Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)

Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)
Chapter 28


__ADS_3

#Mantan suami mengejar mantan istrinya


#Siapa yang dikejar CEO Li


#Istriyangdicampakkan


   Seseorang diam-diam mengambil foto Li YongSheng dan Shen Fengyin. Hal ini menjadi pembicaraan di weibo.


'CEO Shen terlihat semakin cantik. Ini sudah 6 tahun tapi dia masih tetap cantik'


'Apa CEO Li kembali mengejar mantan istrinya. Lalu bagaimana hubungannya dengan presiden Chen'


'Apa CEO Li menyesal membuang mantan istrinya? Mungkin kah dia akan bercerai lagi'


'Aku kasihan dengan istrinya, dia harus bersaing dengan dua wanita sukses'


'Perceraian kedua'


'Siapa yang dikejar CEO Li?'


'Ekspresi yang berbeda'


  Foto.     Foto


'Benar, CEO Li begitu lembut pada CEO Shen'


'Apa mereka akan bersama?'


'Artis Shen akan dicampakkan'


Asisten Zhou memberitahunya tentang scandal yang terjadi.


"CEO Li , haruskah saya menghapusnya"


"Tidak perlu"


Li YongSheng tidak menyangka akan ada scandal antara dia dan Shen Fengyin. Dia meminta Asisten Zhou tidak bertindak apapun dan memintanya kembali.


Li YongSheng menjelajahi weibo dan melihat komentar. Beberapa orang juga berkomentar di postingannya.


Li YongSheng mengetik sesuatu. Dia ingin tahu bagaimana reaksi Shen Fengyin.


'Hari ini adalah ulang tahunnya. Saya tidak mungkin mengabaikan hari ulangtahunnya. Saya memberinya hadiah bunga yang disukainya. Saya hanya ingin memperbaiki hubungan saya dengannya'


 Banyak tanggapan ketika Li YongSheng memfostingnya. 


  Jenny Shen mengirim kan screenshoot ke aku wixia Shen Fengyin. Saat ini Shen Fengyin sedang dibandara. Dia  membuka chat dari Jenny Shen.


'Sepupu, kau kembali padanya?'


Shen Fengyin melihat foto yang dikirim. Dia tidak menyangka akan menjadi pembicaraan lagi.


'Tidak. Ini salah paham'


'Begitukah, haruskah aku menghapusnya'


'Aku akan melakukannya sendiri'


Shen Fengyin masuk ke akun weibo yang sudah lama tidak dia buka. Ada banyak pesan yang dikirimkan khususnya  tanggapannya  tentang hubungan Li danShem dan juga fotonya saat ini.


Shen Fengyin mulai menulis sesuatu.


'Saya tidak tahu kenapa semua orang berpikir saya bersama CEO Li. Saya tidak ingin ada kesalahpahaman. Hari ini adalah ulangtahun seorang yang kami kenal. Dia memberikan bunga sebagai hadiah untuknya. Dia menanyakan tanggapan saya tentang bunga itu. Tidak ada hubungan romansa di antara kami. Kami hanya kolega. 


Saya harap tidak ada yang menghungkan saya dengannya lagi. Saya sudah menikah. Saya tidak ingin ada kesalahpahaman yang tidak perlu. Bagaimanapun CEO Li adalah adik ipar saya


Foto


  Banyak komentar yang menanggapinya. Shen  Fengyin terlalu malas membukanya.


 


  Forum diskusi kembali ramai. Li YongSheng masih menjelajahi weibo.


Ada seseorang yang mengirimkan postingan Shen Fengyin.


'CEO Shen sudah menikah dengan tuan muda tertua Li'


'Mereka sudah lama dekat tapi aku sedikit terkejut'


'Dia masihlah Nyonya Li'


'Apa CEO Li kecewa?'


'Presiden Chen berulang tahun hari ini. Mungkinkah bunga itu untuk presiden Chen'


'Kapan mereka menikah?'


' Mungkin bukan CEO Shen yang dicampakkan tapi CEO Li yang dicampakkan'


'Walaupun CEO Li lebih tampan tapi direktur li juga tidak buruk'


'Kenapa anaknya harus ditutup'


Li YongSheng yang awalnya memiliki suasana yang baik tiba-tiba perasaannya menjadi buruk. Dia memilih keluar dari akun weibo.


  Dia ingin melupakan kenyataan bahwa kakaknya sudah  menikah dengan Shen Fengyin. Dia kesal dengan kenyataan status nya adalah adik ipar tapi dia begitu mudah mengungkapkan tentang statusnya.


Ponselnya berdering. Li YongSheng dengan malas menjawab telpon.


'Hei, apa benar Shen Fengyin menikahi Li Yongfan'


'Li YongSheng, aku akan mendengar keluh kesahmu. Kita tidak hanya teman kerja tapi juga teman. Jika suasana hatimu sedang buruk ini juga akan berpengaruh dengan pekerjaan.


