Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)

Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)
Episode 14 (Shen FengYue's Plan)


__ADS_3

Shen Fengyin merasa bosan dirumah, dia hanya duduk di sofa ruang tamu dan membaca majalah. Sejak kehamilannya yang sudah mendekati bulan ke 8 yang membuat perutnya bertambah buncit, Li Yongsheng melarangnya untuk bekerja. Dia bahkan melarang asisten Han mengirimkan pekerjaan padanya dan juga menyita laptopnya.


Ting Tong


Seorang pelayan yang mendengar suara bel pintu segera berjalan mendekati pintu, namun Shen Fengyin menghentikannya.


“Biar aku saja”


“Tapi, Nyonya muda...”


“Kau bisa mengerjakan pekerjaan yang lain”


Pelayan itu menurut lalu pergi meninggalkan ruang tamu. Shen Fengyin membuka pintu.


“Hallo, Kakak”


Shen Fengyin menunjukkan ekspresi dingin ketika melihat gadis berwajah imut menyapanya dengan suara manjanya. Shen Fengyin merasa kesal, sudah beberapa bulan ini gadis ini tidak lagi menganggunya dan sekarang gadis ini tiba-tiba datang. Mungkinkah dia ingin mengganggu hubungannya dan Li Yongsheng.


“Jika kau mencari Li Yongsheng, kau seharusnya pergi ke kantornya. Dia belum pulang “


“Tidak, aku tidak mencari kakak Sheng. Aku kesini untuk bertemu dengan kakak dan aku juga ingin mengucapkan selamat atas kehamilan kakak”


Shen Fengyin mengerutkan keningnya, dia masih tidak yakin bahwa Shen FengYue mengucapkannya kata itu dengan tulus. Dia curiga bahwa mungkin saja Shen Fengyue merencanakan sesuatu.


“Kakak Yin, sudah lama kau tidak pulang ke rumah bukan dan menemui ibu. Kakak Yin, apa kau tahu bahwa ibu merasa senang saat tahu kakak Yin hamil dan ibu ingin pulang ke rumah dan tinggal di rumah keluarga Shen”


“Kakak Yin, ibu mengkhawatirkanmu dan juga cucu pertamanya. Ibu mengatakan padaku ingin merawat kakak Yin selama kehamilan kakak”


“Tidak perlu, Nanny Ma bisa merawatku”


“Kakak, hal itu berbeda. Bukankah lebih baik kau tinggal bersama keluargamu sendiri dan aku yakin ibu pasti akan memperlakukan kakak lebih baik. Tidakkah kakak merasa kesepian saat kakak Sheng ...maksudku kakak ipar pergi? Jika kakak tinggal di rumah keluarga Shen mungkin kakak tidak akan merasa kesepian lagi”


“Aku...”


“Apa yang dikatakan xiao Yue memang benar”


Shen Fengyin dan Shen Fengyue menoleh ke arah seorang pria tampan dengan stelan jas rapi. Li Yongsheng mendekati Shen Fengyin.


“Li Yongsheng, kenapa kau sudah pulang? Mungkinkah karena kau tahu Shen FengYue datang jadi kau cepat-cepat untuk pulang”


Shen Fengyin mengucapkannya dengan nada menyindir.


“Istriku, apa kau masih tidak percaya padaku. Aku tidak memiliki hubungan romasa dengan Xiao Yue lagi “


Shen FengYue mengepalkan tangannya ketika mendengar Li Yongsheng berbicara dengan nada begitu lembut pada kakaknya. Sebelumnya, hanya dialah yang diperlakukan kakak Sheng-nya dengan lembut.


“Kakak, itu benar. Aku tidak memiliki hubungan apapun dengan kakak Sheng”


Li Yongsheng meraih tangan Shen Fengyin.


“Fengyin, Aku akan lebih tenang jika ada yang memperhatikanmu dan menjagamu serta anak kita”


“Ayolah, kak. Kakak Sheng bahkan sudah setuju”


Shen Fengyin menghela nafas dan akhirnya menyetujuinya. Jika tidak mereka berdua pasti akan membujuknya tanpa henti.


