Antara Si Cupu & BadBoy

Antara Si Cupu & BadBoy
Memohon


__ADS_3

Sore menjelang pada saat Wildan telah pulang dari kantor ia pun penasaran ingin bertanya pada orang tuanya tentang maksud kedatangan orang tua Tya.


"Mah-pah, tadi siang orang tua Tya ke sini untuk ngapain aja?" tanya Wildan penasaran.


"Mereka datang untuk meminta maaf saja, tapi kita belum selesai ngomong panjang lebar Papahnya Tya sudah tersinggung dulu oleh omongan papahmu. Sehingga dia pergi begitu saja tanpa pamit bahkan dalam mengemudikan mobilnya sengaja dengan laju kecepatan tinggi," ucap Mamah Rifda.


Setelah mendengar panjang lebar penjelasan dari kedua orang tuanya tentang maksud dan tujuan kedatangan orang tua Tya, Wildan hanya merespon hooh saja.


Setelah itu ia pun berlalu pergi dari hadapan orang tuanya dan lekas ke kamar untuk melakukan ritual mandi sorenya karena dia ingin segera ke toko oleh-oleh Nara bertemu dengan kekasih hatinya.


********


Waktu berjalan cepat sekali tak terasa sudah pagi saja akan tetapi kondisi Tya belum juga ada kemajuan.


Tya sama sekali tak merespon segala perkataan dari orang tuanya, ia juga kerap kali masih suka meneteskan air matanya.


"Tya, Mamah mohon respon lah apa yang mamah katakan padamu. Jika kamu seperti ini saja Mamah ikut sedih."


"Tya, katakan saja apa yang menjadi keluh kesahmu supaya Mamah dan papah tahu. Insya Allah kami akan mencari solusinya."


"Iya, Tya. Papah juga akan berusaha membuatmu bahagia. Papah tidak akan mengulangi kesalahan untuk yang kedua kalinya, tolonglah jangan seperti ini terus. Papah akan semakin merasa bersalah jika kamu tak merespon perkataan Papah dan Mamah."


Kedua orang tua Tya terus saja membujuknya untuk merespon perkataan mereka.


Sejenak Tya seolah sedang berpikir kemudian ia menoleh ke arah orang tuanya.


"Apakah yang barusan papah dan mamah katakan itu serius, ingin membuatku bahagia?" tanya dia lirih.


"Iya Tya, kami akan berusaha mewujudkan segala keinginanmu supaya dirimu bahagia selalu," ucap Papah Meo.


"Hanya satu yang bisa membuatku bahagia yaitu Wildan," ucap Tya lirih.

__ADS_1


Sejenak orang tua Tya saling berpandangan satu sama lain, mendengar apa yang diinginkan oleh anak semata wayangnya tersebut.


Sejenak Meo ng menarik tangan istrinya untuk menjauh dari Tya, karena ada yang ingin dibicarakannya.


"Mah, bagaimana ini jika kita tidak bisa mengabulkan keinginan Tya?" tanya Meo bingung.


"Intinya untuk saat ini kita usahakan saja supaya Wildan mau menjenguk Tya dahulu, jangan memikirkan hal lainnya lagi," ucap Mia.


"Iya juga sih mah, tapi kamu lihat sendiri kan kemarin pada saat kita ke rumah Wildan. Ia sama sekali tak merespon kedatangan kita bahkan berlalu pergi begitu saja," ucap Meo ragu.


"Bukankah kemarin Wildan mengatakan, jika dia itu sedang ada meeting di pagi hari? bisa jadi itu memang bukan sebuah alasan tetapi memang benar-benar ada meeting di pagi itu. Jadi kita jangan berprasangka buruk dulu kepadanya," ucap Mamah Mia.


"Berarti kita harus ke rumah Wildan lagi, mah?" tanya Papah Meo untuk memastikan.


"Ya iyalah masih saja tanya seperti itu," ucap Mia kesal.


"Tapi aku kemarin telah bersikap seperti itu mah, aku malu jika harus datang ke sana lagi. Sebaiknya Mamah saja yang ke sana biar aku hanya sekedar mengantar Mamah saja," ucap suaminya.


