Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)

Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)
Chapter 41 (Marriage?)


__ADS_3

“ Li Yongsheng, kapan kau melamarku?”


Li Yongsheng hampir tersedak karena pertanyaan yang tiba-tiba ini. Li Yongsheng memandang Shen Fengyin yang tanpa ekspresi.


“Atau kita bisa langsung mendaftarkan pernikahan”


Li Yongsheng meletakkan sumpit di tangannya dan memandang lurus ke arah Shen Fengyin.


“Apa ini karena Li Huan Rui?”


Beberapa hari yang lalu Li Huan Rui mengatakan pada mereka agar mereka menjadi satu keluarga lagi.


“Ya. Sepertinya lebih baik kita bersama sebagai keluarga”


“Shen Fengyin,aku ingin bertanya padamu. Apa kau sudah bisa menerimaku dilubuk hatimu? Aku ingin kau menjadi istriku yang sebenarnya bukan hanya melakukannya sebagai tugas”


Li Yongsheng tahu masih ada dinding pembatas diantara dia dan Shen Fengyin, walaupun hubungan mereka lebih dekat tapi dia tahu dia masih memberi batasan untuknya.


“Apa pentingnya hal itu...”


“Shen Fengyin, ini penting. Aku tidak ingin memaksamu untuk...”


“Li Yongsheng, aku ingin mengatakan satu hal padamu. Aku tidak mencintaimu lagi dan aku tidak ingin terjebak dalam perasaan itu lagi”


Li Yongsheng terdiam.


“Di masa lalu saat aku mencintaimu kau berkali-kali menyakitiku lagi, ketika aku merasa ada harapan untukku tapi lagi-lagi hanya kekecewaan yang aku dapat. Apa kau pikir masih bisa untukku mencintaimu lagi setelah semuanya?”


“Tapi, aku tidak bisa mengabaikan putraku. Dia membutuhkan keluarganya, jadi aku berusaha untuk menelan keegoisanku, bisakah kau melakukan hal yang sama untuk putra kita”


“Shen Fengyin, apa kau akan bahagia?”


“Tentu, jika ini untuk putraku. Aku akan bahagia. Aku bisa tinggal bersama dengan putraku dan...”


“papa dari putraku. Tidakkah itu cukup”


“Kau terlalu memaksakan diri. Shen Fengyin, apa kau ingin menjalani kehidupan dengan orang yang tidak kau cintai, orang yang kau benci”


Li Yongsheng tahu bahwa wanita itu masih menyimpan kebencian dalam dirinya atas apa yang dia lakukan padanya.


“Tidak masalah, di masa lalu kau bisa menjalani kehidupan pernikahan yang dipaksakan lalu kenapa aku tidak bisa”


“Shen Fengyin, kau ingin balas dendam padaku?”


Shen Fengyin tersenyum licik.


“Mungkin bisa disebut seperti itu, Suamiku, jika kau ingin menebus kesalahanmu maka anggap saja hal ini sebagai hukuman”


Shen Fengyin tidak menunjukkan ekspresi apapun. Li Yongsheng terdiam sejenak.


‘Mungkinkah dengan ini kebenciannya padaku berkurang dan mungkin saja secara perlahan dia akan mencintaiku ‘


Li Yongsheng tersenyum.


“Kenapa kau terlihat bahagia?”


“Apa aku tidak boleh bahagia dengan hukuman indah yang akan mendekatkanku pada istriku?”


Shen Fengyin tidak menanggapinya.


“ Jadi kapan kita mendaftarkan pernikahan?”


“Bagaimana jika besok”


“Tapi besok aku harus melakukan perjalanan bisnis?”


“Perjalanan bisnis?”


Shen Fengyin merasa heran bukankah dia masih belum lama bekerja di perusahaan bagaimana mungkin dia melakukan perjalanan bisnis.


“Aku mendapatkan kepercayaan dari atasan untuk project kali ini. Aku harus pergi ke pameran di luar kota bukankah ini bisa dimaksud dengan perjalanan bisnis”


“Ya, kau benar. lalu kapan kau kembali?”


