
Li Huan Rui dan Bai Xiao menunggu dengan gelisah.
"Li Jiao, penyakit apa yang di derita Yimin?"
"Jangan memanggilku Li Jiao, tidak ada lagi Li Jiao dan juga kau tidak memiliki hak untuk tahu tentang Yimin"
"Aku papa kandungnya, apa yang salah untuk tahu kondisi putriku"
Bai Xiao tersenyum pahit.
"Putrimu? Jangan mengatakan omong kosong, hanya karena dia memanggilmu papa, kau jadi beranggapan bahwa dia putrimu?"
Li Huan Rui menunjukkan bukti hasil tes DNA.
"Kau lihat"
Bai Xiao menyerahkannya kembali.
"Apa dengan tes DNA saja cukup unuk menunjukkan bahwa kau papanya? Dia mungkin memang berbagi darah denganmu tapi dia adalah putriku. Hanya putriku, akulah yang mengandungnya dengan banyak kesulitan"
"Jiao, kau tidak mengatakan padaku tentang kehamilanmu, bagaimana aku tahu jika kau..."
"Jika aku mengatakannya apa itu berguna? Kau tidak menginginkan anak itu sejak awal bukan jadi tidak akan ada pengaruh apapun bukan? Kau tidak akan melawan keluargamu untuk bersamaku bukan?"
Li Huan Rui terdiam.
"Li Huan Rui, lupakan saja apa yang terjadi di masa lalu. Aku ingin menjalani kehidupanku yang damai dengan putriku"
"Li Jiao"
"Sudah aku bilang, aku bukan Li Jiao lagi gadis itu sudah pergi bersama kenangan masa lalunya "
"Xiao xiao, bagaimana keadaan Yimin?"
Mo An An segera mendekati Bai Xiao. Perjalanan mereka terhambat karena tidak bisa mengikuti Li Huan Rui dan terjebak lampu merah.
"Dokter masih memeriksanya"
Pintu terbuka, seorang dokter keluar.
"Nyonya, saya sudah berpesan agar menjaga suasana hatinya bukan? Kesedihan yang berlebihan tidak bagus untuk jantungnya"
"Dokter, apa maksud anda? Apa penyakit apa yang di derita putriku?"
Dokter itu memandang ke arah Bai Xiao. Dia tidak bisa memberitahu penyakit pasiennya pada sembarang orang.
"Dokter, aku papanya. Tolong beri tahu aku, apa yang terjadi pada putriku?"
"Dokter, aku mohon, katakan padaku "
"Yimin memiliki penyakit jantung bawaan sejak lahir"
Li Zhiting menjawab.
"Sekarang karena kau ini terjadi jika kau tidak datang Yimin tidak akan kesakitan. Lebih baik kau pergi,"
Li Zhiting menarik Li Huan Rui.
"Aku papanya. Aku akan menunggu..."
"Yimin tidak memiliki papa"
"Tolong berhenti betengkar"
Dokter itu memberi peringatan. Bai Xiao menyanyakan keadaan Yimin. Dokter itu menjelaskan kondisinya.
"Kondisi jantungnya semakin lemah. Mungkin lebih baik untuk melakukan transpatasi jantung"
"Dokter tolong lakukan apapun untuk putriku, berapapun biayanya aku akan membayarnya"
Li Huan Rui berkata dengan sungguh-sungguh.
"Tuan, kami masih belum menemukan jantung yang cocok untuk anak anda. Untuk sementara ini hanya obat-obatan dan menjaga agar tidak memperparah kondisinya"
Dokter itu lalu pergi. Li Huan Rui tidak menyangka putrinya harus mengalami hal ini.
"Lebih baik kau pergi, jika kau datang lagi Yimin mungkin akan merasa kesedihan lagi"
"Tapi..."
Li Huan Rui menghela nafas lalu memilih pergi. Dia akan mencari cara untuk menyembuhkan putrinya.
***
Yimin membuka matanya, dia memandang ke sekitar.
"Yimin"
"Mama,dimama papa?"
"Yimin, mama sudah bilang untuk tidak menyebutnya dengan panggilan itu"
"Tapi, mama. Bibi itu tidak ada jadi tidak apa-apa bukan? Mama, dimana papa? Papa tidak apa-apa bukan?"
"Ya, dia baik-baik saja"
"Mama, Yimin ingin bertemu papa"
"Dia sudah pulang"
Yimin cemberut.