Setelah cukup lama berunding barulah mereka mendekat lagi pada Tya.


"Tya, mamah pergi dulu ya. Kamu di sini di jaga papah dulu, karena mamah akan ke rumah Wildan sesuai dengan keinginan dirimu," pamit Mia.


Saat itu juga Mia pergi ke luar ruang rawat Tya. Ia menyambangi rumah Wildan dengan naik taco on line. Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, sampai juga di pelataran rumah Wildan.


Dengan penuh rasa cemas dan ragu, Mia melangkah menuju ke rumah Wildan. Pada saat ia akan memencet bel rumah, pintu rumah terbuka dsan terlihat Rifda.


"Mba Mia, untuk apalagi pagi-pagi sekali datang kemari?" tanya Rifda.


"Mba, aku minta maaf jika aku datang lagi kemari. Tapi aku ingin minta tolong pada Willdan, mba," ucap Mia dengan mata berkaca-kaca.


"Minta tolong apa?" tanya Rifda penasaran.

__ADS_1


Tanpa ada rasa sungkan dan rasa malu sedikitpun, Mia menceritakan apa yang telah terjadi pada Tya. Mendengar akan hal itu, Rifda memicingkan alisnya.


"Maksud Mba Mia supaya Wildan menjenguk Tya? tapi kalau untuk kembali kepada Tya itu tidak akan mungkin karena saat ini Wildan sudah bahagia dengan pilihan hatinya," ucap Rifda.


"Jadi Wildan sudah punya kekasih?" tanya Mia memastikan.


"Iya, Mba Mia. Jika Mba meminta supaya Wildan berpura-pura mau menerima Tya kembali, saya tidak akan setuju. Karena itu sama saja memberikan harapan palsu pada Tya. Jika suatu saat nanti Tya tahu, dia akan lebih tersakiti," ucap Rifda.


"Mba, setidaknya bujuklah Wildan untuk bersedia jenguk Tya. Supaya Tya tidak sedih dan kesehatannya segera pulih," ucap Mia memohon membuat Rifda merasa iba dan tak tega.


Ia pun sejenak masuk ke dalam rumah dan menemui Wildan yang kebetulanadih ada di rumah belum berangkat ke kampus.


Rifda menceritakan hal tersebut bukan hanya pada Willdan tapi juga pada suaminya.


"Mah, apa ini bukan sebuah tipu muslihat saja supaya anak kita jadi balik sama Tya?" tanya Rendra.


"Aku rasa apa yang di katakan oleh Mba Mia itu sungguh-sungguh. Dari wajahnya sangat terlihat jika ia begitu sedih," ucap Rifda meyakinkan suaminya.


"Ya sudah, bilang saja pada Tante Mia. Aku akan jenguk Tya tapi tidak sekarang yakni sepulang aku dari kampus," ucap Willdan yang tak mau menemui Mia sendiri.


"Jangan lupa minta alamat rumah sakitnya dan juga ruang rawatnya sekaligus supaya aku tidak bingung mencari lokasinya," kembali lagi Wildan berucap.


Rifda menuruti kemauan anaknya, ia pun keluar kembali dan mengatakan apa yang tadi sempat Wildan katakan padanya.


Setelah itu barulah Mia berpamitan pulang tanpa lupa memberikan alamat rumah sakit serta ruang rawatnya sekaligus.


"Alhamdulillah, setidaknya Willdan mau menjenguk Tya. Untuk hal yang lain di kesampingkan dahulu," batin Mia lega.


Ia pun lekas memesan tadi on line untuk kembali ke rumah sakit guna mengatakan kabar gembira ini pada Tya.


Sementara Wildan sebenarnya sangat sungkan untuk bertemu dengan Tya. Hingga ia berinisiatif akan datang mengajak Nara. Hal ini Wildan lakukan supaya Tya tidak berharap lebih padanya. Ia tidak ingin memberikan harapan palsu pada Tya. Karena memang Wildan sudah tidak ada rasa suka sedikitpun pada Tya.

__ADS_1


__ADS_2