Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)

Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)
Episode 20 (Give Me a Chance)


__ADS_3

Sebuah mobil berhenti di kawasan apartemen elit. Li YongSheng tidak tahu bagaimana dia bisa sampai apartemen tempat Shen Fengyin tinggal.Li YongSheng terlalu banyak berpikir tentang masalahnya hingga tampa dia sadari dirinya telah mengemudi ke kawasan apartemen ini.  Padahal apartemen ini berlawanan arah dengan mension miliknya bahkan cukup jauh dari rumah keluarga Li.


Li YongSheng turun dari mobil. Dia segera masuk dan menuju ke apartemen Shen Fengyin. Li YongSheng sudah mendapatkan petunjuk secara detail dari orang suruhannya. Sehingga tidak sulit bagi Li YongSheng untuk menemukan tempat tinggal Shen Fengyin.


Li YongSheng berhenti di depan pintu,sebuah ruangan bernomer 301. Li YongSheng menekan tombol. Tidak beberapa lama Shen Fengyin membukakan pintu.


Dia tidak menunjukkan ekspresi keterkejutan melihat Li YongSheng. Shen Fengyin hanya menunjukkan ekspresi dingin. Shen Fengyin tahu cepat atau lambat Li YongSheng akan menemukannya dan dia yakin Li YongSheng pasti meminta bantuan seseorang untuk menemukan keberadaannya.


Li YongSheng memandang penampilan Shen Fengyin ysbg berbeda. Wanita itu menggunakan pakaian dengan tali di bahunya dipadukan dengan celana jins pendek yang memperlihatkan kaki jenjangnya yang indah.


"Kau...kenapa menggunakan pakaian seperti itu bahkan saat menerima tamu?Apa kau ingin orang lain melihat mu seperti i ni"


"Kenapa tuan Li begitu peduli dengan pakaianku? Tuan Li, apapun yang aku lakukan semua bukan urusanmu"


Li YongSheng mengepalkan tangannya.


"Shen Fengyin, aku suamimu"


"Tuan Li, apa kau lupa bahwa beberapa jam lalu kita sudah secara resmi bercerai? Haruskah aku mengambil akta cerai kita"


"Shen Fengyin, kau yakin ingin berpisah denganku? Saat ini,aku memiliki perusahaan Shen. Aku masih bisa membuatmu bekerja kembali di perusahaan Shen"


"Apa kau pikir kau sudah merasa hebat karena menjadi pemimpin perusahaan Shen? Li YongSheng, kau menduduki posisimu sekarang hanya krn bantuan Shen Fengyue. Kau hanyalah pria yang dikendalikan olehnya. Aku tidak butuh lagi pria seperti mu"


"Jadi begitu. Apa kau pikir, kau bisa membuangku begitu saja setelah tidak membutuhkanku?"


Li YongSheng melangkah maju. Shen Fengyin secara reflex memundurkan langkahnya.


Ketika Li YongSheng masuk kw dalam  ruang  apartemen Shen Fengyin, pria itu menutup pintu.


"Li YongSheng, siapa yang membiarkanmu masuk. Cepat keluar"


Li YongSheng tidak mengatakan apapun. Dia menatap lurus ke arah Shen Fengyin dan kembali melangkah maju. Shen Fengyin kembali mundur.


"Li YongSheng, jangan macam-macam padaku. Jika tidak aku akan berteriak"


Li YongSheng tidak terpengaruh. Dia masih melangkah mendekat ke arah Shen Fengyin. Wanita itu sudah terpojok, dia bahkan sudah menyentuh ujung sofa.


"Li YongSheng"


Nada suara Shen Fengyin sedikit gemetar.


"Shen Fengyin, kau telah mengikatku. Apa kau pikir bahwa kau bisa lepas dariku begitu saja?"


Li YongSheng mendorong tubuh Shen Fengyin ke atas sofa. Tubuh Li YongSheng berada di atas tubuh Shen Fengyin.


"Li YongSheng, kita sudah berpisah. Kau tidak bisa melakukan hal ini padaku"


Tangan Shen Fengyin mendorong dada bidang milik Li YongSheng.


"Kaulah yang mengajukan perceraiam, aku tidak mensetujuinya"


"Shen Fengyin, kontrak diantara kita masih belum berakhir"


"Ya, kau benar. Bagaimana jika aku memberikan sahamku di perusahaan Shen sebagai konpensasi dalam perceraian kita"


"Apa kau pikir dengan memberikan sahammu sudah cukup?"


"Lalu apa maumu?"


Li YongSheng menunjukkan seringai.


"Tidakkah kau tahu apa yang aku inginkan?'


Li YongSheng mencium bibir Shen Fengyin. Tangan Shen Fengyin berusaha memdoronya namun Li YongSheng meraih ke dua tangan Shen Fengyin dan menahan tangannya di atas kepala.


