
Shen Fengyin terbangun ketika mendengar alarm berbunyi. Dia segera mematikan alarm karena takut membuat tidur Li Yongsheng terganggu. Shen Fengyin menyandarkan tubuhnya di tembok lalu mengambil obat kontrasepsi yang dia simpan dalam laci. Li Yongsheng tidak menggunakan pengaman ketika mereka bercinta semalam, jadi untuk menghindari kehamilang maka Shen Fengyin harus meminum obat kontrasepsi
Ketika Shen Fengyin hendak minum obat itu, Li Yongsheng segera mengambil obat itu dan membuangnya. Dia juga membuang semua obat kontrasepsi yang ada di dalam kemasan itu hingga membuat semua obat jatuh berantakan di tanah.
“Li Yongsheng, apa yang kau lakukan?”
Shen Fengyin merasa marah dengan apa yang dilakukan Li Yongsheng.
“Kau tidak perlu meminum obat seperti itu. Apa kau tidak tahu terlalu banyak minum obat kontrasepsi tidak akan baik untuk tubuhmu”
“Kau tidak menggunakan ‘pengaman’, jika aku tidak minum bagaimana jika aku hamil? ”
“Apa kau takut hamil? Shen Fengyin, kita sudah menikah bukan? Bukankah sudah sepantasnya kau memberiku seorang anak”
Shen Fengyin mengerutkan keningnya.
“Apa kau yakin tidak masalah jika aku hamil?Bukankah kau pasti tidak mengharapkan seorang anak dariku?”
” Shen Fengyin, kapan aku pernah mengatakan tidak menginginkan seorang anak darimu?”
“..kau adalah istriku jadi tidak masalah jika kau memiliki anakku”
“Tapi, aku tidak menginginkannya. Aku tidak ingin hamil”
“Shen Fengyin”
“Li Yongsheng, tidakkah kau lupa bahwa kita hanya menikah sementara. Setelah satu tahun kita akan bercerai”
“Bagaimana jika aku tidak ingin menceraikanmu? Fengyin, aku menyukaimu. Aku ingin kau menjadi istriku yang sebenarnya”
“ Apa kau benar-benar menyukaiku atau kau mengatakannya karena aku begitu memuaskanmu?”
“Fengyin,aku serius. Aku menyukaimu”
“Lalu, bagaimana dengan Shen FengYUE? Seperti apa perasaanmu padanya?”
Li Yongsheng terdiam.
“Jika kau memang menyukaiku, bisakah kau melepas Shen FengYUE?”
Li Yongsheng ”...”
“Aku tahu kau tidak benar-benar menyukaiku bukan? Perasaanmu yang sebenarnya masihlah untuk Shen FengYUE”
“Fengyin, bukan seperti itu. Aku....”
“Cukup! Keluar dari kamarku!”
Shen Fengyin mendorong pria itu hingga pria itu terjatuh dari ranjang. Shen Fengyin tidak peduli.Shen Fengyin melilit tubuhnya dengan selimut lalu masuk ke kamar mandi.
“Li Yongsheng, jika aku masih melihatmu dikamarku setelah aku selesai, aku tidak akan membiarkanmu masuk ke kamarku lagi “
Shen Fengyin lalu menutup pintu. Li Yongsheng akhirnya mengalah. Dia menggenakan pakaiannya lalu meninggalkan kamar Shen Fengyin.
“Fengyin, aku akan aku tunjukkan padamu tentang perasaanku yang sebenarnya”
Shen Fengyin selesai bersiap-siap untuk pergi ke kantor, dia turun ke bawah. Li Yongsheng menunggunya di bawah tangga. Pria itu sudah rapi dengan stelan kemeja berwarna putih dan jas yang berwarna hitam, rambutnya ditata dengan rapi. Shen Fengyin mengabaikannya.
“Istri, kau harus sarapan dulu sebelum pergi bekerja”
“Aku akan sarapan di kantor saja”
“Tidak, kau tidak bisa menjamin keamanan makanan diluar. Ayo, kita sarapan dulu “
Pria itu menunjukkan senyuman lembut lalu menariknya. Shen Fengyin mengerutkan keningnya melihat sikap aneh dari pria yang dinikahinya ini. Pria itu bahkan menarikan kursi untuknya. Di meja makan sudah tersaji makanan lengkap. Nanny Ma meminta para pelayan mengambilkan makanan
Shen Fengyin menikmati sarapannya. Li Yongsheng meletakkan daging di mangkuk Shen Fengyin.
