Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)

Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)
Spin off Arrogant Wife Forced Marriage Chapter 26 (S2)


__ADS_3

  Bai Xiao pergi lebih dulu ke kediaman utama Keluarga Shen. Kediaman Keluarga Shen tidak banyak berubah.


"Seperti notagia, benar bukan?"


"Aku tidak ingat apapun"


"Begitu ya, tapi bagus jika kau tidak mengingatnya. Jangan ingat lagi tentang anak laki-laki yang berbicara kasar padamu"


Bai Xiao tidak mengatakan apapun. Dia ingin melupakan semua yang pernah di laluin oleh Li Jiao tapi ketika dia kembali ke tampat ini dia kembali mengingat masa lalu. Dia masih ingat dengan jelas seberapa besar kebencian pria yang jadi suaminya ini kepadanya.


Li Huan Rui menekan bel. Seorang pelayan membuka pintu.


"Tuan muda, selamat datang. Silahkan masuk"


Li Huan Rui menggenggam tangannya. Mereka mendekati seorang wanita yang berteriak memberikan intruksi.


"Mama"


"Li Huanrui, apa yang kau lakukan disini? Bukankah kau seharusnya di kantor"


"Aku akan segera ke kantor. Mama, aku mengajak istriku untuk membantumu menyiapkan pesta"


Shen Fengyin baru menyadari keberadaan Bai Xiao disamping Li Huan Rui. Bai Xiao memberi salam.


"Aku tidak menbutuhkan bantuan"


"Mama, jika kau melakukan sendiri bagaimana kalau kau kelelahan? Papa pasti akan marah padaku. Mama tahu bukan seberapa khawatirnya papa dengan keadaan mama"


"Bibi, saya belum pernah menyiapkan pesta sebelumnya tapi saya akan melakukan apa yang bibi inginkan"


"Baiklah. Kau bisa membantuku"


"Huanrui, cepatlah kembali. Saat ini pasti ada banyak pekerjaan"


"Baiklah. Istriku, aku pergi dulu"


***


    Shen Fengyin menyerahkan tugas pada Bai Xiao. Sebelumnya dia sempat berdiskusi terlebih dahulu tentang konsep yang diinginkannya. Shen Fengyin memandangi Bai Xiao yang memberikan intruksi, wajah dinginnya penuh ketegasan. Shen Fengyin cukup puas dengan menantunya setidaknya menantunya tidak kalah dengan mantan tunangan putranya.  Shen Fengyin mendorong kursi roda mendekati Bai Xiao.


"Menantu, ayo kita mengobrol"


"Tapi, bibi ...."


"Tidak apa-apa, mereka akan mencariku jika ada sesuatu yang salah. Ayo"


Bai Xiao mengikuti Shen Fengyin dan mereka tiba di taman belakang rumah.


"Aku sudah tahu semuanya, kau Li Jiao bukan?"


Bai Xiao tidak bereaksi apapun. Dia tahu tidak ada yang dia dapat tutupi dari Shen Fengyin ataupun tidak ada informasi yang tidak bisa didapatkannya.


"Apa kau membenci Li Huan Rui saat itu?"


"Sedikit, tapi aku tidak bisa benar-benar membencinya"


"Aku tahu itu dan aku pernah merasakan hal yang sama. Ketika aku memiliki Li Huan Rui, Li YongSheng justru terlibat dengan adik perempuanku dan kami akhirnya memutuskan untuk berpisah"


Shen Fengyin biasanya tidak menceritakan masalahnya pada siapapun tapi karena Bai Xiao adalah menantu yang bisa dia percaya.


"Memang tidak mudah untuk menerima pria yang dicintai bersama wanita lain. Aku tahu hal itu tapi aku justru yang menekan Li Huan Rui untuk tetap melanjutkan pertunangan dengan Helena. Namun aku tidak memiliki pilihan lain, jika pertunangan ini gagal maka akan berimbas bagi harga diri keluarga ku. Aku tahu aku egois saat itu tapi senagai pewaris dari perusahaan besar aku harus mengambil tindakan yang menguntungkan perusahaan"


"Ya, saya mengerti"


"Namun aku tidak tahu jika Li Huan Rui berani mengambil kemurnianmu dan menanamkan benih. Kau pasti mengalami hal yang sulit bukan?"