“Baiklah, aku setuju. Karena suamiku yang menginginkan untuk tinggal secara terpisah denganku itu tidak masalah. Setidaknya aku bisa tidur dengan nyenyak”


“Fengyin, bukannya aku ingin kita tinggal terpisah. Aku juga akan tinggal bersamamu”


“Kau ingin tinggal di rumah keluarga Shen? Kalian berdua pasti berencana untuk saling bertemu bukan ?”


“Istri, bagaimana mungkin kau berpikiran seperti itu? istri, aku sudah berjanji bukan bahwa aku tidak akan mengkhianatimu? Percayalah”


“Baiklah”


“Shen FengYue, kau bisa pulang lebih dulu. Aku akan pergi ke rumah keluarga Shen bersama suamiku”


“Baiklah kakak. Ibu pasti akan senang tahu kakak akan datang “


Shen Fengyue pergi meninggalkan mension milik Li Yongsheng.


‘Kakak Yin, lihat saja. Kebahagiaanmu tidak akan bertahan lama. Aku akan merebut kakak Shengku lagi’


 


Shen Fengyin tiba di rumah keluarga Shen disambut oleh Nyonya Shen. Wanita paruh baya itu tersenyum senang melihat putri tertuanya dan menantunya datang.


“Fengyin, akhirnya kau datang juga. Ibu sangat senang tahu bahwa kau akan tinggal di rumah ini”


Nyonya Shen memeluk Fengyin dengan hati-hati. Shen Fengyin tida mengatakan apapun. Dia masih tidak yakin bahwa perhatian ibunya benar-benar tulus padanya. Li Yongsheng menyapa ibu dan ayah mertuanya.


“Fengyin, apa kau lapar? Ibu sudah menyiapkan sup untukmu. Sup ini akan bagus untuk kandunganmu”


“Aku tidak lapar ibu. Aku ingin istirahat”


“Baiklah, ibu akan menganatarmu ke kamar”


“Tidak perlu, ibu. Aku bisa sendiri”


Shen Fengyin melangkah begitu saja menuju ke lantai dua rumah keluarga Shen.


“A-Sheng, kau juga pasti lelahkan? Kau bisa beristirahat juga. Biarkan pelayan Yan yang membawa kopermu”


Li Yongsheng berjalan mengikuti pelayan Yan yang membawanya ke kamar. Li Yongsheng membuka pintu dan mengambil kopernya.


“Kau bisa kembali”


“Baiklah, tuan”


Li Yongsheng menutup pintunya begitu saja. Pelayan Yan mengerutu, dia tidak suka dengan sikap dingin Li Yongsheng. Dia merasa bahwa pria dingin seperti pria itu tidak cocok dengan nona tertua. Walaupun nona tertua terlihat dingin dan angkuh tapi dia memperlakukan pelayan dengan baik.


Di dalam kamarnya, Shen Fengyin langsung merembahkan tubuhnya dikasur. Dia selalu merasa mudah lelah belakangan ini. Li Yongsheng memandang istrinya.


“Fengyin, tidakkah kau bersikap terlalu dingin pada ibumu?Tidak bisakah kau bersikap ramah pada ibumu seperti Shen Fengyue”


“Seperti itulah sikapku yang sebenarnya. Aku tidak bisa bersikap sebagai seorang gadis baik hati seperti Shen Fengyue. Jika aku lebih menginginkan wanita yang baik hati kau bisa kembali bersama Shen Fengyue”


“Fengyin, bukan begitu maksudku”


Li Yongsheng menghela nafas. Shen Fengyin semakin sensitif sejak kehamilannya.


“Sudahlah, lupakan”


Tok Tok Tok


“Kakak Yin”

__ADS_1


Suara imut terdengar di balik pintu.


“Aku akan membukanya”


Li Yongsheng membuka pintu dan melihat Shen Fengyue yang membawa nampan berisi sup dan jus


“Kakak Sheng, aku membawakan ini untuk kakak Yin”


“Aku tidak lapar, bawa kembali”


“Fengyin, kau harus makan. Xiao Yue sudah berbaik hati untuk mengantarkan makanan”


“Jika kau mau kau bisa mengambilnya”


Shen Fengyin memejamkan matanya dan pura-pura tertidur.