“Minggu depan”


“Apa kau tidak akan menghadiri acara pernikahan kakak?”


“tentu saja aku akan datang tapi mungkin akan terlambat. Bagaimana jika kita mendaftarakan pernikahan setelah pernikahan kakakku”


“Baiklah, lalu jika kau pergi. Bisakah aku membawa Rui kerumah?”


“Ya, tentu saja”


‘Fengyin, walaupun pernikahan ini kau menjalaninya dengan terpaksa tapi aku tidak akan membuatmu mengalami hal dimasa lalu lagi’


 


Berita pernikahan Li Yongfan dan Mo An An sudah beredar luas bahkan sudah sampai di telinga Tuan Li. Tuan Li sangat marah ketika tahu wanita yang dipilih mo An An jauh dari harapan. Bagaimana mungkin putranya yang dia andalkan memilih wanita dari keluarga yang tidak memberi keuntungan bagi mereka, jika itu di masa lalu dia mungkin tidak masalah bagaimanapun keluarga Mo masihlah keluarga dilingkungan pengusaha kaya tapi perusahaan itu telah jatuh dan sekarang putranya justru memilihnya.


Tuan Li mengundang Li Yongfan untuk makan malam di keluarga Li. Dia ingin meminta putranya meninggalkan wanita itu, tidak peduli walaupun mereka sudah mendapatkan surat nikah. Namun siapa sangka Li Yongfan membawa wanita itu. Ny. Li juga tidak bisa menahan amarahnya.


“Li Yongfan, untuk apa kau membawa wanita ini ke rumah”


“Ibu, An adalah istriku”


“A-Fan putraku, wanita seperti dia tidak pantas untukmu”


“Ibu, kau tidak berhak menilai istriku”


“Li Yongfan, kau berani melawan ibu karena wanita ini”


Ny. Li merasa kesal, putra kesayangannya sekarang berani menentangnya.


“ Ibu, aku tidak ingin melawanmu tapi aku harap ibu menghormati keputusanku. Aku sudah memilih An sebagai istriku dan minggu depan kami akan mengelar pernikahan”


“Li Yongfan, ayah dan ibu menentang pernikahanmu. Wanita ini tidak baik untukmu, sebagai tuan muda dari keluarga Li kau seharusnya memilih istri yang dapat menguntungkan keluarga Li”


“Ayah, aku juga tidak berharap banyak kalian akan menerima pernikahanku atau pun menghadiri pernikahanku dan ini adalah keputusanku , aku tidak ingin menjadi boneka yang menuruti keinginan kalian”


“Li Yongfan, kau...”


“An, ayo kita pergi”


Li Yongfan dan Mo An an berbalik, saat itu kakek Li menghentikan mereka. Li Yongfan dan Mo An An memberi hormat.


“Kakek dengar kalian akan menikah”


“Itu benar, kakek”


“Kakek akan memberkati pernikahan kalian berdua”


“Ayah”


Tuan Li mencoba memperingatkan kakek Li tapi pria tua itu tidak peduli.


“ Kakek akan datang ke pernikahan kalian”


“Terima kasih, kakek”


 


Li Huan Rui kini tinggal bersama dengan Shen Fengyin dan juga Ny. Nian. Ini pertama kali bagi Ny. Nian bertemu cucunya, dia memuji ketampanan yang dimiliki cucunya. Dia dapat membayangkan bahwa ayah anak ini pasti tampan juga.


“Hallo, Nenek”


Li Huan Rui menyapa Ny. Nian. Wanita paruh baya itu tersenyum melihat cucunya. Dia mengusap lembut rambut cucunya.


“Siapa namamu?”


“Saya Li Huan Rui. Nenek bisa memanggil dengan sebutan Rui “


“Rui kecil, pergilah ke kamarmu dan kerjakan pekerjaan rumahmu”


“Baiklah, mama”


Li Huan Rui sebelumnya pernah menginap di rumah ibunya dan ibunya juga sudah menyiapkan kamar khusus untuknya.


“Anak itu sangat tampan,mama yakin pria itu pasti tampan juga. Kapan kau akan memperkenalkan pada mama?”


