Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)

Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)
Spin off Arrogant Wife Forced Marriage Chapter 20 (S2)


__ADS_3

     "Papa, kau akan pergi lagi"


"Ya. Papa harus kembali ke B city"


"Kapan papa pulang?"


"Papa akan pulang setiap weekend


Yimin merasa kecewa.


"Tidak bisakah papa tetap tinggal?"


"Maafkan papa, tapi papa tidak bisa meninggalkan pekerjaan. Jika Yimin rindu papa kau bisa menelpon papa ataupun video call"


Yimin dengan enggan mengangguk. Li Huan Rui mengusap lembut rambut putrinya. Tangan kecil Yimin terulur meminta pelukan. Li Huan Rui memeluk putri kecilnya. Yimin lalu melepaskannya setelah cukup lama memeluk papanya. Li Huan Rui berjalan di depan Bai Xiao.


Bai Xiao mengangguk. Dia hendak menciumnya tapi wanita itu mendorong dadnya dan menoleh ke arah Yimin.


"Aku tidak akan melihat"


Yimin menutupi wajahnya dengan tangan kecilnya. Li Huan Rui hanya tersenyum melihat tingkah putrinya.


"Aku pergi dulu"


Bai Xiao hanya menjawab dengan anggukan. Li Huan Rui lalu masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan rumah.


"Mama, apa kau kecewa karena tidak mendapat ciuman dari papa"


Yimin menggoda mamanya.


"Apa yang kau pikirkan? Untuk apa mama kecewa. Ayo masuk, diluar dingin"


'Kenapa mama begitu kaku'


***


Shen Fengyin merasa curiga dengan putranya karena putranya selalu mencari alasan saat Shen Fengyin meminta pulang ke rumah saat weekend. Shen Fengyin akhirnya meminta seseorang untuk mengawasi Li Huan Rui dan orang yang dikirimnya mengatakan bahwa Li Huan Rui mengendarai mobil memuju ke H city. Namun orang yang mengawasinya itu kehilangan jejak Li Huan Rui di tangah jalan. Namun Shen Fengyin tahu ke mana tujuan dari putranya. Shen Fengyin meminta supir untuk menyiapkan mobil.


"Istri, kau mau kemana?"


"Aku akan pergi ke H city. Aku ingin tahu apa alasan Huanrui bolak balik dari B city ke H city"


"Aku saja yang mengantarmu"


"Tidak perlu, ada supir ..."


"Aku juga ingin menemui putraku jadi lebih baik kita pergi bersama dan juga aku tidak ingin kau pergi jauh dengan pria lain"


Supir yang dipanggil Shen Fengyin segera pergi saat melihat tatapan tajam Li Yongsheng. Shen Fengyin mengelengkan kepalanya. Bagaimana mungkin suaminya ini begitu cemburuan bahkan pada supir yang sudah tua.


"Baiklah, terserah kau saja"


Li YongSheng tersenyum lalu dia segera mengambil kunci mobilnya. Dia mengendong Shen Fengyin untuk membantunya naik ke dalam mobil lalu dia melipat kursi roda dan meletakkannya di bangku belakang.


"Fengyin, kenapa kau harus mengikuti Li Huan Rui seperti ini?"


"Apa kau tidak menyadarinya? Putra kita agak aneh. Kau tahu setiap weekend dia tidak pernah ada di rumah. Walaupun dia beralasan padaku bahwa dia memiliki banyak pekerjaan. Aku pernah datang ke Perusahaan saat weekend dan kantor masih terkunci , dia juga tidak berada di rumah dan ternyata dia pergi ke H city walau pekerjaannya di H city telah selesai"


"Aku harap putra kita tidak diam-diam tinggal bersama Su Han"


"Kenapa jika dia bersama Su Han? Mereka teman bukan?"


" Mereka tidak hanya teman. Apa kau tahu bahwa Li Huan Rui yang tidak pernah mengambil cuti lebih dari satu hari tiba-tiba mengambil cuti dan pergi ke A Country berlibur bersama Su Han"


"Lalu, apa yang salah dengan itu?"


"Suamiku, apa kau benar-benar tidak mengerti ataupun curiga?"


