Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)

Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)
Side Story part 18 Tiga Tahun Kemudian ( Rumor)


__ADS_3

    Kepopuleran Mo An An semakin memingkat sejak dia berhasil menenangkan penghargaan dalam filmnya. Namun semakin populer seorang aktris maka akan semakin banyak orang yang berusaha mengusiknya. Seorang paparazi selalu bisa mendapatkan apapun bahkan sesuatu yang berusaha di sembunyikan oleh Mo An An tentang keberadaan putrinya dan masa lalunya.


   Sebuah artikel menghebohkan publik artikel itu berjudul ' rahasia dari artis Mo An An'. Artikel itu mengungkap tentang Alasan Mo An An sempat berhenti karena dia menikah dengan mantan tentara Bai Yuchen yang merupakan tuan muda yang dibuang oleh keluarga Bai. Walaupun sudah menikah Mo An An justru merayu direktur Li yang sebelumnya adalah suami dari sahabatnya sendiri-CEO Shen yang membuat kedua pasangan itu bercerai. Mo An An meninggalkan anaknya untuk mengejar Direktur Li hanya untuk memanfaatkan karirnya sementara itu anaknya yang ditinggalkan menjadi pengemis , tidak hanya pengemis tapi juga seorang pencuri. Mo An An lalu membawa putrinya setelah menikah dengan Direktur Li dan memaksanya untuk menerima anaknya dari pria lain.


Artikel itu memicu komentar buruk tentang Mo An An awalnya mereka mendukung hubungan Li Yongfan dan Mo An An tapi setelah mengetahui apa yang disembunyikan Mo An An membuat orang memandangnya dengan buruk.


'Mo An An selalu menjadi wanita murahan'


'Hubungan CEO Shen dan artis Mo terlihat baik tapi siapa sangka dia mengkhianati sahabatnya sendiri'


'Dasar rubah'


"Astaga, bahkan dia meninggalkan anaknya dan membiarkannya menjadi pengemis bahkan pencuri'


'Direktur Li yang baik tersia-siakan karena menikahi wanita itu'


'Apa dia membohongi direktur li dengan menggunakan anak


   Paparazi yang memposting artikel juga membuat postingan baru yang disisipi foto anak Mo An An dan juga informasi pribadinya.


'Astaga, anak itu menggunakan nama keluarga Li'


'Dia pasti memaksa direktur Li menerima anak itu dan memggunakan nama keluarganya'


'Ibu dan anak memiliki wajah mirip. Dia pasti juga seorang perayu'


***


  Li Jiao merasakan pandangan aneh para gadis saat melihatnya berjalan di koridor. Saat dia masuk ke kelas, dia disambut dengan tatapan khawatir oleh Helena.


"Ternyata memang buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya, ibunya seorang penggoda maka anaknya juga menjadi seorang penggoda"


Su Yi memberikan komentar, Li Jiao menatapnya tajam. Dia mendekati gadis ratu gosip itu.


"Ulangi apa yang kau katakan?"


"Ibumu yang seorang penggoda maka anaknya akan menjadi penggoda"


Jiao mengepalkan tangannya, dia hendak memukul gadis itu.


"Seorang gadis yang di pungut dari jalanan hanya bisa menggunakan kekerasan"


Li Jiao menarik kembali tinjunya. 


"Baiklah, aku akui bahwa aku memang dari jalanan tapi seorang wanita dari keluarga terpandang sepertimu bahkan lebih buruk dariku setidaknya aku tidak memiliki mulut sampah seperti mu"


"Kau..."


Gadis itu mengulurkan tangan untuk menampar Li Jiao. Namun Li Jiao menahan tangannya dan menariknya ke belakang dengan kasar.


"Sial, wanita liar lepaskan aku aw..."


Namun Li Jiao justru menarilnya dengan keras.


"Hei, kau ingin mematahkan lenganku aw"


"Ini pelajaran karena kau telah menghina ibuku"


"Jiao, lepaskan dia. Jika dia terluka parah kau akan di hukum nanti"


Li Jiao tidak mendengar apa yang dikatakan Helena karena dia sudah terlalu marah. Seseorang memegang tubuh Jiao, tubuh gadis itu tidak bisa bergerak.


