Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)

Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)
Spin off-Arrogant Wife Forced Marriage chapter 8


__ADS_3

"Henry, kau mau kemana? Hari ini weekend apa kau akan tetap pergi ke kantor?"


"Aku ada urusan sebentar"


"Urusan apa? Bolehkah aku ikut"


"Tidak. Aku pergi dulu"


"Henry, kau mau menemui wanita itu bukan? Kau masih menganggap bahwa dia adalah Li Jiao? Henry, dia bukan Li Jiao mereka hanya mirip"


Li Huan Rui tidak mengatakan apapun dan langsung pergi. Helena menghela nafas.


'Kenapa wanita itu begitu mudah mendapatkan hati Henry hanya karena dia memiliki wajah yang sama dengan Li Jiao sedangkan aku sudah 8 tahun bersamanya tapi aku tidak juga mendapatkan hatinya. Henry, kenapa kau tidak memandangku'


'Apakah karena dia berpikir aku memanfaatkanmu? Walaupun sejak awal aku memang mendekatinya karena orang tuaku tapi setelah semua hal yang kita lalui bersama dan hanya dia yang dapat menerimaku tanpa memandang sebagai nona muda keluarga Si dan aku mulai jatuh cinta padanya'


'Aku tidak akan membiarkan kau diambil lagi'


***


Li Huan Rui pergi ke rumah sakit. Ketika dia sampai dia berada di ruang rawat Yimin. Gadis kecil itu masih tidur begitu juga dengan wanita cantik yang tertidur dikursi. Li Huan Rui memandang wajah Bai Xiao, wanita ini memang lebih dewasa dibandingkan dengan ketika terakhir kali mereka bertemu 8 tahun yang lalu. Namun wajahnya masih terlihat polos ketika tidur. Li Huan Rui memandang setiap detil wajahnya. Perlahan dia menunduk dan memandandang bibir merah ceri itu. Mungkinkah bibir itu masih selembut dulu.


"Hem...apa yang kau lakukan?"


Suara seorang pria dengan nada dingin. Li Huan Rui segera menjauhkan wajahnya dan memandang ke arah Li Zhiting yang memandangnya dengan tatapan tajam.


Bai Xiao terbangun ketika mendengar suara adiknya. Dia terkejut ketika melihat Li Huan Rui ada di depannnya.


"Kau..."


Li Zhiting menghela nafas ringan. Beruntung bahwa dia datang tepat waktu sebelum pria itu melakukan apapun pada kakaknya dan untung saja kakaknya mudah bangun.


"Kenapa kau pagi-pagi kesini?"


"Papa"


Yimin terbangun. Dia melihat ke arah Li Huan Rui. Pria itu langsung mendekat ke arah putrinya.


"Papa, kenapa papa tidak datang kemarin? Yimin kira papa tidak akan menemui Yimin lagi"


"Yimin, maaf papa terlalu sibuk kemarin"


"Papa, hari ini Yimin sudah diperbolehkan pulang"


"Benarkah? Apa Yimin sudah lebih baik?"


Yimin mengangguk.


"Papa, papa ikut pulang bersama Yimin dan mama kan?"


"Kita bisa tinggal bersama"


"Yimin itu tidak mungkin"


Bai Xiao segera menanggapi.


"Dia memiliki rumah sendiri dan kau tahu bukan dia sudah memiliki bibi yang cantik disampingnya. Dia tidak akan bersama kita"


"Kalau begitu, papa. Bagaimana jika papa tinggalkan bibi itu dan tinggal bersama mama dan Yimin"


"Li Yimin, kau terlalu polos. Orang yang kau anggap papa itu sudah menyakiti mamamu? Apa kau ingin mamamu terluka lagi"


Li Zhiting memberi komentar


"Li Zhiting"


Bai Xiao menegur adiknya itu. Dia tidak ingin putrinya tahu apa yang terjadi di masa lalu. Dia mungkin akan membenci papa kandungnya atau mungkin juga dia. Dia tidak ingin memperburuk kondisi putrinya dengan mengetahui kenyataan kelam yang dialami mereka.


"Mama, apa maksud paman kecil?"


"Pamanmu hanya asal bicara, Yimin"


"Yimin, bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan"


"Tuan Li, kondisi Yimin masih lemah. Dia butuh banyak istirahat"


"Mama, biarkan Yimin pergi dengan papa ya? Papa tidak bisa tinggal dengan kita jadi bolehkah kita menghabiskan waktu bersama papa hari ini"


Li Yimin memandang dengan penuh harap.


