
"Jiao jiao, sebentar lagi adalah ulang tahunmu bukan?"
"Ulang tahunku?"
"Benar, Pesta seperti apa yang kau inginkan?
Mo An An bertanya dengan antusias. Li Jiao terdiam, dia belum pernah merayakan ulang tahun sebelumnya bahkan jika ibunya tidak memberitahunya.
" Aku tidak tahu, aku belum pernah merayakan ulang tahun sebelumnya "
Mo An An merasa bersalah pada putrinya.
"Kami akan mengadakan ulang tahun paling berkesan untukmu, katakan saja pesta apa yang kau inginkan. Kau bisa undang teman-temanmu juga"
Li Jiao hanya menanggapinya apa yang dikatakan papanya dengan ragu.
***
Li Jiao masuk ke dalam kelas, dia mengerutkan keningnya ketika dia melihat para siswi mengerumuni Helena. Sebelumnya ada ketegangan antara Helena dan para gadis di kelasnya tapi kenapa tiba-tiba semuanya mengerumini Helena.
Li Jiao berjalan ke bangkunya dan mengabaikan keramaian itu. Saat dia berjalan Li Huan Rui juga berdiri dan mereka saling berhadapan. Li Huan Rui melewatinya begitu saja. Sikap Li Huan Rui memang semakin dingin padanya sejak terakhir kali Li Huan Rui bicara padanya saat dia selesai bertarung dengan Wang Yufeng.
"Jiao jiao"
Helena yang melihat Jiao berdiri di dekat bangkunya, dia segera menyapanya. Helena memberikan sebuah kartu kecil.
"Jiao, ini undangan untuk pesta ulang tahunku. Aku berharap kau datang ke acara ulang tahunku"
Li Jiao menerimanya, undangan itu terlihat elegan dan mewah.
"Aku tidak sabar untuk datang ke pesta Helena. Pesta Helena selalu mewah dan pasti akan ada para idola keren "
Para gadis-gadis itu antusias membicarakan pesta Helena. Jiao membuka undangan yang diberikan Helena dengan hati-hati.
Li Jiao terkejut ketika melihat tanggal yang tertera adalah tanggal yang sama dengan hari ulangtahunnya. Li Jiao menghela nafas, kenapa harus kebetulan seperti ini. Mungkin dia tidak akan merayakan ulang tahunnya.
***
"Sayang, mama sudah menyewa gedung untuk perayaan pesta ulang tahunmu. Memang tidak besar dan mewah tapi gedung itu akan cukup untuk menampung teman-temanmu. Apa kau sudah mensiapkan konsep, bagaimana jika mama menyarankan beberapa? Dan juga mama juga sudah mensiapkan gaun ulang tahunmu yang akan terlihat seperti putri"
Mo An An begitu antusias mempersiapkan pesta untuk ulang tahun putrinya. Li Jiao yang awalnya ingin membicarakan agar tidak mengadakan pesta kembali menelan kata-katanya. Dia tidak ingin membuat mamanya kecewa jika dia menolak mengadakan pesta apalagi mamanya sudah mempersiapkan semuanya untuk nya di sela-sela waktu sibuknya.
"Sayang, bagaimana memurutmu dengan konsep ini? Ini akan sesuai dengan gaun juga"
"Ya, ini bagus"
"Mama akan meminta seseorang untuk menghiasnya dan mama juga akan mensiapkan kartu undangan agar kau bisa memgundang teman-temanmu"
Li Jiao merasa ragu tapi dia mengangguk.
***
"Jiao, ada apa?"
Helena menyadari tatapan mata rumit Li Jiao. Bahkan saat Helena memanggilnya dia tidak menjawab dan memandang nya dengan ekspresi bingung.
"Apa yang kau pikirkan? Apa sesuatu terjadi?"
"Tidak, tidak ada"
"Benarkah?"
Jiao mengangguk.
"Aku lupa, aku harus menggembalikan buku di perpustakaan"
Li Jiao berdiri mengambil buku dengan terburu-buru. Dia tanpa sengaja menjatuhkan kartu undangan.
"Apa ini?"
Helena mengambil nya. Jiao berusaha merebutnya. Namun Helena bersikeras mengambilnya.