Li Huan Rui dengan mudah melepas tangan Jiao dari tangan Su Yi. Dia lalu menarik kembali titik tekannya.


"Li Jiao, apa kau ingin terlibat masalah? Kenapa kau begitu kasar"


Li Huan Rui menatap tajam ke arah Li Jiao.


"Dia menghina ibuku, apa kau pikir aku akan diam saja?"


"Ada apa ini?"


Guru Han datang mendekati muridnya. Su Yi menangis dan mengadu pada guru Han


"Guru Han, dia...dia mematahkan tanganku"


Su Yi memunjuk dengan tangannya yang tidak terluka.


" Li Jiao, apa itu benar?"


Jiao mengangguk.


"Tapi, aku..."


"Kau ikut kami ke kantor dan Suyi kau bisa pergi ke klinik kesehatan"


Jiao mengikutinya dengan pasrah.


"Henry, bagaimana ini. Jiao mungkin akan di hukum  dan paman Fan pasti akan marah"


"Itu kesalahannya sendiri, biarkan dia mempertanggung jawabkan perbuatannya"


"Henry, tidak bisakah kau membantu Jiao?"


"Aku tidak ingin menolong orang yang bersalah"


"Tapi, bagaimana jika Jiao mendapatkan hukuman berat"


Li Huan Rui mengabaikannya dan kembali ke bangkunya. Helena menghela nafas dan berhenti membujuk Li Huan Rui.


***


  Mo An An terkejut ketika dia mendapat telpon dari sekolah bahwa Li Jiao melukai temannya dan mematahkan lengan teman sekelasnya. Mo An An ingin menghubungi Li Yongfan tapi ketika dia berpikir tentang kemarahan Li Yongfan jika tahu apa yang dilakukan Jiao. Dia akhirnya memutuskan untuk pergi sendiri.


  Mo An An dengan terburu-buru mengemudikan mobil menuju ke sekolah Jiao.

__ADS_1


***


Li Yongfan yang baru saja sampai ke B city mendapat laporan dari asistennya tentang kekacauan yang terjadi di B city khususnya artikel tentang istri dan putrinya.


Li Yongfan meminta asistennya untuk menghapus artikel itu dan menuntut pembuatnya.


"Tapi, Direktur Li  artikel itu sudah dibaca banyak orang sudah terlambat untuk ditutup"


Li Yongfan menghela nafas, jika dia tahu ada kekacauan di B city dia akan kembali kemarin. Ponsel Li Yongfan bergetar, dia melihat nomer di layar ponselnya.


***


"Jiao, apa yang terjadi"


Li Jiao tidak menjawabnya. Kepala sekolah menjelaskan apa yang terjadi.


"Putriku tidak akan melukai seseorang tanpa alasan"


"Jiao, katakan pada mama tentang apa yang terjadi"


"Mama, Su Yi menghina mama. Aku tidak bisa menerima hal itu"


Ny. Su tidak terima bahwa putrinya disalahkan.


"Anak itu pasti hanya mengatakan alasan kosong. Putriku selalu berperilaku baik. Dia tidak mungkin berkata buruk"


"Dia menghina mamaku sebagai wanita penggoda, apa anda pikir itu kata-kata baik"


"Bukankah hal itu memang benar. Bukankah mamamu memang wanita penggoda , bukan begitu nyonya Li, ah...bukan kau pasti akan segera kehilangan gelar sebagai Ny. Li setelah Direktur Li tahu tentang masa lalumu itu"


"SIAPA ANDA BERANINYA MENGHINA ISTRIKU?"


suara dingin Li Yongfan terdengar. Ny. Su terkejut dengan kedatangan Li Yongfan.


"Direktur Li, itu...saya tidak bermaksud seperti itu. Hanya saja saya terlalu marah karena putri saya terluka karena anak liar ini...ah maksudku anak ny. Li"


"Anak liar?berani sekali kau mengatakan bahwa putriku anak liar"


"Direktur Li, dia bukan putri kandung anda, dia..."


"Li Jiao adalah putriku. Jangan pernah berani menghinanya"


Kepala sekolah berusaha menenangkan mereka dan menjelaskan lagi tentang apa yang terjadi. Li Jiao akan dijatuhi hukuman skorsing  1 bulan dan mendapat poin pelanggaran karena melukai temannya sampai patah tulang .