'Terima kasih, Chen Xixi tapi aku tidak punya keluhan apapun'


'Benar, bagaimanapun dia hanyalah mantan istrimu bukan jadi tidak perlu di pedulikan . bagaimana jika kita makan malam bersama. Aku ingin membicarakan perkembangan dari project kita'


'Baiklah'


Chen Xixi mematikan telpon. Li YongSheng kembali fokus dengan pekerjaannya.


 


Shen Fengyin pulang disambut oleh Li Yongfan dan Li Huan Rui. Mereka tiba-tiba datang menyambutnya dengan kue ulang tahun. Shen Fengyin menganggap hal itu kekanakan. Dia memprotes nya walaupun dia senang.


"Mama,selamat ulang tahun"


"Terima kasih"


Li Huan Rui memberikan kalung yang sudah lama ingin dia berikan pada ibunya.


"Ini sangat cantik, terima kasih"


"Yinyin, aku juga punya hadiah untukmu"


Li Yongfan memberikan sebuah kotak.


"Terima kasih, kakak Fan"


"Mama, ayo makan kue"

__ADS_1


Shen Fengyin memotong kue menjadi beberapa bagian. Dia menikmati kue dengan lahap.


"Rui, maaf ibu sering melewatkan ulang tahunmu"


"Tidak masalah. Rui tahu karena mama sangat sibuk"


Li Huan Rui menunjukkan senyum cerah. Shen Fengyin merasa senang putranya begitu pengertian. Li Yongfan juga merasa senang.


 


   Shen Fengyin berada di balkon, diam memandang langit malam. Dia menghela nafas, ada banyak hal yang terjadi hari ini.


  Hari ini adalah ulang tahunnya, dia merasa memiliki keluarga sekarang. Di masa lalu, selain kakek tidak ada yang merayakan ulangtahunnya. Bahkan Li YongSheng yang sebelumnya pernah menjadi tunangannya juga mengabaikannya, ketika dia menikah dengannya pria itu juga tidak pernah merayakan ulang tahun atau mengingat ulang tahunnya kenapa tiba-tiba dia memberikan hadiah padanya. Namun dia tidak pernah berpikir bahwa pria itu tahu bunga yang disukainya.


  "Yinyin"


Li Yongfan tiba-tiba datang memeluk Shen Fengyin dari belakang.


"Kakak Fan"


"Fengyin, aku merasa bahagia sangat bahagia"


"Apa yang membuat kakak Fan begitu bahagia?"


"Aku melihat postinganmu di weibo"


"Oh"


"Aku senang kau mengakuiku dan memperhatikan perasaanku"


Li Yongfan melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuh Shen Fengyin agar menghadap ke arahnya. Dia menunduk hendak menciumnya tapi Shen Fengyin mengalihkan pandangan.


Li Yongfan merasa kecewa tapi dia masih berusaha tersenyum.


"Maafkan aku, kakak Fan"


"Aku masih bisa menunggu"


"Aku masih memiki pekerjaan. Aku harus pergi"


Shen Fengyin berjalan menjauh. Dia tidak ingin menyakiti Li Yongfan tapi masih sulit untukmu menerima sentuhan orang lain. Dia membenci pria itu sangat membencinya tapi dibalik rasa bencinya dia masih mencintainya. Semakin dia mencintainya semakin dia membenci dirinya sendiri.


  Shen Fengyin berusaha berpura-pura menbencinya, dia ingin menghancurkan pria itu tapi semakin dia memperlakukan Li YongSheng dengan buruk, hatinya juga terluka tapi dia tidak ingin menjadi lemah karena perasaan cintanya ini. Dia tidak ingin terjatuh di lubang yang sama sekali lagi dan juga dia tidak akan pernah melupakan hal yang telah terjadi dimasa lalu.


 


   Hubungan Li YongSheng dan Chen Xixi menjadi semakin dekat. Mereka mungkin lebih dekat daripada saat di kuliah.


  Project mereka juga berjalan lancar. Ada banyak investor yang membantu khususnya hal ini karena koneksi Chen Xixi sebagai putru dari keluarga Chen.


    Mereka berdua menghabiskan banyak usaha untuk memyempurnakannya.  Chen Xixi tersenyum setiap kali melihat wajah serius Li YongSheng. Dia merasa bahagia bisa melaluu hari-hari sulit bersama dengan pria yang sudah lama dikaguminya.


"Li YongSheng, setelah project kita selesai masih bisakah kita berhubungan?"


Li YongSheng yang sedang fokus dengan laptopnya memandang ke arah Chen Xixi.


"Tentu, kita teman bukan?"


