Antara Si Cupu & BadBoy

Antara Si Cupu & BadBoy
Putus Juga


__ADS_3

Hingga sampai di rumahnya, Tara langsung mendapatkan teguran dari orang tuanya karena pergi begitu saja tak pamit sama sekali.


"Tara, kamu sebenarnya dari mana?" tanya Ayah Hesa.


"Iya Tara, kenapa kamu pergi begitu saja tidak pamit sama mamah atau papah, kamu ini lama-lama keterlaluan," ucap Hety.


"Maaf, mah-pah. Aku memang sengaja tidak pamit karena aku pikir papah dan mamah sedang marah padaku jadi aku pergi begitu saja," ucap Tara sekenanya.


"Tidak begini caranya, seorang anak pada orang tuanya. Seharusnya jika orang tuanya sedang marah, seorang anak itu berusaha bersikap baik supaya orang tuanya itu luluh dan mereda amarahnya," tegur Hety kesal.


"Tara, jika sikap kamu seperti ini papah akan menghukummu! dengan tidak mengizinkanmu untuk mengendarai mobil lagi, bahkan biarlah kamu ke sekolah atau kemanapun dengan naik ojek online, serta uang jajanmu juga akan papah kurangi," ancam Hesa.


"Pah, kenapa sih masalah kecil saja dibesar-besarkan seperti ini? hingga menghukum aku segala. Aku kan hanya tidak pamit, aku tidak melakukan kesalahan fatal seperti mabuk-mabukan atau mengkonsumsi narkoba," bela Tara tak terima dengan hukumwn yang akan di berikan oleh Papah Hesa.


"Tidak harus menunggu kamu melakukan kesalahan yang besar baru kamu di hukum. Justru dengan kesalahan yang kecil kamu harus ditegur dan dihukum supaya kamu tidak sampai melakukan kesalahan yang besar," ucap Hesa lantang.


"Sudahlah, pah. Kita tanya saja dari mana dia barusan pergi begitu saja tidak pamit pada kita. Tara kamu kan belum jawab pertanyaan papah dan mamah, kamu pergi ke mana kok lama sekali?" tanya Hety menatap menyelidik ke arah Tara.


"Aku baru saja ke rumah Nara, mah-pah," jawabnya singkat.


"Untuk apa Lagi kamu datang ke sana setelah apa yang kamu lakukan padanya, apa kamu sama sekali tidak mempunyai rasa malu?' tanya Papah Hesa.

__ADS_1


"Bukan begitu, Pah. Aku ke sana ingin meminta maaf pada Nara dan berniat ingin memperbaiki kesalahanku serta ingin kembali lagi padanya tetapi ia menolakku secara mentah-mentah. Bahkan aku di tinggal masuk begitu saja olehnya," ucap Tara.


"Jelaslah, jika mamah yang menjadi Nara juga akan melakukan hal yang sama padamu, perbuatanmu itu sudah sungguh keterlaluan sekali. Setelah apa yang kamu lakukan padanya, segampang itu kamu minta balikan. Mamah pun ogah," ejek Hety.


Tara hanya diam saja mendapatkan ejekan dari mamahnya, dia sudah tidak bisa lagi membela diri.


"Tara, mana kunci mobilnya dan kartu ATMmu?" tanya Papah Hesa seraya menengadahkan tangan kanannya di hadapan Tara.


Untuk apa sih, pah? tolong jangan sekejam itu padaku pah. Bukankah aku ini anak kandung papah? masa iya memperlakukanku seperti seorang anak tiri saja," ucap Tara sungkan untuk memberikan kontak mobil dan juga kartu ATMnya.


Karena Tara tak juga memberikannya terpaksa Papah Hesa mengambil paksa dari, Tara.


"Ya papah, kenapa sih kejam amat sama aku. Tolong kembalikan kontak mobil dan kartu atm-nya, please papah." rengek Tara seraya menangkupkan kedua tangannya di dada seraya menatap sendu ke arah Papah Hesa.


