Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)

Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)
Episode 13 (I'm Sorry Xiao Yue)


__ADS_3

Li YongSheng pulang terlambat yang membuatnya harus melewatkan makan malam bersama istrinya. Li YongSheng dengan terburu-buru pergi ke kamarnya. Saat ini, istrinya sedang menyandarkan tubuhnya dan membaca dokumen.


"Istri, bukankah aku sudah mengatakan padamu untuk jangan terlalu banyak bekerja"


"Aku hanya mengecek dokumen saja"


"Istri, apa kau sudah makan malam?"


"Ya"


Li YongSheng mengerutkan kening ketika menyadari sikap dingin istrinya.


"Sayang,apa kau marah karena aku tidak menemanimu makan malam ?"


"Tidak, kenapa aku harus marah?"


"Fengyin, jangan bersikap dingin padaku seperti ini. Kau masih marah karena aku masih menemui Shen FengYue bukan?"


"Tidak, aku bahkan tidak memiliki hak untuk marah. Kalian adalah sepasang kekasih wajar jika kalian bertemu"


Li YongSheng mendekati Shen Fengyin dan memeluk istrinya.


"Lepaskan aku. Aku merasa mual dengan bau parfum di kemejamu itu. Pergilah mandi dan ganti pakaianmu baru kau boleh dekat dengan ku"


Shen Fengyin mencium parfum wanita dari kemeja pria itu. Shen Fengyin mengenali bahwa aroma parfume itu milik Shen FengYue.


Li YongSheng melepaskan pelukannya.Sekarang, dia tahu mengapa istrinya jauh lebih dingin daripada tadi pagi. Wanita hamil terlalu sensitif.


Li YongSheng segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Shen Fengyin menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat lalu merembahkan tubuhnya untuk tidur. Ketika Li YongSheng keluar, dia hanya bisa menelan kekecewaan karena istrinya yang sudah tertidur.


Li YongSheng memandangi isrinya yang tertidur lelap. Li YongSheng ikut merembahkan tubuhnya disamping istrinya lalu memeluk tubuh isrinya.



Shen Fengyin terbangun. Dia merasakan sepasang tangan melingkar di tubuhnya.


"Selamat pagi,istriku"


Li YongSheng hendak mencium Shen Fengyin namun wanita itu jusru memalingkan wajahnya.


"Kenapa kau masih disini? Bukankah seharusnya kau berangkat kerja?"


"Aku menunggumu bangun. Aku ingin kita sarapan bersama"


"Bersiaplah dan segera turun. Aku menunggumu dibawah"


Li YongSheng meninggalkan Shen Fengyin. Shen Fengyin dengan malas bangun. Dia membersihkan diri lalu turun ke bawah untuk sarapan.


Li YongSheng sudah menunggunya. Dia menarikkan kursi untuk Shen Fengyin. Dia juga mengambilkannya makanan untuk Shen Fengyin.


Shen Fengyin tidak mengatakan apapun. Dia mulai menikmati makannya.


Li YongSheng mengulurkan sebuah kertas undangan pada Shen Fengyin.


"Apa ini?"


"Ini undangan untuk datang ke pesta perayaan keberhasilan perusahaan Li, kau harus datang"


"Kenapa aku harus datang? Perusahaan Shen tidak ada hubungan dengan perusahaan Li,bukankah akan menimbulkan kecurigaan jika aku datang?"


"Tidak masalah jika orang mencurigai hubungan kita,yang terpenting kau harus datang. Aku akan minta asistenku menjemputmu"


"Tidak perlu. Aku akan meminta Asisten Han mengantarku"


"Baiklah. Istri, aku harus berangkat kerja. Sampai jumpa nanti"


Li YongSheng hendak mencium nya namun Shen Fengyin justru kembali mengalihkan pandangan seperti sebelumnya.


Li YongSheng berusaha menahan kekesalannya. Dia segera menuju ke mobilnya dan melajukan mobil menjauh.



Malam harinya, Shen Fengyin diantar oleh asisten Han pergi ke pesta. Seperti biasanya, kedatangan Shen Fengyin selalu menjadi pusat perhatian. Walaupun Shen Fengyin kali ini tidak menggunakan make up tapi tidak mengubah kecantikannya dan juga di pasta kali ini Shen Fengyin menggunakan dress yang lebih longgar untuk menyembunyikan perutnya.


