
PERINGATAN ADA ADEGAN NC-17 DIBAGIAN AKHIR PART
Li Yongsheng tidak tega melihat Shen FengYUE yang hampir menangis. Dia menarik Shen FengYUE ke dalam pelukannya.
“Jangan menangis, Xiao Yue”
Li Yongsheng membelai lembut rambut Shen FengYUE untuk menenangkannya.
“Kakak Sheng, kau tidak akan perpaling dariku bukan?”
Li Yongsheng ragu-ragu untuk menjawabnya. Dia tidak tahu kenapa bibirnya terasa kelu untuk menjawab pertanyaan yang sebelumnya bisa dengan cepat dia jawab.
“Xiao Yue, kau tidak perlu banyak berpikir. Aku akan ada disisimu “
Li Yongsheng membelai lembut rambut hitam panjang milik Shen FengYUE untuk menenangkannya. Shen FengYUE memeluk pinggang Li Yongsheng dengan erat.
‘Shen Fengyin, aku tidak akan membiarkanmu merebut kakak Sheng dariku’
Shen Fengyin tidak bisa mengalihkan pandangan dari kedua pasangan itu.Hal itu disadari oleh Li Yongfan.
“Jangan memandang ke arah mereka, kau hanya akan terluka”
Li Yongfan berbisik di telinga Shen Fengyin dan membuat wanita itu memandang ke arahnya.
“Kakak fan “
Li Yongfan melepaskan tangannya yang merangkul pinggang Shen Fengyin.
“Yinyin, tidak bisakah kau melepaskan Li Yongsheng? Dia sudah berulang kali membuatmu terluka dan mengabaikanmu. Tidak bisakah kau berpaling padaku? Aku dan A-Sheng adalah saudara dan kami memiliki wajah yang hampir mirip, aku bukanlah pilihan yang buruk untuk menggantikannya bukan?”
“Kakak Fan...”
“Yinyin, aku mencintaimu. Aku janji padamu bahwa aku akan membuatmu lebih bahagia bersamaku daripada bersama Li Yongsheng”
Shen Fengyin sedikit terkejut dengan ungkapan cinta yang tiba-tiba dari Li Yongfan.
“Kakak Fan, kau adalah pria yang baik. Maafkan aku, tapi kau hanyalah seorang kakak bagiku tidak lebih dari itu”
“Aku tahu,tapi Yinyin tidak bisakah kau mempertimbangkanku? Aku berjanji padamu, aku akan memberikan seluruh cinta dan hatiku serta kebahagiaan yang selalu kau impikan”
Shen Fengyin melepaskan tangan Li Yongfan .
“Aku tidak bisa. Kakak Fan, aku menghargai semua kebaikanmu tapi aku tidak bisa menerima cintamu. Aku sudah cukup bahagia dengan kehidupanku yang sekarang ini.”
“Bahagia? Bagaimana kau bahagia jika kau hanya diabaikan olehnya. A-Sheng bahkan lebih memilih bersama Shen FengYUE dan membiarkanmu sendirian. Yinyin, tinggalkan A-Shen dan...”
“Li Yongfan, jangan memaksaku. Aku menghargai semua kebaikanmu padaku tapi kau tidak bisa memaksaku untuk bersamamu ataupun meninggalkan Li Yongsheng”
Shen Fengyin mengucapkannya dengan nada dingin. Shen Fengyin pergi meninggalkan Li Yongfan. Pria itu segera mengejarnya dan menahannya sebelum Shen Fengyin masuk ke dalam mobil.
“Yinyin, jangan marah padaku. Baiklah, aku tidak akan memaksamu lagi. Aku akan menghargai keputusanmu. Aku berjanji padamu. Jangan marah lagi ya?”
Kemarahan Shen Fengyin sedikit memudar melihat ketulusan Li Yongfan. Dia menghela nafas.
“Baiklah. Kakak Fan,kau adalah kakak untukku. Aku tidak bisa menganggapmu lebih dari itu”
“Aku mengerti, aku tidak akan mengharapkan hal itu lagi “
“...Yinyin, ayo kita kembali”
“Kakak Fan bisa masuk sendiri, aku ingin pulang “
“Aku juga ingin pulang, bagaimana jika kau memberiku tumpangan. Aku tidak bawa mobil dan aku malas untuk menunggu asistenku datang menjemput”
“Baiklah. Ayo, Kakak Fan”
Setelah pesta selesai, Shen FengYUE awalnya memintanya untuk menginap di kediaman keluarga Shen karena hari sudah larut dan butuh waktu lama untuk tiba di Mension tapi Li Yongsheng menolaknya dengan alasan dia masih memiliki pekerjaan, dia harus segera pulang.
