
“A-Sheng, berpisahlah dengan Shen Fengyin”
Kedua pria itu saling bertatapan. Li Yongsheng terdiam sejenak lalu dia tertawa pahit.
“Kakakku, apa hal itu pantas untuk kau ucapkan padaku? Bukankah kau seharusnya membantu mempertahankan hubungan adikmu ini dengan istrinya tapi kau malah memintaku berpisah dengan istriku? Kakak macam apa kau ini?”
“Li Yongsheng, kau tidak perlu berpura-pura didepanku. Bukankah kau tidak menyukai Shen Fengyin dan kau juga masih menjalin hubungan dengan Shen FengYue walaupun kau sudah menikah dengan Shen Fengyin. Aku tidak ingin kau menyakiti perasaan Yinyin”
“Menyakiti perasaannya?”
Li Yongsheng tertawa.
“Kakak, kenapa kau begitu peduli dengan istriku?Jangan katakan padaku apa kau mencintai istriku? “
“Jika aku mengatakan ya apa kau akan meninggalkannya”
“Kakak, kenapa kau tidak meminta wanita itu untuk mengakhiri pernikahannya denganku ? Aku tidak memiliki keputusan dalam menentukan hubunganku dengannya”
“Jika tidak ada yang ingin kakak katakan maka aku akan pergi “
“Li Yonsheng, jika Shen Fengyin mengakhiri hubungan kalian maka kau akan melepasnya bukan?”
Li Yongsheng terdiam, entah kenapa dia merasa keraguan di dalam hatinya. Namun Li Yongsheng berusaha menepis perasaannya.
“Mungkin”
“Kenapa kau terlihat ragu-ragu, jangan katakan padaku jika kau mulai jatuh cinta pada Yinyin?”
“Tidak mungkin, aku tidak akan mencintai wanita angkuh itu. Aku hanya tidak ingin melepas penghangat ranjangku yan begitu memuaskan dan memberikannya sebagai penghangat ranjang untuk orang lain”
“Li Yongsheng, kau berani memandang rendah Yinyin?”
“Itu adalah kenyataannya. Bukankah kau juga menginginkannya menjadi penghangat tempat tidurmu “
“Li Yongsheng , kau..”
Li Yongfan menarik kerah Li Yongsheng dan memukulnya.
“Dengar ini baik-baik, sekali lagi kau memandang rendah Yinyin maka aku tidak akan segan bertindak kejam padamu”
Li Yongsheng menyeringai, dia tidak percaya kakaknya yang selalu lembut dan hangat kini memukulnya hanya karena wanita itu.
“Kakak Fan, kau bahkan memukulku hanya karena wanita itu. Apa wanita itu menggunakan sihir padamu hingga membuatmu begitu membelanya?”
“Diam kau, Li Yongsheng. Aku sudah bilang padamu jangan memandang buruk pada Shen Fengyin. Kau ingat baik-baik, aku akan segera melepaskan Shen Fengyin darimu”
Li Yongfan melepaskan kerah Li Yongsheng lalu meninggalkan ruangan. Dia menutup pintu dengan keras yang menunjukkan kekesalannya. Li Yongsheng juga keluar dan kembali ke kamarnya. Dia merembahkan tubuhnya di rajang dan memandang wanita cantik yang tidur disampingnya.
“Wanita licik, apa yang telah kau lakukan pada kakakku hingga dia begitu membelamu huh?”
Shen Fengyin “...”
“Wanita licik Yin, apa kau akan meninggalkanku dan menuju ke sisi kakak?”
Ketika memikirkan hal itu membuat kemarahan dalam dirinya semakin meningkat. Li Yongsheng menghela nafas lalu memeluk wanita yang berstatus sebagai istrinya dalam hukum ini.Li Yongsheng mulai memejamkan
matanya dan tertidur. Andai saja dia bisa seperti kakaknya dan memiliki kekuatan yang besar di dunia bisnis.
***
Shen Fengyin mulai terbangun ketika dia mendengar suara ponselnya bergetar. Shen Fengyin mengerutkan keningnya ketika melihat sepasang tangan kekar memeluknya. Jarak antara Shen Fengyin dan Li Yongsheng sangat dekat, dia bahkan bisa merasakan nafas dan juga mendengar detak jantungnya.
Shen Fengyin memandang wajah tampan Li Yongsheng. Tangannya perlahan menyentuh wajahnya dan menyusuri setiap detil wajahnya. Pria ini benar-benar memiliki wajah yang dipahat dengan sempurna. Pria itu mulai terusik dan membuka matanya. Shen Fengyin merasa terkejut , dia segera menjauhkan tangannya.
