Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)

Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)
Chapter 24 the consequences (1)


__ADS_3

 


Li Yongsheng tidak bisa tenang, bukan karena dia ketakutan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tapi dia merasa rasa khawatir di dalam hatinya. Operasi berlangsung cukup lama dan membuat Li Yongsheng semakin gelisah.


 


“Bibi”


Helena berlari memdekati Shen Fengyin. Wajah Shen Fengyin terlihat begitu khawatir. Dia mendapat telpon dari seorang karyawannya yang mengenali Li Huan Rui. Shen Fengyin langsung membatalkan semua agenda dan langsung melajukan mobil ke rumah sakit.


“Helena, dimana Huanrui?”


“Li Huan Rui masih didalam”


Li Yongsheng sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi keluarga dari anak kecil itu. Li Yongsheng yang awalnya menundukkan kepala kini menoleh dan memandang wanita yang berada di samping gadis kecil.


“Shen Fengyin”


Shen Fengyin memandang ke arah Li Yongsheng.


“Li Yongsheng”


Shen Fengyin tidak menyangka, seseorang yang menabrak putranya dan membuat putranya terluka adalah ayah kandung dari putranya sendiri.


“Li Yongsheng, kau yang melukai putraku?”


“Putramu?”


Li Yongsheng terdiam sejenak, dia mulai menyadari sesuatu. Mungkinkah anak itu anak Shen Fengyin dan kakaknya hasil dari perselingkuhan mereka berdua. Li Yongsheng mengepalkan tangannya. Senyum pahit terukit di bibirnya.


“Jadi anak itu anakmu? Dia pantas mendapatkannya. Shen Fengyin, dimasa lalu kau telah melenyapkan anakku yang bahkan belum lahir dan ini pembalasan dari dosamu itu. Namun jika anakmu hanya terluka itu tidak cukup ada bagusnya jika dia tidak selamat. Ini impas bukan? Nyawa dibayar nyawa”


Li Yongsheng merasa marah karena Shen Fengyin mempertahankan anak haram di dalam janinnya sedangkan wanita itu mengugurkan kandungannya saat mengandung anaknya. Dia tega melenyapkan anak mereka.


Shen Fengyin menpar Li Yongsheng cukup keras. Dia tidak menyangka ayah kandung dari anaknya tega berbicara seperti itu dan mengharap kematian anaknnya. Shen Fengyin tersenyum sinis, pria itu masih dendam padanya karena dia membuat Shen Fengyue keguguran, tapi wanita itu sendirilah yang membunuh anaknya. Dimasa lalu, kekasih pria itu mencoba membunuh anaknya yang belum lahir dan memainkan trik dan sekarang pria itu ingin membunuh anaknya.


“Li Yongsheng, aku tidak pernah menyakiti anak di dalam janin Shen Fengyue. Dia sendirilah yang melakukannya. Jika kau tidak percaya padaku dan kau ingin membalas dendam, kenapa kau tidak membunuhku saja. Kenapa harus putraku? Dia tidak pantas mendapat kebencianmu”


Shen Fengyin tidak bisa menahan rasa sakit di hatinya. Dia meluapkan kemarahan dan kesedihannya. Dia merasa nasib putranya begitu buruk karena harus terlahir darinya yang membuatnya harus menderita. Shen Fengyin berusaha melindunginya dan membawanya pergi agar tidak ada yang melukainya tapi putranya sekarang terluka. Dia telah gagal melindunginya.


Li Yongsheng mengepalkan tangannya melihat kesedihan yang diperlihatkan Shen Fengyin. Namun pria itu masih menunjukkan sikapnya yang dingin.


“Yinyin”


Li Yongfan berjalan mendekati Shen Fengyin. Dia terkejut ketika melihat adiknya.


“A-Sheng, kenapa kau disini?”


“Pria itu, dia mencoba membunuh Huan Rui. Dialah yang mencelakai putraku yang tidak bersalah”


Shen Fengyin meminta polisi yang ada di belakang Li Yongfan untuk menangkap Li Yongsheng.


“Hukum dia seberat mungkin”


Li Yongsheng tidak melakukan perlawanan saat polisi memborgolnya dan membawanya pergi.