Li Yongsheng bukan langsung pulang ke rumah tapi dia justru menghentikan mobilnya di sebuah PUB. Pria itu segera masuk dan mencari keberadaan saudara sepupunya-Li Hanyi. Pandangannya kini terarah pada seorang pria yang sedang menggoda para wanita sexy. Li Yongsheng berjalan mendekati sepupunya itu dan menyambar minuman yang di atas meja.
“Saudaraku, kau selalu saja punya kebiasaan buruk mengambil minumanku “
Li Hanyi merasa kesal dengan kelakuan sepupunya ini. Para wanita yang sedang bersama Li Hanyi kini berusaha merayu Li Yongsheng.
“Hallo, pria tampan. Sepertinya kau merasa kesal bagaimana jika aku membuatmu melupakan masalahmu “
Wanita berambut kemerahan itu menarik dasi Li Yongsheng. Hal itu justru membuat ekspresi Li Yongsheng semakin gelap. Dia menepis tangan wanita itu dengan kasar.
__ADS_1
“Pergi”
Li Hanyi meminta para wanita itu pergi. Dia tidak ingin terjadi hal buruk dengan PUB ini jika Li Yongsheng marah.
“Hanyi, pesankan minum untukku “
“Apa? Saudaraku, aku bukan pelayanmu kenapa kau meminta...”
Li Hanyi berhenti membantah ketika melihat tatapan tajam Li Yongsheng. Pria tampan berambut bloon ini akhirnya pergi menuju ke bar dan memesan minuman untuk sepupunya ini. Li Hanyi datang dengan sebotol bir di tangannya.
“Ini”
Li Yongsheng segera membuka tutup botol dan menuangkan bir kedalam gelas.
“Ada apa denganmu? Apa kakak ipar mencampakkanmu lagi dan memintamu mencari wanita lain lagi “
“Apa maksudmu dengan dia mencampakkanku ?”
Ekspresi wajah Li Yongsheng semakin gelap dan Li Hanyi bahkan merasakan aura dingin yang menekan. Dia merutuki dirinya sendiri karena salah bicara.
“Berikan kartu hitam itu padaku ?”
“Eh? Saudaraku, bisakah aku menggunakan ini lagi. Aku masih membutuhkannya”
“Berikan padaku”
Li Hanyi tidak punya pilihan lain selain memberikan kartu hitam yang sebelumnya dia gunakan untuk merayu para wanita penggoda itu.
“Saudaraku, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kau terlihat begitu marah?”
Li Yongsheng tidak mengatakan apapun. Dia hanya fokus meminum gelas besar yang terisi penuh dengan bir.
“Wanita itu, kenapa aku tidak bisa mengendalikan amarahku?”
“Apa yang kau maksud adalah kakak ipar ?”
Li Yongsheng mengangguk.
“Aku tidak tahu apa yang aku rasakan saat ini, ketika melihat wanita itu bersama pria lain aku merasa kesal”
“Itu artinya kau cemburu”
“Cemburu? Tidak mungkin”
“Saudaraku, katakan padaku. Apa kau mulai jatuh cinta pada Shen Fengyin?”
Li Yongshen terdiam. Dia mulai memikirkan pertanyaan yang kedua kalinya ditanyakan padanya.
‘Mungkinkah aku jatuh cinta pada wanita itu? tidak mungkin, bukankah yang aku cintai xiao Yue'
“Tidak, itu tidak mungkin”
“Apa? Kapan aku menyukai wanita licik seperti dia?”
“Hei, apa kau tidak ingat saat pertama kali datang ke rumahmu dan bertemu Shen Fengyin kecil”
“Saudaraku, aku masih ingat ekspresi wajah posesifmu saat aku menggoda Shen Fengyin kecil”
“Kau terlalu melebih-lebihkan”
“Kau masih tidak mau mengaku? Ngomong-ngomong soal Yinyin, sudah lama aku tidak bertemu dengannya. Dia dulu menggemaskan. Aku hanya pernah melihatnya di Tv dan dia terlihat cantik dan juga tubuh munyilnya saat kecil kini berubah menjadi tubuh yang langsing dan juga...”
