
Shen Fengyin mengambil ponselnya dan melihat kalender di ponselnya. Hari ini adalah ulang tahun ibunya. Ponselnya berdering, Shen Fengyin melihat layar ponselnya yang menunjukkan nama ayahnya. Shen Fengyin tahu bahwa ayahnya akan menghubunginya. Shen Fengyin mengabaikannya dan memasukkannya ke dalam tas, tapi ponselnya tidak berhenti berdering yang membuat Shen Fengyin dengan malas mengambil ponsel dari dalam tasnya dan menjawab telpon.
“Hallo, tuan Shen”
"Yinyin, apa caramu memanggil ayahmu “
“Ada apa tuan Shen menelponku?”
Shen Fengyin dapat mendengar suara helaian nafas disebrang telpon.
"Yinyin, ini sudah lebih dari beberapa minggu sejak kau menikah. Kau bahkan belum datang ke rumah, kau tahu bukan ada tradisi dimana pengantin wanita akan pulang kembali ke rumah setelah seminggu pernikahan tapi kau tidak datang juga. Bagaimana jika nanti kau datang ke rumah keluarga Shen dan menghadiri pesta ulang tahun ibumu"
“Pulang? Aku tidak punya tempat untuk pulang"
"Yinyin, mension milik keluarga Shen masihlah rumahmu"
Shen Fengyin teresenyum pahit.
" Kenapa aku harus pulang ke rumah keluarga Shen? Bahkan keberadaanku saja tidak dibutuhkan lagi di keluarga Shen dan juga bukankah lebih baik aku juga tidak datang ke pesta ulang tahun nyonya Shen. Bukankahkah aku hanya akan menjadi pengacau “
"Shen Fengyin, jangan seperti itu. Bagaimanapun juga kau masih terdaftar sebagai anggota keluarga Shen. Ibumu juga akan senang jika kau datang ke ulang tahunya. Sudah sejak lama bukan kau tidak pernah menemani ibumu di hari ulang tahunnya'
Shen Fengyin terdiam.
"Yinyin, walaupun kau masih marah pada kami tapi setidaknya kau harus hadir. Kau tidak ingin bukan keluarga Shen menjadi pembicaraan buruk karena bahkan putri tertua keluarga Shen tidak pernah datang menghadiri pesta ulang tahun ibunya"
Shen Fengyin terdiam, walaupun dia membenci keluarga Shen tapi dia tidak ingin keluarga Shen dipandang buruk. Bagaimanapun juga kakeknya sudah berusaha keras mengangkat derajat keluarga Shen.
“Baiklah, aku akan datang “
Shen Fengyin segera mematikan sambungan telpon. Dia kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas lalu keluar dari kamar.
Nanny Ma mendekati Shen Fengyin dan memintanya untuk sarapan. Shen Fengyin awalnya ingin menolak.
“Sarapanlah dulu, kasihan Nanny Ma sudah menyiapkan sarapan pagi-pagi “
Shen Fengyin memandang ke arah pria itu. Li Yongsheng yang kini sudah menggunakan stelan pakaian formal sedang menikmati sarapan. Shen Fengyin dengan enggan pergi ke meja makan dan mengambil beberapa makanan.
Di meja makan sudah tersaji banyak makanan, ini pertama kali Shen Fengyin menikmati makanan lengkap untuk sarapan. Biasanya keluarga Shen hanya menyiapkan roti untuk sarapan dan Shen Fengyin juga biasanya hanya membuat sandwitch. Shen Fengyin merasa LI Yongsheng beruntung karena memiliki Nanny Ma yang merawatnya.
Shen Fengyin menoleh ke arah Li Yongsheng, pria itu menunjukkan wajah datar dan dingin. Shen Fengyin memperhatikan gerakan pria itu yang makan dengan elegant. Pria ini memang terlihat begitu sempurna.
“Kenapa menatapku ?”
Shen Fengyin segera mengalihkan pandangan tanpa mengatakan apapun.
“Hari ini aku akan pergi ke pesta ulang tahun ibuku”
“...bisakah kau menemaniku pergi ke pesta?”
“Aku sibuk “
“Aku tahu kau pasti akan menolakku dengan alasan seperti itu lagipula aku tidak terlalu berharap banyak padamu”
‘Aku tahu dia pasti akan memilih untuk menjadi pasangan Shen FengYUE di pesta itu daripada bersamaku’
“Tuan muda kedua, tidakkah sebaiknya tuan muda kedua menemani nyonya muda kedua. Bagaimanapun juga nyonya muda akan bertemu dengan keluarganya tidakkah seharusnya sebagai suami, tuan muda kedua seharusnya menemani nyonya muda”
Nanny Ma berusaha membujuk tuan muda yang dilayaninya. Dia ingin hubungan tuan muda dan nyonya muda membaik.
