Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)

Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)
Episode 6 (Scandal with Him Again)


__ADS_3

Tubuh Shen Fengyin tiba-tiba ditarik dan dilembarkan di atas ranjang. Pria itu mulai mendekat, Shen Fengyin dapat mencium aroma alkohol yang kuat dari pria itu.


“Li Yongsheng, kau salah orang. Lepaskan aku”


Shen Fengyin meronta, dia tidak mengerti kenapa Li Yongsheng masih terlihat seperti serigala yang kelaparan, bukankah seharusnya dia sudah melampiaskan pada btch atau dia mengira bahwa dia adalah seorang btch yang dia pesan.


“Diam, wanita murahan. Berhenti menolak”


Li Yongsheng mulai mencium bibir wanita yang ada dibawahnya. Dia menciumnya dengan kasar.


“Bibirmu, terasa seperti miliknya”


Li Yongsheng menghentikan ciumannya dan memandang wajah gadis yang berada dibawahnya ini. Dia membelai tangannya menyusuri setiap detai wajahnya mulai dari dahi, alis, hidung lalu bibir dan membelai pipinya.


 “Kau begitu mirip wanita itu,sangat bagus”


Shen Fengyin masih berusaha untuk meronta saat Li YongSheng melakukan hal yang lebih intim.


“Shen Fengyin”


Tubuh Shen Fengyin menegang ketika dia mendengar pria itu menyebut namanya.


“Wanita Licik yin”


Setiap pria itu menyentuhnya pria itu mengucapkan kata itu. Ini pertama kalinya dia mendengar namanya dari bibir pria itu ketika mereka bercinta tapi sentuhan pria itu masih terasa kasar dan menyiksanya. Dia juga hanya mendengar namanya disebut dengan nada marah . Haruskan Shen Fengyin merasa senang atau sedih ketika mendengarnya.


 


Shen Fengyin perlahan terbangun, dia secara reflek memandang ke arah pria disebelahnya. Dia memandangi setiap detai wajah tampan Li Yongsheng, rambutnya yang sedikit panjang menutupi sedikit matanya. Shen Fengyin menyingkirkan rambut itu dengan hati-hati.


Wanita itu segera mengalihkan pandangannya sebelum dia akan terpikat dengan pesona pria itu. Shen Fengyin tidak ingin melupakan rencananya, walaupun yang terjadi berbeda dengan rencana awalnya. Shen Fengyin menutupi tubuhnya dengan selimut dan mencari tasnya yang kemarin terjatuh di lantai karena tindakan pria itu mengagetkannya.


           Shen Fengyin mengambil tasnya, dia mencari obat namun dia teringat bahwa dia meninggalkan botol obat itu di rumah. Shen Fengyin menghela nafas, lalu dia mengambil ponselnya. Shen Fengyin kembali ke tempat tidur.Tangan pria itu tiba-tiba memeluknya. Shen Fengyin segera memotret. Namun pria itu tiba-tiba  membuka matanya.


“Shen Fengyin”


Shen Fengyin terkejut, dia hampir menjatuhkan ponselnya.


“Bagaimana aku bisa melakukannya denganmu ?”


Suara terdengar dingin.


“Apa kau tidak ingat? Kau yang menarikku”


Li Yongsheng ingat bahwa dia memang bercinta dengan gadis yang mirip Shen Fengyin. Dia awalnya hanya berpikir bahwa dia berhalusinasi karena terlalu banyak minum dan memandang wanita yang dipasannya sebagai Shen Fengyin, dia tidak menyangka bahwa wanita itu ternyata adalah Shen Fengyin.


“Apa yang kau lakukan di kamar ini? Mungkinkah kau tidak rela jika aku menyentuh wanita lain? Kau cemburu bukan?”


“Kau terlalu percaya diri. Kenapa aku harus cemburu.Aku hanya ingin mengambil fotomu dan seorang b*tch lalu mengirimkannya pada Shen Fengyue”


“Kau merencanakan ini sejak awal?”


“Tentu saja, jika tidak bagaimana mungkin aku memyerahkan kartu hitamku yang berharga padamu begitu saja jika aku tidak memiliki tujuan. Walaupun akhirnya tidak sesuai prediksiku tapi setidaknya aku masih bisa mengirimkan foto kita”


Shen Fengyin hendak mengirimkan foto pada Shen Fengyue, tapi Li Yongsheng segera merebut ponsel itu dan melemparnya.