Li YongSheng melepaskan dasi nya  lalu digunakan untuk mengikat tangan Shen Fengyin.


" Li YongSheng, lepaskan aku"


"Tidak akan. Shen Fengyin, kau tidak akan lepas dariku"


Li YongSheng mulai menciumnya lalu ciumannya turun ke leher Shen Fengyin. Shen Fengyin masih meronta tapi hal yang dilakukannya hanyalah sia-sia.


Li YongSheng merobek pakaiannya. Tangannya mulai menjelajah setiap detil tubuh Shen Fengyin. Sudah sejak lama dia tidak menyentuh wanita ini.


 


Shen Fengyin perlahan membuka matanya. Dia berbaring di sofa dalam keadaan berantakan. Shen Fengyin menghela nafas ketika tidak melihat keberadaan Li YongSheng di sekitarnya. Pria itu pergi begitu saja setelah memakannya.


Li YongSheng memperlakukannya dengan kasar semalam. Dia seperti binatang buas yang kelaparan. Shen Fengyin merasa sakit ditubuhnya akibat perbuatan Li YongSheng.


Shen Fengyin mengambil pakaiannya yang sudah robek bahkan tidak berbentuk lagi. Shen Fengyin menghela nafas.


"Li YongSheng, apa bagimu aku hanyalah mainanmu? Kau memperlakukanku seolah aku sama seperti para wanita murahan"


Disisi lain berita tentang pengumuman hari pernikahan Li YongSheng dan Shen Fengyue menjadi berita utama. Li YongSheng yang mengetahui hal ini dari asistennya segera mengurusnya. Dia bahkan harus meninggalkan Shen Fengyin yang masih tertidur lelap. Li YongSheng tahu bahwa ini adalah rencana ibunya. Ibunya memiliki koneksi dengan hampir situs berita terkenal sehingga informsi itu cepat populer.


Mobil Li YongSheng berhenti di depan kediaman keluarga Li. Pria itu membuka pintu dengan kasar.


"Tuan muda kedua,selamat datang"


"Ibu"


Li YongSheng mengabaikan pelayan yang menyapanya.


"A-Sheng, kenapa pagi-pagi sudah berteriak"


"Ibu, kenapa ibu melakukan ini ?


"Apa yang ibu lakukan?"


"Ibu, aku tahu ibu meminta seseorang untuk menyebarkan berita dengan pernikahan ku dan Shen Fengyue"


"Ibu, bukankah aku sudah bilang bahwa aku akan memikirkan hal ini dulu"

__ADS_1


"A-Sheng, kau akan menikahi Shen FengYue cepat atau lambat. Jadi apa salahnya jika ibu mengumumkamnya"


"Kau akhirnya bisa menikahi xiao Yue seperti keinginanmu sejak awal. Bukankah kau seharusny merasa bahagia"


Li YongSheng memang seharusnya bahagia karena sejak awal seharusnya dia menikahi Shen FengYue jika Shen Fengyin tidak menjebaknya tapi entah mengapa Li YongSheng merasa enggan untuk menikah dengan Shen FengYue.


"Ibu, semua telah berubah"


Li YongSheng mengucapkannya dengan lirih.


"A-Sheng, mungkinkah kau mulai mencintai wanita licik dan tidak tahu diri itu?"


Li YongSheng terdiam.


"A-Sheng, ibu tidak akan pernah menerima wanita itu sebagai menantu"


"Kau akan menikahi Shen FengYue bulan depan. Semua orang sudah tahu tentang ini jadi jangan permalukan keluarga"


 


Berita tentang rencana pernikahan  Li YongSheng dan Shen FengYue sudah sampai pada Shen Fengyin.


Shen Fengyin mengepalkan tangannya. Dia berbohong jika dia mengatakan bahwa dia tidak sedih ataupun terluka. Walaupun hubungannya dengan Li YongSheng tidak baik, walaupun pria itu memperlakukannya dengan kasar,walaupun Shen Fengyin ingin membenci pria itu tapi Li YongSheng adalah pria yang dicintainya sampai sekarang dia masih mencintainya.


Shen Fengyin menggelengkan kepalanya. Dia tidak boleh lemah hanya karena cintanya pada Li YongSheng. Shen Fengyin harus fokus pads tujuannya.


"Shen FengYue, kebahagiaanmu tidak akan bertahan lama"


 


Li YongSheng terlalu sibuk dengan pekerjaannya, dia juga membantu Shen FengYue untuk mengurus pernikahan mereka. Li YongSheng hanya menemani Shen FengYue dan wanita itulah yang menentukan segalanya.


Li ingin berbicara pada Shen FengYue untuk menunda pernikahan mereka tapi melihat Shen FengYue yang antusias dan senyum bahagia yang terukir dibibirnya menbuat Li YongSheng merasa ragu dan tidak ingin menyakitinya.