"Ya, teman"


Sepertinya Chen xixi harus puas dengan status seorang teman. Dia tahu perasaan pria itu bukan untuknya tapi untuk wanita yang menyulitkannya. Li YongSheng pernah terbuka padanya ketika mereka minum bersama dan pria itu meluapkan semua isi hatinya.


"Apa yang kau suka dari Shen Fengyin"


"Aku tidak tahu"


Li YongSheng menanggapinya singkat. Dia juga tidak mengerti apa yang dia suka dari wanita itu atau lebih tepatnya dia tidak ingin mengatakannya.


"Begitu ya. Seperti nya kau tidak ingin memberi tahuku ya. Haruskah aku membuatmu mabuk dulu baru kau akan mengatakannya"


"Shen Fengyin memang cantik tapi tidakkah menurutmu dia terlalu dingin? Apa dia juga seperti itu saat kalian bersama"


"Ya"


"Tapi Shen Fengyin sangat populer. Dia sering datang ke fakultas teknik dan banyak mahasiswa fakultas teknik yang menggodanya"


"Fengyin ke fakultas teknik?"


"Ya. Ini sebenarnya rahasia. Tapi dia sering memandangmu diam-diam"


"Benarkah?"


"Ya dan kau tahu Shen Fengyin sering mengaku sebagai tunanganmu dan menggertak para anggota fansclub"


  Li YongSheng tanpa sadar tersenyum. Dia tidak tahu bahwa Shen Fengyin terobsesi dengannya sampai seperti itu.


"Dulu kami sempat bertunangan"


"Benarkah? Lalu kenapa pada akhirnya kau bertunangan dengan nona kedua"


"Apa karena status Shen Fengyin?"


"Ya, salah satunya"


"Apa kau mencintai Shen FengYue?"


Li YongSheng terdiam.


"Aku tidak tahu"


"Sepertinya, kau tidak ingin memberitahuku hal ini juga tapi


menurutku Shen FengYue bukanlah gadis yang baik"


"Aku harap kau tidak marah tapi aku diam-diam menyelidikinya"


"Kau menyelidikinya. Kenapa?"


"Hanya mencari tahu apa kelebihannya, karena aku menyukai mu jadi aku ingin tahu seperti apa sainganku. Aku mungkin masih bisa menerima kalah dari Shen Fengyin tapi aku tidak menerima kau lebih memilih Shen Fengyue"


"YongSheng, tapi aku punya informasi penting untukmu"


Chen Xixi memberikan sebuah amplop besar pada Li YongSheng.  Li YongSheng dengan enggan membukanya. Dia terkejut melihat foto Shen FengYue dan seorang pria berada di hotel. Foto itu diberi tanggal.


"Wanita itu sudah mengkhianatimu"


"Mereka bahkan punya anak bersama"


"Tidak mungkin"


"Li YongSheng, apa kau tidak tahu pergaulan di dunia hiburan? Aku bisa membuatmu bertemu dengan pria itu. Pria itu adalah sepupuku.  Aku awalnya ragu tapi aku ingat istrimu dan kekasih sepupuku  adalah orang yang sama"


  Li YongSheng tiba-tiba teringat Shen Fengyin pernah memberitahunya bahwa anak yang di kandung Shen FengYue bukanlah anaknya.


"Fengyin juga pernah memberitahuku hal itu"


"Shen Fengyin tahu?"


"tapi aku tidak mempercayainya"


Li YongSheng menyesalinya. Dia tiba-tiba menyadari sesuatu , mungkin kah Shen Fengyin tidak pernah berbohong padanya? Apakah semua yang dikatakan benar. Mungkinkah Shen FengYue berusaha mencelakai Shen Fengyin dan bayinya.

__ADS_1


"Chen Xixi, bisakah kau mengumpulkan bukti yang lebih kuat tentang perselingkuhan mereka"


"Tentu, aku akan melakukan apapun untuk pangeran ku"


"Terima kasih"


 


  Li YongSheng pergi ke A Country. Dia langsung pergi ke perusahaan SY. Perusaahan SY tidak lebih besar dari perusahaan Shen.


  Li YongSheng bertanya ke arah resepsonis.


"Apa anda sudah membuat janji?"


"Maaf, tapi anda tidak bisa bertemu tanpa janji"


"Tolong tanyakan pada CEO Shen, suaminya datang menemuinya"


"Suami? Apa anda tuan Li Yongfan. Silahkam tuan Li. Saya akan memberi tahu CEO Shen"


Li YongSheng merasa kesal. Mungkinkah orang-orang sudah tahu pernikahan kakaknya dan Shen Fengyin .


"Dimana ruangannya?"


"Bukankah tuan Li sering ke ruangan CEO Shen"


Li YongSheng menjadi semakin kesal seberapa sering kakaknya pergi menemui Shen Fengyin.


"Aku suaminya yang lain. Aku baru pertama kali disini"


"Suami yang lain?"