Tara pun akan menghampiri mamahnya untuk meminta tolong padanya supaya membujuk papahnya. Tetapi mamahnya juga berlalu pergi dari hadapan Tara.


"Ya ampun, kenapa kedua orang tuaku menjadi kejam seperti ini padaku hanya karena kesalahan kecilku saja? bagaimana jika aku melakukan sebuah kesalahan yang besar mungkin aku malah sama sekali tidak dianggap anak lagi dan dikeluarkan atau diusir dari rumah ini," gumamnya seraya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Ini semua juga karena kesalahan Laura, untuk apa pula dia datang kemari tanpa seizinku. Aku tidak akan tinggal diam dan aku akan memberinya pelajaran pula, supaya dia itu jera dan tidak melakukan hal ini lagi?" gumamnya seraya mengepalkan tinjunya kesal.


******

__ADS_1


Pagi menjelang, Tara terpaksa berangkat ke sekolah dengan naik ojek on line karena mobil di sita oleh Papsh Hesa. Hal ini membuat tanda tanya bagi Laura.


"Ronald, kenapa loe datang ke sekolah dengan naik ojek online? memangnya ada apa dengan mobil loe?" tanya Laura penasaran.


"Ini semua gara-gara loe! untuk apa loe datang ke rumah dengan pertanyaan macam-macam tentang Nara, bukankah sudah gwe ingatkan jika itu hanyalah masa lalu kenapa loe keras kepala, hah?" ucap Tara kesal.


"Gwe minta maaf, masa iya kita pacaran tapi gwe nggak di izinkan datang ke rumah loe. Gwe kan ingin kenalan dengan orang tua loe, dan gwe ingin tahu rumah loe. Masa hanya seperti ini di jadikan sebagai masalah. Masa iya kamu di hukum gara-gara gwe datang ke rumah loe," ucap Laura seakan tak percaya.


"Masih saja loe bisa membantah! asalkan loe tahu ya, kita ini hanya sekedar pacaran bukan untuk seriusan jadi untuk apa kalau loe ingin mengetahui orang tua gwe atau ingin tahu rumah gwe, itu tidaklah penting tidak perlu sama sekali;" bentak Tara seraya melotot kepada Laura.


"Ronald, apa maksud dari ucapan loe ini?" tanya Laura tak paham.


"Masa iya gue harus berkata kembali? mengulangi kata-kata yang tadi. Apa loe benar-benar sudah tuli atau loe benar-benar sudah tolol hingga tak paham dengan apa yang gwe katakan!" bentak Tara lagi.


"Ronald, kenapa loe semakin hari ucapannya semakin kasar sama gue?" tegur Laura.


"Gwekasar sama loe karena loe juga. Jika loe tak buat masalah gue tidak akan bersikap kasar. Perlu gue tekankan sama loe. Jika mau jalin hubungan dengan gue, loe harus menurut segala yang gue katakan tidak boleh loe ingkari," ucap Tara kesal.


"Jika memang seperti itu, sebaiknya gue sama loe udahan saja. Baru jadi pacar saja elo sudah mengatur seperti ini, apalagi jika kelak kita benar-benar berjodoh ih amit-amit minta ampun," ejek Laura.


"Oke kalau itu mau loe, selama ini juga gue tidak benar-benar cinta sama loe. Perlu loe tahu, cinta tulus gwe hanya untuk Nara seorang. Bagi gue, loe itu cuma sebagai pelarian gue semata di kala gwe jauh dari, Nara," ucap Tara tersenyum sinis.

__ADS_1


"Jahat banget loe, Ronald. Gwe pikir hari loe setampan wajah loe. Tetapi ternyata hati loe brengsek! gwe nyesel sudah pernah menjadikan loe kekasih gwe. Jika gwe tahu sifat asli loe yang sombong dan kasar seperti ini, gwe nggak akan Sudi jadi pacar loe. Ternyata sebuah ketampanan tak bisa menjamin isi hati seseorang." Ejek Laura berlalu pergi begitu saja.


__ADS_2