“Li Yongsheng, apa yang kau lakukan?”


Shen Fengyin merasa kesal. Dia hendak berdiri dan mengambil ponselnya tapi Li Yongsheng menariknya.


“Shen Fengyin,kau pikir kau bisa menjebakku dengan mudah? Aku akan membuatmu menyesal karena telah bermain-main denganku lagi”


Li Yongsheng mulai menciumnya lagi dengan lebih kasar daripada sebelumnya.


 


Shen Fengyin membuka matanya, dia merasakan tubuhnya terasa sakit.Pria itu tidak berhenti menyerangnya dan memperlakukannya dengan kasar.  Shen Fengyin menoleh ke arah samping tempat tidurnya. Pria itu sudah tidak ada disana. Shen Fengyin bangun, dia hanya bisa berjalan tertatih mengambil kemejanya.


“Sial, kemejaku sudah rusak “


Shen Fengyin merutuki pria itu. Dia tidak hanya membuat tubuhnya sakit tapi juga merusak pakaiannya.Pria itu benar-benar memperlakukannya sebagai seorang b*tch.  Shen Fengyin lalu mengambil ponselnya yang tergeletak di lantai. Dia berniat untuk mengirim foto yang gagal dia kirim. Setidaknya jika foto ini berhasil membuat Shen Fengyue merasa semakin marah itu akan lebih baik.


Shen Fengyue mengerutkan kening ketika dia tidak menemukan foto itu.


“Sial, apa pria itu menghapusnya?”


Shen Fengyin merasa kesal karena hal yang dialaminya menjadi sia-sia. Shen Fengyin mencari nama ‘ Asisten Han’ dilayar ponselnya. Belum sempat dia memanggil, asistennya terlebih dahulu menghubunginya.


“Hallo, Asisten Han”


“CEO Shen, kenapa anda belum datang ke kantor? Hari ini ada pertemuan pagi, apa anda lupa?”


“Apa? “


Shen Fengyin baru mengingat hal itu.

__ADS_1


“Aku akan segera ke kantor. Namun bawakan aku pakaian ke hotel S nomer kamar 403”


“Baiklah”


Shen Fengyin mematikan ponselnya dan dia segera masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan dirinya. hanya butuh waktu 15 menit dia selesai dan bertepatan dengan suara ketukan pintu. Shen Fengyin segera membuka   pintu dan ternyata memang benar bahwa asisten han yang datang.


Shen Fengyin segera mengambil pakaiannya dan berganti pakaian dengan cepat.  Shen Fengyin memandang pantulan dirinya dicermin. Dia melihat tanda merah yang ditinggalkan pria itu dilehernya.


“CEO Shen, anda bisa menggunaka syal ini untuk menutupinya”


Asisten Han memberikan syal yang dikenakannya pada Shen Fengyin, saat ini adalah musim dingin jadi wajar jika menggunakan syal. Shen Fengyin menerimanya. Dia beruntung mendapatkan asisten han yang dapat


menyelesaikan semua masalahnya.


Shen Fengyin segera meninggalkan hotel, dia tidak menyadari jika ada seseorang yang mengawasinya. Wanita itu tersenyum ketika melihat kameranya.


 


         Shen Fengyin terlalu sibuk dengan pekerjaannya, karena dia datang lebih siang semua jadwalnya jadi semakin dipadatkan agar bisa tepat waktu. Shen Fengyin menghela nafas lelah ketika melihat banyaknya tumpukan dokumen yang masih belum selesai dia periksa.


“CEO Shen, anda bisa istirahat untuk makan siang”


“Aku belum selesai , kau bisa pergi lebih dulu”


“Tidak, CEO Shen. Saya tidak bisa makan jika bos saya bahkan melewatkan makan siang”


“Baiklah, kita akan pergi makan siang di kantin kantor”


“Apa anda yakin?”