Li YongSheng memberikan sambutan kepada para tamu serta karyawannya


"Terima kasih untuk semua tamu yang datang dan juga para karyawan perusahaan Li yang sudah bekerja keras. Di pesta perayaan in, saya tidak ingin mengumunkan sesuatu"


Li YongSheng berjalan mendekati Shen Fengyin lalu mengenggam tangannya.


"Li YongSheng, apa yang kau lakukan?"


"Saya Li YongSheng ingin mengumukan bahwa saya, Li YongSheng dan Shen Fengyin telah menikah"


Semua orang yang hadir merasa terkejut, karena semua orang tahu bahwa nona kedua Shen yang bertunangan dengan Li YongSheng tapi mengapa justru CEO dari perusahaan ini menikahi putri pertama keluarga Shen?.


"Selain itu, saat ini Shen Fengyin sedang mengandung buah hati kami yang sudah berusia 3 bulan"


Para wartawan yang menghadiri pesta itu segera merekan dan juga menulis pengakuan dari Li YongSheng, tidak hanya itu mereka bahkan memberikan Shen Fengyin dan Li YongSheng banyak pertanyaan.


Shen Fengyin tidak suka dengan banyaknya wartawan yang mendekatinya. Beberapa diatara mereka mulai mengungit hubungan Li YongSheng dan Shen Fengyin.


Li YongSheng tidak ingin Shen Fengyin merasa tidak nyaman karena pertanyaan wartawan itu. Dia berusaha menghentikan para wartawan itu.


"Cukup, kami tidak menerima pertanyaan apapun, kalian bisa pergi..."

__ADS_1


Shen Fengyin menghadapi mereka dengan tenang.


"Suamiku memanglah tunangan adik tiriku tapi sekarang kami sudah menikah dan kami saling mencintai. Aku tidak peduli tentang hubungan nya yang sebelumnya karna sekarang akulah yang menjadi pasangannya"


Li YongSheng tersenyum mendengar jawaban dari wanita itu. Li YongSheng menarik pinggang Shen Fengyin dan membuat jarak mereka semakin dekat.


"Itu benar, kami saling mencintai. Tolong jangan ungkit hubungan masa laluku karena sekarang masa depanku adalah bersama Shen Fengyin dan buah hati kami"


Li Yongfan yang juga menghadiri pesta melihat adiknya yang kini sudah mengumkan hubungannya dengan Shen Fengyin bahkan mereka bersikap mesra. Li Yongfan mengepalkan tangannya,dia merasa kecewa tapi juga dia merasa lega karna Li YongSheng tidak akan menyakiti Shen Fengyin lagi. Dia tahu betapa besar rasa cinta Shen Fengyin untuk Li YongSheng dan sekarang dia akhirnya mendapat kan cintanya.


"Fengyin, aku harap kau bahagia"


Pengakuan hubungan dua CEO dari perusahaan besar ini menjadi pembicaraan setiap orang termasuk para pengguna weibo.


Shen FengYue mengepalkan tangannya ketika membaca berita online di weibo tentang pengumuman hubungan Li YongSheng dan Shen Fengyin didepan publik.


"Kenapa kakak Sheng tiba-tiba mengumumkan pernikahan mereka?Apakah karena Shen Fengyin mengandung bayinya? Apa kakak Sheng akan meninggalkan ku?"


"Tidak... aku tidak akan pernah membiarkan Shen Fengyin memiliki kakak Sheng dan menjadi nyonya Li yang sebenarnya. Akulah yang seharusnya menjadi nyonya muda Li dan istri kakak Sheng. Aku harus melakukan sesuatu"



Shen Fengyin hanya diam selama perjalanan pulang, hal itu membuat Li YongSheng merasa tidak puas.


"Istri, apa kau tidak ingin mengatakan apapun?"


"Kau ingin aku mengatakan apa?"


"Kau bisa mengatakan pendapatmu tentang pengumuman hubungan kita tadi"


"Aku tidak memiliki pendapat apapun. Lagipula kau melakukan hal ini karena untuk masa depan anak ini bukan?"