“Tidak perlu memaksanya, Nanny Ma, aku bisa pergi sendiri lagipula tuan muda kedua pasti sangat sibuk” Wanita sombong itu mengatakannya dengan nada mencibir.
Shen Fengyin tidak memiliki nafsu makan untuk menikamati sarapannya karena dia terlanjur merasa marah. Shen berdiri dan berpamitan untuk berangkat kerja.
“Aku berangkat duluan”
Li Yongsheng merasa kesal memandang wanita itu yang pergi begitu saja , bahkan wanita itu tidak bersikeras membujuknya untuk menemaninya. Sebenarnya Li Yongsheng tidak keberatan untuk menemaninya menemui keluarga Shen walaupun dia merasa tidak enak bertemu dengan Shen Fengyue ketika dia datang dengan status suami kakaknya saat dihadapan keluarganya. Li Yongsheng hanya ingin menjahili Shen Fengyin dan ingin melihatnya memohon padanya dan membuang sikap kebangaan dirinya itu tapi wanita itu masih saja bersikap dingin dan acuh.
“Wanita itu, benar-benar tidak tahu cara membujuk orang.”
Nanny Ma hanya menghela nafas melihat kelakuan tuannya.
***
Jadwal Shen Fengyin sangat padat hari ini apalagi dia harus mengosongkan beberapa jadwal agar bisa pulang lebih awal. Rumah keluarga Shen cukup jauh dengan kantor dan Shen Fengyin juga harus membeli kado untuk ibunya.
Shen Fengyin menghela nafas lelah, dia bersandar dengan malas di kursinya. Disela-sela istirahatnya dia harus memeriksa dokumen project baru perusahaannya. Shen Fengyin membaca dokumen dengan serius hingga dia tidak menyadari seseorang masuk ke dalam ruangannya.
“Sepertinya CEO Shen sangat sibuk hingga melewatkan makan siang”
Shen Fengyin menoleh ketika mendengar suara yang familiar dan lembut. Shen Fengyin tersenyum pada pria itu.
__ADS_1
“Kakak Fan”
Asisten Han dengan terburu-buru masuk ke dalam ruangan.
“Maaf, CEO Shen. Saya tidak bisa mencegah Direktur Li untuk masuk”
“Tidak apa-apa. Asisten Han. Kau bisa kembali “
“Baiklah, CEO Shen”
Shen Fengyin mempersilahkan Li Yongfan untuk duduk.
“Kakak, ada perlu apa menemuiku?”
“Apa aku harus memiliki alasan untuk menemui Yinyinku “
“Ya, tidak juga tapi bukankah kakak sibuk?”
“Aku tidak sesibuk dirimu. Yinyin, duduklah. Aku membawa makanan untukmu”
Li Yongfan mengeluarkan kotak bekal yang dibawanya. Shen Fengyin segera mendekat. Li Yongfan memberikan kotak bekal itu pada Shen Fengyin. Mata wanita itu yang biasanya dingin kini bersinar ketika membuka kotak bekal yang berisi makanan enak dan dihias dengan indah. Bahkan ada telur gulung yang dia sukai. Shen Fengyin
segera mengambil sumpit dan mengambil makanan itu.
“Sangat enak, dimana kakak Fan membelinya?”
“Aku membuatnya sendiri”
“Wow, kakak benar-benar berbakat. Wanita yang akan menikahi kakak pasti beruntung memiliki suami seperti kakak”
“Bagaimana jika kau yang menjadi wanita beruntung itu ?”
Shen Fengyin tersadak ketika mendengar kata-kata yang tak terduga itu. Li Yongsheng segera mengambil yang ada di atas meja Shen Fengyin dan memberikannya. Shen Fengyin segera mengambilnya dan meminumnya. Shen
Fengyin merasa canggung setelah mendengar apa yang dikatakan Li Yongfan tadi.
“Kau tidak perlu memikirkannya, aku hanya menggodamu saja”
Li Yongfan memaksakan diri tertawa kecil.Shen Fengyin juga memaksakan diri untuk tertawa.
“Yinyin, apa kau bahagia bersama Li Yongsheng?”
Shen Fengyin menghentikan tawanya dan terdiam sejenak.
“Yinyin, kau tidak perlu berbohong padaku. Aku tahu A-Sheng masih berhubungan dengan Shen FengYUE bukan? Sampai kapan kau memaksakan diri untuk tetap bersama A-Sheng. Aku tahu kau pasti hanya bisa menahan rasa sakitmu saat bersamanya”
“Kakak Fan, aku harus kembali bekerja”
Shen Fengyin mengubah nada bicaranya menjadi dingin. Li Yongfan menghela nafas, dia menyadari nada bicara Shen Fengyin yang berbeda.