"Jiao, apa ini. Kenapa kau menghalangi ku untuk melihatnya "
"Itu bukan apa-apa, kembalikan"
"Aku ingin melihatnya. Kita adalah teman, tidak seharusnya ada yang kau sembunyikan dariku. Mereka saling tarik menarik hingga keduanya terdorong dan terjatuh. Helena memejamkan mata, dia pikir dia jatuh tapi sepasang tangan memegang tubuhnya.
" Henry "
Jiao terjatuh di lantai. Dia mengigit bibirnya melihat Li Huan Rui lebih memilih menolong Helena.
"Jiao, apa kau terluka?"
Helena menegakkan tubuhnya dan bertanya pada Jiao dengan khawatir. Jiao berdiri dan merebut potongan kertas dari tangan Helena dengan kasar lalu dia pergi.
"Li Jiao"
Jiao menghentikan langkah kakinya mendengar suara Li Huan Rui yang memanggilnya.
"Tidakkah kau seharusnya minta maaf pada Helena karena membuatnya hampir terjatuh"
"Sudahlah, Henry. Ini bukan sepenuhnya salah Jiao dan juga kami berdua terjatuh karena berebut. Jiao maaf, aku tidak bermaksud merebut milikmu dan menyebankanmu terluka"
Li Jiao berbalik.
"Aku juga minta maaf, Helena"
Jiao hanya mengatakan hal itu lalu melangkahkan kaki meninggalkan kantin.
***
Jiao berada di perpustakaan, dia suka suasana yang tenang. Li Jiao melihat ke undangan yang diberi mamanya, mamanya menyiapkan undangan ini khusus di berikan untuk Li Huan Rui, bahkan ada nama Li Huan Rui yang tertulis di bagian depan. Jiao tahu bahwa Li Huan Rui tidak akan menerima undangannya. Apalagi pesta ulang tahunnya di hari yang sama dengan Helena. Bagaimanapun bagi Li Huan Rui, Helena adalah yang terpenting untuknya.
"My Princess, apa yang membuatmu resah?"
Li Jiao mengabaikan Wang Yufeng. Pria itu mengambil kertas kecil di tangan Jiao dan melihat nya dengan cepat sebelum Jiao mengambilnya kembali.
"Apa itu undangan ulang tahunmu untuk Li Huan Rui? Tapi kenapa undangannya rusak"
"Ada sesuatu yang terjadi yang membuatnya rusak"
"Begitu. Sepertinya kau memang tidak seharusnya mengundang Li Huan Rui yang tidak akan datang"
"Ulang tahunmu di hari yang sama dengan gadis itu kan? Dia mungkin akan lebih memilih menghadiri pesta gadis bernama Helena itu"
__ADS_1
"Bagaimana kau tahu ulangtahun Helena ? Dan bagaimana kau tahu ulang tahunku?"
"Apa kau lupa bahwa kau membagikan undangan untuk anggota karate? "
"Tapi aku tidak ingat bahwa aku memberimu undangan"
"Kau memang tidak memberikanku tapi aku merebut undangan dari temanku yang kau beri"
"Lalu bagaimana kau tahu tentang ulang tahun ?"
"Aku mendengar dari para gadis penggosip yang menbicarakan ulangtahunnya yang diadakan lusa,bukankah itu artinya di hari yang sama denganmu"
"My princess, bagaimana kau memberi undangan Li Huan Rui padaku, jika kau menberiku undangan itu akan lebih berguna karena aku akan datang daripada kau memberikan undangan pada orang yang tidak akan datang"
Wang Yufeng kembali merebut undangan yang sudah robek itu. Namun Li Jiao tidak membiarkannya.
"Undangan ini sudah robek, aku akan memberikanmu kartu undangan lain"
"Begitukah? Jadi akhirnya kau mengundangku. Aku akan menerima undangan ulang tahunmu dengan senang hati"
Wang Yufeng begitu bahagia hingga tanpa sadar berteriak.
"Hei, kakak kelas Wang Yufeng, jangan berteriak ini perpustakaan"
"Maafkan aku, aku hanya terlalu senang karena kau mengundangku ke ulang tahunmu"
"Apa itu? Ulang tahun Jiao?"
Jiao dengan ragu-ragu memoleh ketika mendengar suara Helena.
"Helena"
"Aku baru menyadarinya bahwa aku belum tahu ulangtahunmu, jadi kapan hari ulangtahunmu?"