"Fengyin,aku melakukan ini juga untukmu. Aku ingin semua orang tahu tentang hubungan kita dan juga aku ingin menunjukkan rasa cintaku"


Li YongSheng meraih tangan Shen Fengyin dan mengenggamnya.


"Shen Fengyin,aku akan mengakhiri hubungan ku dengan Shen FengYue"


Shen Fengyin memandang Li YongSheng dan melihat ketulusan di tatapan matanya.


"Apa kau yakin? Bukankah yang kau cintai adalah Shen FengYue?"


"Fengyin, perasaanku pada xiao Yue bukan perasaan yang seperti itu. Aku hanya mencintai mu dan kaulah satu-satunya cintaku"


Li YongSheng mencium Shen Fengyin dengan lembut. Shen Fengyin membalas ciumannya. Bibir mereka saling melumat satu sama lain. Asisten Zhou yang menyetir mobil lagi-lagi dianggap tidak ada oleh pasangan itu.



Shen Fengyue mengirim pesan pada Li YongSheng untuk menemuinya. Li YongSheng awalnya ragu, tapi ketika dia teringat bahwa dia belum memutuskan hubungan dengan Shen FengYue secara resmi. Li YongSheng menyetujui ajakan Shen FengYue.


Li YongSheng memandang istrinya yang tertidur. Li YongSheng mencium keningnya lalu pergi.



"Kakak Sheng, kenapa kau melakukan ini padaku? Kakak Sheng, tidak tahukah kau bahwa aku sangat mencintaimu"


"Maafkan aku, Xiao Yue"


Li YongSheng mendorong tubuh Shen FengYue agar melepaskan pelukannya.


"Xiao Yue, aku tidak bisa lagi melanjutkan hubungan denganmu"


"Tidak, kakak Sheng. Kau tidak boleh meninggalkanku"


Shen FengYue tiba-tiba mencium bibir Li YongSheng dengan penuh gairah tapi Li YongSheng segera mendorongnya.


"Xiao Yue, jangan lakukan ini. Aku tidak ingin mengkhianati Fengyin"


Shen FengYue menangis dengan putus asa.


"Kakak Sheng, kau tidak ingin mengkhianatinya tapi dia justru membuat mu mengkhianatiku. Kakak Yin, selalu berusaha merebut semua milikku"


"Xiao Yue, jangan salahkan Shen Fengyin. Akulah yang tidak bisa mempertahankan kesetiaanku padamu"


"...Xiao Yue,maafkan aku. Kau harus melupakanku dan mencari pria lain yang lebih baik dariku"


Li YongSheng pergi meninggalkan apartemen Shen FengYue. Dia tidak tega melihat Shen FengYue menangis. Shen FengYue menahan tangan Li YongSheng.


"Kakak Sheng, untuk perpisahaan kita,bisakah kau menemaniku minum"


"Aku mohon"


"Baiklah"


Li YongSheng menyetujui keinginan Shen FengYue.


Shen FengYue menuangkan minuman untuk Li YongSheng lalu mereka minum bersama. Li YongSheng hanya minum beberapa kali.


Li YongSheng merasa pusing. Dia juga merasa tubuhnya panas.


"Kakak Sheng, ada apa?"


"Xiao Yue, kau memasukkan sesuatu dalam minumanku?"


"Tidak kakak Sheng. Apa yang kau maksud?"


"Aku harus pulang"

__ADS_1


"Tunggu, kakak Sheng. Apa kau akan pergi dalam keadaan seperti ini"


Shen FengYue mendekati Li YongSheng. Dia memeluk Li YongSheng dan juga menciumnya. Li YongSheng masih berusaha melawan efek obat yang menbuat gairahnya semakin meningkat.


Dia tidak hanya merasa gairah tapi juga merasa mengantuk. Li YongSheng akhirnya tidak bisa menahan efek obat. Lalu dia tertidur.


Shen FengYue tersenyum.


"Kakak Yin , aku akan membalasmu"



Li YongSheng membuka matanya,dia memegang kepalanya yang pusing. Li YongSheng memandang ke sekitar. Dia terkejut ketika melihat Shen FengYue tidur disisinya.


"Apa yang terjadi?"


Li YongSheng tidak mengingat apapun. Dia hanya ingat bahwa dia menemani Shen FengYue minum.


"Kakak Sheng"


"Xiao Yue, maafkan aku. Aku.."