Li Yongsheng memukul kepala Li Hanyi. Ekspresi wajahnya semakin gelap.
“Jangan memikirkan Shen Fengyin dengan otak kotormu itu “
“Kenapa kau begitu marah? Bukankah kau tidak menyukainya?”
“Aku hanya tidak suka kau istriku menjadi target pikiran kotormu itu”
“Wow, kau bahkan menyebutnya istri. Jadi, kau sudah mengakuinya”
“Diamlah”
Li Hanyi diam. Dia tidak berani menggoda Li Yongsheng lagi ketika melihat tatapan tajam dan dingin milik Li Yongsheng. Sedangkan Li Yongsheng hanya fokus dengan minumannya. Dia menghabiskan satu gelas besar bir secara langsung lalu menuangkannya lagi dan meminumnya.
“Saudaraku, tidakkah kau terlalu banyak minum ? Kau bawa mobil bukan?”
“Bukankah ada kau, kau bisa mengantarku pulang “
“Saudaraku, aku tidak bisa. Aku ada janji dengan seorang wanita”
Li Yongsheng melirik ke arah Li Hanyi.
“Kalau begitu, kembalikan uang yang kau habiskan dari kartu hitam yang aku berikan”
Li Hanyi menghela nafas.
“Baiklah...aku akan menurutimu”
Li Hanyi duduk dengan bosan melihat Li Yongsheng minum. Li Hanyi ingin mendekati para wanita dan bermain-main dengan mereka.
__ADS_1
“Hei, saudaraku. Aku pergi dulu, jika kau sudah selesai aku...”
“Apa aku benar-benar menyukainya?”
Li Hanyi mengerutkan keningnya ketika mendengar pertanyaan yang tiba-tiba diajukan saudaranya.
“Sepertinya begitu”
“Tidak, itu tidak mungkin. Aku tidak mungkin menyukai wanita licik dan sok berkuasa seperti Shen Fengyin. Wanita itu bahkan berani memanfaatkanku dan melawanku. Wanita seperti dia tidak ada manis-manisnya, bagaimana mungkin aku menyukainya”
Li Hanyi hendak mengatakan sesuatu tapi berhenti ketika mendengar ungkapan hati Li Yongsheng yang sedang mabuk.
“Wanita itu bahkan mendekati kakakku dan merayunya. Dia juga berani bermain-main dengan pria lain. Anehnya ketika dia bersama pria lain ataupun ketika membayangkan pria lain menyentuhnya aku merasa kesal”
“Itu artinya kau cemburu”
“Tidak, itu tidak mungkin”
Li Yongsheng kembali mengembal gelas yang berisi bir. Li Hanyi mencoba menghentikannya.
“Sudah cukup. Kau sudah mabuk bagaimana mungkin kau minum lagi”
Li Hanyi menarik Li Yongsheng dan memaksanya keluar.
“Mana kunci mobilmu?”
Li Yongsheng mengambil kunci mobilnya dalam saku lalu menyerahkan pada Li Hanyi. Pria itu segera membuka pintu mobil dan memasukkan Li Yongsheng di bangku penumpang lalu dia segera melajukan mobil ke mension Li Yongsheng. Tidak butuh waktu lama hingga mereka sampai.
Li Hanyi memapahnya dengan kesal karena saudaranya ini lebih tinggi dan tentu saja berat. Dia menekan tombol dengan tidak sabar. Nanny Ma membukakan pintu, dia khawatir ketika melihat tuan mudanya dalam keadaan mabuk.
“Tuan muda kedua, kenapa tuan muda mabuk seperti ini ?”
“Nanny Ma, siapa yang datang?”
Shen Fengyin turun ke lantai bawah ketika mendengar suara berisik bel pintu. Shen Fengyin mendekati Nanny Ma.
“Saudara ipar”
Li Hanyi menyapa Shen Fengyin dengan sopan.Li Yongsheng yang setengah sadar memandang ke arah Li Hanyi yang memandang Shen Fengyin yang saat ini menggunakan piyama. Li Yongsheng menepis tangan Li Hanyi yang menopangnya lalu berjalan sempoyongan ke arah Shen Fengyin dan berdiri di depannya.
“Kau tidak boleh melihat”
Li Hanyi ingin tertawa melihat saudaranya menunjukkan sikap posesifnya.