"Lusa ulang tahun Jiao"
Li Jiao menatap tajam ke arah Wang Yufeng.
"Apa? Aku hanya memberitahunya yang sebenarnya"
"Hei, kalian. Ini perpustakaan jangan berisik jika kalian ingin mengobrol maka di luar saja"
Penjaga perpustakaan menjadi marah karena mendengar suara berisik. Mereka bertiga di usir dari perpustakaan.
"Jiao, apa ulang tahun kita sama. Kenapa kau tidak memberi tahuku. Bagaimana jika kita merayakan ulangtahun bersama. Kau bisa bergabung dengan pesta ulang tahunku"
" Maaf, Helena tapi mama sudah mempersiapkan pesta untukku"
"Kalau begitu, aku akan mengundurkan waktu perayaanku atau membatalkan pestaku"
"Tidak perlu seperti itu, semua orang sudah menanti pesta Helena. Kau bisa mengadakan pestamu sebagaimana mestinya. Maaf Helena aku tidak bisa menghadiri pestamu"
"Baiklah. Kalau begitu sehari setelah ulangtahunku bagaimana kalau kita makan bersama dan anggap sebagai perayaan untuk kita berdua. Aku ingin merayakan ulang tahun berasamamu juga"
"Baiklah"
"Baguslah. Jiao,ayo kita kembali ke kelas"
Helena menarik tangan Li Jiao tanpa mempedulikan Wang Yufeng dan meninggalkannya begitu saja.
Wang Yufeng berteriak, Li Jiao menoleh dan mengangguk.
***
Dua hari kemudian
Li Huan Rui sudah berpakaian rapi dengan stelan kemeja yang sesuai dengan tuxedonya. Saat dia turun , Li Huan Rui melihat ibunya yang menggunakan dresa dan papanya yang sudah berpakaian rapi.
"Mama, papa kemana kalian akan pergi?"
"Kami akan pergi ke pesta ulangtahun Jiao. Ah, kau juga berpakaian rapi, apa kau juga akan pergi ke pesta Jiao"
Shen Fengyin menunjukkan kegembiraan karena berpikir hubungan Li Huan Rui dan Jiao sudah lebih baik.
"Tidak, aku akan menghadiri pesta ulang tahun Helena"
Shen Fengyin menunjukkan kekecewaan ketika mendengarnya.
"Li Huanrui, bagaimana jika kau ikut kami dulu untuk mengucapkan ulang tahun pada Jiao, bagaimanapun dia saudara mu..."
"Papa, jangan memaksaku untuk terhubung dengannya. Aku pergi dulu"
Li Huan Rui memanggil supir Zhang dan memintanya untuk mengantarnya.
"Anak itu selalu mengutamakan Helena lebih dari apapun"
"Ya. Mungkin karena Helena special untuknya. Istri, sepertinya kita harus bersiap menerima Helena sebagai menantu masa depan"
"Ini masih terlalu dini untuk menentukan, putra kita masih terlalu muda. Sudahlah, ayo berangkat"
***
Pesta Helena diadakan di gedung mewah, feminine dan elegan. Pesta itu tidak hanya di datangi oleh teman-teman sekelasnya tapi juga para teman idola dari A Country. Ada banyak pria tampan dari perwakilan keluarga kolomerat dari B city ataupun A Country, itulah kenapa para gadis semangat untuk datang,walaupun alasannya orangtua mereka yang memaksanya tapi mereka senang bisa bertemu para pria tampan dan terkenal.
Helena menyapa Li Huan Rui yang baru saja datang. Dia awalnya khawatir apa Li Huan Rui akan datang ke pestanya, apalagi Jiao juga mengadakan pesta. Bagaimanapun hubungan keluarga Li Huan Rui dan Jiao begitu dekat, tentu saja peluang lebih besar bagi Li Huan Rui untuk memilih datang ke pesta Jiao.
"Henry, aku senang karena kau datang. Aku khawatir bahwa kau tidak akan datang"
"Tidak mungkin bahwa aku tidak datang. Oh ya, ini hadiah untuk mu"
"Terima kasih, aku menghargai hadiah yang diberikan Henry. Ayo, kita berdansa"
Dansa adalah salah satu hal yang selalu ada di ulangtahun Helena. Gadis itu menginginkan pesta ulang tahunnya seperti ball di eropa.Itulah juga merupakan salah satu alasan para gadis menyambut dengan antusias ulang tahun Helena. Li Huan Rui tentu saja menerima ajakan Helena.