“Kau harus makan yang banyak. Kau terlihat kurus”
“Ada apa denganmu? Kenapa tiba-tiba menjadi baik padaku seperti ini?”
Shen Fengyin menatap pria itu dengan tatapan curiga melihat sikap Li Yongsheng yang tak biasa. Biasanya setelah mereka bertengkar , Li Yongsheng akan semakin dingin padanya tapi hari ini walaupun mereka bertengkar tadi dan Shen Fengyin juga bersikap dingin padanyan. Namun pria itu justru bersikap ramah padanya.
“Apa salahnya aku memperlakukan istriku dengan baik “
“Benarkah begitu? Apa kau tidak memiliki maksud lain?”
“Ya, aku memang memiliki maksud lain”
“Sudah ku duga. Katakan padaku, apa yang kau inginkan sebenarnya?”
“Aku ingin mendapatkan hatimu”
Shen Fengyin hampir saja tersedak ketika mendengar apa yang dikatakan Li Yongsheng. Jantungnya berdebar ketika mendengar kata manis yang keluar dari bibir pria yang hanya bisa mengatakan hal buruk padanya. Shen Fengyin meletakkan garpu dan sendok lalu berdiri.
“Aku sudah terlambat, aku harus pergi bekerja”
Shen Fengyin ingin bergegas pergi, jika dia terlalu lama berada disisi Li Yongsheng, dia mungkin tidak bisa mengendalikan perasaannya.
“Kau belum menghabiskan makananmu”
“Aku sudah kenyang”
Shen Fengyin segera pergi tapi Li Yongsheng mengikutinya dari belakang dan menahan tangannya. Dia menarik Shen Fengyin agar menghadap ke arahnya.
“Li Yongsheng”
Li Yongsheng mencium kening Shen Fengyin.
“Hati-hati dijalan, istriku”
Shen Fengyin tidak mengatakan apapun, dia langsung keluar dari rumah dan masuk ke mobilnya lalu melanjukan mobilnya dengan cepat.
“Shen Fengyin, aku pasti akan membuatmu jatuh cinta padaku. Aku tidak akan membiarkan kakakku mendapatkanmu”
Li Yongsheng memperhatikan mobil Shen Fengyin yang sudah menjauh.
Shen Fengyin tidak bisa berkonsentrasi mengerjakan pekerjaannya, dia memikirkan sikap aneh Li Yongsheng dan juga ungkapan cinta pria itu padanya.
__ADS_1
‘Mungkinkah pria itu benar-benar menyukaiku, tapi rasa suka seperti apa yang dia miliki padaku? Apa sedalam rasa sukanya pada Shen FengYUE atau rasa suka yang hanya sementara karena aku dapat memuaskannya?’
Shen Fengyin tidak dapat mengerti Li Yongsheng.
Dreet Dreet Dreet
Shen Fengyin tersadar dari lamunannya ketika mendengar getaran ponselnya. Dia memandang ke layar ponselnya.
“Hallo, Kakak Fan”
‘Yinyin, bisakah kau menemaniku makan siang?’
“Kakak Fan, maaf aku...”
‘Aku sekarang sudah sampai di depan perusahaanmu,keluarlah’
“Apa?Kakak Fan, aku...”
‘Apa kau tega menolakku walaupun aku sudah jauh-jauh datang?'
“Baiklah, aku akan keluar”
Shen Fengyin mematikan sambungan telpon lalu keluar dari ruangan. Mungkin dengan pergi makan siang bersama Li Yongfan pikirannya bisa lebih segar.
“CEO Shen, kemana anda pergi ?”
“Asisten Han, aku akan pergi makan siang bersama Direktur Li. Aku akan segera kembali”
“Baiklah, CEO Shen”
Shen Fengyin segera masuk ke dalam lift dan menekan tombol ke lantai paling bawah. Beberapa pegawai yang satu lift dengannya menyapanya.Mereka merasa tegang ketika berada di lift yang sama dengan bos mereka yang dingin. Shen Fengyin mengerutkan keningnya karena merasakan aura tegang dari para pegawainya.
Lift akhirnya tiba di lantai bawah, Li Yongfan yang sudah menunggu di lobi menyapa Shen Fengyin.