“Saudara ipar, aku serahkan padamu. Aku pergi dulu “
“Oh ya, Nanny Ma. Ini kunci mobil tuan muda kedua”
Li Hanyi segera meninggalkan kediaman tuan muda kedua Li setelah memberikan kunci pada Nanny Ma.
“Istriku, sayang. Kau tidak boleh memperlihatkan tubuhmu pada pria lain”
Li Yongsheng memeluk tubuh Shen Fengyin.
“Nanny Ma, kau bisa kembali. Aku akan mengurus tuan muda kedua”
“Baiklah, Nyonya muda”
Nanny Ma meninggalkan mereka. Dia tersenyum ketika melihat kemesraan pasangan suami istri itu.
“Li Yongsheng, lepaskan aku “
Shen Fengyin mendorong Li Yongsheng, mungkin karena Li Yongsheng terlalu mabuk dia kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke tanah. Shen Fengyin meminta para pelayan membantunya membawa Li Yongsheng ke kamarnya. Shen Fengyin segera meninggalkan ruang tamu dan naik ke atas. Dia berpura-pura tidak peduli.
Beberapa pelayan wanita mendekati Li Yongsheng dan membantunya bangun. Mereka dengan susah payah membuat tubuh Li Yongsheng bangun namun pria itu menepisnya.
“Pergi, aku tidak suka ada yang menyentuhku”
Para pelayan merasa ketakutan lalu menjauh dari tuannya. Li Yongsheng dengan sempoyongan naik ke lantai atas. Dia berhenti di pintu sebuah kamar. Lalu perlahan dia membuka pintu yang tak terkunci itu. Shen Fengyin baru akan merembahkan tubuhnya, dia terkejut ketika melihat kedatangan Li Yongsheng.
“Li Yongsheng, apa yang kau lakukan dikamarku? Bukankah para pelayan itu seharuanya mengantarmu ke kamarmu”
Li Yongsheng tidak mempedulikan ucapan Shen Fengyin. Dia semakin mendekat ke arah Shen Fengyin.
“Li Yongsheng, apa maumu?”
Shen Fengyin merasa sedikit takut melihat tatapan tajam Li Yongsheng yang menatap lurus ke arahnya. Li Yongsheng semakin mendekat ke arah tempat tidurnya.
Shen Fengyin segera bangun dan hendak melarikan diri tapi pria itu dengan cepat menarik tangannya dan melemparkannya ke kasur.
Pria itu naik ke ranjang dan mulai mencium bibir Shen Fengyin. Shen Fengyin meronta, berusaha menghentikan ciuman pria itu. Dia tidak ingin mereka bercinta dengan keadaan Li Yongsheng yang mabuk seperti ini. Dia tidak ingin pria itu menganggapnya sebagai ‘Xiao Yue’ lagi.
“Shen Fengyin, sepertinya aku mulai menyukaimu”
Li Yongsheng mengucapkannya disela-sela ciuman mereka. Shen Fengyin terkejut dengan pernyataan yang tiba-tiba itu. Namun dia masih sulit untuk percaya, mungkinkah Li Yongsheng benar-benar menyukainya dengan tulus atau karena tubuhnya.
“Li Yongsheng, apa yang kau kata...”
Li Yongsheng tidak memberi kesempatan Shen Fengyin untuk bicara. Dia mencium bibir Shen Fengyin lebih dalam. Ciuman Li YongSheng membuat pikiran Shen Fengyin menjadi kosong dan tidak bisa memikirkan apapun. Shen Fengyin kehilangan kendali atas dirinya sendiri hingga akhirnya perlahan mulai membalas ciumannya dengan penuh gairah.
Tangan wanita Shen itu perlahan mulai merangkul leher Li YongSheng untuk memperdam ciuman mereka. Li YongSheng melepaskan ciumannya untuk membiarkan mereka mengambil nafas.
__ADS_1
Li YongSheng memandang Shen Fengyin dengan tatapan lembut . Li YongSheng menciumnya kembali tapi kali ini lebih lembut. Shen Fengyin dibuat tak berdaya dengan kelembutan Li YongSheng hingga dia kehilangan kewaspadaannya dan membiarkan Li YongSheng melakukan apapun yang dia mau.
Shen Fengyin tidak peduli lagi jikapun Li YongSheng melihatnya sebagai Shen FengYue ataupun menjadikannya pelpiasan. Saat ini yang ada dipikirannya mereka berdua ingin saling memiliki.