***
Di lain sisi, pesta ulang tahun Li Jiao memang tidak sebanding dengan ulangtahun Helena. Hanya orang-orang terdekat yang diundang. Mo An An juga tidak mengundang teman-temannya di industri huburan karena dia tidak ingin terlalu terekspos terutama tentang keberadaan putrinya.
Li Jiao menggunakan gaun merah muda yang membuatnya terlihat imut dan feminin. Li Jiao menyambut teman-temamnya yang datang khususnya dari anggota pelatihan karate karena dia tidak mengundang seorangpun di kelasnya walau begitu dia berharap bahwa Li Huan Rui akan datang ke pesta ulangtahunnya tapi hal itu hanyalah harapan. Jiao mencoba menelan kekecewaannya saat menyambut Shen Fengyin dan Li YongSheng yang datang tanpa Li Huan Rui.
"Xiao jiao, selamat ulang tahun"
"Terima kasih, paman Sheng dan bibi Yin"
"Yinyin, dimana Rui? Apa dia tidak datang bersamamu"
__ADS_1
Shen Fengyin ragu-ragu untuk memberi jawaban atas pertanyaan Mo An An.
"Li Huanrui....dia...memiliki janji pada orang lain jadi dia tidak bisa datang, tapi Rui meminta padaku untuk menyampaikan permintaan maafnya karena tidak bisa datang dan hadiahnya"
Shen Fengyin memberikan dua kotak hadiah. Dia memberi tahu bahwa salah satunya dari Rui. Jiao merasa bahagia tapi Jiao menyadari bahwa tidak mungkin Li Huan Rui memberi nya hadih apalagi pria itu membencinya. Namun Jiao berusaha menutupi kekecewaannya dan mengucapkan terima kasih.
Wang Yufeng datang mendekati Jiao dan berlutut. Dia meraih tangan Jiao.
"My princess, kau terlihat sangat cantik. Selamat ulang tahun, my princess"
Wang Yufeng hendak mencium pungung tangan Jiao tapi tangan Jiao ditarik oleh Li Yongfan dan membuat Wang Yufeng mencium punggung tangan Li Yongfan.
"Kau tidak diizinkan merayu putriku"
Li Yongfan menatap Wang Yufeng dengan tajam. Li Jiao berusaha menenangkan papanya agar tidak marah.
"My princess, kau melindungiku dan membelaku, terima kasih"
Wajah Li Yongfan menjadi semakin gelap. Li Jiao menatap tajam ke arah Wang Yufeng karena membuat suasana menjadi buruk. Li Jiao berusaha menghibur papanya.
Li YongSheng tertawa kecil melihat sikap kakaknya yang overprotektif pada putrinya.
Saat acara potong kue, Li Jiao diminta untuk membuat permintaan. Li Jiao memejamkan matanya dan menyebutkan permintaannya dalam hati. Lalu dia meniup lilin, semua tamu bertepuk tangan. Jiao lalu memotong kue ulang tahunnya dan potongan pertama diberikan pada mamanya. Mo An An tersenyum bahagia dan memberikan pelukan pada putri kecilnya.
"Terima kasih sayang"
Li Jiao lalu memotong kue lagi dan memberikan pada papanya. Li Yongfan tersenyum.
"Terima kasih, Jiao jiao"
Mo An An meminta para tamu untuk menikmati hidangan. Wang Yufeng datang dan mengulurkan minuman pada Li Jiao.
"Li Jiao, kau pasti haus kan? Ini minumlah"
Wang Yufeng mengulurkan tangannya tapi justru Li Yongfan yang mengambil minumannya.
"Terima kasih , tuan muda kedua kau tahu bahwa aku haus"
Wang Yufeng terkejut.
"Iya, paman"
Wang Yufeng lalu meminta Jiao mencoba snack yang dia bawa. Dia mengulurkan tangan untuk mensuapi Jiao tapi Li Yongfan justru menunduk dan memakannya. Li Jiao hanya diam memandang papanya yang bersikap aneh sedangkan Wang Yufeng memahan kekesalan dalam hatinya, sepertinya tidak akan mudah baginya mendekati Li Jiao karena calon papa mertuanya begitu sulit.