"Tapi Yimin ingin melihat papa"
Li Yongfan masuk ke dalam. Yimin membuang muka.
"Yimin marah pada kakek?"
"Kakek minta maaf, ok? Jangan marah"
"Kakek harus minta maaf pada papa"
"Yimin, dia bukan papamu"
"Tidak, dia papa Yimin. Kenapa mama dan kakek tidak menerima papa? Apa Yimin tidak boleh punya papa"
"Bukan seperti itu Yimin"
"Yimin ingin bertemu papa"
Bai Xiao mencoba menenangkan putrinya.
"Yimin, dengar mama. Saat ini sudah malam dia tidak akam datang kesini "
"Apa besok papa bisa kesini"
Bai Xiao terdiam.
"Mama"
"Ya, sekarang kau istirahat, ok?"
"Ya, mama"
Yimin perlahan memejamkan matanya dan tertidur.
***
Keesokan harinya, ketika Yimin bangun, hal yang dia lakukan adalah menanyakan kedatangan papanya.
"Mama, apa papa sudah datang?"
"Ini masih pagi, dia pasti berangkat bekerja"
"Tidak bisakah papa pergi menemui Yimin sebentar?"
__ADS_1
"Yimin, lebih baik kau makan dan minum obat dulu. Dia mungkin datang setelah pulang kerja"
"Mama, mama tidak bohong kan?"
"Yimin, orang itu sibuk dan mungkin saja dia tidak di H city lagi. Kau lihat bukan waktu itu,dia sudah memiliki pasangan "
"Yimin"
Yimin menoleh dan memandang ke arah Li Huan Rui.
"Papa"
Li Huan Rui berjalan mendekatinya.
"Papa, peluk"
Yimin merentangkan tangannya. Li Huan Rui menoleh ke arah Bai Xiao. Wanita itu berjalan keluar.
"Papa"
"Ya, Yimin"
"Papa, peluk Yimin"
Li Huan Rui memeluknya.
"Yimin, maafkan papa. Kau sakit karena melindungi papa"
"Tidak, ini bukan salah papa"
"Yimin, maaf. Papa harus pergi bekerja"
Li Huan Rui melepas pelukannya.
"Papa akan datang lagikan?"
Li Huan Rui mengangguk.
"Sampai jumpa papa"
"Sampai jumpa"
Li Huan Rui mengusap lembut rambut putrinya lalu meninggalkannya. Li Huan Rui keluar dari kamar. Dia memandang ke arah keluarga Li Yongfan satu per satu tapi semua orang mengalihkan pandangan begitu pula dengan Bai Xiao. Li Huan Rui berpamitan tapi tidak ada yang peduli padanya. Li Huan Rui hanya menghela nafas lalu pergi.
***
Li Huan Rui tidak memiliki banyak kesibukan, tugas di kantor cabang tidak lebih banyak daripada di kantor pusat. Li Huan Rui menghubungi beberapa rumah sakit terbaik yang melakukan transpatasi jantung.
"Baiklah, jika kau mendapatkan pendonor maka hubungi aku"
Li Huan Rui menutup telpon. Dia menghela nafaa, tidak mudah mendapat orang yang mau mendonorkan oragan.
"Permisi Presiden"
"Ya, masuklah"
"Presiden, saya membawakan laporan project"
"Baiklah, aku akan memeriksanya"
"Presiden, maaf saya tidak sengaja mendengar percakan anda. Pendonor apa yang anda cari?"
Li Huan Rui terdiam sejenak.
"Pendonor jantung"
"Itu...bagaimana jika mendapat pendonor secara ilegal?"
"Secara ilegal?"
"Saya akan mengantar anda ke sana setelah jam kantor selesai"
"Ya, kau bisa kembali"
***
"Presiden, ini teman saya Xia"
"Hallo, presiden Li"
"Teman saya sudah mengatakan pada saya bahwa anda butuh seorang pendonor. Saya akan memberikan anak saya yang lemah ini sebagai pendonor untuk anda"
Li Huan Rui memandang seorang pria dengan rambut yang berantakan dengan tampilan seperti berandalan. Dia lalu beralih ke seorang gadis kecil yang meringkuk di pelukan pria itu.
"Apa kau yakin melakukan ini?"