"Dimana ruangannya?"


"Lantai 10"


Li YongSheng langsung pergi ke lift. Para karyawan lain  yang turun untuk makan siang mulai bergosip. Mereka tidak menyangka CEO mereka punya dua suami. Mereka harus mengakui bahwa Li YongSheng memang tampan.


 


Shen Fengyin kebingungan ketika sekertarinya melapor suaminya yang lain mencarinya.


  Suara ketukan terdengar.


"Masuklah"


Li YongSheng  berjalan masuk dengan tegak. Dia akhirnya tahu suaminya yang lain.


"Jadi kau yang mengaku sebagai suami yang lain. Apa kau tidak takut kakak mu marah"


"Aku masih bisa mengatasi kemarahan kakakku. Kau tidak perlu khawatir , istriku"


"Istri mu ada di B City "


Shen Fengyin memanggapi dengan dingin.


"Apa yang kau inginkan? Aku sedang sibuk"


"Shen Fengyin, aku minta maaf karena tidak percaya padamu"


"Tentang apa?"


"6 tahun lalu...tentang anak yang dikandung Shen FengYue ternyata bukan anakku. Dia berselingkuh dibelakangku"


"Darimana kau tahu?"


"Chen Xixi memberi tahuku dia memberikan beberapa foto tentang perselingkuhan Shen FengYue dan pria lain"


"Oh, jadi apa kau percaya padanya?"


"Ya. Dia tidak mungkin berbohong padaku"


"Sepertinya hubunganmu dengan presiden Chen sudah sampai pada tahap saling percaya ya. Dia memberikanmu foto dan kau langsung percaya"


  Shen Fengyin masih ingat dengan jelas pria itu tidak pernah mempercayainya di masa lalu dan sekarang dia percaya padanya hanya karena Chen Xixi membuktikan dengan foto"


"Bukan seperti itu. Jangan salah paham dengan hubungan antara aku dan Chen Xixi"


Li YongSheng melangkah mendekati Shen Fengyin. Dia meraih tangannya tapi Shen Fengyin dengan cepat menepisnya.


"Aku tidak peduli. Hubungan apapun diantara kalian bukan urusanku"


"Kau sudah selesai dengan urusanmu bukan. Jadi bisakah kau pergi. Kau membuang waktu ku"


"Tidak, aku ingin menanyakan tentang Li Huan Rui.  Apa yang dilakukan Shen FengYue untuk melukai Li Huan Rui"


"Tanyakan saja pada presiden Chen mu itu. Tidakkah kau lebih percaya padanya. Minta saja padanya untuk menyelidikinya.  Jikapun aku katakan padamu kau bahkan tidak akan percaya padaku"


"Fengyin, bukan seperti itu. Aku minta maaf padamu. Aku tidak mempercayaimu saat itu. Kali ini aku akan percaya padamu"


"Apa kau benar-benar mempercayaiku bahkan tanpa bukti?"


Li YongSheng terdiam sejenak.


"Ya. Aku akan mempercayaimu bahkan tanpa bukti. Aku tahu kau tidak akan berbohong padaku khususnya tentang Li Huan Rui"


  Shen Fengyin merasa tersentuh. Namun dia berusaha menepis perasaannya. Pria ini begitu pintar mempermainkan hati wanita. Dia tidak boleh terlarut lagi.


"Silahkan duduk. Aku akan menceritakan semua nya padamu"


Li YongSheng berjalan menuju ke sofa.


"Shen Fengyin, bisakah kau duduk disamping ku. Agar aku bisa mendengar dengan jelas"


Shen Fengyin menuju ke sofa dengan ragu. Li YongSheng menariknya dan membuat Shen Fengyin terjatuh dalam pangkuannya.


"Li YongSheng, tak tau malu. Lepaskan aku"


"Fengyin, jangan banyak bergerak atau kau harus meredakan api"


"Dasar tak tau malu. Biarkan aku duduk"


"Tidakkah kau sedang duduk? Seperti ini lebih baik. Aku bisa mendengarmu lebih jelas"


Li YongSheng membelai pipi Shen Fengyin.


"Li YongSheng, aku sudah menikah"


"Lalu, kenapa jika kau sudah menikah? Aku masih akan tetap mencintaimu"


Suara Li YongSheng begitu lembut.


"Sayang, cepat ceritakan apa yang terjadi pada saat kau mengandung Li Huan Rui?"


"Setelah aku mengatakannya. Bagaimana kau akan membalas Shen FengYue?"


Li YongSheng terdiam sejenak.


"Aku akan membuatnya dihukum"


"Bisakah kau melakukannya?"

__ADS_1


"Aku akan lakukan apapun untukmu"


Shen Fengyin tersenyum. Shen Fengyin menceritakan semua hal yang terjadi


__ADS_2