“Ya, lagipula jika aku makan siang di restoran maka akan membuang waktu dan juga aku juga sekalian melakukan pengamatan tentang karyawan dan juga keadaan kantin di kantor kita”


“Baiklah, CEO Shen”


 


Shen Fengyin makan di kantin kantor yang cukup padat. Biasanya tidak ada pimpinan yang pergi ke kantin perusahaan karena itulah karyawan lain tidak menyadarinya. Apalagi tidak banyak yang pernah bertemu oleh CEO mereka secara langsung dan juga penampilan polos Shen Fengyin hari ini membuat mereka juga tidak mengenalinya.


“Apa kau tahu berita terpanas hari ini?”


“Iya, aku tahu. Berita itu menjadi pencarian teratas di weibo”


“Apa maksud kalian gosip tentang CEO Shen dan presiden Li yang merupakan tunangan dari aktris terkenal Shen Fengyue kan?”


“Bukankah ini kedua kalinya mereka ketahuan.CEO Shen sempat menepis kabar itu tapi kali ini mereka ketahuan lagi. Bagaimana mungkin mereka tidak memiliki hubungan?”


“Benar, aku tidak menyangka CEO  akan menjadi perebut kekasih seseorang padahal dia cantik tapi dia murahan”


“Benar, aku lebih suka dengan artis Shen Fengyue. Kenapa tidak dia saja yang jadi pimpinan di perusahaan Shen. Kenapa wanita murahan itu yang jadi pimpinan kita?”


Shen Fengyin mengepalkan tangan.


“Kalian bertiga, dari devisi mana kalian”


Shen Fengyin berdiri dan menatap tajam ke arah mereka bertiga yang duduk meja yang berseberangan dengannya.


“Kau siapa? Berani sekali menatap tajam pada kami” seorang wanita berambut kemerahan dan bermake up tebal diantara tiga gadis tadi menatap tajam wanita di depannya.


“Jadi,kau berani menantangku?”


“Asisten Han, pecat mereka bertiga dan siapapun yang berani bergosip dikantor”


“Hei, siapa kau berani memecat kami” wanita bermake up tebal itu memprotes


“Ling Ling, jangan menantangnya lagi. Apa kau tidak dengar dia memanggil wanita di sebelahnya ‘Asisten Han’ tentu saja dia pasti CEO Shen “


Wanita bermake up tebal itu melebarkan matanya, terkejut. Dia akhirnya berlutut diikuti oleh kedua temannya.


“CEO Shen, aku minta maaf. Aku kasar padamu. Tolong jangan pecat aku “


Shen Fengyin tidak peduli dia meninggalkan mereka begitu


saja. Dia tidak suka dengan pegawai yang berani berbicara buruk pada pimpinannya dan bersikap sombong.


“Asisten Han pecat mereka dan juga khusus untuk wanita ini, pastikan dia tidak dapat diterima di perusahaan besar manapun”


Shen Fengyin menunjuk ke arah wanita bermake up tebal itu.Wanita itu merasa marah dan mulai mengeluarkan kalimat umpatan tapi Shen Fengyin tidak peduli. Dia hanya ingin memberikan pelajaran pada mereka untuk tidak berbicara kasar tentangnya dan juga karena pegawainya itu terlalu sombong ,serta tidak menghormati orang lain.


 


Shen Fengyin menyempatkan waktu untuk melihat berita di internet. Dia melihat fotonya dan Li Yongsheng masuk di kamar yang sama. Namun itu pasti diambil di waktu yang berbeda. Shen Fengyin tersenyum pahit melihat


artikel yang melebih-lebihkan itu.Dia ingin tahu bagaimana reaksi Shen Fengyue ketika melihat gosip ini.Dia juga ingin tahu, apa pria itu akan menganggap bahwa ini bagian dari rencananya.


“CEO Shen, apa yang ingin saya lakukan untuk mengurus masalah ini? Haruskan saya menghapus semuanya”

__ADS_1


Shen Fengyin terdiam sejenak. Scandal ini juga berpengaruh dengan citranya. Apalagi artikel ini mengatakan hal buruk tentangnya dan akan membuat orang memandang rendah dirinya walaupun saat ini hal itu tidak berpengaruh apapun dengan perusahaannya.


“Lakukan konfirmasi dan bantah semua kabar di artikel itu dan tuntut mereka yang membuat artikel ataupun mengambil foto itu”


“Kenapa kau tidak menggunakannya untuk mengumumkan pernikahan kalian “


Seorang pria tua masuk begitu saja. Shen Fengyin sedikit terkejut dengan kedatangan pria tua itu.