“Setelah dia pulang dari perjalanan bisnis dia akan tinggal disini”


“Benarkah? Tunggu, putriku apa kau akan menikah lagi dengannya?”


Shen Fengyin mengangguk.


“Kapan itu? Ibu akan membantumu mengurus pernikahanmu”


“Ibu, kami hanya akan mengambil surat nikah, tidak ada pesta”


“Kenapa?”


“Ibu, aku sudah pernah menikah untuk apa mengadakan pesta apalagi dengan kondisiku yang seperti ini”


“Putri mama cantik, kenapa kau menjadi tidak percaya diri hanya karena luka di kakimu”


“Ibu, aku harus kembali ke kantor. Hari ini masih ada rapat yang harus aku hadiri”


“Baiklah. Ibu akan menjaga Rui”


Shen Fengyin berbalik dan kembali ke mobilnya. Sedangkan Ny. Nian pergi ke dapur untuk menyiapkan cemilan untuk Li Huan Rui.


 


Seorang gadis kecil hanya bisa meringkuk merasakan cabukan di tubuhnya.


“Ayah, ampun”


Namun pria itu tidak menghiraukannya.

__ADS_1


“Anak tidak berguna, bahkan ibumu tidak menginginkanmu dan menikah lagi”


Pria itu- Bai Yuchen yang dikuasai alkohol memukul putrinya.


Anak perempuan itu hanya diam menerima pukulan itu. Dia melihat wajah gadis itu.


“Wajahmu ini, terlalu mirip dengan ibumu”


Dia menapar wajah anak perempuan itu.


“Kenapa?kau ingin menangis? Kau ingin bersama dengan ibumu itu? tapi ibumu tidak menginginkamu dan meninggalkan anak tidak berguna sepertimu padaku”


Gadis kecil itu hanya diam, dia berusaha menahan diri untuk menangis.


“Ayah”


“Jangan panggil aku dengan sebutan itu. Aku bahkan ragu bahwa kau putriku. Wanita itu tidur dengan banyak pria “


Bai Yuchen menatap jijik ke arah anak perempuan itu. Dia kembali mencabuk tubuh gadis kecil itu melampiaskan rasa marahnya. Wanita itu pada akhirnya memilih untuk bersama pria itu. Selama ini dia menahan diri dan masih membiarkan gadis kecil ini tinggal bersamanya agar Mo An An kembali padanya tapi dia tidak pernah datang.


“Kau harus menjalani hukuman dari kesalahan ibumu, kau anak nakal dan tidak berguna”


Gadis kecil itu tidak menangis dan hanya diam. Dia hanya memejamkan matanya dabn menerima hukuman dari ayahnya. Bai Yuchen sudah puas menyiksa anak perempuan itu , Dia membiarkan gadis kecil itu meringkuk tak berdaya. Hanya satu kata yang terucap di bibirnya ‘ Mama’.


 


Keringat membasahi tubuh Mo An An , dia terbangun dari tidurnya setelah bermimpi buruk tentang putrinya. Jantungnya berdetak kencang, kekhawatiran memenuhi hatinya. Ini bukan pertama kali dia bermimpi tentang seorang gadis kecil yang memanggil namanya dengan tubuh penuh luka, sejak dia mendapatkan surat nikah, mimpi itu terus saja menghantuinya.


“An, ada apa?’


Li Yongfan ikut terbangun ketika mendengar teriakan istrinya.


“Apa kau mimpi buruk? Tidak apa-apa, aku disini”


Li Yongfan memeluk tubuh gemetar wanita itu.


‘Mungkinkah aku harus memberitahu Li Yongfan tentang ini dan...bisakah aku membawanya bersamaku’


“Li Yongfan, ada yang ingin aku katakan padamu”


“Apa itu?”


“Aku memiliki seorang putri”


Li Yongfan terkejut dan melepaskan pelukannya.


“Bukanakah kau mengatakan bahwa kau melakukan aborsi?”