"Tunggu kepala sekolah"


Li Huan Rui datang ke ruang kepala sekolah.


"Li Huanrui , kenapa kau disini"


"Kepala sekolah, Su Yi tidak mengalami patah tulang"


"Pangeran, apa yang kau katakan?tanganku benar-benar patah"


Li Huan Rui meraih tangan gadis itu. Gadis itu mengeluh rasa sakit yang sangat sakit.


Li Huan Rui tersenyum licik.


"Kita perlu memeriksanya untuk tahu dia patah tulang atau tidak"


"Tuan, saya sudah memeriksanya, nona Su..."


Dokter penjaga membuat kesaksian.


"Bagaimana anda memeriksanya? Apa secara fisik cukup? Mungkin nona Su berpura-pura kesakitan "


"Li Huanrui benar. Kita harus memeriksanya untuk membuktikannya. Jika memang parah aku akan menanggung biaya pengobatan dan memberi kompensasi"


Ny. Su setuju, bagaimana pun ini hal yang menguntungkan karena mereka sedang memiliki krisis keuangan. Su Yi tiba-tiba menjadi gugup karena dia merasa tangannya tidak kaku lagi.


"Itu...tidak perlu. Tanganku sudah tidak apa-apa"


"Xiao Yi, apa yang kau katakan? Kau berpura-pura?"


"Tidak mama, tadi benar-benar sakit seperti patah tulang tapi tanganku sekarang jadi baik-baik saja setelah..."


"Jadi, kepala sekolah tidak seharusnya Li Jiao dihukum berat, lihat bahkan Su Yi tidak menderita luka apapun. Dia hanya berbohong "


Li Huan Rui sengaja memotong ucapan Su Yi. Dia tidak ingin orang-orang curiga padanya bahwa sebenarnya Li Huan Rui yang menyembuhkannya dengan ilmu bela diri tradisional yang dia pelajari.


"Li Huanrui memang benar. Su Yi, kau di skors selama 3 hari untuk merenung karena kau memfitnah dan berbicara buruk pada Li Jiao. Li Jiao, kau bebas dari hukuman"


"Kalian berdua  bisa kembali ke kelas"


Li Huan Rui dan Jiaopun meninggalkan ruangan. Li Huan Rui berjalan lebih dulu dari Jiao.


" Kau menyembuhkan Su Yi bukan?"


"Tidak"


"Aku ingat dengan jelas bahwa aku memang mematahkan tangannya tidak mungkin dia tiba-tiba baik-baik saja. Kau belajar bela diri tradisional bukan? Sebelumnya kau menekan titik tekanku bukankah itu salah satu teknik bela diri tradisional , dan aku yakin kau juga melakukan penyembuhan"


"Ternyata. Kau memang pintar ya"


"Kenapa kau membantuku? Bukankah kau membenciku? Jika aku diskorsing ataupun di keluar kan bukankah itu keuntungan bagimu dan..."


"Aku ingin bersaing dengan adil dan juga aku membantumu karena Helena terus merengek padaku untuk membantumu"


Jiao bisa menebak bahwa Li Huan Rui melakukannya pasti karena permintaan Helena.


"Walau begitu terima kasih kau sudah menolongku"


"Lain kali jangan melakukan hal bodoh seperti itu lagi. Aku tidak akan menolongmu untuk kedua kalinya"


"Ya"

__ADS_1


***


Li Jiao meminta Helena menceritakan tentang rumor tentang nya. Helena menunjukkan ponselnya yang menampilkan sebuah artikel. Li Jiao terkejut ketika membaca artikel itu khususnya tentang hubungan rumit ibunya.


"Jiao, apa kau baik-baik saja?"


Li Jiao mengangguk. Li Jiao menghela nafas, walau dia kesal dengan apa yang dilakukan mamanya namun  bagaimanapun juga hal itu hanyalah hal yang terjadi di masa lalu tentu saja hal itu tidak bisa diubah.


"Helena, apa kau masih mau berteman denganku? "


"Tentu saja, Jiao akan selalu menjadi temanku"


Helena tersenyum.