“Kakek Li “


Shen Fengyin meminta asistennya membuatkan teh untuk kakek Li. Dia meminta kakek Li duduk.


“Kakek Li, kenapa anda kesini?”


“Apa aku tidak boleh mengunjungi istri dari cucuku?Duduklah kemari, jangan terlalu banyak bekerja. Kau bisa-bisa bertambah keriput sebelum waktunya”


Shen Fengyin berdiri dan pindah duduk di sofa.


“Sepertinya hubunganmu dan A-Sheng cukup baik ? Hubungan kalian bahkan berkembang lebih cepat “


Kakek Li berusaha menggodanya. Para wanita lain mungkin akan tersipu malu tapi Shen Fengyin hanya menunjukkan ekspresi datar.


“Hal ini tidak seperti yang kakek Li pikirkan “


Asisten Han datang dan menyajikan segelas teh lalu pergi.


“Yinyin, kau bisa menggunakan kesempatan ini untuk mengumumkan pernikahan kalian didepan publik. Maka tidak akan ada gosip lagi yang beredar di luar”


“Kakek, aku tidak bisa memutuskan hal itu sendiri. Aku akan membicarakan hal ini pada Li Yongsheng”


“Baiklah, kakek tidak sabar untuk memperkenalkanmu secara resmi sebagai menantu keluarga Li”


Shen Fengyin hanya tersenyum.


“Kakek minumlah”


Kakek Li mengambil cangkir teh dan meminumnya. Shen Fengyin juga melakukan hal yang sama.


Dret dret dret


Shen Fengyin mengambil ponselnya yang bergetar. Dia melihat nama  si penelpon.


“Hallo”


'Shen Fengyin, ini rencanamu bukan? Kau ingin membuatku terlibat dalam scandal lagi '


Shen Fengyin memandang ke arah kakek Li. Dia sebenarnya merasa tidak nyaman untuk membicarakan masalah ini karena ada kakek Li.


“Kita akan membahasnya nanti”


“Apa itu telpon dari A-sheng?”


Kakek Li dapat mendengarnya sedikit karena jarak mereka tidak terlalu jauh dan dia sangat hafal dengan suara cucu kesayangannya. Shen Fengyin mengangguk.


'Apa kau bersama kakek sekarang? Kenapa kakek menemuimu? Apa yang sedang kau rencanakan?'


Shen Fengyin terdiam, dia tidak tahu bagaimana cara menjawab pertanyaan ini di depan kakek.


“Sepertinya aku menganggu. Kau bisa melanjukan mengobrol dengan A-Shen. Katakan juga padanya aku mengundang kalian berdua untuk datang makan malam di rumah besar”


“Baiklah, kakek”


Kakek Li pergi meninggalkan ruangan. Shen Fengyin kembali melanjukan pembicaraan dengan Li Yongsheng.


“Aku tidak memiliki rencana apapun untuk bertemu dengan kakek. Kakek tiba-tiba datang padaku dan membahas tentang scandal ini. Kakek juga memintaku untuk mengumumkan pernikahan kita di depan publik sebagai


penjelasan dari scandal ini”


'Apa? Apa kau akan melakukannya'


“Tentu saja tidak. Apa kau pikir aku mau pernikahan ini terungkap dan semua orang tahu bahwa aku adalah istrimu?”


'Benar, jika hubungan pernikahan kita terungkap bukankah tidak ada lagi para pengusaha kaya yang mendekatimu. Benar bukan ?'


“Bukankah kau tidak jauh beda. Jika pernikahan kita terungkap maka jika kau menemui kekasihmu maka dia akan dianggap sebagai selingkuhan bukan?”


“...”


“Aku akan bereskan semua ini dan juga kau dengar undangan kakek tadi bukan? Jika kau tidak ingin datang bersamaku maka kita bisa pergi terpisah atau jika kau tidak ingin aku datang maka...”


'Tidak perlu, kita akan datang bersama. Kau adalah nyonya muda kedua Li sekarang jadi aku akan memberimu sedikit kehormatan'


“Baiklah, aku tutup telponnya. Aku sangat sibuk hari ini”


Shen Fengyin segera mematikan sambungan telpon dan kembali memeriksa dokumennya.

__ADS_1


__ADS_2