“Maaf, Xiao Yue. Sepertinya Fengyin terlalu lelah dan tidak memiliki nafsu makan”


“Tidak apa-apa kakak. Aku akan membawanya nanti jika kakak Yin lapar”


Shen Fengyue menunjukkan wajah kecewa lalu melangkah pergi.


“Fengyin, kau tidak seharusnya bersikap dingin seperti itu pada Xiao Yue. Bagaimanapun dia adikmu”


“Bagaimanapun sikapku itu bukan urusanmu. Aku sudah bilang bukan seperti inilah diriku”


Dreet Dreet Dreet


Li Yongsheng mengambil ponselnya dan menjawab telpon.


“Hallo, Asisten Zhou”


“...”


“Apa? Baiklah, aku akan segera bersiap”


Li Yongsheng mematikan telpon.


“Fengyin, aku harus pergi ke luar kota selama beberapa hari”


Li Yongsheng lalu pergi dengan terburu-buru.


 


 


Shen Fengyin merasa aneh dengan sikap anggota keluarga Shen padanya. Sikap Ibu dan ayahnya berubah menjadi begitu perhatian padanya. Bahkan ibunya memperlakukannya dengan baik dan memperhatikannya. Ibunya juga tidak segan mengambilkannya makan walaupun Shen Fengyin sering menolak untuk makan bersama. Sebenarnya hal yang lebih aneh adalah Shen FengYue yang sering membawakan sup dan jus untuknya.


Walaupun Shen Fengyin selalu menolak tapi Shen FengYue tetap saja memaksanya. Shen Fengyin memandang Shen Fengyue dengan curiga.


 


“Apa kau merencanakan sesuatu dengan perhatianmu ini?”


“Kakak, bagaimana kau bisa berpikir begitu. Aku benar-benar tulus ingin memperlakukanmu dengan baik apalagi kakak Yin mengandung anak kakak Sheng dan juga ibu memintaku untuk memperhatikan kakak”


“Begitu kah?”


Shen Fengyue mengangguk.


“Aku sudah menyerah pada kakak Sheng. Bagiku tidak ada artinya lagi untuk bersaing dengan kakak Yin”


“Benarkah? Kakak Yin, kau harus makan dengan baik”


Shen Fengyin mengambil nampan dari tangan Shen Fengyue. Wanita berwajah imut itu tersenyum. Shen Fengyin menutup pintu dan Shen Fengyue menunjukkan senyuman licik.


 


Sudah beberapa bulan sejak Shen Fengyin tinggal di rumah keluarga Shen dan Shen Fengyue selalu datang ke kamarnya membawa makanan dan jus buah serta mengambil piring kosongnya. Shen Fengyin yang awalnya merasa aneh perlahan mulai terbiasa menerima kebaikan Shen Fengyue. Bahkan hubungannya dan Shen Fengyue menjadi lebih baik.


“Fengyin, sepertinya hubunganmu dengan xiao Yue semakin membaik”


“Ya, begitulah. Bukankah itu juga yang kau inginkan”


“Ya”


“Fengyin, obat apa yang kau minum?”


“Suplemen”


“Benarkah hanya suplemen?”


“Tentu saja, kau pikir obat apa yang aku minum?”


“Tidak ada. Baguslah jika aku merawat kandunganmu dengan baik”


 


Shen Fengyue merasa aneh karena tidak terjadi apapun pada Shen Fengyin selama satu bulan ini. Mungkinkah obat yang dia berikan tidak bereaksi apapun. Bagaimana mungkin hal itu terjadi? Dia bahkan membeli obat paling mahal dan ampuh di toko obat terkenal.


Shen Fengyue mulai merencanakan rencana lain, dia ingin mendorong Shen Fengyin dari tangga yang akan mengakibatkan keguguran lalu menfitnahnya di depan kakak Sheng-nya namun hal itu sia- sia saja. Ketika dia hendak mendorong Shen Fengyin, wanita itu justru menoleh ke arahnya yang membuat Shen FengYue terkejut dan hampir terjatuh dari tangga.


