Antara Si Cupu & BadBoy

Antara Si Cupu & BadBoy
Akhirnya Tertangkap


__ADS_3

Sementara di tempat lain, seseorang sedang marah besar kepada empat preman tersebut.


"Kalian ini bagaimana sih, masa iya melukai satu wanita saja tidak bisa padahal badan kalian ini besar?" ejeknya kesal.


"Kami sudah hampir melumpuhkan gadis itu, bos. Tetapi tiba-tiba ada seorang pemuda yang menolongnya sehingga kami kalah telak," ucap salah satu preman tersebut.


"Apa, hanya satu pemuda yang menolong wanita itu kalian masih tidak bisa melawannya? luar biasa, kalian ini berempat loh! masa iya kalah melawan dua orang satu wanita dan satu pria?" ejeknya lagi.


"Bukan begitu, bos. Beladiri pemuda itu sungguh hebat dan gadis itu juga bisa bela diri pula, secara kami ya kalah telak lah," ucap salah satu preman tersebut.


"Masih saja kalian bisa membela diri di depanku? masih saja kalian menganggap jika diri kalian ini adalah benar? ternyata aku salah memilih orang untuk melumpuhkan wanita itu. Aku pikir badan kalian besar nyali kalian juga besar pula tetapi nyali kalian ini nyali kerupuk!" ejeknya lagi.


Ternyata apa yang sempat dipikirkan oleh Wildan benar adanya, jika kejadian yang telah menimpa Nara itu adalah unsur dari kesengajaan. Ada seseorang yang tidak suka dengan Nara dan menginginkan Nara itu terluka.


Sementara di kampus Andre dan Ara merasa gelisah dan penasaran karena mereka tidak melihat batang hidung, Nara.


"Tidak seperti biasanya Nara tidak masuk kampus, padahal yang aku tahu Nara adalah gadis yang sangat rajin. Ia tidak pernah terlambat ke kampus ataupun absen tidak berangkat," batin Ara.


"Kenapa aku merasa ada hal yang telah terjadi pada Nara ya? kenapa aku gelisah seperti ini memikirkan Nara yang tidak juga datang ke kampus?" batin Andre.


Kedua pemuda ini terus saja memikirkan Nara yang tidak masuk kelas hari ini. Mereka ingin sekali menghubungi Nara dan menanyakan tentang kondisinya, tetapi mereka mengurungkan niatnya karena pasti Nara tidak akan merespon mereka.


Wildan mulai beraksi, dia mengerahkan seluruh anak buah yang bisa diandalkan. Biarpun dia bekerja di sebuah perusahaan, dia memiliki banyak anak buah yang bisa diandalkan untuk menyelesaikan masalah kriminal.


Beberapa anak buah Wildan mulai menelusuri tempat kejadian perkara, mereka dengan teliti mencari barang bukti yang sekiranya bisa untuk menangkap pelaku yang sebenarnya.


Dan salah satu anak buahnya berhasil menemukan bahwa di daerah sekitar tempat kejadian ternyata terpasang CCTV. Hal ini bisa digunakan untuk segera menangkap pelaku utamanya.

__ADS_1


Anak buah Wildan tersebut langsung menghubungi perangkat desa setempat untuk meminta izin guna melihat rekaman video CCTV yang ada di lokasi kejadian yang menimpa Nara.


Anak buah Wildan tersebut merekam semua yang ada di video CCTV ke dalam ponselnya dan segera ia menemui Wildan untuk menunjukkan bukti tersebut.


"Bos, saya menemukan bukti yang bisa untuk menyelidiki lebih lanjut kejadian yang menimpa kekasih anda."


Pria ini menyerahkan ponselnya dan menunjukkan rekaman yang sempat ia dapatkan dari rekaman video CCTV yang ada di lokasi kejadian di mana Nara dikeroyok empat preman.


"Bagus sekali, langkah selanjutnya untuk kalian yakni menangkap empat pria yang ada di dalam rekaman video CCTV ini. Karena hanya lewat mereka saya bisa tahu apakah ada orang di balik keempat pria itu," perintah Wildan kepada beberapa anak buahnya.