"Baiklah, tapi jangan sampai kelelahan. Yimin tidak ingin masuk rumah sakit lagikan?"


"Baiklah, mama"


Yimin tersenyum senang.


"Aku akan ikut dengan kalian"


"Paman kecil, kau tinggal saja di rumah. Xia Hua pasti kesepian karena tidak ada yang mengajaknya bermain"


"Jadi, xiao yi tidak membutuhkan pamanmu ini lagi?"


"Bukan begitu paman kecil, Yimin belum pernah menghabiskan waktu bersama mama dan papa"


"Baiklah, kalian bisa pergi bertiga"


Li Zhiting berjalan maju mendekati Li Huan Rui.


"Jika terjadi sesuatu pada saudara perempuanku ataupun Yimin maka aku tidak akan melepasmu walaupun kau adalah sepupuku"


Li Zhiting mengucapkannya dengan pelan namun tajam.


"Tenang saja, aku akan menjaga mereka"


***


Setelah memgurus adminitrasi Yimin sudah di perbolehkan pulang. Yimin lebih memilih digendong oleh papanya dari pada menaiki kursi roda.


"Henry"


Helena tiba-tiba datang dan menghampiri Li Huan Rui.


"Helena, Kenapa kau disini?"


"Aku mengunjungi seorang teman yang kebetulan dirawar disini"


Sebenarnya Helena berbohong, dia datang kesini karena orang yang dia minta untuk mengikuti Li Huan Rui mengatakan dia di rumah sakit. Helena memandang ke arah Bai Xiao dan Yimin. Gadis kecil itu memeluk erat leher Li Huan Rui. Dia takut papanya akan pergi meninggalkannya karena bibi ini.

__ADS_1


"Apa ini anak nyonya Bai? Henry, kenapa kau menggendongnya?"


"Tuan Li, biarkan saya saja yang mengendong Yimin"


Gadis kecil itu tidak mau melepaskan tangannya dan tetap memeluk Li Huan Rui.


"Pa...paman, aku ingin bersama paman"


"Hei, anak kecil. Kembalilah pada ibumu. Jangan menganggu tunanganku"


"Helena, jangan kasar padanya. Aku akan mengantar Li... Nona Bai dan anaknya pulang"


"Kenapa kau harus mengantar mereka? Nyonya Bai, apa kau berusaha merayu tunanganku dengan memanfaatkan anakmu?"


Helena mengucapkan dengan nada menyindir.


"Helena, jaga bicaramu"


"Kenapa? Aku benar bukan?"


"Nona, saya tidak ada niat untuk merebut tunangan anda, tuan Li lebih baik anda selesaikan masalah anda telebih dahulu"


Bai Xiao mencoba menarik Yimin dari pelukan Li Huan Rui tapi gadis kecil itu masih tidak ingin melepaskan pelukannya.


"Yimin"


"Tidak mau, Yimin tidak mau paman pergi"


Li Huan Rui juga tidak ingin meninggalkan putrinya tapi akan buruk jika Helena bersikap kasar.


"Yimin, papa akan pergi ke rumahmu setelah mengantar bibi Helena pulang. Jadi tunggu papa"


Li Huan Rui mengucapkannya dengan pelan sehingga hanya bisa di dengar oleh Yimin. Yimin akhirnya menurut pada Bai Xiao.


"Aku akan membantu kalian memesan taksi"


"Tidak perlu, aku dapat meminta resepsonis melakukannya"


Bai Xiao lalu meninggalkan Li Huan Rui dan Helena. Helena segera merangkul lengan Li Huan Rui.


"Henry, jangan tertipu olehnya. Dia mungkin memanfaatkanmu"


"Apa kau ingin pulang atau tetap disini?"


Li Huan Rui lebih memilih mengalihkan pembicaraan. Dia mungkin bisa saja kehilangan kesabaran dan bersikap keras pada Helena. Dia menghargai Helena sebagai sahabat baiknya tapi dia tidak suka bagaimana Helena mengatakan hal buruk tentang Li Jiao.


"Baiklah, kita pulang"


Li Huan Rui melepaskan rangkulan Li Huan Rui. Li Huan Rui berjalan lebih dulu diikuti Helena yang berada dibelakangnya.


***


Di dalam mobil mereka saling terdiam.


"Henry, kau berubah. Kenapa kau jadi semakin bersikap dingin padaku?"