“Li Yongsheng, jauhkan tangamu dari tubuhku. Kau membuatku tidak bisa bergerak “
Shen Fengyin mengucapkan dengan nada dingin dan ekspresi datar untuk menyembunyikan perasaan gugupnya.
Li Yongsheng memeluk pinggangnya lebih erat.
“Kau sudah mencuri kesampatan untuk menyentuhku jadi aku tidak akan melepaskanmu sebagai hukumannya”
“Li Yongsheng, lepas. Aku harus pergi bekerja”
“Beri aku ciuman,lalu aku akan melepaskanmu “
“Persyaratan aneh macam apa itu? Aku tidak mau menciummu”
“Baiklah, kalau begitu biar aku yang melakukannya”
“Tunggu, aku belum mengosok gigi jadi kau ...”
Li Yongsheng tidak mendengarkan protes Shen Fengyin. Dia mulai mencium bibir wanita itu. Shen Fengyin mengingit bibir Li Yongsheng. Pria itu reflek melepaskan ciumannya. Shen Fengyin mendorong tubuh pria itu dan
segera melarikan diri. Dia segera masuk ke kamar mandi.
Li Yongsheng mengejarnya dan menahan pintu kamar mandi.
“Shen Fengyin, ayo kita mandi bersama”
“Tidak”
__ADS_1
Shen Fengyin berusaha mendorong pintu itu namun tenaganya tidak sebanding dengan Li Yongsheng. Pria itu masuk dan memandang Shen Fengyin dengan seringai nakal. Ketika Li Yongsheng mendekat. Shen Fengyin mulai menendang kakinya, namun tidak berhasil.
“Kau tidak bisa mengunakan tipuan yang sama padaku “
“Benar, munkin aku harus memiliki ide lain”
Shen Fengyin menendang bagian bawah pria itu yang merupakan 'harta berharga'. Li Yongsheng terkejut dan mengeram kesakitan. Shen Fengyin segera melarikan diri dan mengunci pintu kamar mandi.
“Hei, wanita licik, kau berani sekali melukai ‘harta berhargaku’ dan mengunciku di kamar mandi. Cepat keluarkan aku”
“Ini adalah hukuman dariku karena berani berbuah buruk padaku. Li Yongsheng, kau harus ingat baik-baik. Aku berbeda dari wanita lain ataupun Shen Fengyue jadi aku peringatkan padamu jangan pernah berani melawanku”
Shen Fengyin mengambil tasnya serta kunci mobil lalu meninggalkan kamar. Li
Yongsheng diam-diam mengumpat.
“Wanita licik itu, lihat saja apa yang bisa aku lakukan untuk membalas hal yang telah kau lakukan padaku ini”
Li Yongsheng hanya bisa menunggu hingga pelayan datang.
Shen Fengyin bertemu dengan kakek Li yang menggunakan pakaian olahraga. Kakak Li suka joging di pagi hari.
“Kakek, aku harus pulang “
“Baiklah, tapi dimana A-Sheng?”
“Dia masih tidur. Kakek, aku buru-buru. Aku harus segera pergi. Selamat tinggal”
"Tunggu sebentar"
"Ada apa kakek?"
"Tunggu disini dulu, kakek memiliki sesuatu untukmu"
Kakek Li meninggalkan Shen Fengyin dan pergi ke kamarnya. Shen Fengyin menunggu dengan resah, dia takut Li YongSheng segera keluar.
Kakek Li datang dan memberinya amplop merah.
"Ambillah, ini berkat dariku"
Shen Fengyin merasa terharu, walaupun bukan ibu mertuanya yang memberikannya tapi dia merasa bersyukur mendapat berkat dari kakek Li
"Terima kasih kakek, sampai jumpa"
“Hati-hati dijalan, Shen Fengyin. Jangan lupa untuk sering-sering datang”
Ketika dia masuk, seperti biasa. Nanny Ma menyambutnya.
“Nyonya, dimana tuan muda kedua?”
“Dia masih di rumah keluarga Li. Nanny Ma,tolong berikan ini pada tuan muda kedua jika dia pulang”
Shen Fengyin segera naik ke lantai dua setelah memberikan kunci mobil pada Nanny Ma.Shen Fengyin pergi ke kamarnya dan bersiap-siap pergi ke kantor.
