
Orang tua Tya tak berhasil membujuk Wildan. Karena Wildan tak akan mencabut tuntutan pada Tya. Hal itu ia lakukan supaya Tya jera masuk di dalam penjara dan tak mengulangi perbuatan buruknya lagi.
Pihak kepolisian akan segera menindaklanjuti kasus yang menimpa Nara. Untuk sementara Wildan harus menunggu hingga esok hari.
Saat itu juga Wildan dan orang tua Tya meninggalkan kantor polisi tersebut m Sementara Tya di tempatkan di sel sementara, sampai esok hari jika keputusan sidang masa tahanan telah di tentukan.
"Pah, bagaimana ini? pasti Tya akan mendapatkan hukuman yang lama di dalam penjara."
Mia panik mondar mandir kebingungan.
"Mah, duduklah. Saat ini Tya kan belum di proses oleh aparat hukum. Baru di tempatkan di sel sementara. Jadi kita masih ada waktu untuk menemui pacar dael Wildan. Kita minta tolong padanya supaya mau memaafkan Tya," ucap Meo.
"Oh ya, yang di serang kan pacarnya Wildan ya. Bagaimana kalau sekarang saja kitake rumahnya, pah? supaya mamah bisa tenang,' ajak Mia.
__ADS_1
Saat itu juga Meo dan Mia langsung pergi ke rumah Nara. Dan pada saat mereka sampai di rumah Nara, Bu Resy memicingkan alisnya.
"Siapa mereka, apakah mereka adalah satu pelanggan baru di toko oleh-oleh anakku?" batin Resy di penuhi tanda tanya pada saat melihat kedatangan orang tua Tya.
"Maaf, ibu. Apakah ini rumah Nara?" tanya Meo.
"Iya benar, pak. Ini rumah Nara anak saya, ada perlu apa ya mencari Nara?" tanya Resy heran.
Tanpa ada rasa sungkan, Meo pun menceritakan semuanya pada Resy. Ia pikir Resy telah mengetahui kejadian yang telah menimpa pada Nara.
Begini saja, Bu. Bisakah kami bertemu dengan Nara?"
Hingga akhirnya Bu Resy memanggil Nara. Nara yang melihat kedatangan orang tua Tya sudah paham pada saat melihat Mia.
__ADS_1
"Tante, ada apa ya?" tanya Nara.
"Ya ampun, kasihan juga gadis ini wajahnya penuh lebam dan juga lengan- lengannya luka. Pasti ini akibat ulah dari beberapa preman yang di bayar Tya," batin Mia.
"Nak Nara, kami ingin bicara hal penting denganmu," ucap Mia.
Bahkan pada saat Nara bercengkrama dengan orang tua Tya, Bu Resy ada di sampingnya hingga ia tahu jika luka yang saat ini di derita oleh Nara karena tindak kekerasan.
"Astaghfirullah aladzim, jadi lukamu ini karena tindak kekerasan. Kenapa kamu mesti berbohong pada ibu, Nara? untung saja kamu tidak apa-apa," ucap Bu Resy.
"Maafkan aku, Bu. Aku hanya tak ingin membuat ibu khawatir ataupun sedih," ucap Nara.
"Jadi anak ibu yang telah melakukan hal ini pada anak saya? saya setuju dengan apa yang telah di lakukan oleh Nak Wildan. Coba ibu bayangkan saja jika ada di posisi saya yang anaknya alami hal ini."
__ADS_1
"Dan bila saja Nak Wildan tidak datang menolong Nara, entah apa yang akan terjadi pada Nara. Apa ibu bisa bayangkan, jika ternyata hal buru pada Nara jika tak mendapatkan pertolongan dari Nak Wildan."
Mendengar apa yang di katakan oleh Bu Resy, Mia pun hanya bisa diam. Ia tidak bisa berkata apa-apa lagi.