"Ya, lagipula saya memiliki banyak anak kehilangan seorang anak tidak masalah lagipula anak ini merepotkan karena terlalu manja"
"Apa istrimu setuju?"
"Istriku sudah meninggal karena anak ini dan membuatku kesulitan, Presiden li kau akan membayar berapapun bukan?"
"Ya"
"Apa 20 juta yuan cukup"
"Ya"
Pria itu menurunkan anak itu dari gendongannya dan mendorongnya pada Li Huan Rui. Li Huan Rui memberinya cek.
"Kau bisa mencairkannya"
"Terima kasih, presiden Li"
Gadis kecil itu memandang Li Huan Rui dengan tatapan keraguan. Gadis kecil itu kembali memeluk lengan ayahnya tapi di dorong.
"Pergi sana"
Li Huan Rui mengulurkan tangan ke arah gadis kecil itu.
"Ikut denganku"
Gadis kecil itu menerima dengan ragu. Li Huan Rui mengandeng tangannya dan membawanya masuk ke dalam mobil.
"Aku akan memberi bonus padamu"
"Terima kasih, presiden Li"
Li Huan Rui mengendarai mobil menuju ke mension. Dia menyajikan makanan enak untuk gadis itu. Gadis itu makan dengan lahap. Li Huan Rui merasa kasihan padanya tapi gadis inilah yang mungkin dapat menyelamatkan nyawa putrinya.
***
Li Huan Rui membawa gadis itu ke rumah sakit. Gadis kecil itu cukup tenang, dia tidak melakukan banyak protes. Dia memperkenalkannya di depan keluarga Li Yongfan sebagai calon pendonor.
"Tidak,tuan Li, apa kau sudah gila? Kau akan mengorbankan anak yang tidak bersalah"
"Jiao, hanya ini satu-satunya cara. Jika donor anak ini cocok"
Li Yongfan, Mo An An dan Li Zhiting juga menolak.
"Apa diantara kalian tidak ada yang peduli dengan keselamatan Yimin"
"Justru karena kami peduli, tuan Li apa kau pikir Yimin akan menerimanya jika tahu jantungnya dari seorang gadis kecil yang harus merelakan hidupnya untuknya"
Li Huan Rui terdiam.
"Lalu apa aku harus terus menunggu hingga ada pendonor untuk putriku dan harus melihat putriku kesakitan"
"Aku tahu kau khawatir pada Yimin tapi Yimin bukanlah gadis lemah, dia pasti akan bertahan sampai dokter menemukan donor jantung untuknya"
"Lebih baik kau kembalkan saja anak ini. Orang tuanya pasti cemas"
"Ayahnya bahkan sudah mengorbankan anaknya demi uang"
Bai Xiao memandang sedih ke arah gadis polos yang juga memandang ke arahnya.
__ADS_1
"Kalau begitu aku yang akan merawatnya"
"Tidak,Yimin butuh perhatian penuh darimu. Jika ada anak lain perhatianmu akan terbagi. Aku akan mengirim anak ini ke panti asuhan"
"Aku...ingin tinggal dengan anda"
"Kau.."
Gadis kecil itu mengenggam tangan Li Huan Rui.
"Aku sudah memiliki seorang putri, aku tidak ingin anak yang lain"
Li Huan Rui menanggapinya dengan dingin.
"Kau terlalu kasar. Biarkan aku yang merawatnya. Dia akan menjadi saudara perempuan Yimin"
"Li Jiao"
"Kami yang akan merawatnya"
Li Yongfan mengatakannya dengan tegas. Melihat gadis itu membuatnya teringat dengan Li Jiao saat kecil.
"Aku menolak. Kali ini aku setuju dengan tuan muda tertua. Kakak, Yimin masih membutuhkan perhatian penuh darimu ataupun kita semua"
"Tapi, anak ini..."
"Mengirim di panti asuhan bukan hal yang buruk"
Gadis kecil itu tidak nyaman dengan pertengkaran. Dia melihat sebuah ruangan, dia mungkin bisa bersembunyi disana. Dia membuka pintu sementara orang dewasa saling berdebat.
"Kau siapa?"
Yimin merasa heran melihat seorang gadis asing datang ke kamarnya.
"Aku.. Hua"
Gadis kecil itu mendekatinya.
"Kau sangat imut dan namamu juga imut"
"Apa kau sakit?"
"Ya, tapi sekarang sudah baik"
"Kenapa kau disini?"