“ Fengyin, apa kita harus menahan Li Yongsheng? Dia pasti tidak sengaja melukai Rui kecil”


Bagaimanapun Li Yongsheng adalah adiknya, saudara kandungnya. Dia tahu seperti apa adiknya walaupun mereka tidak terlalu dekat satu sama lain tapi dia tahu adiknya tidak akan melakukan hal kotor seperti itu. Dia yakin bahwa hal ini bukanlah sebuah kesengajaan.


“Tidak, dia sengaja melakukannya. Dia ingin balas dendam karena dia masih berpikir bahwa akulah yang membuat Shen Fengyue kehilangan anak mereka. Dia membalasnya pada Huanruiku”


“Huanruiku yang malang. Kenapa banyak yang mengincarnya dan mencelakainya”


Shen Fengyin tidak bisa menahan air matanya. Li Yongfan memeluknya dan berusaha menenangkannya. Li Yongfan tahu Shen Fengyin pasti terpukul dengan kejadian ini. Asisten Zhou masih terdiam ditempatnya melihat bosnya dibawa pergi oleh polisi.


“Nona Shen, bosku tidak sengaja melakukannya. Anak itulah yang muncul tiba-tiba dan tanpa sengaja melukai putramu”


“Asisten Zhou, tidak perlu membelanya”

__ADS_1


“Nona Shen, tuan muda saya mohon”


Asisten Zhou berlutut agar mereka membebaskan tuannya. Asisten Zhou berhutang pada Li Yongsheng, walaupun bosnya dingin dan sombong tapi bosnya banyak membantunya kususnya dimasa-masa sulitnya saat dia tidak mendapat pekerjaan setelah dipecat karena skema dari seorang karyawan yang iri padanya. Disaat tidak ada yang menerimanya, Li Yongshenglah yang menerimannya tanpa melihat latar belakangnya sebelumnya. Dia tidak ingin bosnya yang baik menderita di dalam penjara.


“Seberapa lamapun kau berlutut, itu tidak berpengaruh apapun. Dia sudah mencelakai putraku. Bagaimana mungkin aku membebaskannya”


Asisten Zhou berusaha membujuk Li Yongfan.


“Tuan muda, tidakkah CEO Li masih adik anda. Apa anda tega adik anda mendekam di penjara. Tuan anda pasti tahu CEO Li lebih daripada saya. Anda tahu bukan CEO Li tidak akan melukai seseorang dengan sengaja”


Li Yongfan terdiam. Asisten Zhou merasa frustasi dia tahu seharusnya dia menarik Li Yongsheng untuk melarikan diri tapi tuannya justru tanpa ragu ingin bertanggung jawab atas tindakkannya. Asisten Zhou ingin membujuknya lagi tapi Shen Fengyin menghentikannya.


“Berhentilah merengek padaku. Aku tidak akan berubah pikiran”


Asisten Zhou akhirnya menyerah.


Dokter membuka pintu, Shen Fengyin segera mendekatinya.


“ Dokter, bagaimana?”


“Operasinya berhasil tapi anak anda masih dalam masa kritisnya. Kami akan membawanya ke ruang ICU”


 


Shen Fengyin merasa sakit melihat putranya yang terbaring tak berdaya. Kebencian Shen Fengyin pada Li Yongsheng menjadi semakin besar. Dia menyesali karena mencintai pria yang tidak punya hati seperti dia. Dia akan membayar semua penderitaan putranya.


Li Yongfan berada diluar, dia mendekati Helena yang terdiam dengan sedih.


“Gadis kecil, apa yang terjadi sebenarnya?”


Helena memandang ke arah Li Yongfan. Dia mulai menceritakan kejadian yang terjadi, tentang dua orang yang berusaha menangkap Li Huan Rui dan juga terjadinya kecelakaan itu. Li Yongfan terdiam mendengarkan penjelasannya. Dia juga meminta Helena memberi tahu tentang ciri-ciri orang itu dan kejadiannya.


“ Paman, walaupun paman itu memang salah telah melukai Henry tapi sepertinya dia bukan orang jahat. Paman itulah yang membawa Henry ke rumah sakit. Paman itu pasti tidak sengaja menabrak Henry dan juga paman itu sudah mengorbankan darahnya untuk Henry”


“Paman tahu”


Li Yongfan mulai memikirkannya, jika memang Li Yongsheng berniat untuk membunuh Li Huan Rui tidak mungkin baginya untuk mengirim Rui kecil ke rumah sakit. Bahkan pria itu membiarkan darah mengotori kemejanya. Namun dia harus menyelidiki terlebih dahulu dua orang yang berusaha menculik Li Huan Rui.