“Shen Fengyue, ada apa? Bagaimana bisa kau hampir terjatuh?”


“Tidak kak, aku hanya terpeleset. Sepertinya sandal yang aku pakai licin”


“Begitukah? Kau harus segera mengganti sandalmu agar kau tidak jatuh atau ibu akan menyalahkanku”


Shen Fengyin menujukkan kekhawatirannya walaupun dia masih menggunakan nada dingin.


“ Baiklah”


Shen Fengyin lalu berjalan turun dan pergi ke ruang keluarga. Dia duduk menonton drama bersama ibunya. Hubungan Shen Fengyin dan juga Nyonya Shen menjadi lebih baik bahkan terkadang Nyonya Shen melupakan keberadaan Shen Fengyue.


Shen Fengyue mengepalkan tangannya.


‘Kakak, aku akan membiarkanmu bahagia tapi hal itu tidak akan lama’


 


Shen Fengyue mengajak Shen Fengyin untuk keluar jalan-jalan. Awalnya Nyonya Shen tidak setuju karena saat ini Shen Fengyue sedang hamil tapi dia mencoba meyakinkah ibunya. Shen Fengyin dan Shen Fengyue pergi ke mall untuk membeli baju bayi.


Shen Fengyue meminta Shen Fengyin turun lebih dulu karena dia ingin memparkir mobilnya. Shen Fengyin menurut dan turun. Shen Fengyue melajukan mobil ke tempat parkir. Shen Fengyin yang sedang menunggu tiba-tiba saja tasnya di ambil seseorang. Shen Fengyin berusaha menahannya tapi pria itu mendoronnya dengan keras.


Darah mulai keluar dari tubuhnya. Semua orang yang melihatnya menjadi panik.


“Yinyin”

__ADS_1


“Kakak fan “


“Yinyin, maaf aku datang terlambat. Aku akan segera membawamu ke rumah sakit”


Li Yongfan mengendong tubuh Shen Fengyin dan membawanya ke mobil. Dia melajukan mobil dengan kecepatan penuh menuju ke sebuah rumah sakit.


“Yinyin, bertahanlah”


“Kakak Fan, jangan beritahu hal ini pada keluargaku ataupun pada Li Yongsheng sebelum aku memintamu”


“Tapi, Yinyin. A-Sheng harus tahu tentang hal ini. Bagaimanapun dia adalah suamimu”


“Kakak Sheng, aku mohon padamu”


“Baiklah. Aku akan melakukan apapun keinginanmu”


Setelah tiba di rumah sakit. Shen Fengyin segera ditangani oleh dokter terbaik karena Li Yongfan sebelumnya telah menghubungi rumah sakit ini. Li Yongfan merasa sangat khawatir. Dia menyesal karena tidak datang tepat waktu walaupun Shen Fengyin telah menghubunginya dan curiga tentang rencana buruk Shen Fengyue.


Li Yongfan tidak bisa tenang, dia merasa takut terjadi sesuatu pada Shen Fengyin dan juga bayi yang dikandungnya. Cukup lama Li Yongfan menunggu, hingga akhirnya seorang dokter keluar.


“Dokter, bagaimana keadaannya?”


Dokter itu terdiam dan menunduk.


 


Li Yongfan menghubungi Li Yongsheng dan memberi tahunya apa yang terjadi. Li Yongsheng yang sedang rapat , dia mengakhiri rapatnya dengan cepat lalu segera melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit. Li Yongsheng merasa begitu khawatir ketika Li Yongfan memberi tahunya bahwa Shen Fengyin dirawat di rumah sakit.


Ketika tiba di rumah sakit, Li Yongsheng segera memarkir mobilnya lalu berlari ke ruang dimana Shen Fengyin dirawat. Dia melihat Li Yongfan yang berdiri di dekat pintu.


“Kakak Fan”


“Li Yongshen”


“Apa yang terjadi pada Fengyin?”


Li Yongfan belum sempat menjawab saat dokter keluar dari ruangan.


“Maaf,diantara kalian berdua, siapakan keluarga pasien?”