“Baiklah, aku pergi dulu. Walau kau sibuk bekerja tapi kau jangan lupa untuk makan”
Li Yongfan meninggalkan ruangan. Shen Fengyin terdiam merenung, dia memikirkan apa yang dikatakan Li Yongfan. Pria itu memang benar, selama ini Shen Fengyin hanya memaksakan diri untuk tetap bahagia ataupun memendam rasa sakitnya. Dia bahkan juga harus menyembunyikan perasaan cintanya pada Li Yongsheng tapi bagi Shen Fengyin asalkan dia bisa berada disamping Li Yongsheng, hal itu sudah cukup untuknya.
***
Setelah pekerjaannya selesai, Shen Fengyin bersiap untuk pergi ke rumah keluarga Shen dimana pesta ulang
tahun ibunya diadakan. Shen Fengyin memarkir mobilnya lalu masuk ke dalam rumah. Rumah keluarga besar Shen yang mewah dan luas kini dipenuhi oleh banyak orang yang diantaranya adalah orang-orang dari keluarga terhormat di B City. Ibunya adalah seorang sosialita kelas atas jadi wajar jika banyak wanita yang datang dan juga tidak ada yang akan mensia-siakan kesempatan untuk datang ke pesta yang diadakan keluarga Shen.
“Kakak Yin”
Shen Fengyin menoleh dengan enggan. Pandangan matanya terarah pada Shen FengYUE yang merangkul lengan Li Yongsheng. Pria itu mengalihkan pandangannya tanpa menatapnya.
“Kakak Yin, maaf karena aku mengajak kakak Sheng untuk menemaniku dan membuatmu datang sendirian. Namun jika kau tidak suka aku bersama kakak Sheng maka...”
“Itu, bukan urusanku. Aku juga tidak peduli walaupun kau datang dengan Li Yongsheng”
Shen Fengyin meninggalkan mereka berdua, dia tahu Shen FengYUE sebenarnya ingin memancing amarahnya tapi Shen Fengyin tidak akan terpancing lagipula dia tidak ingin menjadi perhatian banyak orang dengan hal buruk dan juga mempermalukan dirinya sendiri.
Setiap langkah Shen Fengyin membuat setiap yang dilewatinya memperhatikannya termasuk para tuan muda. Shen Fengyin terlihat sangat cantik dengan gaun berwarna biru yang cocok terkesan mencolok tapi justru terlihat elegan di tubuh Shen Fengyin yang ramping. Shen Fengyin mendekati ibunya yang sedang mengobrol dengan beberapa istri pengusaha besar di B City.
“Ibu, selamat ulang tahun”
Nyonya Shen sedikit terkejut melihat kedatangan Shen Fengyin tapi dia berusaha menutupi keterkejutannya dengan senyuman.
“Yinyin, ibu senang kau datang “
“Ah, apa ini Shen Fengyin pemiliki Perusahaan Shen sekarang. Nyonya Shen, anda beruntung memiliki seorang
putri yang bisa diandalkan, cantik, dan juga cerdas seperti nona muda Shen “
__ADS_1
Nyonya Gu memuji Shen Fengyin. Beberapa wanita itu juga mulai memuji Shen Fengyin dengan maksud menjilat.
Nyonya Shen menanggapinya dengan tersenyum dan ikut membanggakan putrinya. Shen Fengyin merasa bosan dengan orang-orang yang menunjukkan sikap kepura-puraan dihadapannya bahkan dia juga tahu ibunya saat ini juga pasti pura-pura bahagia dan bangga padanya di depan semua orang. Bagaimanapun juga, bagi ibunya dia
tidak sebanding dengan Shen FengYUE.
“Ibu, aku membawakan hadiah untukmu “
Shen Fengyin mengambil kotak kecil dari dalam tasnya lalu memberikannya pada Nyonya. Shen. Wanita setengah baya itu merasa senang dan segera membuka hadiah dari Shen Fengyin.
“Wow, bukankah itu cincin yang mahal”
“Itu benar, bahkan ada permata-permata kecil dan juga pahatannya begitu rapi dan indah”
“Nyonya Shen, anda benar-benar diberkati”
“Yinyin, terima kasih. Kau seharusnya tidak perlu membeli barang mahal ini untukku. Bagaimanapun juga kedatanganmu lebih berharga dari hadiah ini “
Nyonya Shen memeluk Shen Fengyin. Shen Fengyin juga membalas pelukannya. Walaupun Shen Fengyin tahu kelembutan ibunya saat ini hanya karena tidak ingin kehilangan kehormatannya di depan banyak orang jika memperlakukan putri tertua dan juga pewaris dari keluarga Shen dengan buruk. Walaupun ini hanyalah kepura-puraan tapi Shen Fengyin merasa sedikit senang.