“Yinyin,ayo pergi”
Li Yongfan meraih tangan Shen Fengyin dan menariknya keluar. Mereka bertemu dengan Li Yongsheng yang baru saja masuk. Li Yongsheng memandang mereka dengan tatapan tajam apalagi melihat Li Yongfan memegang tangan Shen Fengyin.
“CEO Li , kenapa kau datang kesini?”
“Aku ingin mengajakmu makan siang bersama”
“Maaf, tapi aku sudah memiliki janji untuk makan siang bersama kakak Fan. Kakak Fan, ayo pergi”
Li Yongsheng merasa kesal melihat kedekatan mereka bahkan Shen Fengyin memanggilnya dengan panggilan hormat sedangkan dia memanggil kakaknya dengan nama yang akrab. Li Yongsheng tidak akan membiarkan mereka bersama.
Ketika Li Yongfan membukakan pintu untuk Shen Fengyin, Li Yongsheng mendekat dan masuk ke dalam.
“Terima kasih kakak, sudah membukakan pintu untukku”
“A-Sheng, kenapa kau masuk ke dalam mobilku?”
“Aku akan ikut kalian makan siang”
“Apa? tapi,...“
“Kakak, aku adikmu. Apa kau tidak ingin makan siang dengan adikmu ini?”
“Bukan begitu”
“Sudahlah, tidak apa-apa biarkan saja dia ikut “
Shen Fengyin menghentikan perdebatan kedua kakak beradik itu. Dia duduk di kursi penumpang bagian belakang. Li Yongfan tidak punya pilihan lain selain membiarkan adiknya ikut. Di dalam mobil terasa sunyi, bahkan kedua kakak beradik itu tidak saling bicara.
Li Yongfan menghentikan mobilnya di sebuah restoran mewah. Mereka bertiga keluar dan masuk ke dalam restoran itu. Seorang pelayan menyapa mereka dan mengantarkan mereka ke sebuah meja yang hanya terdiri dari dua kursi.
“Aku tidak tahu jika kau akan ikut. A-Sheng kau bisa memilih meja yang lain”
Li Yongsheng merasa kesal, dia memanggil seorang pelayan dan memintanya menyiapkan kursi yang lain untuknya. Li Yongfan memberi kode pada pelayan itu agar tidak menuruti keinginan Li Yongsheng. Pelayan itu kebingungan, disisi lain dia tertekan dengan tatapan tajam Li Yongsheng tapi dia juga tidak mungkin melawan Li Yongfan karena pengaruhnya yang besar di B City.
“Maaf, tuan. Kami hanya menyediakan kursi sesuai pesanan sebelumnya”
Li Yongsheng merasa kesal, dia ingin memarahi pelayan itu tapi Li Yongfan menahan kemarahannya.
“Sudahlah, A-Shen. Lebih baik kau cari tempat yang lain”
“Tidak, aku tidak mau. Kakakku, tidak bisakah kau mengalah? Bukankah aku adalah tamu yang kau undang jadi tidakkah kau harusnya mengalah padaku”
“A-Sheng, aku tidak memintamu untuk ikut bukan? Kau sendiri yang bersikeras ikut”
“Sudah cukup!”
Shen Fengyin kesal mendengar kedua kakak beradik ini terus saja berdebat.
“Biar aku saja yang mencari meja lain. Kalian bisa duduk di meja yang sama dan makan siang bersama”
“Tidak “
Li Yongfan menahannya, dia akhirnya tidak punya pilihan lain selain meminta pelayan menambah kursi dan pelayan itu menurutinya. Li Yongsheng merasa kesal karena pelayan itu mendengar perintah kakaknya tapi mengabaikan perintahnya.
Mereka akhirnya duduk bertiga. Seorang pelayan datang memesankan makanan mereka.
“Shen Fengyin, aku akan pesankan makanan pedas untukmu. Shen Fengyin, kau suka makanan pedas bukan?”
“A-Sheng, apa kau lupa? Shen Fengyin bahkan tidak bisa makan makanan pedas dan beebumbu tajam. Apa kau salah mengingat makanan kesukaannya atau sebenarnya itu makanan yang disukai wanita lain”
Shen Fengyin hanya menunjukkan ekspresi dingin tanpa mengatakan apapun.