Bai Xiao tidak mengatakan apapun.


"Sepertinya,  An benci padaku karena telah membuatmu menderita"


Mo An An tidak pernah lagi menghubungi Shen Fengyin sejak dia memutuskan pergi dari B city.


"Mamaku tidak pernah  membenci bibi. Mama pernah bilang padaku bahwa bibi adalah teman mama yang berharga. Hanya saja karena kesalahan yang aku lakukan membuat mama merasa bersalah pada bibi"


"Begitu. Seharusnya kalian tidak perlu merasa bersalah justru kamilah yang merasa bersalah karena Li Huan Rui menyentuhmu dan pergi begitu saja"


"Kau tahu, Huanrui kami sangat mencintaimu. Dia bahkan tidak menginginkan pernikahan dengan wanita lain walaupun saat itu yang kami tahu kau sudah tiada tapi aku senang Li Huan Rui akhirnya menemukanmu bahkan kau memberi kami seorang cucu yang cantik tanpa harus menunggu lama"


"Bai Xiao, aku tahu tidak mudah untuk membuka hati yang terluka tapi cobalah untuk secara perlahan membuka hatimu untuknya, percayalah padanya dan jika Li Huan Rui berani menyakitimu, aku yang akan berada di depanmu untuk mendukungmu"


"Terima kasih, bibi"


"Jangan memanggilku bibi. Panggil aku mama. Anggap saja aku adalah mamamu yang lain"


Bai Xiao mengangguk.


"Baiklah, mama"


***


  Saat malam hari, Bai Xiao melakukan video call dengan putrinya.


"Hallo, mama"


"Yimin, apa kau sudah makan?"


"Tentu saja, hari ini Yimin makan banyak. Bagaimana dengan mama?"


"Mama juga sudah makan"

__ADS_1


"Mama, besok Yimin akan pergi dengan nenek ke B city"


"Nenek juga akan ikut?"


"Iya"


"Mama, Yimin sudah mengantuk dan Xia Hua juga sudah tidur. Yimin matikan ya. Sampai jumpa besok, mama"


"Ya, sampai jumpa"


Bai Xiao mematikan telpon.


"Kau baru saja menelpon Yimin?"


Li Huan Rui baru saja keluar dari kamar mandi mendekati Bai Xiao yang memegang ponsel.


"Ya. Aku khawatir pada Yimin karena kita harus meninggalkannya"


"Tidak perlu khawatir. Ada banyak orang yang menjaganya dan juga ada Li Zhiting juga. Anak itu walau masih remaja tapi dia bisa diandalkan dan juga mama pusat pasti merawatnya dengan baik"


"Aku tahu"


Li Huan Rui memeluk istrinya.


"Istriku, sekarang kita hanya berdua. Bisakah kita melakukannya"


"Rui, aku sangat lelah hari ini"


Li Huan Rui tidak memaksanya. Dia melepaskan pelukannya. Dia tahu Bai Xiao masih belum sepenuhnya menerimanya. Li Huan Rui melepaskan pelukannya.


"Sudah malam, lebih baik kita tidur"


Li Huan Rui merembahkan tubuhnya di kasur begitu pula dengan Bai Xiao. Pria itu hanya tidur disampingnya  tanpa memeluknya seperti biasa.


"Apa kau marah?"


"Tidak, aku tidak marah padamu"


"Tidurlah"


Bai Xiao mengulurkan tangannya dan memeluk suaminya. Li Huan Rui membuka matanya.


"Aku merasa dingin"


Li Huan Rui tersenyum. Dia memiringkan tubuhnya dan memeluk tubuh munyil istrinya.


"Bagaimana sekarang?"


"Lebih hangat"


"Selamat malam istriku"


Li Huan Rui memberikan ciuman di kening.


***


   "Xia Hua, apa aku membangunkanmu?"


"Tidak, sebenarnya aku tidak bisa tidur"


"Kenapa? Apa terlalu sempit untuk tidur berdua"


"Tidak. Bukan karena itu. Hanya saja ada sesuatu yang menganggu pikiranku"


"Apa itu? Apa guru galak itu memarahimu lagi? Aku akan biang pada nenek untuk menganti guru"


"Tidak. Bukan itu"


"Lalu apa yang menganggu pikiranmu"


Xia Hua merasa ragu mengatakannya.