"Kenapa harus curiga? "


"Suamiku, kenapa kau menjadi bodoh lagi. Seseorang yang tidak pernah mengambil cuti tiba-tiba mengambil cuti hanya untuk liburan bersama bahkan mereka pergi cukup lama? Dan kau tahu bahwa putra kita selalu dingin pada wanita bahkan walau dia baik pada Helena dia tidak pernah mengambil cuti untuk bersamanya. Jadi jika memang mereka hanya sebatas teman apa hal itu wajar?"


"....sekarang banyak pasangan yang seperti itu. Jika sampai putra kita memang menyukai sesamanya bagaimana dengan garis keturunan kita"


Li YongSheng tertawa kecil.


"Suamiku, aku sedang berdiskusi sesuatu hal yang serius, kenapa kau tertawa "


"Istriku, ini pertama kali kau bericara sebanyak ini. Istriku, kau terlalu berlebihan memikirkan hal ini. Sepertinya kau harus mengurangi untuk menonton drama"


"Ini bukan karena menonton drama, tapi..."


"Sudahlah, kau tenang saja. Aku yakin putra kita masih menyukai wanita. Kau ingat bukan, betapa terpuruknya dia ketika Li Jiao pergi? Dia mungkin terlalu mencintai Li Jiao karena itu dia tidak bisa menerima wanita lain"


Li YongSheng mengenggam tangan istrinya. Shen Fengyin menghela nafas, dia juga berharap bahwa hayalannya salah.


Setelah beberapa jam, mobil SUV milik Li YongSheng terparkir di sebuah mension. Li YongSheng turun lebih dulu lalu dia mengambil kursi roda dan membantu Shen Fengyin turun. Li YongSheng mendorong kursi roda dan menekan tombol.


Tidak lama seorang pelayan membuka pintu.


"Nyonya besar"


"Apa tuan muda ada disini"


"Ya, Nyonya"


  Shen Fengyin dan Li YongSheng masuk ke dalam. Pelayan itu meminta mereka duduk. Lalu pelayan itu pergi untuk memanggil tuan mudanya.


***


Tok tok tok

__ADS_1


"Permisi tuan, nyonya besar datang mencari anda"


Li YongSheng yang sedang mengajari putri kecilnya mengerjakan pr, dia meminta pelayan itu agar meminta mereka menunggu.


"Kau tunggu disini dulu ya. Papa akan menemui mereka"


Li Huan Rui lalu meninggakkan putrinya belajar dan turun ke bawah menemui orang tuanya.


***


"Mama, papa kenapa kalian kesini?"


"Apa kami tidak boleh menemui putra kami. Li Huan Rui, bukankah pekerjaanmu di H city sudah selesai. Kenapa kau masih sering pergi ke H city?"


"Bagaimana mama tahu kalau aku sering pergi ke H city? Apa mama meminta seseorang mengawasiku?"


"Papa"


Seorang gadis kecil mengenggam tangan Li Huan Rui.


"Yimin, kenapa kau disini?"


"Yimin ingin menyapa kakek dan nenek"


"Hallo, kakek dan nenek, namaku Li Yimin"


Li Yongsheng dan Shen Fengyin saling memandang dengan tatapan bingung.


"Rui, apa kau mengadopsi seorang anak dan menyembunyikannya di H city?"


Shen Fengyin dan Li YongSheng memandang gadis itu. Dia memiliki rambut hitam matanya cokelat madu sama seperti milik Li Huan Rui dan Shen Fengyin,wajah anak itu juga terlihat familiar. Wajah gadis kecil itu mirip dengan Li Jiao saat kecil hanya saja mata Li Jiao hitam gelap dan dingin tapi anak ini memiliki warna mata cokelat madu yang cerah dan lembut.


"Rui, apa kau mengadopsi seorang anak dan menyembunyikannya di H city?"


Li Yongsheng mencoba memahami status anak ini. Anak ini mungkin berusia sekita 7 atau 8 tahun tidak mungkin Li Huan Rui memiliki anak sebesar ini dan juga anak ini mirip dengan Li Jiao. Dia tahu bahwa putranya masih sulit melupakan Li Jiao sehingga untuk mengobati rasa rindunya dia mengadopsi seorang anak yang mirip dengannya.