"Baik bos, kami siap melaksanakan tugas selanjutnya. Kami pastikan dalam waktu hari ini juga kami akan bisa menangkap ke empat pria itu," ucap salah satu anak buah Wildan untuk meyakinkannya.


"Laksanakan tugas kalian sekarang juga, supaya keempat pria itu lekas bisa ditangkap sebelum mereka bisa melarikan diri lebih jauh," perintah Wildan tegas.


Dengan gerak cepat beberapa anak buah Wildan segera berlalu pergi dari hadapannya untuk melaksanakan aksi berikutnya yakni menangkap empat preman yang telah menyerang Nara.


"Video CCTV ini, bisa aku gunakan untuk menjadi barang bukti. Jika memang benar ada orang dibalik empat preman yang telah menyerang Nara tersebut."


********


Setelah menunggu beberapa jam lamanya, usaha yang dilakukan oleh beberapa anak buah Wildan benar-benar membuahkan hasil yang sangat memuaskan.


Mereka datang dengan membawa tawanan empat preman yang telah menyerang Nara.


Empat preman tersebut langsung dibawa ke kantor polisi oleh Wildan dan beberapa anak buahnya.


Tak lupa Wildan menyerahkan bukti rekaman video CCTV yang ia dapatkan dari salah satu anak buahnya pada aparat kepolisian.

__ADS_1


"Hallo komandan, mohon maaf saya mengganggu. Saya ingin meminta tolong supaya anda menangkap pelaku yang telah memerintah ke empat pria ini menyerang, kekasih saya."


"Saya juga menyertakan bukti rekaman video rekaman CCTV di mana terjadinya penyerangan terhadap kekasih saya oleh empat pria ini."


Ke empat pria tersebut mulai panik dan gelisah pada saat Wildan memberikan bukti video rekaman CCTV kepada aparat polisi.


Sejenak komandan polisi tersebut mengamati video rekaman CCTV yang diberikan oleh Wildan kepadanya.


Dia pun mulai memeriksa satu persatu dari empat pria yang telah menyerang Nara, bahkan komandan kepolisian tersebut memeriksa empat orang itu dihadapan Wildan sekaligus.


"Cepat kalian katakan! siapakah yang menyuruh kalian melakukan penyerangan terhadap saudari Nara?" bentak komandan kepolisian melotot ke arah empat pria tersebut.


Keempat pria itu tidak langsung menjawab, mereka malah saling berpandangan satu sama lain seolah sedang berdiskusi dengan bahasa mata mereka.


BRAG!!!!


Komandan polisi tersebut menggebrak meja. Ia emosi karena pertanyaannya tidak di jawab sama sekali oleh salah satu dari empat pria yang menjadi tersangka tersebut. Membuat semua yang ada di ruangan tersebut terlonjak kaget.


"Kenapa kalian diam, hah? apa kalian memang ingin mendekam di penjara dalam waktu yang cukup lama! silahkan saja jika kalian masih saja menutupi orang yang telah membayar kalian!" bentaknya lantang hingga membuat semua orang yang ada di ruangan itu terlonjak kaget kembali.


"Jika kalian masih saja seperti ini, jangan salahkan kami yang akan melakukan tindakan kasar pada kalian!" ancam komandan polisi tesebut.


Ia pun memerintah beberapa anak buahnya untuk memukul ke empat pria itu dengan sebuah rotan yang ada di ruangan itu.


Hingga pada akhirnya salah satu pria dari empat pria yang telah menyerang Nara mau mengaku juga.


"Ampun, pak. Saya akan katakan siapa orang yang telah membayar kami untuk melakukan penyerangan terhadap gadis muda itu," ucapnya ketakutan dan kesakitan karena pukulan dari rotan.

__ADS_1


"Cepat katakan! atau kalian ingin merasakan yang lebih sakit dari ini!" bentak Komandan kepolisian tersebut.


__ADS_2