"Aku memang seperti ini. Helena, kaulah yang berubah. Bukankah dulu kau wanita yang lembut dan baik tapi sekarang kau..."


"Menjadi wanita baik yang hanya akan berakhir dengan menyedihkan dan aku adalah nyonya Li masa depan..."


"Sepertinya kau begitu menginginkan posisi ny. Li? "


"Helena, pertunangan kita hanya formalitas. Kau tahu bahwa aku mencintai Li Jiao. Aku menghargaimu sebagai sahabatku karena itulah aku membantumu untuk menghindari perjodohan dengan orang lain yang tidak kau inginkan tapi bukan berarti kau bisa melewati batasanmu"


Li Huan Rui mengucapkannya dengan nada datar. Helena mengepalkan tangannya.


"Aku tahu itu tapi kau masih tunanganku walau hanya formalitas tapi henry, jika orang melihatmu bersama wanita lain dan menulis berita scandal tentangmu apa kau tidak memikirkan pandangan orang tentang pertunangan kita jadi aku tidak melewati batasku hak yang aku lakukan wajar sebagai tunanganmu"


"Helena, aku akan berhati-hati tapi kau tidak berhak untuk ikut campur dalam urusan pribadiku dan mengucapkan hal buruk tentang orang lain"


"Sepertinya kau memang benar-benar marah karena aku menghina wanita itu? Apa kau sudah jatuh cinta padanya atau...hanya memperlakukannya sebagai pengganti Li Jiao. Aku bersimpati untuk nona Bai"


"Terserah apa yang kau pikirkan"


Li Huan Rui tidak ingin lagi melanjutkan perdebatan ini.


***


"Kami pulang"


"Kakak, kau pulang lebih awal"


"Pria itu memiliki sesuatu yang lain"


"Aku tahu pria itu tidak bisa dipercaya"


"Tidak, papa nanti pasti datang ke rumah dan menjemputku untuk pergi berasama"


"Yimin, kau teralalu percaya pada orang itu"


"Sudahlah Zhiting"


Li Zhiting berhenti berdebat.


"Aku akan minta koki menyiapkan makanan khusus untuk Yimin"


"Kakak, selamat datang"


Xia Hua menyapa dengan ramah.


"Mama, turunkan aku. Aku ingin bermain dengan Hua Hua"


"Kau masih butuh istirahat"


Bai Xiao membawa Yimin ke kamar, Xia Hua mengikutinya.


"Xia Hua, tolong jaga Yimin"


"Ya, bibi"


Bai Xiao lalu meninggalkan kedua anak itu.


"Kakak, apa kakak haus?"


"Tidak"


"Kakak, kalau begitu ayo kita main boneka saja. Lihat, Xia Hua punya boneka baru"

__ADS_1


"Ayo"


***


Li Huan Rui dan Helena sampai di rumah.


"Kenapa kau tidak turun?"


"Jika aku turun kau akan menemui wanita itu bukan? "


"Helena, sudah aku bilang jangan ikut campur urusanku"


Li Huan Rui berteriak dengan kesal.


"Helena, aku tidak ingin bersikap kasar padamu jadi jangan buat masalah"


Li Huan Rui menghela nafas berusaha menahan kekesalannya.


Helena akhirnya turun dari mobil. Li Huan Rui segera melajukan mobilnya meninggalkan rumah.


***


"Yimin, makanan sudah siap. Ayo makan"


Bai Xiao membawakan makanan untuk Yimin.


"Hua hua, apa kau sudah makan"


"Sudah, kakak Yi makan yang banyak ya biar kakak Yi cepat sembuh"


Yimin mengangguk.  Yimin membuka mulutnya saat mamanya menyuapkan makanan padanya.


"Kakak, Hua kembali ke kamar dulu ya"


"Kenapa?"


"Hua ada tugas"


"Tugas?"


"Kakekmu mengirim guru ke rumah untuk mengajari  Xia Hua"


Yimin menelan makanannya lalu memberi jawaban.


"Hua hua, kau bisa mengerjakan disini"


"Tidak kakak, kakak masih sakit. Tugas hua tidak sulir. Hua pergi dulu, kakak"


Xia Hua meninggalkan kamar. Yimin merasa sedih namun dia tiba-tiba ingat sesuatu.


"Mama, apa papa akan datang setelah Yimin selesai makan?"


Bai Xiao yang baru saja menyendok makananan berhenti, dia memandang putrinya.