"Apa ini berhubungan dengan paman kecil?"


"Bagaimana kau tahu?"


"Aku hanya menebak"


"Jadi apa yang terjadi?"


"Aku menyukai kakak Zhiting"


"Apa? Kau menyukainya? Paman kecil yang menyebalkan itu dan juga bukankah dia sering marah-marah saat mengajarimu bagaimana kau bisa menyukainya"


"Itu karena....kakak Zhiting membelaku saat guru itu mengataiku bodoh. Kakak Zhiting sangat baik. Walaupun dia sering marah-marah tapi dia tetap mengajariku dan juga kakak Zhiting tampan seperti pangeran di buku-buku dongeng"


"Hanya karena itu? Xia Hua ternyata kau begitu polos. Kau tahu paman kecil itu kalah tampan jika diandingkan dengan papa Fan dan juga papaku serta Liu Yaoshan"


"Liu Yaoshan? Siapa itu? Apakah itu pacar kakak Yimin"


" Dia temanku. Saat kau sudah bisa menguasai pelajaranmu dan berhasil mengikuti ujian lompat tingkat aku akan memperkenalkannya denganmu. Kau mungkin akan menyukainya "


"Tidak. Aku tidak akan merebut pacar kakak Yimin"


"Apanya yang merebut dan dia bukan pacarku"


Yimin menunjukkan ekspresi cemberut. Xia Hua hanya tersenyum melihatnya.


"Xia Hua, aku akan membantumu mendati paman kecil"

__ADS_1


"Tidak perlu. Bibi An sudah menyiapkan tunangan untuk paman Zhiting. Mereka akan bertemu segera"


"Tenang saja. Paman kecilku sulit untuk diantur. Dia tidak akan menuruti perintah orang lain begitu saja"


***


"Nenek, apa paman kecil akan ikut bersama kami ke rumah nenek dari papa?"


"Tentu saja aku ikut. Jika tidak lalu siapa yang akan menjagamu dan mama. Saat ini papa sudah kembali ke militeran sudah menjadi tugasku untuk menjaga kalian"


"Tapi paman kecil, jika kau ikut pergi lalu bagaimana dengan Xia Hua? Hua hua akan di rumah sendirian bagaimana jika ada sesuatu terjadi"


"Yimin, keamanan Keluarga Li lebih ketat tidak akan ada hal yang terjadi"


"Lalu bagaimana jika Xia Hua sakit? Siapa yang akan merawatnya. Paman kecil, lebih baik kau menjaga Xia Hua"


"Kakak Yimin, tidak perlu khawatir tentangku. Aku bisa menjaga dariku dan aku juga selalu di rumah dan istirahat cukup aku tidak akam sakit"


Yimin merasa kesal karena Xia Hua tidak bekerja sama dengannya. Apa dia tidak tahu jika saat ini Yimin sedang mendekatkannya dengan paman kecil.


Mo An An juga khawatir pada Xia Hua tapi meninggalkan Li Zhiting hanya berdua dengan Xia Hua bukanlah hal yang baik. Dia tidak ingin putranya mengalami masalah seperti kakak perempuannya.


"Yimin, paman kecilmu akan tetap ikut bersama kami"


"Xia Hua, bibi akan meminta seseorang untuk merawatmu dan menemanimu. Tidak apa-apakan?"


"Tentu saja bibi"


***


  "Paman kecil, apa kau akan menerima tunangan yang dipilihkan nenek"


Saat ini mereka berdua sedang berada di mobil menuju ke sekolah Yimin.


"Kenapa tiba-tiba menanyakan hal itu?"


"Yimin hanya ingin tahu, jadi bisakah paman kecil menjawab apa yang aku tanyakan"


"Aku tidak bisa menolaknya. Kau tahu Yimin kau masih belum mengerti hal ini tapi aku tidak bisa untuk bersikap ceroboh , jika pertunangan memberi keuntungan untuk perusahaan Li aku hanya bisa mekakukannya karena sebagai pewaris dari perusahaan Li aku hanya bisa melakukan hal untuk menguntungkan perusahaan Li"


"Apa paman kecil akan tetap bersamanya walaupun paman kecil tidak menyukainya"


"Ya. Bagiku perasaan itu tidak penting  yang terpenting adalah keuntungan yang bisa aku dapatkan"


"Lalu jika tunangan paman kecil berbuat buruk padaku dan aku tidak menyukainya. Apa paman kecil masih akan bersamanya"


"Jika dia menyakiti ponakan kecilku aku akan menegurnya tapi aku tidak bisa membatalkan pertunangan"


"Kehidupan paman kecil begitu rumit, kasihan sekali Xia Hua harus menyukai seseorang seperti paman kecil"


Yimin mengucapkannya dengan nada pelan.