Li YongSheng yang sedari tadi mengamati tingkah kakaknya tidak bisa menahan tawa, sungguh pemandangan yang aneh ketika melihat kakaknya menghalangi pria kecil yang mencoba mendekati putri kecil. Shen Fengyin merusaha menegur Li YongSheng agar menjaga sikap. Li YongSheng akhirnya berusaha menahan tawanya.
"Kakak ipar, sepertinya akan sulit bagimu untuk mendapatkan menantu"
Li YongSheng memberikan komentar. Mo An An hanya menanggapinya dengan anggukan. Dia tidak menyangka bahwa suaminya begitu tangguh untuk menghalangi para pria mendekati putrinya.
***
Keesokan harinya setelah pulang sekolah Helena menarik Jiao agar masuk ke dalam mobil, didalam mobil juga sudah ada Li Huan Rui.
"Li...Huanrui, kenapa dia?"
"Kita akan merayakan ulang tahun bertiga. Li Huan Rui kemarin tidak datang ke ulang tahunmu bukan? Jadi aku mengajaknya untuk merayakan ulang tahun bersama"
Helena meminta supirnya untuk melajukan mobil. Jiao duduk di tengah antara Helena dan Li Huan Rui. Dia merasa gugup sedekat ini dengan Li Huan Rui walaupun mereka pernah satu mobil tapi tidak pernah sedekat ini. Berbeda dengan Jiao, Li Huan Rui justru bersikap biasa saja dan mengabaikannya dengan melihat ke arah kaca mobil.
Mereka tiba di sebuah cafe, Helena turun lebih dulu lalu mengajak teman- temannya masuk. Helena disambut oleh pelayan.
"Helena, darimana para pelayan itu tahu namamu?"
"Itu karena cafe ini milik papaku"
"Apa kau sudah mempersiapkan apa yang aku minta"
"Ya. Nona Helena. Nona, mari saya antar ke meja anda"
Mereka bertiga mengikuti pelayan itu ke sebuah meja. Lalu seorang pelayan membawa kue tart rasa cokelat dengan krim diatasnya.
"Jiao, aku tidak tahu rasa kesukaanmu, aku harap kau menyukai rasa ini"
"Terima kasih,Helena. Kau seharusnya tidak perlu mensiapkan ini untukku"
"Tidak apa-apa. Maaf, aku lupa memesan untuk mensiapkan lilin juga"
"Tidak apa-apa. Ini sudah cukup"
"Saatnya potong kue"
"Helena, kau juga berulag tahun kau saja yang potongan kuenya"
"Tidak, ini khusus aku buat untuk Jiao"
Kedua gadis itu terus berdebat tentang siapa yang akan memotong kue. Li Huan Rui menghela nafas melihat perdebatan kedua gadis itu untuk hal kecil.
"Sudahlah, kenapa kalian berdua tidak memotong bersama"
"Ya, itu bagus"
Helena setuju dengan saran Li Huan Rui. Mereka berdua menhambil pisau dan tangan mereka memegang pisau lalu memotong kue. Mereka meletakkan kuenya di piring kecil. Helena lalu menyuapi Rui.
"Henry, ayo makanlah"
"Tidak, aku..."
"Jangan menolak permintaan orang yang berulang tahun"
Li Huan Rui akhirnya memurut dan memakannya. Helena juga meminta Jiao menyuapi Rui juga. Jiao berusaha menutupi rasa gugup nya dan bersikap tenang. Li Huan Rui hendak menolak tapi Helena memaksanya dan dengan enggan dia makan kue itu.
"Jiao, selamat ulang tahun"
"Kau juga. Selamat ulang tahun Helena"
"Henry, kenapa kau hanya diam? Kau seharusnya mengucapkan selamat ulang tahun untuk Jiao"
"Haruskah?"
"Tentu saja. Cepat katakan"
"Selamat ulang tahun, Li Jiao"
Jantung Jiao berdebar kencang ketika mendengar apa yang dikatakan Li Huan Rui. Kata-kata yang dia tunggu sejak kemarin yang hanya bisa menjadi mimpi untuknya, dia tidak menyangka akan mendengar nya secara nyata. Jiao merasa ulang tahun kali ini adalah yang terindah untuknya. Dia tidak akan melupakannya
__ADS_1