"Dia anakku, Yimin bukan anak adopsi"


"Apa maksudmu? Li Huan Rui, dia berumur sekita 7 atau 8 tahun dan kau baru berusia 26 tahun. Bagaimana mungkin kau memiliki seorang anak yang sebesar ini"


"Yimin, kau masuk ke kamar dulu ya"


"Baiklah"


Yimin menurut lalu segera menuju ke tangga.


"Li Huan Rui, apa kau menghamili seseorang di usia 18 tahun? "


Li Huan Rui mengangguk.


"Kau memiliki seorang anak dan kau masih meneruskan pertunanganmu dengan Helena dan mengabaikan anakmu?"


"Apa dia...anak Li Jiao?"


"Ya"


Shen Fengyin menghela nafas. Dia berusaha menahan amarahnya namun justru Li YongSheng yang marah pada Li Huan Rui.


"Rui, bagaimana bisa kau begitu nekat. Kalian melakukan hubungan seperti itu diusia musa? Dan kau tahu bukan kehamilan di usia muda terlalu berisiko. Sekarang dia tahu kenapa Li Yongfan menghindari keluarganya. Li Yongsheng awalnya hanya berpikir hubungan intim mereka hanya berciuman tapi dia tidak menyangka putranya akan betindak seperti itu.


" Mungkinkah Li Jiao meninggal saat melahirkan putrinya"


Li Huan Rui belum sempat menjawab saat seorang wanita tiba-tiba masuk membawa plastik di tangannya.


"Li Jiao"


Wanita itu memandang ke arah Shen Fengyin dan Li YongSheng.


"Maaf, nama saya Bai Xiao"


"Mama, kenalkan dia istriku"


"Kau sudah menikah? Apa karena itu kau menolak semua orang yang aku atur untukmu"


Li Huan Rui mengangguk. Li YongSheng dan Shen Fengyin memandang wanita tanpa ekspresi itu.


"Istri, aku akan membantumu menbawa belanjaan"


"Tidak perlu aku bisa sendiri. Kau temani saja orang tuamu"


Bai Xiao lalu pergi menuju ke dapur.


"Li Huan Rui, apa kau menikahi wanita itu karena dia mirip Li Jiao?"


"Mama, aku menikahinya karena aku mencintainya"


"Bagaimana dengan latar belakangnya? "


"Apalah itu penting? Mama, bagiku yang terpenting adalah aku mencintainya dan dia juga baik pada Yimin"


"Li Huanrui, bagaimana jika dia hanya memanfaatkanmu?"


"Tidak masalah, lagipula aku juga memanfaatkannya untuk mengurus putriku"


Shen Fengyin menghela nafas, walau dia bersyukur karena putranya tidak menyembunyikan seorang pria dan dia masih menyukai wanita tapi memiliki seorang menantu tanpa latar belakang tidak pernah terpikir olehnya.


"Sudahlah Istriku, Rui benar. Latar belakang tidak terlalu penting untuk keadaan Li Huan Rui sekarang. Rui sudah memiliki seorang putri wanita dari keluarga terhormat tidak akan memerima hal ini"


Shen Fengyin menghela nafas. Mungkin suaminya benar. Walaupun Shen Fengyin tidak terlalu puas dengan status menantunya itu tapi jika memang wanita itu bisa mengobati luka di hati Rui. Dia lebih baik menerimanya namun dia merasa hubungan Rui dam istrinya tidak terlalu baik apalagi Istri nya juga terlihat dingin. Mungkin dia harus mencari tahu tentang wanita itu.


"Li Huan Rui, apa kalian sudah makan siang? Bagaimana kalau kita makan siang bersama diluar"

__ADS_1


"Kau bisa ajak Istri dan putrimu juga"


"Baiklah"


Shen Fengyin mengetik sesuatu setelah putra nya pergi.


"Apa yang kau rencanakan?"