Seorang pria tampan duduk diam dengan suasana dingin yang membuat pria yang mengemudikan mobil merasakan hawa dingin dari bosnya. Pria itu-Li Yongsheng akhirnya berhasil keluar dari kamar mandi setelah seorang pelayan membukakan pintu untuknya. Li Yongsheng mengerutu ketika mengingat apa yang dilakukan wanita itu padanya. Dia tidak hanya menguncinya dan meninggalkannya tapi juga mengambil kunci mobilnya. Dia harus menghubungi asistennya untuk
menjemputnya.Li Yongsheng bisa saja meminjam mobil ayahnya tapi dia tidak ingin ayahnya tahu sikap kurang ajar dari istrinya itu.
“Asisten Zhou, kita pergi ke mension dulu “
“Baiklah, Presiden Li”
Li Yongsheng menebak bahwa wanita itu pasti kembali ke mension terlebih dahulu. Li Yongsheng menyeringai, dia tidak sabar menemui wanita itu dan balas dendam atas apa yang dia lakukan. Asisten Zhou merasa ngeri melihat seringai nakal bosnya.
Asisten Zhou menghentikan mobil ketika tiba di depan mension. Li Yongsheng segera keluar. Dia melihat mobilnya sudah terparkir di bagasi. Pria itu tersenyum karena tebakannya tantang wanita itu kembali ke rumah ternyata benar.
Li Yongsheng segera masuk ke dalam rumah. Nanny Ma menyambutnya.
“Selamat datang, tuan muda kedua”
“Nanny Ma, dimana nyonya muda?”
“Nyonya muda sudah berangkat bekerja tuan”
Li Yongsheng merasa kesal.
“Tuan muda kedua, nyonya muda menitipkan kunci ini “
Li Yongsheng menerima kunci yang diberikan nanny Ma. Dia
mengenali bahwa itu kunci mobil miliknya.
“Tuan muda,saya sudah siapkan sarapan. Silahkan tuan muda
sarapan terlebih dahulu”
“Aku akan sarapan di kantor saja”
__ADS_1
Li Yongsheng meninggalkan rumah dan masuk ke mobil dengan perasaan kesal.
“Shen Fengyin, dasar wanita licik beraninya dia melarikan diri. Lihat saja apa yang akan aku lakukan nanti. Aku akan menambah hukumannya”
“Hachu...”
“CEO Shen, apa anda sedang flu? Dari tadi anda terus bersing “
“Tidak, aku baik-baik saja”
‘Pasti ada seseorang yang sedang berbicara tentangku’
Li Yongsheng menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat. Dia juga minta beberapa jadwal yang membuatnya pulang terlambat dibatalkan. Dia harus mencegah wanita itu melarikan diri.
“Itu...Presiden Li, malam ini ada pertemuan dengan CEO Huan, apa tetap akan dibatalkan?”
“Baiklah, kalau begitu aku juga akan datang”
Li Yongsheng menghela nafas, dia harus menunda hukuman untuk wanita itu. Li Yongsheng tidak ingin kesempatan berharganya untuk terhubung dengan CEO Huan gagal. Walaupun sebenarnya Li Yongsheng bisa membujuk kakaknya untuk membantunya ataupun memaksa Shen Fengyin membantunya namun Li Yongsheng tidak ingin harga dirinya jatuh hanya karena dia menggunakan koneksi. Dia juga tidak ingin dipandang rendah.
Shen Fengyin pergi ke tempat karoke. Dia merasa enggan untuk pulang ke mension. Dia merasa ada hal buruk yang akan terjadi jika dia pulang ke mension. Shen Fengyin memilih menghadiri undangan karoke yang didapatkan dari CEO Zhang, dia juga bisa mendapatkan menabah koneksi karena CEO Zhang mengundang para CEO lain.
Ketika dia hendak menuju ke ruangannya, dia tanpa sengaja melihat CEO Huan dan Li Yongsheng masuk ke dalam ruangan. Awalnya Shen Fengyin tidak peduli karena dia berpikir bahwa Li Yongsheng sedang mengadakan negoisasi dengan CEO Huan untuk project terbaru seperti apa yang dibicarakan ayah mertuanya tapi tidak lama setelah kedua pria itu masuk beberapa wanita juga masuk ke ruangan itu.
Shen Fengyin merasa kemarahan di dalam dirinya ketika pria itu juga bermain-main dengan wanita seperti apa yang dilakukan CEO Huan. Shen Fengyin berusaha menepis perasaan marahnya dan mendekat untuk mengambil foto. Dia mungkin bisa mengirimkannya pada Shen Fengyue. Mungkin Shen Fengyue akan lebih marah daripada dia.