Shen FengYUE memandang kedekatan ibunya dan Shen Fengyin dengan iri. Dia tahu walaupun ibunya memperlakukan Shen FengYUE dengan baik tapi ibunya tidak pernah secara resmi menunjukkan kasih sayang padanya di depan umum. Shen FengYUE merasa iri dengan saudara perempuannya itu.
“Xiao Yue, ada apa ?”
Li Yongsheng melihat ekspresi kesedihan di wajah Shen FengYUE.
“Tidak. Aku hanya merasa sedikit iri pada kakak Yin. Kakak Yin adalah nona muda Shen yang sebenarnya sedangkan aku hanyalah anak yang disembunyikan keluarga Shen”
Shen Fengyin mengucapkannya dengan nada sedih tapi dia masih mencoba untuk tersenyum. Li Yongsheng merangkul bahunya dan menariknya dalam pelukannya,
“Xiao Yin, jangan berkata seperti itu. Bagaimanapun juga kau tetaplah nona muda Shen juga. Jangan sedih”
Li Yongsheng tahu bagaimana perasaan Shen FengYUE karena dia juga pernah mengalami hal yang sama. Sejak kecil kakaknya selalu menjadi kebanggaan keluarga bahkan orang tuanya lebih membanggakan kakaknya di depan semua orang. Li Yongsheng hanyalah tuan muda kedua yang tidak berarti apapun.
Shen FengYUE tersenyum karena berhasil menarik simpati Li Yongsheng. Shen FengYUE menyadari bahwa saat ini Shen Fengyin memandang ke arah mereka, dalam hatinya Shen FengYUE berteriak karena kemenangannya.
Shen Fengyin berusaha mengalihkan pandangan dari pasangan yang membuat hatinya terluka. Namun pandangannya selalu tanpa sadar terarah pada mereka.
“Yinyin, kau sudah datang”
Shen Fengyin menoleh ke arah Tuan Shen.
“Hallo, ayah”
Shen Fengyin menyapa dengan hormat.
“Istriku, saatnya kau memberi sambutan dan memulai acara dansa”
Tuan Shen meraih tangan Nyonya Shen dan menariknya ke tengah. Nyonya Shen mulai mengucapkan beberapa kata sambutan lalu alunan musik dansa terdengar. Tuan Shen dan Nyonya Shen memulai dansa lagu pertama dan beberapa tamu mulai mengikuti.
Shen Fengyin tidak ingin terlalu lama berada di pesta ini. Dia hendak keluar tapi dia di tahan oleh beberapa
tuan muda yang berebut mengajaknya dansa. Shen Fengyin menolak mereka dengan dingin tapi mereka masih saja memaksanya.
“Maaf, jangan ganggu wanitaku”
“Kakak Fan”
Shen Fengyin sedikit terkejut melihat kedatangan Li Yongfan dan pria itu juga membantunya. Para tuan muda
yang mengenali Li Yongfan segera menyingkir.
“Kakak Fan, terima kasih “
“Kata terima kasih tidak cukup, Bagaimana jika kau membalasku dengan berdansa denganku ?”
Li Yongsheng berlutut dan mengulurkan tangan. Beberapa wanita muda melihatnya dengan tatapan iri. Shen Fengyin tidak ingin mempermalukan Li Yongsheng jadi dia mengulurkan tangannya sebagai bentuk persetujuan.
Setiap orang memandang ke arah Shen Fengyin dan Li Yongsheng dengan tatapan kagum dan juga iri ketika melihat mereka berdansa. Beberapa diantara mereka mulai membicarakan mereka.
“Benar-benar pasangan yang sempurna”
“Apa jangan-jangan gosip tentang tuan muda tertua Li dan Nona muda tertua Shen yang sebelumnya adalah benar? Mereka adalah pasangan terbaik yang sebenarnya”
Li Yongshen yang kini berdansa dengan Shen FengYUE tidak bisa fokus berdansa ketika mendengar pembicaraan tentang Shen Fengyin dan kakaknya. Pandangannya terarah pada Shen Fengyin dan kakaknya dengan tatapan tajam.
Shen fengYUE menyadari perubahan ekspresi Li Yongsheng. Pria itu perlahan melepaskan tangannya dan hendak pergi ke arah Shen Fengyin,namun Shen FengYUE segera menahan tangannya.
“Kakak Sheng, apa kau...sudah mulai jatuh cinta pada kakak Yin? Apa kau akan berada disisi kakak Yin seperti
semua orang dan meninggalkanku?”
__ADS_1
Li Yongsheng terdiam dan menoleh ke arah Shen FengYUE memandanganya dengan mata berkaca-kaca.