"Tidak, aku tidak merencanakan sesuatu"


"Baguslah jika kau tidak merencanakan sesuatu. Istriku, tidak seharusnya kita ikut campur untuk urusan hubungan percintaan putra kita. Jangan sampai hal yang terjadi di masa lalu terulang lagi.


"Aku mengerti"


***


Mereka makan malam di sebuah restoran bergaya barat yang mewah.


"Yimin, apa kau suka udang ?"


"Bibi, Yimin alergi makanan laut. Dia akan sesak nafas jika makan makanan laut"


"Kau tahu banyak tentangnya"


"Mama, Bai Xiao memang dekat dengan Yimin, tentu saja dia tahu banyak tentang Yimin"


Yimin awalnya terkejut karena ibunya tahu tentang hal itu walau ibunya pergi jauh darinya tapi dia mengingat hal itu. Mungkin neneknya yang melaporkan padanya.


"Lalu, apa baik-baik saja jika makan daging?"


Yimin mengangguk.


Shen Fengyin mengangkat tangan lalu memesan makanan. Li YongSheng berusaha untuk dekat dengan cucunya. Dia menanyakan tentang sekolah Yimin.


Ketika makanan datang mereka mulai menikmati makanannya. Shen Fengyin memperhatikan Bai Xiao yang membantu memotong daging untuk Yimin. Shen Fengyin tidak menyangka bahwa wanita yang terlihat dingin itu ternyata penuh perhatian pada Yimin. Ketidak puasannya sedikit berkurang.


"Kenapa kalian tidak tinggal bersama di B city? Pendidikan di B city lebih baik dan juga Li Huan Rui tidak harus bolak balik dari B city ke H city"


"Mama, H city lebih aman setidaknya mereka tidak akan diganggu oleh para paparazu penganggu"


"Begitukah? Tapi bukankah tidak nyaman tinggak secara terpisah? Kau juga tidak akan fokus bekerja bukan? Li Huan Rui mama tidak ingin kau terlalu lelah"


"Tidak, aku tidak lelah lagipula H city lebih tenang dibandingkan B city. Setidaknya aku merasa lebih tenang "


"Dan juga Yimin tidak ingin pindah"


"Ya, itu benar. Yimin tidak ingin meninggalkan teman-teman Yimin"


Shen Fengyin tidak lagi menbahas hal itu dn fokus menikmati makanannya


***


"Apa kau mengatakan pada mamamu tentang identitasku?"


"Tidak, aku tahu kau bahwa kau tidak ingun identitasmu di ketahui"


"Lalu apa kau mengatakam yang sebenarnya tentang Yimin?"


"Ya, lagipula aku juga tidak berniat menyembunyikan tantang putri ku"


"Aku tidak menyangka mereka dengan mudah menerima Yimin"


"Tentu saja mereka menerima putriku lagipula mama menginginkan seorang cucum Mamaku sempat khawatir jika garis keturunannya berhenti padaku saat aku menolak untuk menikah"


"Kau menolak menikah? Kenapa?"


Li Huan Rui memandang wanita yang duduk disampingnya.


"Karenamu. Aku tidak ingin menikahi wanita lain selain dirimu"


Bai Xiao memandang pria itu mencari kebohongan dari matanya. Li Huan Rui mendekatkan wajahnya.


Tok tok tok


"Papa, Mama"


Bai Xiao mendorong Li Huan Rui.


"Mama, papa apa Yimin menganggu kalian"


"Tidak, ada apa Yimin?"


"Papa, nenek dan kakek akan pulang"


"Ya. Kami akan turun"


"Papa,mama setelah mengantar kakek dan nenek, kalian bisa melanjutkan hal yang kalian lakukan"


Yimin mengedipkan sebelah mata menggoda orang tuanya lalu dia pergi. Bai Xiao merasa canggung.


***


"Mama, papa. Kenapa kalian tidak menginap?"


"Aku masih harus mengerjakan pekerjaanku. Yimin, lain kali datangkah ke B city"


"Ya, nenek"


Shen Fengyin mengusap lembut rambut cucunya. Cucunya tersenyum. Sungguh menggemaskan.


Li Yongsheng lalu membantu Istrinya masuk ke mobil. Mobil itu melaju meninggalkan mension

__ADS_1


__ADS_2