Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)

Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)
Chapter 30


__ADS_3

Li YongSheng menjaga Chen Xixi. Dia masih ingat dengan jelas ketika mereka mengobrol kemarin. Wanita yang biasanya bagitu banyak bicara sekarang terbaring lemah.


"Hei, Chen Xixi. Aku datang menjengukmu"


"Hei, aku sudah melepaskan posisiku di perusahaan Shen walau berapa dewan direksi masih berhap padaku"


Li YongSheng meraih tangan Chen Xixi.


"Chen Xixi, tolong bangun. Katakan padaku siapa yang melukaimu? Aku tidak akan membiarkannya lepas begitu saja"


Chen Xixi adalah temannya. Teman yang ada disisinya dan membantunya. Dia tidak mungkin hanya diam melihat Wanita ini dalam kesulitan. Dia tidak akan membiarkan orang yang menyakitinya lolos begitu saja. Mungkin Li YongSheng harus membantu menyelidiki kasus ini.



"Kakak Sheng"


Li YongSheng masuk ke mension dengan malas. Shen Fengyin memeluk Li YongSheng tapi ditanggapi dingin oleh Li YongSheng.


"Jauhkan tangan kotormu itu dariku"


Li YongSheng mendorong Shen FengYue.


"Kakak Sheng, apa maksudmu?"


Li YongSheng melemparkan foto perselingkuhan Shen FengYue.


"Kakak Sheng, ini salah paham"


"Jangan berbohong padaku"


Li YongSheng juga melemparkan sebuah amplop ke arahnya.


"Kau memanipulasi tes DNA bukan?"


"Kakak Sheng, tidak....aku tidak...wu wu"


"Shen FengYue, melihat mu menangis membuatku semakin jijik padamu"


"Aku akan menceraikanmu"


"Tidak, jangan kakak Sheng"


Li YongSheng menepis tanga Shen FengYue.


"Kemasi barang-barangmu dari mension"


"Tidak, kakak Sheng"


"Nanny Ma"


Li YongSheng memanggil Nanny Ma.


"Ya, tuan"


"Kemasi barang-barang Nona Shen FengYue dan lemparkan ke luar"


"Baik, tuan muda"


Shen FengYue berlutut dan memohon pada Shen FengYue. Namun Li YongSheng mendorong nya. Dia menbenci wanita ini yang berusaha melenyapkan istri dan anaknya. Dia juga membuat Shen Fengyin membenci nya. Li YongSheng tidak tahan untuk terlalu lama berada di dekat wanita itu.


Li YongSheng masuk ke ruang kerjanya dan mengunci pintu. Dia beruntung karena ruang kerjanya kedap suara sehingga dia tidak perlu mendengar tangisan dan teriakan Shen FengYue.



Li YongSheng pergi ke perusahaan Li.


"Presiden Li, bisa ke ruanganku"


Tuan Li menatap tajam ke arah putranya. Li YongSheng mengikuti ayahnya tanpa ragu. Dia tahu apa yang ingin dikatakan oleh ayahnya.


Tuan Li membanting surat kabat dengan kesal. Li YongSheng sudah mengirim surat pengunduran diri dan perusahaan Shen sudah mengumumkan perpindahan kepemimpinan.


"Apa kau bodoh? Kenapa kau melepaskan jabatanmu di perusahaan Shen"


"Jabatan itu memang bukan untukku sejak awal. Aku hanya ingin mengembalikannya ke pemiliknya"


"Omomg kosong . Li YongSheng, jika perusahaan Shen jatuh ditangan Shen Fengyin, lalu apa yang akan terjadi dengan perusahaan Li. Wanita itu pasti berusaha membalas dendam dengan keluarga kita dan juga kenapa kau menceraikan Shen FengYue? Kau ingin melepas dukungan Shen yang menguntungkan untuk kita?"


"Papa, kau tidak mengerti. Apa papa tidak tahu kelakuannya?Bersama nya tidak ada untungnya"


"Li YongSheng, bagaimana pun dia adalah putri dari keluarga Shen. Dia adalah keponakan Presiden Shen, dia sudah banyak memberikan dukungan, sekarang jika dia tahu kau tidak bersama Shen FengYue tidakkah kau pikir dia bisa saja menarik investasi di perusahaan kita"


"Kembalilah pada Shen FengYue"


"Tidak"


"Li YongSheng, jika kau tidak ingin kembali padanya maka jangan pernah datang ke perusahaan Li lagi"


"Aku mencopot jabatanmu sebagai pewaris"


"Baiklah. Aku harap papa tidak menyesalinya dan asal papa tahu saja tidak ada untungnya mempertahankan Shen FengYue. Presiden Shen bahkan sudah berada disisi Shen Fengyin"


Li YongSheng melangkah pergi. Dia juga sudah muak dengan keluarga Li.