 


Li Yongsheng menunduk. Dia tiba-tiba teringat sesuatu dan mengambil sesuatu dari kantong kemejanya- sebuah kalung. Kalung itu seharusnya berwarna putih tapi kini kalung ini berwarna kemerahan karena darah anak itu. Sebelum anak itu masuk ruang operasi, dengan lemas dia memintanya untuk memberikannya pada ibunya.Li Yongsheng menenggam kalung itu dengan erat.


Seorang polisi datang, dia mengatakan ada seseorang yang ingin bertemu dengannya. Li Yongsheng menduga bahwa itu adalah asistennya, tapi siapa sangka pria yang ingin menemuinya adalah kakaknya. Suasana hati Li Yongsheng menjadi semakin buruk melihat wajah kakaknya yang tersenyum padanya.


Mereka berdua duduk berhadapan.


“ Untuk apa kau datang? Kau ingin mengejekku bukan?”


“Bagaimana mungkin seperti itu. Apapun konflik diantara kita, kau tetaplah adikku”


“Kau masih menganggapku adikmu walaupun aku berusaha melenyapkan anakmu”


“Aku tahu kau pasti tidak akan melakukannya”


“Bagaimana mungkin kau begitu yakin?”


Li Yongsheng tersenyum meremehkan.


“Karena kau adikku. Aku tahu seperti apa dirimu. Aku tahu walaupun kau dingin dan kasar tapi kau tidak akan melakukan hal kotor dan juga aku yakin kau tidak akan melukai anak itu”


“ Li Yongfan, kau tidak mengenalku. Aku bisa melakukan apapun. Kenapa aku tidak bisa melenyapkan anak itu”


“Jika kau memang ingin melenyapkannya sejak awal lalu kenapa kau mengirim Li Huan Rui ke rumah sakit? Lalu kenapa kau harus memberikan darahmu padanya untuk menyelamatkannya”


“Itu karena aku tidak tahu dia adalah anak haram hasil perselingkuhan kalian. Jika aku tahu hal itu aku tidak akan menyelamatkannya”


“Anak haram? Kau mengatakan Li Huan Rui anak haram?”


“Tidakkah begitu? Kalian berdua diam-diam bersama walaupun Shen Fengyin masihlah istriku, dia adik iparmu tapi kau justru berselingkuh dengannya. Aku tahu kalian menikah untuk menutupi kesalahan kalian bukan tapi dia masih tetaplah anak haram”

__ADS_1


Li Yongfan mengepalkan tangannya, dia tidak menyangka Li Yongsheng berpikiran sempit hingga menuduh Li Huan Rui adalah anak haram. Apa dia tidak bisa melihat bahwa Li Huan Rui adalah anaknya. Bagaimanapun tidakkah Li Huan Rui memiliki figur yang begitu mirip dengannya. Adiknya ini kenapa dia begitu bodoh.


“Li Yongsheng, apa kau begitu bodoh hingga tidak mengetahui anakmu sendiri”


“Apa?”


“Apa kau tidak bisa melihatnya? Anak itu begitu mirip denganmu. Apa kau tidak menyadarinya”


“Itu tidak mungkin, Li Yongfan, kau berusaha menipuku?”


“Terserah jika kau tidak percaya. Aku harus pergi”


Li Yongfan berdiri dan hendak meninggalkan ruangan tapi sebelum dia pergi. Dia berhenti.


“Oh ya, Operasi Rui sudah selesai tapi dia masih kritis”


Li Yongfan lalu berjalan pergi. Li Yongsheng hanya menatap kosong ke arahnya.


Shen Fengyin mengenggam erat tangan Li Huan Rui. Dia menyesali karena dia tidak menjemput Li Huan Rui saat itu. Anda saja dia mengabaikan pekerjaan dan lebih mementingkan putranya mungkin hal itu tidak terjadi atau seharusnya dia tidak bertemu dengan pria itu lagi.


Sudah dua hari, tapi putranya belum juga membuka matanya. Hal itu membuat Shen Fengyin merasa semakin sedih. Li Yongfan masuk ke dalam.