"Tidak apa-apa kakak Sheng. Lagipula ini bukan yang pertama. Kakak Sheng tidak perlu khawatir. Aku tidak akan mengatakan hal ini pada kakak Yin"


"Kakak Sheng, lebih baik cepatlah pulang. Kakak Yin pasti khawatir "


Li YongSheng masih merasa bersalah tapi Shen FengYue meyakinkannya.


"Baiklah, aku pergi"


Li YongSheng menggunakan pakaiannya lalu pergi meninggalkan apartemen Shen FengYue.


"Shen Fengyin lihat saja permainananku yang selanjutnya. Aku akan memiliki kakak Sheng lagi"



Li YongSheng pulang ke rumah. Shen Fengyin saat ini sedang sarapan, dia memandang Li YongSheng yang datang mendekatinya.


"Selamat pagi istriku"


"Kenapa kau tidak menjawab telponmu?"


"Eh? Apa kau menelpon. Maaf aku tadi sibuk menyelesaikan pekerjaanku di kantor. Aku tidak melihat ponsel"


"Li YongSheng, kakek menelpon dan meminta kita menemuinya"


"Begitukah, baiklah. Kalau begitu bagaimana kalau kita pergi hari ini?"


"Apa kau tidak pergi bekerja? Kita bisa pergi setelah kau pulang kerja"


"Baiklah. Aku ke atas dulu"


"Li YongSheng. Aku berharap ini terakhir kali kau menemuinya"


Li YongSheng berhenti. Dia terkejut karena Shen Fengyin tahu bahwa dia menemui Shen Fengyue.


"Baiklah"


Li YongSheng lalu naik ke atas dan bersiap untuk pergi bekerja. Li YongSheng juga harus meninggalkan sarapan karena dia sudah terlambat.



Setelah pulang kerja, Li YongSheng dan Shen Fengyin pergi ke kediaman keluarga Li. Kakek Li menyambut mereka dengan antusias. Nyonya Li juga memperlakukannya dengan baik dia juga menasihati Shen Fengyin untuk menjaga kandungannya.


Ketika makan malam, Nyonya Li tidak segan untuk mengambilkan makanan di piring Shen Fengyin dan juga dia memberikan banyak sayuran dan juga daging di piring Shen Fengyin.


Shen Fengyin mengucapkan terima kasih.


"Xiao Yin, tidak perlu merssa sungkan. Kita adalah keluarga"


"Walaupun aku lebih mengharapkam Xiao Yue yang akan melahirkan pewaris keluarga Li tapi karena kaulah yang mengandung anak Li YongSheng jadi aku harus menerimamu. Kau harus menjaga kandunganmu dengan baik karena dia akan menjadi pemerus bagi keluarga Li"


"Ibu"


Li YongSheng menegur ibunya. Shen Fengyin masih menunjukkan sikap tenang dan tidak terganggu dengan apa yang dikatakan Nyonya Li padanya.


"Baiklah ibu. Aku akan menjaga kandungan ku dengan baik"


"Li YongSheng , kau juga harus menjaga dan perhatian pada Xiao Yin"


"Tentu saja kakak. Aku akan lebih memperhatikan Istriku"


Li Yongfan merasa tidak nyaman mendengar keluarga nya menbahas tentang Li YongSheng dan Shen Fengyin.


"Aku sudah selesai makan. Aku harus kembali ke kantor"


"Fan, ini sudah malam. Kau masih mau lembur? Kau harus menjaga kesehatanmu dan juga jangan terlalu fokus bekerja. Kau sudah berada di umur untuk menikah"


"Aku tahu, ibu. Namun saat ini aku hanya ingin fokus bekerja"


"Kakak, apa aku perlu mengenalkanmu dengan para nona dari keluarga lain"


"Tidak perlu, aku bisa mencari pasanganku sendiri"


Li Yongfan tahu maksud Li YongSheng mengatakan itu.


'Aku tidak ingin memikah dengan wanita lain selain Yinyin'

__ADS_1


Li Yongfan pergi meninggalkan ruangan. Li YongSheng memandang ke arah istrinya.


'Kakak, aku sudah mendapat kan Shen Fengyin dan aku tidak akan pernah meninggalkan nya ataupun memberikan nya kepada siapapun


__ADS_2