Shen Fengyin, Li Huan Rui dan Li Yongfan kembali ke mension di kawasan elit B city milik Li Yongfan. Nanny Su membawa Li Huan Rui ke kamarnya.


"Apa kau akan mulai bekerja di perusahaan Shen"


"Tidak. Aku akan pergi besok"


Ponsel Li Yongfan berdering. Dia merasa heran melihat nama Asisten Zhou.


"Kalau begitu bagaimana jika kita pergi ke rumah besar? Kakek pasti akan senang"


"Apa keluarga Li yang lain akan menerimaku dan Huanrui?"


"Jangan khawatir. Jikapun mereka tidak menerimamu. Aku tidak akan membiarkan mereka menyakitimu"


"Terima kasih kakak Fan"


"Asisten Zhou, kenapa dia menelponku?"


Li Yongfan menjawab telpon.


"Hallo, Asisten Zhou..."


"...."


"Apa? Li YongSheng bertengkar dengan papa? "


"..."


"Bagaimana mungkin papa setega itu mengusir A-Sheng hanya karena wanita itu?"


"Tolong tetaplah disisi A-Sheng"


"..."


" Ada apa kakak Fan? "

__ADS_1


Shen Fengyin segera bertanya setelah Li Yongfan menutup telpon.


"Papa mencabut A-Sheng dari daftar warisan dan mengusirnya hanya karena A-Sheng menceraikan Shen FengYue"


"Mereka bercerai?"


Li Yongfan mengangguk.


"Aku tidak tahu apa yang papa pikirkan hingga dia lebih peduli pada menantunya yang tidak berguna itu daripada anaknya"


Shen Fengyin mengangguk tapi tuan Li memang selalu keras pada Li YongSheng sejak dia kecil. Orang tuanya tidak pernah peduli padanya. Namun setelah Li Yongfan menolak mengambil alih bisnis. Orang tua itu memanfaatkan Li YongSheng.


"Aku akan pergi menemui A-Sheng"


"Kakak Fan, boleh kah aku ikut?"


Li Yongfan awalnya ragu-ragu tapi dia akhirnya mengangguk.



"Tuan muda, jika anda meninggalkan mension lalu anda akan tinggal dimana?"


Nanny Ma merasa khawatir.


"Aku akan cari tempat tinggal lain. Mension ini milik keluarga Li dan aku tidak pantas lagi tinggal di mension ini"


Mension ini seharusnya milik kakaknya karena kakaknya adalah pewaris perusahaan Li tapi setelah kakaknya menolak meneruskan perusahaan. Akhirnya ayahnya memberikan mension ini padanya.


Li YongSheng tidak banyak membawa barang-barangnya. Dia hanya membawa beberapa pakaian ditasnya.


"A-Sheng"


Li Yongfan berlari ke arah adiknya.


"Oh, Kakak kebetulan sekali"


Li YongSheng mengambil dompetnya dan menyerahkan kartu pada Li Yongfan.


"Tolong berikan pada ayah. Ini milik Li dan juga berikan ini pada Shen Fengyin"


Li YongSheng tidak berniat menggunakan uang keluarga Li dan juga dia tidak ingin mengambil uang dari perusahaan Shen bagaimanapun juga uang itu milik Shen Fengyin.


"Aku tidak butuh kartumu itu"


Shen Fengyin keluar dari mobil.


"Shen Fengyin"


Li YongSheng merasa terkejut. Dia pikir hanya kakaknya yang kembali ke B city.


"Uang itu gajimu bukan? Aku tidak perlu uang darimu. Kau ambil saja"


"Tidak. Aku tidak bisa mengambilnya. Tolong ambil"


"A-Sheng, Yinyin benar"


Li YongSheng tidak peduli dengan apa yang dikatakan kakaknya. Dia meraih tangan Shen Fengyin dan meletakkannya di tangan.


"Ini kompensasi perceraian"


"Kau sudah mengalami banyak hal buruk karenaku. Uang ini mungkin tidak cukuo untuk menebus semua tapi setidaknya terima ini"


Li YongSheng segera menarik tangannya ketika menyadari kakaknya memperhatikannya.


"Aku pergi"


"A-Sheng, menginaplah di mension malam ini"


"Kau tidak punya pekerjaan dan tidak punya tempat tinggal. Kau mau kemana?"


