlarut-larut tetapi biarlah masalah itu selesai dalam hari ini juga, karena hari esok akan ada masalah yang lain," ucap Wildan mengulang kata apa yang pernah di katakan oleh Nara.


"Baiklah Mas Wildan aku akan mencoba melakukan hal itu," ucap Nara walaupun tidak yakin ia akan mampu mempraktekkannya di kampus.

__ADS_1


*****


Tak terasa hari pun telah berganti menjadi pagi, di mana Nara harus bersiap-siap untuk berangkat ke kampusnya.


Hal ini juga dilakukan oleh Wildan, ia pun saat ini sedang bersiap-siap untuk ke kampus dan kebetulan jam pelajaran pertama ia akan mengajar di kelas Nara.


Tak berapa lama kemudian keduanya sudah berada di kampus. Akan tetapi mereka sengaja tidak bertepuk sapa sama sekali. Mereka akan mencoba merahasiakan hubungan ini, dan juga mereka ingin tahu apakah Andre telah menggosip tentang Wildan dan Nara.


Mereka juga telah siap dengan sebuaj jawaban jika ada yang menegur dan menanyakan tentang hubungan mereka berdua. Akan tetapi justru pagi ini Andre tidak terlihat batang hidungnya sama sekali.


"Dimana Andre, dari tadi aku tak melihat keberadaannya? padahal jam masuk sudah berbunyi," batin Nara penasaran dengan ketidak hadiran Andre.


"Menurutku untuk hari ini aman, karena tidak ada Andre. Berarti tidak akan ada gosip tentang hubunganku dengan Mas Wildan," batin Nara sedikit lega.


Pelajaran di mulai dengan pelajaran yang akan di ajarkan oleh Wildan. Semua murid wanita di kelas Nara sangat antusias. Mereka bukannya fokus dengan pelajarannya, tetapi fokus dengan menatap ke arah Wildan.


Menatap wajah tampan nan rupawan Wildan. Wajah mulus putih dan bersih tak ada satu jerawat pun. Dan wajahnya halus bak bintang aktor Korea, karena matanya begitu cipit di lengkapi dengan postur tubuh yang tinggi.


Semua menatap takjub tak berkedip pada Willdan. Hal ini juga sempat di abadikan ke dalam ponsel Nara. Diam-diam ia foto expreso para temannya itu. Ia sengaja melakukan hal ti untuk di tunjukkan pada Willdan nanti jika mereka bertemu diluar lingkup kampus.


Sejenak Nara terkikik, hingga ia tak konsentrasi dalam menerima pelajaran yang sedang di ajarkan oleh Willdan.

__ADS_1


"Hem, kekasihku tak fokus dengan pelajaran yang aku terangkan. Aku akan kerjain dia saja, juga supaya aku bisa melihat ia lebih dekat lagi," barun Wildan ia pun langsung memanggil Nara untuk ke depan dengan segera.


__ADS_2