“Saya suaminya”


“Baiklah, tolong ikut saya”


 


Li Yongsheng pergi mengikuti dokter itu. Sedangkan Li Yongfan masuk ke ruangan rawat Shen Fengyin saat perawat memintanya masuk karena pasien ingin bertemu.


 


“Kakak fan”


“Yinyin, apa kau yakin tidak ingin memberi tahu Li Yongsheng tentang rahasia ini”


“Tidak,aku tidak bisa memberi tahunya. Kakak Fan, aku hanya bisa bergantung padamu. Tolong jangan beri tahu rahasiaku ini pada siapapun. Inilah yang terbaik”


“Tapi, tidakkah lebih baik tidak menutupi hal ini dari A-Sheng. Bagiamanapun juga A-sheng”


“Aku masih belum bisa mempercayainya. Aku mohon, kakak Fan”


“Baiklah”


 


Wajah Li Yongsheng menjadi pucat setelah keluar dari ruang dokter. Dia masih tidak percaya bahwa dia telah kehilangan bayinya. Li Yongsheng mengepalkan tangannya berusaha untuk tegar, dia tahu saat ini Shen Fengyin pasti lebih merasa tertekan daripada dirinya. Li Yongsheng pergi ke bangsal tempat Shen Fengyin di rawat.


“Fengyin”


Shen Fengyin menoleh sekilas lalu mengalihkan padangannya.


“A-Sheng, aku harus pergi. Tolong jaga Yinyin”


Li Yongfan meninggalkan mereka berdua.


“Li Yongsheng, aku kehilangan anak kita”


Shen Fengyin mengucapkannya dengan nada datar dan tanpa ekspresi.


“Jika kau ingin kembali pada FengYue dan meninggalkanku, aku tidak masalah”


“Fengyin, bagaimana bisa kau berpikir begitu”


Li Yongsheng memeluk Shen Fengyin. Wanita itu hanya diam saja di pelukannya.


 


Li Yongsheng dan Shen Fengyin kembali ke kediaman keluarga Shen.Li Yongsheng meminta Shen Fengyin untuk masuk lebih dahulu karena dia ingin menjawab panggilan. Shen Fengyin tidak mengatakan apapun. Dia langsung melangkahkan kaki masuk ke dalam kediaman keluarga Shen.


“Shen Fengyin”


Nyonya Shen tiba-tiba datang dan menampar Shen Fengyin. Wanita itu hanya menujukkan wajah datar dan memegang pipinya yang merah.


“Bagaimana kau bisa melakukan hal yang rendahan seperti itu?”


“Kenapa kau minum obat seperti ini?”


Nyonya Shen melemparkan obat ke arah Shen Fengyin. Li Yongsheng yang baru saja masuk merasa terkejut melihat kemarahan ibu mertuanya.


“Obat apa yang ibu maksud?”


“Menantu”


Nyonya Shen merasa terkejut melihat menantunya, dia juga merasa gugup ketika Li Yongsheng mengambil tempat obat itu. Pria itu hanya menunjukkan ekspresi datar namun tatapan matanya begitu tajam.Tangan pria itu mengepal dengan kuat.


“Shen Fengyin, ikut denganku”


Li Yongsheng menarik tangan Shen Fengyin dan membawanya ke kamar. Shen Fengyue yang hanya menjadi pengamat kini menujukkan senyuman penuh kemenangan.


Li Yongsheng membanting pintu kamar dengan keras lalu mendorong Shen Fengyin ke tempat tidur.


“Shen Fengyin, baraninya kau meminum obat pengugur kandungan, jadi kecelakaan ini sebenarnya sudah kau rencanakan”


“Li Yongsheng, apa kau pikir aku akan melakukan hal bodoh seperti itu. Li Yongsheng, aku...”


“Diam, kau tidak perlu mencari alasan. Shen Fengyin, karena kau sudah melenyapkan satu anakku jadi kau harus membayarnya untuk memberikanku anak yang lain”


agak aneh gak sih?

__ADS_1


maaf ya nunggu lama. jadwal kuliah benar-benar padat. oh ya mungkin chapter ini masih banyak tanda tanya tapi pertanyaan itu akan di jawab di chapter-chapter akhir.


__ADS_2