"Apa yang kau katakan itu? Xia Hua menyukaiku?"


"Paman kecil, pendengaranmu begitu tajam aku berbicara pelan tapi kau masih bisa mendengarnya"


"Aku akan hati-hati mulai sekarang"


"Yimin, jangan mengalihkan pembicaraan. Kau bilang apa tadi? Xia Hua menyukaiku? Gadis itu?"


"Benar, tapi paman kecil tenang saja aku akan membuat Xia Hua menyukai pria lain. Hubungan paman kecil terlalu rumit kasihan nanti Xia Hua jika dia masih menyukaimu"


"Ya kau benar. Aku yakin dia akan melupakan perasaannya padaku lagipula para gadis seperti kalian mudah untuk menyukai yang lain tapi ponokan kecilku tidak boleh menyukai seseorang"


"Kenapa?"


"Xiao Yi terlalu baik untuk para pria di luar sana dan juga pamanmu ini tidak ingin Xiao Yi terluka karena menyukai seseorang"


Li Zhiting tidak ingin ponakannya mengalami hal yang sama seperti saudara perempuannya walau saat ini Li Huan Rui bertanggung jawab atas hal yang dia lakukan tapi dia tetaplah memberi luka bagi Kakak nya. Kehidupan permintaan terlalu berbahaya untuk sepupunya itu.


***


Pesta ulangtahun Shen Fengyin menjadi pusat pertemuan para pebisnis sukses. Shen Fengyin di dampingi oleh Li Yongsheng lalu dibelakangnya ada menantu dan putranya.


Semua orang memandang mereka khususnya pada pasangan di belakang Shen Fengyin. Tuan muda baru saja menghadapi pembatalan pertunangan kini sudah memiliki seorang wanita disisinya. Bai Xiao merasa tidak nyaman dengan pandangan mereka padanya. Bai Xiao tidak pernah menjadi pustat perhatian karena dia selalu menarik diri dari pesta-pesta besar apalagi dia sudah lama tinggal di kuil.


Shen Fengyin memberikan sambutan lalu mereka menyapa orang-orang-orang.


"Yinyin"


"Mo An An"


Shen Fengyin merasa senang melihat Mo An An. Li Zhiting menyapa pamannya dengan hormat. Walaupun Li Zhiting membenci Li Huan Rui tapi dia menghormati pamannya yang sudah membantu mengelola perusahaan Li.


"Kakek, nenek dimana papa dan mamaku"


"Mereka disana"


Yimin kecil mendekat ke arah mama dan papanya yang mengobrol dengan seseorang.


"Yimin, kira bertemu lagi"


"Paman Su Han"


Li Huan Rui mengendong putrinya.


"Bagaimana keadaanmu, sudah membaik?"


"Ya"

__ADS_1


Su Han lalu meninggalkan mereka untuk mengobrol bersama yang lain.  Orang lain menyapa Li Huan Rui mereka menanyakan anak yang dia gendong dan Li Huan Rui tidak memutupi bahwa Yimin adalah putrinya dan Bai Xiao adalah istrinya. Memang sudah biasa bagi seorang pengusaha untuk memimiliki anak tidak sah tapi yang mengherankan adalah Li Huan Rui yang masih muda memiliki seorang anak yang kira-kira berusia 8 atau 9 tahun tapi siapa yang berani untuk mengejek tuan muda yang memiliki 3 keluarga besar yang kuat di belakangnya apalagi dia adalah anak Shen Fengyin jika dia mencari masalah perusahaan mereka akan hancur


A/N: 4 chapter lagi selesai. Terima kasih dukungan kalian. Setelah series ini selesai aku akan remake ulang series pertama.


__ADS_2