
Li Huan Rui dan Helena menghadiri pesta hari pendirian perusahaan Si. Li Huan Rui dan Helena keluar dari kursi mobil belakang. Tangan Helena merangkul lengan Li Huan Rui dan berjalan dengan santai di delan para reportes yang berusaha untuk menyanyai mereka. Namun Li Huan Rui tidak mengatakan apapun sedangkan Helena hanya tersenyum ketika ada pertanyaa. ' apa hari ini mereka akan mengumumkan pernikahan'. Helena tentu saja tidak bisa menjawab dengan pasti. Dia tahu bahwa papanya memiliki pengumuman penting yang akan di katakan, dia harap papanya mengumumkan pernikahannya dan Li Huan Rui. Jika papanya sudah mengumumkan di depan publik maka Li Huan Rui tidak memiliki cara lain untuk menerima pernikahan mereka agar tidak memperlakukan keluarga Shen.
Li Huan Rui dan Helena menyapa tuan Si. Mereka hanya melakukan pembicaraan formal. Ketika Helena hendak pergi mengikuti Li Huan Rui yang menyapa para pengusaha lain, tuan Si menghentikan Helena. Dia berbisik kepada Helena.
"Kau harus mengikuti rencanaku tanpa bantahan"
Helena mengerutkan kening merasa heran dengan apa yang dikatakan oleh papanya namun dia hanya mengangguk. Acarapun di mulai. Tuan Si memberikan sambutan dan mengucapkan terima kasih atas kedatangan para tamu.
"Hari ini, saya memiliki pengumuman penting. Keluarga Si kami memutuskan untuk membatalkan pertuanangan Helena dan Presiden Li"
Semua orang terkejut. Shen Fengyin yang berada disana merasa marah bagaimana mungkin tuan Li memutuskan hubungan secara sepihak ini tanpa berdiskusi dengan keluarga Li.
"Presiden Si, apa maksudmu dengan putusnya pertunangan yang tiba-tiba"
Shen Fengyin merasa kesal tapi Li Yongsheng yang berada disisinya berusaha untuk menenangkannya.
"Presiden Li, saya belum memberi persetuju untuk membatalkan pertunangan dengan Helena"
Walaupun Li Huan Rui tidak menyukai Helena tapi dia tahu bahwa Helena akan kesulitan jika pertunangan mereka berakhir. Tuan Si pasti menjadikan Helena sebagai pion untuk mendapatkan keuntungan.
"Presiden Li, sampai kapan kau akan menahan putriku sebagai tunanganmu? Apa kau ingin menahan putriku seumur hidup untuk hanya sebagai tunangan tanpa berniat untuk menikahinya"
"Atau...apa kau akan menikahi putriku sesegera mungkin?"
Helena memandang Li Huan Rui yang berdiri disampingnya dengan penuh harap. Namun pria itu hanya terdiam. Li Huan Rui tidak bisa bersikap ceroboh jika dia akhirnya memutuskan untuk menikahi Helena, dia tidak yakin bisa membutnya bahagia dan tentu saja jika dia menikah maka dia tidak bisa menemui Yimin dan Li Jiao lagi. Dia juga akan membuat Helena menderita karena dia tidak bisa memberikan cintanya.
"Presiden Li, sikap diammu itu membuktikan bahwa aku benar bukan? Aku tidak bisa menahan kehidupan putriku menjadi sia-sia. Jadi aku mengatur pertunangan lain untuk putriku"
"Hari ini akan menjadi pesta pertunangan putriku, Helena Si dengan tuan ketiga keluarga Lee, Louist Lee serta pengumuman pernikahan mereka yang akan diadakan dua bulan lagi"
Helena dan Louist diminta untuk mendekat. Louist segera mendekat sedangkan Helena ragu-ragu. Helena tidak tahu apa yang dipikirkannya tentang membuatnya melakukan pertunangan dengan tuan muda yang sakit-sakitan.
"Helena"
Tuan Si kembali memanggil putrinya. Li Huan Rui meraih tangan Helena berusaha menghentikannya. Helena adalah sahabatnya, bagaimana mungkin dia membiarkan Helena mendapatkan suami yang buruk.
"Presiden Si, tidakkah ini terlalu cepat. Putrimu baru saja mengakhiri pertunangan denganku dan kau langsung melakukan pertunangan untuk putrimu dengan pria lain, Sepertinya kau tidak sabar menggunakan putrimu untuk menjadi pion dalam membantu meningkatkan perusahaanmu bukan?"