“Yinyin, mari kita makan. Kau sudah dua hari tidak makan apapun”


“Aku tidak lapar”


Shen Fengyin tidak berselera makan. Dia hanya menatap putranya sepanjang hari bahkan lingkar mata hitam terlihat di matanya.


“Yinyin, jangan menyiksa dirimu sendiri. Jika kau sakit, tidakkah Rui akan sedih? Setidaknya kau bisa makan sedikit”


Shen Fengyin akhirnya menuruti keinginan Li Yongfan. Dia keluar dan duduk makan roti kukus yang diberikan Li Yongfan.


“Shen Fengyin, aku sudah menangkap dua orang yang berusaha menculik Li Huan Rui”


“Baguslah, kita bisa memperberat hukuman pria itu. Dia pasti memerintahkan kedua orang itu untuk mencelakai Huanruiku”


“Itu bukan diperintahkan oleh Li Yongsheng. Dia memang salah karena menabrak Li Huan Rui tapi hal itu adalah kecelakaan. Kedua pria itu diperintahkan oleh mantan asisten Shen Fengyue”


“Tidakkah sama saja. Kedua orang itu pasti bekerja sama untuk melenyapkan putraku”


“Aku yakin A-Sheng tidak tahu rencana wanita itu. Yinyin, A-Sheng adalah ayah Rui tidak mungkin dia tega melukai anaknya”


“ Kakak Fan, aku tahu dia adikmu tapi kau tidak harus membelanya. Bagi Li Yongsheng, anak yang diinginkannya adalah anak yang dikandung oleh Shen Fengyue, bukan anakku. Dia tidak akan mengakui anak yang aku lahirkan sebagai anaknya”


“Fengyin,...”


“Cukup membelanya. Pria itu harus dijatuhi hukuman berat”


“Apa kau yakin? Apa kau tidak mengkhawatirkan A-Sheng”


Shen Fengyin terdiam sejenak.


“Bagaimana mungkin aku khawatir dengan pria yang mencoba membunuh putraku . Pria itu pantas mendapatkannya”


Shen Fengyin berbalik dan masuk ke ruangan Rui. Shen Fengyin sudah terlalu kecewa pada pria itu. Pria tidak memiliki kepercayaan padanya dan menganggapnya sebagai pembunuh dan merusak citranya dengan menyebarkan berita itu, pria pernah membuatnya mendekam di penjara dan membuatnya tidak bisa bertemu dengan putranya yang masih kecil, pria itu juga telah membuatnya kehilangan perusahaannya dan saat dia berusaha menjauh darinya pria itu justru membuat putranya celaka. Pria itu tidak pantas mendapatkan belas kasihan.


“Li Yongsheng, apa kau tahu betapa aku membencimu? Aku sangat membencimu”


 


Shen Fengyue awalnya merasa bahagia saat tahu bahwa anak itu tertabrak mobil. Dia merasa senang karena Li Yongsheng tidak akan bertemu dengannya tapi dia tidak menyangka saat Asisten Zhou memberitahunya tentang keadaan Li Yongsheng yang ternyata dia yang menabrak anak itu. Shen Fengyue justru semakin senang, bukankah artinya Li Yongsheng tidak tahu jika itu anaknya dan Shen Fengyin pasti akan lebih menderita tapi dia terkejut karena suaminya kini mendekam di penjara dan diancam dengan hukuman berat. Shen FengYue awalnya ingin membantunya tapi tiba-tiba dia ingat foto yang dikirim oleh seseorang yang dia minta untuk mengawasi Li YongSheng. Foto yang diambil saat Shen Fengyin dan Li YongSheng bertemu di A Country. Hal itu membuat Shen FengYue merasa kesal dan membiarkan Li YongSheng dihukum.


"Lalu apa yang bisa aku lakukan. Dia sendiri yang berurusan dengan Shen Fengyin dan bertemu secara rahasia"


Shen FengYue menutup telpon. Hal itu menbuat Asisten Zhou kesal, dia seharusnya tahu istri bosnya tidak bisa diandalkan. Dia merasa kasihan dengan Bosnys.


Asisten Zhou berpikir untuk membujuk Li Yongfan lagi. Hanya pria itulah satu-satunya keluarga Li yang dapat diandalkan.


A/N : Apa ceritanya semakin membosankan?

__ADS_1


sepertinya semakin rumit bukan?


__ADS_2