"Oh ya, Helena terima kasih karena telah meminta Li Huan Rui membantuku"


"Eh? Henry membantumu? Tapi sebelumnya dia bilang tidak ingin membantu?"


"Benarkah? Bukankah kau terus memaksa Li Huan Rui untuk membantuku?"


"Aku tidak memaksanya. Saat Henry bilang tidak, aku tidak berani memaksanya karena dia terlihat marah"


"Tapi, aku senang Li Huan Rui bisa membantumu"


Li Jiao terdiam. Dia mencoba memahaminya, tiba-tiba sebuah kesimpulan terlintas di pikirannya mungkinkah Li Huan Rui peduli padanya tapi dia segera menepis pikiran itu, dia tidak ingin berharap terlalu banyak, mungkin saja Li Huan Rui membantunya karena tidak ingin melihat Helena sedih.


***


Li Yongfan mengundang para wartawan . Li Yongfan, Mo An An dan Li Jiao berdiri di depan para wartawan.


"Saya ingin memperkenalkan putri kami  Li Jiao "


"Direktur Li bukankah nona Jiao adalah hasil dari pernikahan sebelumnya Ny. Li ? Dan juga bagaimana pendapat anda tentang ny. Li yang pernah menikah, apa ny. Li menyembunyikan hal ini dari anda?"


"Sebagai pasangan yang menikah tidak ada rahasia diantara kami, istriku sudah memberi tahuku semua hal tentang masa lalunya. Aku menerima semua masa lalunya dan juga masa lalu adalah masa lalu, hal yang terjadi tidak di masa lalu tidak bisa di ubah bukan?"


"Dan...tentang Jiao. Dia adalah putriku tidak peduli apa yang terjadi di masa lalu sekarang Jiao adalah putriku"


Li Yongfan mengenggam tangan Li Jiao.


"Aku menyayangi putri dan istriku. Jadi jangan mencoba untuk mengusik mereka"


Li Yongfan lalu meminggalkan ruangan itu. Para wartawan mulai menanyakan beberapa pertanyaan tapi Li Yongfan mengabaikannya.


"Tunggu, Direktur Li apa benar hubungan kalian berdua dimulai dengan perselingkuhan walaupun anda masih berstatus sebagai suami CEO Shen"


Li Yongfan terkejut dengan pertanyaan tiba-tiba itu. Namun Li Yongfan tidak menanggapinya dan hanya terus berjalan keluar.


***


Li YongSheng dan Shen Fengyin menyaksikan pengakuan Li Yongfan dari layar TV.


"Istri, sepertinya kau harus melakukan sesuatu tentang hal ini jika tidak orang-orang itu akan memiliki kesimpulan sendiri"


Shen Fengyin menghela nafas. Shen Fengyin mengambil ponselnya dan membuka akun weibonya. Dia masih belum memiliki postingan apapun selama setahun lebih.


Jari-jari Shen Fengyin menekan beberapa huruf lalu mengirimnya.


'Saya tidak ingin mengingat masa lalu, anda tidak perlu khawatir tentang apa yang terjadi pada saya dan kakak Fan di masa lalu. Hubungan saya dan Mo An An mesih baik sampai sekarang, tidak ada kebencian sama sekali. Alasan saya dan kakak Fan berpisah bukan karena hubungan Mo An An dan kakak Fan tapi memang kami tidak memiliki kecocokan lagi. Saat ini kami sudah bahagia dengan keluarga kami masing-masing. Saya mencintai suami saya dan kakak Fan adalah kakak ipar saya sekarang. Tolong jangan membahas tentang masa lalu dan juga tolong jangan memandang buruk pada sahabatku An, dia bukanlah seperti apa yang kalian kira'


Postingan Shen Fengyin mendapat banyak tanggapan namun Shen Fengyin tidak membaca komemtar dan langsung keluar dari akunnya.


Li Yongfan membuka akun weibonya setelah Shen Fengyin memposting konfirmasi. Li Yongfan membagikan postingan Shen Fengyin. Li Yongfan juga membuat postingan foto keluarganya.