"Presiden Li, jangan berkata sembarangan"
"Papa, pertunangan ini terlalu cepat. Aku baru saja putus pertunangan,aku butuh waktu untuk menerima tunangan baru"
Louist yang hanya diam kini mulai mendekati Helena.
"Nona Helena, ini menang sulit untukmu tapi kita bisa saling mengenal setelah pertunangan"
Louist meraih tangan Helena. Gadis itu hendak menepisnya tapi dia mengurungkan niatnya karena latar belakang Louist sebagai tuan muda dari keluarga Lee. Helena dengan terpaksa melepas genggaman tangan Li Huan Rui.
"Maaf, Henry"
Helena tahu bahwa Li Huan Rui ingin melindunginya tapi Helena tidak bisa menyeret Li Huan Rui dalam masalah karenanya. Keluarga Lee terlalu kuat.
Helena dan Louist berjalan beriringan. Mereka berdua saling bertukar cincin. Semua orang tepuk tangan walaupun mereka merasa iba dengan Helena yang mendapatkan suami yang buruk. Tuan Si merasa bahagia dan dia saling bersalaman dengan CEO Jay.
Shen Fengyin mengajak putranya untuk meninggalkan pesta. Dia masih tidak terima dengan keputusan keluarga Si yang memperlalukan mereka dengan pembatalan pertunangan sepihak yang berarti bahwa mereka tidak menghargai pendapat dari keluarga Shen.
"Jika aku tahu begini jadinya, aku tidak akan setuju dengan pertunangan ini"
"Sudahlah, istriku. Semua telah terjadi jangan terlalu di pikirkan"
"Huanrui, kau tidak perlu mempedulikan wanita itu, dia bukan lagi tunanganmu dan jangan mencoba mencari masalah dengan keluarga Lee, jika tidak hal itu akan berimbas pada perusahaan"
"Aku mengerti"
Li Huan Rui tidak bisa melakukan apapun. Dia tidak bisa melawan kekuasaan keluarga Lee. Dia hanya berharap mungkin Helena bisa bahagia dengan pria itu walaupun Helena pantas mendapatkan pria yang lebih baik.
***
Bai Xiao terdiam memandang layar TV, dia tidak percaya bahwa tuan Si membatalkan pertunangan Li Huan Rui dan Helena yang telah lama berlangsung. Dia dapat melihat kekecewaan wajah Li Huan Rui yang di clost up oleh kamera. Pria itu parti sedih karena kehilangan tunangannya yang berharga. Bahkan harus melihat tunangannya bertunangan dengan pria lain.
"Apa bibi itu meninggalkan papa? Bibi itu jahat, padahal dis begitu penting untuk papa"
"Yimin, jangan mengatakan hal itu. Mama, sekarang tidak ada bibi itu lagi jadi papa bisa bersama kita bukan?"
"Yimin, masalah ini tidak sesederhana itu. Lebih baik kau kembali ke kamarmu dan beristirahat"
Yimin dengan enggan pergi ke kamarnya. Senyum terukir dibirnya dia akan memiliki papa. Dia harus menemui papa dan meminta papanya bersama mereka.
***
Li Huan Rui berada di mension orang tuanya. Pagi-pagi dia sudah bersiap untuk kembali ke H city.
"Huanrui, kau akan kembali ke H city?"
"Ya"
"Aku sudah dengar bahwa kontribusimu cukup bagus di perusahaan cabang. Mama tahu kau bisa diandalkan"
Li Huan Rui hanya diam mendengar pujian ibunya.
"Sebelum pergi lebih baik kau sarapan dulu. Bagaimanapun kau akan melakukan perjalanan jauh"
Li Huan Rui mengangguk. Shen Fengyin meninggalkannya dan meminta kepala koki untuk menyiapkan sarapan.
"Mama, aku bisa makan roti saja"
"Hanya makan roti tidak akan cukup. Kau harus makan lengkap"
"Biar aku saja yang membuat makanan untuk Rui"
__ADS_1
"Papa"
Li YongSheng mengambil alih pekerjaan kepala koki. Dia membuat makanan sederhana. Shen Fengyin dan Li Huan Rui menunggu di ruang makan.
"Huanrui, tentang pertunanganmu....mama akan mencari gadis lain yang lebih cocok untukmu dan kau bisa menbuka hubungan baru"
"Tidak perlu melakukan itu, aku akan fokus dengan pekerjaanku"/
" tapi..."