Waktu berlalu dengan cepat, besok adalah hari pernikahannya. Li YongSheng menghela nafas berat. Pria itu hanya bisa menerima untuk melakukan apa yang diinginkan ibunya.


 


Shen Fengyin dan Li Yongfan datang ke pernikahan Li YongSheng dan Shen Fengyue.


"Fengyin, apa kau yakin akan masuk?"


Li Yongfan sedikit khawatir, walaupun sikap Shen Fengyin selalu dingin pada Li Yongsheng tapi Li Yongfan tidak yakin dengan perasaan Shen Fengyin pada Li YongSheng.


"Tentu saja"


Shen Fengyin keluar dari mobil diikuti dengan Li Yongfan. Kedatangan Shen Fengyin menarik perhatian para wartawan yang meliput.


Li Yongfan meraih tangan Shen Fengyin. Para wartawan mulai mengabadikan momen kemesraan Li Yongfan dan Shen Fengyin. Beberapa diantara mereka bertanya tentang hubungan diantara mereka berdua.


Li Yongfan hanya membalas pertanyaan para wartawan dengan tersenyum sedangkan Shen Fengyin menunjukkan ekspresi datar.


Pernikahan Shen Fengyue diadakan di sebuah hotek bintang lima.Sudah banyak tamu yang berdatangan.


Ny. Shen dan Ny. Li menunjukkan senyum bahagia ketika menyambut para tamu. Namun senyum kedua wanita paruh baya itu luntur ketika melihat kedatangan Shen Fengyin.


"Apa yang kau lakukan disini?"


Shen Fengyin menoleh ke arah dua wanita paruh baya.


"Lebih baik kau keluar, wanita seperti mu tidak pantas berada disini"


Shen Fengyin hanya menanggapi kata-kata Ny. Li dengan tersenyum.


"Ny. Li, apa maksud perkataanmu itu? Aku masihlah putri dari keluarga Shen, kenapa aku tidak pantas berada disini dan menghadiri pernikahan adikku"


"Kau masih berani mengaku sebagai putri dari keluarga Shen setelah apa yang kau lakukan?"


Ny. Shen mengucapkannya dengan nada tidak senang.


Shen Fengyin masih menunjukkan ekspresi tenang.


"Lebih baik kau pergi. Kehadiranmu tidak di terima disini"


Ny. Li mendorong tubuh Shen Fengyin tapi Li Yongfan dengan cepat menangkapnya.


"Ibu, Shen Fengyin datang sebagai pasanganku. Ibu tidak berhak memperlakukannya dengan kasar seperti ini"


"Li Yongfan, kau berani melawan ibumu untuk wanita ini? Hei, wanita licik, apa kau mulai merayu putra tertuaku"


"Yinyin, ayo kita pergi"


Li Yongfan menarik tangan  Shen Fengyin dan membawanya menjauh dari ibunya.


"Yinyin, apa kau terluka?"


"Tidak. Aku baik-baik saja"


"Fengyin lebih baik kita pulang. Aku tidak ingin kau terluka"


"Tidak,kakak Fan. Aku tidak ingin pulang begitu saja. Lebih baik kita menemui sepasang pengantin itu"


Shen Fengyin menarik tangan Li Yongfan.


Shen FengYue yang melihat kedatangan Shen Fengyin merasa tidak senang. Apalagi melihat senyuman terukir dibibir Shen Fengyin. Li YongSheng juga menunjukkan ekspresi kesal ketika melihat Shen Fengyin datang bersama kakaknya.


Selama satu bulan wanita itu menghilang begitu saja. Dia tidak bisa menghubungi ataupun menemuinya. Bahkan orang suruhannya tidak bisa menemukannya. Sekarang wanita itu muncul di hadapannya bersama pria lain.


"Kakak Yin, aku pikir kau tidak datang"


Shen FengYue masih menunjukkan pura-pura bersikap ramah.


"Tentu saja aku pasti datang di pernikahan mantan suamiki dan wanita yang dicintainya. Selamat untuk kalian berdua"


Li YongSheng semakin merasa kesal karena Shen Fengyin justru menunjukkan wajah bahagia. Sepertinya wanita itu begitu bahagia setelah berpisah dengannya bahkan tidak sabar untuk bisa bersama dengan kakaknya.

__ADS_1


Li YongSheng tidak mengatakan apapun. Dia hanya menunjukkan ekspresi dingin.


Shen Fengyin masih mempertahankan senyuman hingga dia berada jauh dari kedua pasangan itu.


"Fengyin, apa kau baik-baik saja?"


Shen Fengyin mengangguk.


"Fengyin, kau tidak perlu memaksakan diri di depanku"


"Kakak Fan, aku harus pergi ke toilet"


Disisi lain, pandangan Li YongSheng tidak pernah melepaskan pandangannya dari Shen Fengyin.