"Setelah kau mendapat pekerjaan dan tempat tinggal kau baru pergi"


Li Yongfan menarik adiknya. Namun Li YongSheng menahan tangannya.


"Kakak, aku mencintai Shen Fengyin"


Shen Fengyin yang berjalan di belakang merasa heran, kenapa Li YongSheng tiba-tiba berbicara seperti itu.


"Kakak, apa kau tidak takut aku merayu Shen Fengyin? Apa kau tidak takut aku berbuat nekat untuk mendapat Shen Fengyin jika kau membiarkan kami tinggal di tempat yang sama"


Li Yongfan terdiam. Dia melepaskan cengkraman tangannya.


"A-Sheng, Fengyin bahkan jarang di rumah dan juga aku tahu kau tidak akan melakukan hal itu bukan?"


"Kakak, aku seorang pria kenapa aku tidak dapat melakukannya?"


"Karena kau tidak akan mengkhianatiku. Aku percaya padamu dan bukankah ini kesempatanmu untuk dekat dengan Rui"


Li YongSheng terdiam.


"Tidak, aku tidak setuju"


Shen Fengyin menolak usulan Li Yongfan. Dia tidak ingin Li Huan Rui terlalu dekat dengan Li Yongsheng dan juga bagaimana dia bisa bertahan untuk melihat mantan suaminya setiap hari.


"Pria ini telah melukai putraku. Kakak Fan, apa kau ingin membayakan Rui"


"Fengyin, Li YongSheng adalah ayah biologis Rui. Dia tidak akan melukainya. Li YongSheng bisa menjaga Rui untuk sementara. Bagaimana pun kau pasti akan lebih sibuk dan aku juga. Li YongSheng bisa menemani Rui bermain"


"Kakak Fan...."


"Aku setuju"


Li YongSheng menganggu. Mungkin ini bisa sebagai kompensasi karena dia tidak bisa memberikan perhatian pada putranya dimasa lalu bahkan melukai putranya.


Li Yongfan tersenyum. Shen Fengyin merasa kesal.



Li Huan Rui merasa senang ketika ayahnya memperkenalkan paman Li padanya.


"Paman, apa paman akan menemani Rui bermain?"


Li YongSheng mengangguk. Dia menggendong pria kecil.


"Apa yang ingin Rui mainkan?"


"Game"


"Baiklah"


"Jangan terlalu banyak bermain. Huanrui juga harus belajar"


"Tentu saja, mama"


"Aku juga akan mengajari Li Huan Rui"


Shen Fengyin tidak peduli. Dia ssgera masuk ke ruang kerjanya. Li YongSheng dapat memahami bahwa Shen Fengyin membencinya.



Li YongSheng masuk ke dalam ruang rawat Chen Xixi. Wanita itu sudah siuman dan hanya memandang kosong ke arahnya.

__ADS_1


"Chen Xixi"


"Li Yongsheng"


Li YongSheng berjalan ke arahnya. Wanita itu tiba-tiba menarik tangannya. Tubuhnya gemetar.


"Jangan takut. Semua telah berakhir. Mereka pasti akan segera ditangkap"


"Li Yongsheng... wanita itu...wanita Shen itu. Dialah yang berusaha membunuhku"


"Siapa yang kau katakan?"


"Aku hanya tahu dia bermarga Shen"


"Sepertinya Shen Fengyin berusaha membunuhku"


"Tidak, Shen Fengyin tidak mungkin melakukannya"


"Li YongSheng, bagaimana kau bisa yakin? Apa karena kau mencintainya jadi dia tidak mungkin melakukan hal ini"


"Chen Xixi, tidak ada alasan bagi Shen Fengyin untuk melakukan ini"


"Li YongSheng, aku membantumu disaat dia ingin menjatuhkanmu. Dia mungkin tidak suka hal itu, dia takut aku menyainginya"


"Aku tidak bisa percaya tanpa bukti"


Dia tidak ingin salah berpikir tentang Shen Fengyin lagi. Dia tidak ingin melakukan kesalahan yang sama.



Shen Fengyin terkejut mendengar laporan dari Jenny Shen yang dia tugaskan untuk mengawasi penyelidikan.


"Jadi...mereka berpikir bahwa aku adalah pelakunya. Hanya karena nama depanku?"


Shen Fengyin tidak menyangka.


"Benar, Bahkan Presiden Chen mengatakan kau adalah pelakunya"


Shen Fengyin menghela nafas. Jadi tidak hanya Shen FengYue yang menargetkannya tapi juga Chen Xixi.