‘ Li Yongsheng, kau masih bisa mengatakan bahwa kau menyukaiku? Kau bahkan tidak meningat hal dasar dariku, hanya hal-hal yang berhubungan dengan Shen FengYUE saja yang kau ingat’
“Eh? Benarkah itu ? Fengyin, kau tidak bisa makan pedas ? Tapi kenapa dirumah keluarga Shen sering terasaji makanan pedas dengan rasa tajam”
“Tentu saja karena Shen FengYUE menyukai makanan pedas, semua makanan yang disajikan adalah kesuksan Shen Fengyue dan juga apa kau pernah melihatku makan makanan pedas? ah,aku pikir kau tidak perlu repot-repot untuk menyadari hal itu karena perhatianmu hanya tertuju pada Shen FengYUE bukan?”
“Fengyin, aku...”
Li yongsheng belum selesai bicara ketika ponselnya berdering. Li Yongsheng sudah tahu siapa yang menelpon karena dia menggunakan nada dering yang berbeda untuk Shen FengYUE. Li Yongsheng dengan ragu menjawab telpon.
“Hallo, Xiao Yue”
“...”
“Aku tidak bisa, aku...”
“....”
“Eh? Apa kau sedang sakit? Apa kau sudah pergi ke dokter?”
“...”
“Baiklah, aku akan pergi kesana”
Li Yongsheng mematikan telpon
“Cepatlah pergi, sepertinya wanitamu lebih membutuhkanmu “
__ADS_1
“Fengyin, kau jangan salah paham”
“Tidak, aku tidak salah paham. Cepatlah pergi atau wanitamu akan marah nanti.Kau bisa menghabiskan waktumu bersama Shen Fengyin dan aku akan menghabiskan waktu dengan kakak Fan, bukankah itu adil”
“Shen Fengyin”
“A-Sheng,aku akan menjaga Shen Fengyin dengan baik. Kau bisa pergi bersenang-senang dengan Shen FengYUE”
Li Yongsheng merasa marah tapi dia tidak punya waktu untuk melampiaskan kekesalanannya, dia merasa khawatir dengan Shen FengYUE. Shen Fengyin memandang kepergian Li Yongsheng.
‘Li Yongsheng, kau sangat peduli dengan Shen FengYUE. Sepertinya perasaan sukamu padaku tidak sedalam perasaanmu pada Shen FengYUE’
Li Yongsheng pergi ke apartemen Shen FengYUE dengan tergesa-gesa. Setelah dia tiba, dia segera memasukkan kata sandi apartemen Shen FengYUE.
“Xiao Yue”
“Kakak Sheng”
Shen FengYUE mengucapkan dengan nada lemah
“Xiao Yue, apa kau sudah pergi ke dokter?"
Shen FengYUE menggeleng.
“Kalau begitu, biarkan aku panggil dokter untukmu”
“Tidak perlu, aku hanya pusing biasa. Aku hanya butuh kakak Sheng disampingku”
Shen FengYUE meraih salah satu tangan Li Yongsheng dan mengenggamnya erat.
“Jangan menyepelekan penyakitmu. Aku akan menelpon dokter”
“Tidak perlu, setelah minum obat aku akan pulih”
“Apa kau yakin?”
Shen FengYUE mengangguk Li Yongsheng perlahan melepaskan tangan Shen FengYUE mencari kotak obat. Li Yongsheng sudah sering berada di apartemen Shen FengYUE hingga dia hafal setiap deteil letak semua barang Shen FengYUE. Pria itu mencari obat demam namun tidak menemukannya.
“Xiao Yue, aku akan pergi ke apotik dan membelikan obat untukmu”
Li Yongsheng meninggalkan Shen FengYUE dan melajukan mobilnya menuju ke apotik. Tidak sulit baginya menemukan apotik. Dia segera membeli obat yang diperlukan. Namun setelah mendapatkan obat untuk Shen FengYUE dia tiba-tiba terpikirkan sesuatu. Dia membeli obat yang lain juga.
Li Yongsheng segera kembali ke apartemen Shen FengYUE dengan cepat. Li Yongsheng membantu Shen FengYUE minum obat.
“Sebaiknya kau sekarang istirahat”
“Kakak Sheng, bisakah kau menemaniku”
“Maafkah aku Xiao Yue, tapi aku harus kembali bekerja”
“Kakak Sheng, aku mohon”
Shen FengYUE mengenggam tangan Li Yongsheng dengan erat.