"Mama, perasaanku tidak akan berubah jadi jangan memaksaku untuk terlibat dengan para wanita yang merepotkan"
"Huanrui, tapi sampai kapan kau akan terus menunggu Li Jiao? Dia sudah tidak ada. Apa kau tidak akan menikah dan terus menunggunya"
Li Huan Rui terdiam. Dia ingin memberi tahu ibunya bahwa Li Jiao masih hidup, namun wanita itu tidak ingin mengakui dirinya dan juga walaupun Li Jiao masih hidup, dia juga harus tetap menunggunya. Wanita itu sangat membencinya, sulit baginya untuk mendapatkannya. Namun Li Huan Rui tidak pernah berpikir untuk menikah dengan wanita lain selain Li Jiao sejak dia kehilangan wanita itu. Lagipula dia memiliki seorang anak bagaimana mungkin dia hidup bersama dengan wanita lain, menbentuk keluarga dan meninggalkan ibu dan anak itu.
"Mama, sudahlah, aku tidak ingin membahas tentang ini"
"Makanan sudah siap"
Li Huan Rui meletakkan makanan di piring. Dia menyuapkan makanan itu ke mulutnya. Masakan papanya selalu enak, sudah lama sejak dia makan masakan papanya.
Li Huan Rui memandang papa dan mamanya. Papanya meletakkan beberapa potong daging di piring mamanya.
"Suami, jangan hanya memberikan makanan padaku. Kau juga harus makan"
"Kalau begitu suapi aku"
"Kau sudah tua masih saja bersikap manja"
Shen Fengyin berkomentar , dia menyuapi suaminya. Li Huan Rui merasa bahagia melihat kemesraan orang tuanya. Papa dan papanya selalu menunjukkan sikap dingin saat di kantor tapi mereka penuh perhatian satu sama lain.
"Jangan memandang kami seperi itu, jika kau iri pada kami maka carilah wanita dan nikahi dia"
Li YongSheng menggoda putranya.
"Aku tidak iri, papa. Aku harus pergi. Aku tidak ingin menganggu adegan penuh cinta antara mama dan papa"
Li Huan Rui berdiri dan berpamitan pergi. Dia tidak ingin menjadi roda ketiga.
"Hati-hati dijalan"
"Ya"
***
Helena keluar dari kamarnya. Kemarin dia terpaksa ikut Papanya untuk kembali ke mension.
"Mau kemana kau?"
Tuan Si tiba-tiba datang.
"Pa...papa"
"Kau tidak perlu bekerja untuk perusahaan Shen lagi. Kau hanya perlu diam di rumah"
"Tetapi, papa..."
"Helena, apa kau mulai menjadi gadis pembangkang? Kita tidak lagi memiliki hubungan dengan keluarga Shen. Kembali ke kamarmu"
Helena merasa ragu-ragu.
"Helena"
Helena menghela nafas, dia berbalik dan kembali ke kamarnya.
***
Ketika tiba di kantor Li Huan Rui menyibukkan dirinya dengan dokumen untuk mengalihkan pikirannya. Dia memandang jam, saat ini mungkin Yimin sudah pulang. Li Huan Rui ingin menemui putrinya tapi dia terlalu pengejut untuk menghadapi putrinya yang mungkin masih marah padanya. Li Huan Rui menghela nafas lalu dia kembali fokus memeriksa dokumen.
***
Li Yimin sudah pulang sekolah. Dia berada di depan gerbang dan melihat ke arah sekitar.
"Apa kau melihat mobil paman yang waktu itu?"
"Sepertinya tidak ada disini"
Liu Yaoshan memiliki ingatan yang kuat, karena dia pernah melihat mobil Li Huan Rui sebelumnya, dia hafal dengan mobil mewah itu bahkan plat mobilnya.
"Mungkin papa tidak datang lagi? Papa mungkin membenciku karena aku bersikap dingin padanya dan dia tidak ingin kembali ke H city"
Yimin merasa sedih.
"Aku yakin tidak seperti itu. Pakaian yang dia gunakan menunjukkan bahwa dia bekerja di kantor kan? Dia mungkin sibuk dengan urusan pekerjaan. Jangan sedih"
Liu Yaoshan mencoba menghibur Li Yimin. Walaupun kata-kata nya dia ucapkan dengan ekspresi datar dan acuh.