"Sepupu, aku percaya padamu"


"Terima kasih, Jenny Shen, ini mungkin sulit tapi Tolong bantu aku untuk mengumpulkan bukti yang kuat"


"Sepupu, aku akan melakukan apapun untukmu. Aku tidak akan membiarkan hal yang terjadi di masa lalu terjadi lagi padamu"


Shen Fengyin tersenyum. Dia bersyukur sepupu nya berada di sampingnya.


"Aku juga akan meminta bantuan Kakak Fan"



Shen Fengyin pulang ke rumah dengan lesu. Dia langsung pergi ke kamar putranya.


Shen Fengyin berjalan ke arah putranya dan mencium kening putranya yang tertidur lelap.


Shen Fengyin mematikan lampu. Dia hendak kembali ke kamar ketika Li YongSheng berdiri disampingnya.


"Fengyin, tentang yang terjadi pada Chen Xixi..."


"Chen Xixi, mengatakan padamu bahwa aku pelakunya bukan ?"


"Ya"


"Tapi...aku percaya padamu"


Shen Fengyin memandang ke arah Li YongSheng. Dia melihat tatapan ketulusan di mata pria itu.


"Kenapa kau percaya padaku?Tidakkah bagimu Chen Xixi selalu jujur"


"Tidak ada bukti jika kau adalah pelakunya"


"Bagaimana jika bukti mengarah padaku? Apa yang akan kau lakukan padaku yang telah menyakiti wanita berhargamu itu?"


Li YongSheng melangkah mendekatinya. Tangan Li YongSheng meraih nya. Dia mengenggam tangan dengan erat.


"Fengyin, aku tahu kau. Kau tidak akan melakukan hal seperti itu. Bahkan jika pun bukti mengarah padamu aku tidak akan membiarkanmu menderita. Aku mungkin tidak bisa membantu banyak tapi dengan kakakku disisimu. Aku yakin tidak akan ada yang terjadi padamu"


Shen Fengyin merasa tersentuh. Apalagi suara Li YongSheng yang begitu lembut. Mereka berdua saling memandang.


Mereka tidak menyangka jika Li Yongfan berdiri tidak jauh dari mereka. Dia mendengar percakapan mereka. Dia tersenyum, Li YongSheng telah berubah. Namun walau dia merasa senang dengan perubahan adiknya. Hatinya merasa tidak nyaman.


"Kakak Fan"


Sheb Fengyin melihat keberadaan Li Yongfan. Li YongSheng segera menjauhkan tangannya. Dia berjanji tidak akan mengkhianati kakaknya.


"Aku akan kembali ke kamarku"


Li Yongsheng merasa canggung. Li YongSheng segera berjalan pergi. Shen Fengyin juga merasa canggung, dia seperti seorang istri yang ketahuan berselingkuh. Walaupun dia dan Li YongSheng hanya berbicara seperti biasa.



Nanny Su mengetuk pintu kamar Li Huan Rui.


"Nanny Su, biar saya saja"


Li YongSheng mengetuk pintu lalu masuk ke dalam.


"Rui kecil, saatnya bangun. Hari ini kau harus sekolah bukan?"


Li YongSheng menggendongnya Li Huan Rui. Li Huan Rui dengan malas membuka matanya.


"Ayo, paman akan membantumu mandi"


Li Huan Rui mengangguk. Li YongSheng menggendongnya Li Huan Rui dan membantunya mandi.


"Paman Li, apa mama dan papa sudah berangkat?"


"Ya"


"Apa paman yang akan mengantar Rui kesekolah"


"Tentu saja"


Li Huan Rui merasa senang. Li YongSheng memperlakukan Li Huan Rui dengan penuh perhatian. Li YongSheng tidak baik dengan anak kecil. Dia sedikit canggung tapi Li Huan Rui adalah anak yang ceria. Dia bisa dengan mudah mencairkan suasana.


Setelah membantunya mandi. Li YongSheng juga membantunya berpakaian. Li Huan Rui merasa senang. Ibunya tidak pernah melakukan hal ini karena beranggapan bahwa dia sudah dewasa.


"Paman Li, apa menurut paman, Rui kekanakan?"


"Rui masih anak-anak jadi tidak apa-apa"


"Baiklah, ayo kita sarapan"


Li Huan Rui mengangguk.


"Paman Li, gendong Rui"


"Baiklah"


Li YongSheng menggendong Li Huan Rui menuruni tangga. Dia merasa senang dan nyaman berada di gendongan paman Li nya

__ADS_1


__ADS_2