'Aku mencintai istri dan putriku. Itulah hal yang terpenting. Kami sudah menjadi keluarga bahagia, tolong jangan jangan mengusik kebahagiaan  keluarga kami dengan hal-hal yang terjadi di masa lalu dan jangan memandang buruk tentang istriku'


***


Li Jiao mengetuk pintu kamar orang tuanya dengan ragu, kejadian disekolah begitu mengaggunya. Dia tidak ingin berpura-pura menjadi orang yang tidak bersalah. Pintu terbuka, Li Yongfan muncul dari balik pintu.


"Jiao, ada apa? Apa kau tidak bisa tidur?"


"Itu, papa. Ada yang ingin Jiao katakan pada papa dan mama" Suara Jiao terdengar tenang tapi jantungnya berbebar karena gugup.


"Masuklah"


Li Jiao masuk, saat itu Mo An An duduk di dekat pintu yang ke arah balkon.


"Oh, Jiao. Ada apa?"


"Mama, papa...Jiao minta maaf atas apa yang terjadi di sekolah. Jiao sebenarnya memamg mematahkan tangan Su Yi karena berkata buruk tentang mama. Jiao minta maaf karena tidak bisa mengendalikan diri sehingga membuat mama dan papa terlibat dalam masalah Jiao. Jiao rela mendapat hukuman, papa"


Li Jiao hanya menunduk, dia tidak berani memandang kedua orang tuanya. Dia merasakan tangan kekar di bahunya.


"Angkat wajahmu"


Li Jiao memandang Li Yongfan.


"Apa yang kau lakukan memang tidak bisa dianggap benar. Melukai seseorang dan hampir membuatnya cacat adalah hal yang buruk, tapi karena kau melakukan untuk mebela diri maka papa bisa memakluminya"/


Li Yongfan tersenyum hangat berusaha menemangkan kekhawatiran putri nya.


"Papa tidak akan rela jika kau di tindas dan tidak melakukan apapun. Memang lebih baik untuk memberi mereka hukuman bukan? Tapi jangan pernah melukai orang tanpa sebab, kau mengerti?"


Li Jiao mengangguk.


"Jiao jiao, apa kau ingin tidur bersama kami?"


"Ti..tidak papa, Jiao sudah besar. Jiao bisa tidur sendiri. Selamat malam mama, papa"


Li Jiao segera meminggalkan kamar dan kembali ke kamarnya. Dia tidak ingin menganggu kebersamaan orang tuaya. Sementara itu, Li Yongfan mendekati Mo An An dan mengendong nya lalu membawanya ke tempat tidur. Dia membelai wajah cantik istrinya.


"Istri, aku mencintaimu"


Li Yongfan lalu mulai mendekatkan wajahnya. Bibir mereka bertemu. Malam ini akan menjadi malam yang panjang untuk mereka. Hubungan mereka di masa lalu memang bermula dari sebuah dosa , bagaimana mereka mengkhianati pasangan mereka untuk menjadi satu. Walaupun pernikahan Shen Fengyin dan Li Yongfan adalah hal yang berbeda dari pernikahan lain tapi Shen Fengyin tetaplah masih istrinya dan juga Mo An sudah menikah saat itu tentu saja ada rasa bersalah yang mereka rasakan tapi mereka saling membutuhkan dan hati mereka perlahan terhubung. Mereka tidak ingin lagi mengingat tentang masa lalu, mereka ingin menjalani kehidupan di masa depan dengan kebahagiaan atas cinta mereka.

__ADS_1


"Suami, aku mencintaimu"


Kata-kata cinta terus terucap dari kedua pasangan suami istri itu. Keesokan harinya, Mo An An tidak bisa bangun dari tempat tidur setelah olahraga malam mereka sementara Li Yongfan memiliki suasana baik bahkan lebih baik dari sebelum nya. Li Jiao tidak bisa mendapatkan bekal buatan ibunya lagi. Li Yongfan justru memberinya uang saku lebih untuk membeli makan siang. Li Jiao menerimanya dan dia tidak memprotes apapun, apalagi saat merasakan papanya memiliki suasana baik, dia merasa bersyukur karena tidak jadi mengingap di kamar orang tuanya. Tentu saja, Li Jiao yang mulai tumbuh menjadi remaja tahu tentang bentuk ungkapan kasih sayang yang dilakukan oleh kedua orang tuanya semalam yang akan berakhir dengan mamanya tidak bisa ikut sarapan dan membuat bento seperti sebelum nya.


__ADS_2