Ketika Shen Fengyin pergi, Li YongSheng hendak menyusulnya tapi Shen Fengyue menahannya.


"Kakak, mau mau kemana? Sebentar lagi kita akan mengambil sumpah"


"Ada sesuatu yang harus aku lakukan. Aku hanya pergi sebentar"


Li YongSheng segera keluar dari ruang pesta. Dia mendekati Shen Fengyin lalu menarik tangannya.


"Li YongSheng"


Li YongSheng menarik tangan Shen Fengyin dan terus berjalan.


"Li YongSheng, lepaskan aku. Apa yang kau inginkan?"


Li YongSheng tidak menjawab. Dia membawa Shen Fengyin masuk ke dalam sebuah ruangan. Dia mendorong Shen Fengyin ke tembok.


"Kemana saja kau selama sebulan? Kau menghilang begitu saja bahkan tidak menghubungiku?"


"Kenapa aku perlu menghubungi pria yang akan segera menikah dengan orang lain?"


"Li YongSheng, lebih baik kita tidak bertemu lagi. Aku tidak ingin di pandang rendah sebagai wanita murahan jika aku masih menemuimu"


Shen Fengyin mendorong tubuh Li YongSheng , dia hendak melangkah pergi. Namun Li YongSheng kembali menarik tangannya dan mendorongnya ke tembok.


"Fengyin, aku sudah bilang bukan bahwa aku tidak akan pernah melepasmu. Kau adalah milikku, bahkan kakakku tidak bisa memilikimu"


Li YongSheng hendak mencium Shen Fengyin tapi wanita itu justru memalinkan wajah ke arah lain.


"Bukankah aku sudah bilang bahwa aku tidak ingin menjadi wanita murahan.Aku tidak ingin jadi selingkuhanmu "


Li YongSheng menarih dagu Shen Fengyin, dia menatap lurus ke arah matanya.


"Aku tidak akan menjadikanmu sebagai selingkuhan. Bagaimana jika kau kembali menjadi istriku?"


"Bukankah kau akan menikah dengan Shen FengYue?"


"Aku akan menbatalkan pernikahanku"


"Bisakah kau melakukannya?"


"Tentu saja"


Li YongSheng mencium bibir Shen Fengyin. Ciuman mereka cukup lama dan penuh gairah.


 


Shen FengYue merasa resah menunggu Li YongSheng yang belum kembali.Acara sumpah janji akan dilaksanakan namun sudah setengah jam Li YongSheng belum kembali.


Shen FengYue tersenyum cerah ketika melihat Li YongSheng memasuki ruangan. Namun senyumnya lenyap ketika melihat Li YongSheng menarik tangan Shen Fengyin.


"Kakak Sheng"


"Xiao Yue, aku minta maaf. Aku tidak bisa melanjutkan pernikahan ini"


"Li YongSheng"


Ny. Li berteriak marah tapi Li YongSheng mengabaikannya. Dia berlutut di hadan Shen Fengyin. Satu tangannya meraih tangan Shen Fengyin.


"Fengyin, maukah kau kembali bersamaku?"


Semua orang terkejut mendengar apa yang dikatakannya.


Shen Fengyin mengambil tangannya.


"Aku tidak bisa"


"Kakak Fan, ayo kita pergi"


Li Yongfan berdiri tidak jauh dari mereka. Pria tampan dengan kepribadian lembut itu meraih tangan Shen Fengyin.


Shen Fengyin dan Lu Yongfan meninggalkan gedung.


 


Di mobil Li Yongfan mereka tersenyum senang bisa mempermalukan.


"Lalu apa rencanamu berikurnya?A-Sheng tidak akan melepasmu begitu saja"


"Aku tahu, karena itulah aku berencana untuk pergi ke tempat yang jauh. Aku ingin menikmati kehidupan damaiku bersamanya"


"Fengyin, bagaimana jika kau pergi ke Amerika bersamaku? Kita akan menjalani hidup kita bersama"


"Kakak Fan, kau tahu bukan keadaanku yang sekarang? Aku bukanlah Shen Fengyin yang sebelumnya"


Li Yongfan menghentikan mobil di pinggir jalan. Dia meraih tangan Shen Fengyin.


"Fengyin, aku menerima seperti apapun dirimu. Aku tulus mencintaimu. Menikahlah denganku, kau bisa memulai hidup baru bersamaku. Tolong, beri aku kesempatan"


"Kakak Fan, aku..."


Fengyin akan menjawab apa ya? Apa dia akan menerima Kakak Fan?

__ADS_1


btw, kalian pendung pasangan mana Yongsheng Fengyin atau YongfanFengyin?


Terima kasih untuk dukungan dan semua komentar para pembaca. Dukungan kalian menjadi penyemangat untukku. Terima kasih


__ADS_2