"Sembunyi"
"Sembunyi?"
"Aku akan di buang"
Gadis kecil itu menunjukkan ekspresi sedih. Dia lalu bangun.
"Hati-hati kau masih sakit"
Yimin turun dari tempat tidur dan memeluknya. Gadis kecil itu terkejut.
"Kau tidak akan dibuang. Bagaimana jika kau menjadi adik perempuanku?"
"Aku..."
"Yimin"
Li Yimin melepaskan pelukannya ketika melihat semua orang masuk ke ruangannya. Gadis kecil itu mengenggam tangan Yimin dengan ketakutan.
"Mama, kakek, nenek, paman kecil, Yimin ingin Huan tinggal bersama kita"
"Yimin, apa tidak apa-apa bagimu melakukan ini?"
Li Huan Rui merasa khawatir. Namun Yimin mengangguk dengan tegas. Li Huan Rui akhirnya menerima untuk keputusan adopsi yang dilakukan oleh Bai Xiao. Bagaimanapun yang paling penting adalah kebahagiaan putrinya. Lagipula jika Bai Xiao mengabaikan Yimin maka dialah yang akan memanjakan putri kecilnya.
***
Li Huan Rui kembali ke mension. Ketika dia turun dari mobil, seseorang tiba-tiba memeluknya.
"Helena, kenapa kau...?"
"Aku disini karena aku merindukan Henry "
Helena lalu melepaskan pelukannya.
"Henry, apa kau tidak merindukanku?"
Li Huan Rui ragu-ragu untuk menjawab.
"Lebih baik kita masuk. Kau pasti lelah sudah menjempuh perjalanan jauh untuk bisa sampai disini"
"Ya, itu benar"
Li Huan Rui membuka pintu. Dia disambut oleh seorang pelayan. Tidak banyak pelayan yang di pekerjakan di mension miliknya.
"Henry, aku sudah meminta ijin pada bibi Yin bahwa aku akan membantu Henry mengelola kantor cabang. Aku akan tinggal bersama Henry mulai sekarang"
"Kau tidak perlu melakukan ini untukku, kau lebih baik kembali ke B city"
"Henry, apa kau tidak suka aku bersamamu?"
"Bukan seperti itu"
"Kalau begitu biarkan aku bersamamu dan membantumu"
"Terserah kau saja. Bibi Du, bisakah kau meyiapkan kamar untuk nona Helena"
"Baik, tuan"
"Kau pergilah ikuti bibi Du"
"Baik"
Helena dengan enggan mengikuti pelayan yang di perintahkan oleh Li Huan Rui.
"Nona, disini kamar anda?"
"Lalu dimana kamar tuan muda?"
"Tuan muda tinggal di kamar utama lantai tiga, kamar itu berada dekat dengan ruang kerja tuan muda"
"Nona, jika kau membutuhkab sesuatu anda bisa memanggio saya"
"Ya"
Pelayan itu menbungkuk hormat lalu pergi.
"Henry, aku tidak akan membiarkanmu dekat dengan wanita yang mirip Li Jiao itu"
***
Li Huan Rui tidak bisa pergi ke rumah sakit karena Helena terus saja menempel padanya. Dia tidak mau Helena tahu tentang keberadaan putrinya. Namun Li Huan Rui merasa tidak nyaman dengan sikap protektif Helena padanya.
"Helena, bisakah kau tidak mengikutiku dan fokus bekerja?"
"Henry, aku sekertarismu jadi sudah tugasku untuk mengikuti nu"
"Helena, tugas sekertaris tidak hanya itu. Kau harus mengatur jadwalku, apa kau sudah melakukannya?"
"Aku sudah meminta seseorang melakukannya"
"Jika kau meminta seseorang mengerjakan tugasmu maka apa gunanya keberadaanmu sebagai sekertarisku? Helena, kau memang tunanganku tapi saat di kantor aku tidak akan mentolerin jika pekerjaanmu tidak baik, kau mengerti?"
"Henry, kau mulai berubah. Kenapa kau menjadi dingin padaku seperti ini? Apa karena aku menjadi penghalang antara kau dan wanita itu untuk bertemu maka kau menjadi kesal padaku?"
Li Huan Rui menghela nafas.
"Aku tidak mencampurkan urusan pribadi dan urusan kantor, kembalilah dan lakukan pekerjaanmu"
__ADS_1