"Yimin, kita seharusnya tidak terlibat dengan paman itu lagi. Kau lihat bukan bibi yang kia temui di rumah sakit tadi? Bibi itu adalah pasangan paman itu. Kau lihat bahwa bibi itu marah karena kita menganggu pasangannya bukan? Paman itu juga tidak akan datang menemui kita"


"Tapi Yimin tidak mau berpisah dengan papa,dan papa sudah berjanji untuk datang ke rumah"


"Yimin, kau tidak mengerti. Pria itu memiliki kehidupannya sendiri, kita hanyalah orang asing untuknya dan bibi itu adalah orang yang berharga untuknya. Yimin, mama tidak ingin kau terus merasa kecewa karena berharap padanya dan jangan ganggu kehidupan pasangan mereka. Kau harus mengerti itu, lebih baik bagi kita untuk tidak bertemu dengannya lagi"


"Tapi, mama..."


"Selesaikan makanmu lalu minum obat dan beristirahat "


Bai Xiao kembali menyuapi Yimin lalu mengambil obat dan air putih. Yimin dengan enggan mengambil obat.


"Sekarang kau istirahat jangan pikirkan apapun"


Bai Xiao mengusap lembut rambut Yimin. Lalu meninggalkan kamarnya. Bai Xiao turun ke bawah dan mendengar suara keributan di ruang tamu. Li Zhiting mencengkram erat kerah Li Huan Rui.


"Kau tidak di terima disini. Aku tidak akan membiarkanmu membuat saudaraku dan Yimin kecewa lagi"


"Sepupu, tolong dengarkan aku. Aku disini untuk menebus kesalahanku tadi..."


"Kau tidak perlu melakuknny, cepat pergi sana"


Li Zhiting melepaskannya dengan kasar, Li Zhiting memang masih remaja tapi postur dan kekuatannya tidak kalah dengan pria dewasa.


"Zhiting"


"Kakak"


"Biar aku yang bicara dengannya"


"Tapi, kakak...."


"Tidak perlu khawatir, aku bisa menjaga diriku"


Li Zhiting dengan enggan pergi. Saat ini di rumah hanya ada dia dan kakaknya.


"Jiao"


"Tuan Li, sudah berapa kali aku bilang bahwa aku bukan Li Jiao, gadis bernama Li Jiao sudah mati"


"Tuan Li, jangan dekati putriku lagi"


"Jiao, Yimin adalah putriku bagaimana seorang papa tidak boleh menemui anaknya"


"Aku sudah bilang bahwa Yimin tidak memiliki papa, dia tidak butuh seorang papa yang bisa saja menyakitinya"


"Jiao, aku memang salah tadi tapi aku tidak punya pilihan lain untuk memilih Helena khususnya di depan publik tapi setidaknya aku datang untuk menjemputmu dan Yimin pergi"


"Lalu setelah itu kau akan meninggalkan kami saat Helena tiba-tiba datang? Tuan Li, lebih baik anda pergi dan habiskan waktu dengan kekasih anda dan miliki anak sendiri bersamanya jangan menganggu kehidupanku dan putriku"


Bai Xiao menarik Li Huan Rui untuk keluar tapi pria itu berhasil menepis tangan Bai Xiao lalu memeluk pinggangnya. Bai Xiao terkejut.


"Jiao, aku akan tinggakan Helena dan membatalkan pertunanganku jika itu yang kau inginkan. Bagiku kau dan Yimin adalah seseorang yang berharga bagiku. Aki tidak ingin kehilangan kalian lagi"


Bai Xiao mendorong dadanya.


"Tidak perlu melakukan itu, kau jalani saja kehidupanmu dan lupakan keberadaan kami"


"Jiao"


"Tolong pergi, jika tidak aku akan meminta petugas keamanan untuk membawamu keluar"


Li Huan Rui dengan enggan pergi. Bai Xiao hanya menduk.

__ADS_1


'Li Huan Rui, kenapa kau membuat hal ini semaki sulit. Aku tidak ingin menghancurkan hubungan kalian, aku ingin menebus dosaku di masa lalu tapi kenapa kau membuatku menjadi roda ketiga lagi


A/N : Terima kasih untuk dukungan kalian. Terima kasih untuk yang sudah vote, like , komentar dan memberi tips. Maaf ya tidak membalas komentar. Aku bingung mau balas apa. Terima kasih banyak untuk yang sudah membaca novel ini


__ADS_2