"Yimin"
Bai Xiao yang baru saja tiba segera mendekati Yimin. Liu Yaoshan berpamitan pergi.
"Aku duluan"
"Ya, sampai jumpa besok"
Li Yimin melambaikan tangan sementara Liu Yaoshan hanya fokus jalan ke depan.
"Apa dia temanmu? "
__ADS_1
"Iya, dia teman yang Yimin ceritakan waktu itu. Akhirnya kami bisa berteman"
"Baguslah. Ayo pulang"
Bai Xiao mengandeng tangan Yimin. Mereka masuk ke dalam mobil.
"Mama, apa kau tahu dimana kantor papa?"
"Tidak, kenapa Yimin menanyakan itu?"
"Yimin rindu papa"
"Mama, mungkin kakek tahu dimana kantor papa"
"...mama, cepat hubungi kakek lalu kita pergi ke kantor papa dan membawa papa pulang bersama kita"
"Tidak"
"Kenapa, mama? Bukankah tidak ada lagi bibi itu. Sekarang papa tidak memiliki pasangan lagi setelah bibi itu pergi. Mama, kenapa kau tidak menjadi pasangan papa agar kita bisa bersama dengan papa"
"Yimin itu tidak mungkin"
"Kenapa tidak mungkin? Kenapa mama tidak mau bersama papa? Mama, Yimin ingin punya papa. Yimin ingin merasakan hangatnya pelukan papa dan digendong papa seperti teman-teman Yimin yang lain"
Bai Xiao menghela nafas.
"Jangan sedih. Kau tahu jika kau sedih maka kau akan sakit lagi"
Bai Xiao memeluk putrinya.
"Yimin, mama tidak akan bisa bersamanya. Tolong mengertilah"
"Tapi kenapa? "
"Mama tidak bisa menceritakan padamu tapi jika Yimin tidak ingin mama sedih maka Yimin jangan memaksa mama bersama dengannya, ok?"
Yimin diam. Dia tidak ingin mamanya sedih tapi dia ingin papanya. Sebenarnya apa yang membuat mamanya tidak bisa bersama dengan papanya. Yimin tiba-tiba ingat apa yang dikatakan oleh paman kecilnya. Dia harus membuat mamanya dan papa berbaikan sehingga dia bisa bersama mama dan papanya seperti anak-anak yang lain. Yimin menenggelamkan wajahnya dipelukan Bai Xiao.
***
Ketika Li Zhiting masuk ke kamarnya, dia terkejut saat melihat keponakan kecilnya dan Xia Hua.
"Xiao Yi, apa yang kau lakukan di kamarku"
"Paman kecil, apa kau tahu hal yang terjadi pada mama dan paman Li Huan Rui?"
"Kenapa kau tanya padaku?"
"Hanya pamam kecil yang tahu tentang ini"
"Aku tidak tahu apapun"
"Bohong. Hua hua"
Seorang gadis kecil yang berada disampingnya mengangguk. Kedua gadis itu mengelitiki Li Zhiting. Pria itu mengeliat kegelian.
"Hei, hentikan"
"Tidak sebelum paman kecil memberi tahuku"
"Aku tidak tahu banyak. Kau tanya saja pada papaku"
"Kakek? "
"Benar"
Yimin tidak berani bertanya pada kakaknya.
"Tidak, bagiku informasi paman kecil cukup"
"Aku tidak tahu, tolong lepaskan aku"
Tok tok tok
Bai Xiao masuk ke dalam kamar Li Zhiting.
"Yimin, Xia Hua kenapa kalian disini? "
"Mama, kami hanya bermain dengan paman kecil"
Kedua gadis kecil itu segera menjauhkan tangannya dari Li Zhiting.
"Jangan ganggu pamanmu. Dia pasti lelah karena baru saja pulang"
"Ya, mama"
Yimin dan Xia Hua keluar dari kamar Li Zhiting. Mereka berjalan menuju ke kamar Yimin.
"Kakak untung kau datang"
"Apa Yimin bertanya padamu tentang aku dan Li Huan Rui ?"
"Ya, tapi aku belum memberi tahunya"
"Baguslah, jangan beritahu Yimin tentang yang terjadi di masa lalu"
"Aku mengerti"
"Oh ya, tuan Li memintamu ke ruangannya"
__ADS_1
"Ya, kakak"
A/N: membosankan ya cerita nya?