“CEO Shen, kenapa kau masih disini CEO Zhang dan yang lain sudah menunggumu “
Asisten Han segera memperingatkan Shen Fengyin. Wanita itu hanya bisa meninggalkan kesempatan untuk mendapatkan bukti bahwa pria itu sedang bermain-main dengan wanita lain.
Li Yongsheng sama sekali tidak tertarik dengan para wanita penggoda yang dipesan oleh CEO Huan. Li Yongsheng masih berusaha membujuk CEO Huan untuk menyetujui kerja sama mereka.
“Aku akan memikirkannya nanti. Presiden Li, lebih baik kita tunda dulu urusan bisnis kita. Kita bisa bersenang-senang dengan wanita-wanita cantik ini lebih dulu “
“CEO Huan, tolong pertimbangkan proposal kami. Saya yakin anda tidak akan menyesal. Kali ini saya berjanji akan membuat sukses project ini “
“Aku sudah bilang bukan, bahwa aku akan mempertimbangkannya. Sudahlah, kita bahas bisnis lain kali saja. Aku ingin rileks saat ini “
Li Yongsheng menahan amarahnya, dia tahu CEO Huansering meremehkan pemimpin perusahaan dari perusahaan yang tidak masuk dalam perusahaan ternama. Walaupun perusahaan Li telah masuk dalam 10 besar urutan perusahaan besar tapi sejak kepemimpinan Li Yongsheng dan juga ketika kakaknya justru memilih mendirikan perusahaannya sendiri dan keluar dari daftar pewaris membuat Li Yongsheng yang tidak berpengalaman diremehkan apalagi projectnya belum dapat mendapatkan pengaruh besar untuk perusahaan Li. Li Yongsheng tahu bahwa CEO Huan juga meremehkannya.
Li Yongsheng memilih untuk pergi dan menunda pertemuan. Dia tidak suka terlalu lama dengan para wanita-wanita penggoda. Bahkan dia ingin muntah mencium parfum yang begitu menyengat. Dia ingin cepat pulang dan menemui istrinya.
“Baiklah, saya harap anda akan pertimbangkan untuk menyetujui kerja sama ini . Walaupun saya mungkin tidak lebih baik ataupun jenius seperti kakak saya tapi saya akan berusaha keras dan meyakinkah anda bahwa project ini akan sukses besar“
Li Yongsheng pergi meninggalkan ruangan itu. Dia segera kembali ke mension.
Shen Fengyin pulang larut malam, dia merasa sangat lelah hari ini. Shen Fengyin langsung menuju kamarnya. Dia menyalakan lampu.
“Wanita licik akhirnya kau pulang”
Shen Fengyin terkejut melihat pria itu sedang duduk di sofa kamarnya.
“Apa yang kau lakukan disini ? Bukankah kamarmu disebelah”
“Ini rumahku jadi terserah aku bukan? Aku akan tidur di kamar istriku jadi tidak masalah, bukan?”
Li Yongsheng mendekati Shen Fengyin dan memeluknya.
“Wanita licik, kau harus membayar apa yang kau lakukan padaku pagi tadi “
Li Yongsheng hendak menciumnya tapi Shen Fengyin mengalihkan pandangan.
“Apa kau masih belum puas menyentuh para wanita-wanita penggoda itu , hingga kau masih membuatku menjadi pelampiasan “
Li Yongsheng mengerutkan keningnya.
“Apa maksudmu? Jangan bicara omong kosong “
“Omong kosong? Li Yongsheng apa kau pikir aku tidak tahu jika kau pergi ke karoke dan memesan para wanita wanita penggoda itu?”
Li Yongsheng akhirnya menyadari kesalah pahaman istrinya.
“Kau cemburu?”
“Tidak . Kenapa aku harus cemburu Pergilah dari kamarku, aku lelah hari ini”
Shen Fengyin mendorong pria itu keluar.
“Hei, Shen Fengyin...Shen Fengyin”
Shen Fengyin tidak peduli. Li Yongsheng memukul pintu dengan perasaan kesal. Kenapa justru seperti dia yang sedang mendapat hukuman karena tuduhan berselingkuh. Li Yongsheng pergi ke kamarnya dan mandi air dingin untuk menjernihkan pikirannya karena tidak bisa menghukum istrinya dan juga melampiaskan hasratnya.
“Wanita licik Shen Fengyin, kau akan membayar hukuman ini lain kali. Aku tidak akan melepasmu lagi “
__ADS_1