Shen Fengyin pulang ke rumah dengan malas. Nanny Ma menyambutnya seperti biasa. Nanny Ma juga menawarkan makan malam namun Shen Fengyin menolaknya. Shen Fengyin segera pergi ke kamarnya. Ketika dia tiba di kamarnya, dia merasa aneh melihat kamarnya ada berbeda bahkan meja riasnya tidak ada di kamar.
Shen Fengyin segera menemui Nanny Ma. Shen Fengyin membuka almari dan mengambil pakaiannya namun ada tambahan pakaian disana dan kebanyakan kemeja pria. Shen Fengyin mengerutkan kening. Shen Fengyin keluar dari kamar dan mencari Nanny Ma.
“Nanny Ma, kenapa pakaian tuan muda kedua ada di almariku ?”
“Tuan muda kedua meminta kami memindahkannya”
Shen Fengyin mengerutkan kening.
‘Ada apa dengan pria itu sebenarnya.Dia masih berpura-pura memperlakukannku sebagai isrinya yang sebenarnya? tapi, dia masih berhubungan dengan Shen FengYUE dan mungkin dia sedang menghabiskan waktu bersama wanita itu malam ini’
Shen Fengyin dengan enggan masuk ke kamar. Shen Fengyin pergi ke kamar mandi dan mengganti piyamanya. Dia ingin segera tidur, tidak perlu baginya untuk menunggu pria itu.
Shen Fengyin mematikan lampu dan merembahkan tubuhnya. Baru sebentar dia memejamkan mata, dia mendengar suara pintu terbuka dan seseorang masuk. Shen Fengyin masih memejamkan matanya dan berusaha tertidur,namun tidak bisa. Dia dapat mendengar suara percikan air dari kamar mandi. Shen Fengyin tidak tahu mengapa dia merasa gugup, dia tidak menyangka pria itu akan pulang ke rumah malam ini.
Li Yongsheng keluar dari kamar mandi lalu segera merembahkan tubuhnya disamping istrinya yang tertidur. Li Yongsheng membelai lembut wajahnya. Shen Fengyin merasa terusik dan perlahan membuka mata.
“Kau sudah pulang “
Li Yongsheng mengangguk.
“Aku kira kau akan bersama Sheng FengYUE”
“Apa kau cemburu?”
“Tidak”
Li Yongsheng mencium bibir Shen Fengyin. Ciuman yang awalnya lembut perlahan menjadi ciuman yang lebih dalam. Shen Fengyin membalas ciuman Li Yongsheng dengan penuh gairah.
“Fengyin, aku menginginkanmu”
Li Yongsheng membisikkannya tepat di telinga Shen Fengyin. Shen Fengyin terbuai dengan suara Li Yongsheng yang terdengar sexy. Namun ketika mengingat bahkan Li Yongsheng baru saja bersama Shen FengYUE membuat Shen Fengyin merasa marah.
“Apa kau masih belum puas dengan Shen FengYUE? Tidakkah kau baru saja bersama dengannya?”
“Fengyin, tidak ada yang lebih memuaskanku dibandingkan dirimu “
Li Yongsheng kembali mencium bibirnya dan perlahan turun ke lehernya. Tangannya dengan tidak sabar melepaskan kancing di piyama Shen Fengyin. Shen Fengyin menahan tangan Li Yongsheng.
Li Yongsheng merasa kesal dan melepaskan ciumannya.
“Ada apa?”
“Li Yongsheng, aku belum membeli obat jadi kau harus menggunakan pengaman jika kau masuk nanti”
Li Yongsheng menghela nafas.
“Kau benar-benar tidak menginginkan hamil dengan anakku?”
“Benar, bukankah jika aku hamil kau juga tidak akan bisa menyentuhku. Suamiku, bukankah yang kau inginkan hanyalah menyentuhku dan memuaskanmu”
Shen Fengyin mengucapkan dengan nada manja. Li Yongsheng menjauhkan tubuhnya dan mengambil sesuatu.
“Aku sudah membeli obat kontrasepsi untukmu”
Li Yongsheng memberikannya pada Shen Fengyin
“Bukankah kau tidak suka aku minum obat ini?”
“Awalnya begitu, tapi kalau dipikir-pikir tidak masalah kau meminumnya. Seperti yang kau katakan, jika kau hamil aku tidak bisa menyentuhmu bukan?”
Li Yongsheng mendekati wanita itu.
__ADS_1
“Jadi, bisakah kita lanjutkan sekarang?”
Shen Fengyin mengangguk. Li Yongsheng menciumnya lagi dengan penuh gairah.