“Itu benar, tapi aku membiarkan anak itu hidup karena kata dokter akan sulit bagiku memiliki anak dan aku tidak bisa melepas anak ini”


“Apa dia anak mu dan Bai Yuchen”


Mo An an mengangguk. Kemarahan kembali memenuhi hati Li Yongfan. Bai Yuchen memiliki anaknya sedangkan dia...dia tidak bisa mendapatkan keturunan dari Mo An An.


“Kita tidak perlu membahas masalah ini. Lebih baik kita tidur”


“tapi, Li Yongfan. Anak itu...”


“An, jangan membuatku marah. Kau istriku sekarang dan aku ingin kau melupakan masa lalumu termasuk anak itu”


“tapi,....”


“Aku tidak ingin mendengar hal apapun tentang Bai Yuchen”


Li Yongfan kembali tidur dan meminta mo An An tidur juga karena besok adalah pernikahan mereka.


 


Hari pernikahan antara Li Yongfan dan Mo An An.


 


Pernikahan mereka diadakan di sebuah gereja dan hanya ada orang-orang tertentu yang menghadiri pernikahan itu. Orang tua Li Yongfan tidak datang untuk memberikan berkat tapi masih ada kakek Li yang datang sementara di keluarga Mo hanya ada kakaknya yang datang, satu-satunya keluarga Mo yang dia miliki.


 


Putra tertua keluarga Mo- Mo Yan mengiringi adiknya di altar.


“Akhirnya, kau menikah dengan pria impianmu”


Mo Yan lebih menyukai adinya bersama dengan Li Yongfan daripada dia bersama dengan mantan suaminya itu. Dia yakin mungkin ibu dan ayahnya akan lebih bahagia sekarang. Mo Yan mengulurkan tangan adiknya pada Li Yongfan. Li Yongfan terlihat tampan dengan tuxedo putih yang serasi dengan gaun pengantin mo An An.


“Tolong jaga adikku”


“Aku akan menjaganya”


Li Yongfan meraih tangan Mo An An, mereka berjalan menyusuri altar. Mereka berdua mengucapkan janji suci pernikahan. Shen Fengyin berada diantara para tamu, dia memandangi sepasang pengantin itu. Setiap wanita akan memimpikan menggunakan gaun pernikahan dan menjadi wanita paling cantik disamping pangeran mereka, lalu mengucapkan janji suci pernikahan.


Namun sejak pertunangan Li Yongsheng dan Shen Fengyue diputuskan dia tidak lagi memiliki mimpi itu.


“Kau ingin pernikahan kita seperti ini juga?”


“Tidak perlu”


Shen Fengyin tidak berharap banyak dengan pernikahannya dan Li Yongsheng. Mo An An mulai melemparkan bunga, orang-orang yang mengharap keberuntungan menunggu bunga itu dan siapa sangka bunga itu justru jatuh ditangkapan pria tampan dengan jas hitam. Semua pandangan tertuju padanya, pria itu tersenyum dan membuat para wanita muda terpesona. Shen Fengyin mengerutkan keningnya, dia tidak tahu sejak kapan Li Yongsheng berada diantara orang-orang yang mengincar bunga pengantin.


Pria itu berjalan ke arah Shen Fengyin.


“Aku mendapatkan bunga ini dan menurut kepercayaan orang yang mendapatkan bunga ini akan segera menikah, jadi...”


Pria itu berlutut di depan gadis di kursi roda. Dia mengeluarkan kotak berwarna merah dan membukanya, cincin berlian yang diukir dengan indah membuat kagum orang-orang.


“Nona Shen Fengyin, maukan kau menikah denganku dan menjadikan kepercayaan ini menjadi nyata”


Shen Fengyin terdiam, dia tidak menyangka Li Yongsheng akan melamarnya bahkan didepan semua orang dan dia memberikan cincin berlian, bukankah cincin ini dirancang oleh seorang disainer terkenal , bagaimana Li Yongsheng bisa memberinya cincin semahal ini.


“Li Yongsheng, apa yang kau lakukan?”


“Aku sedang melamar kekasihku”


“Kau tidak harus melakukan ini, bukankah kita akan mendaftarkan pernikahan jadi...”


Shen Fengyin mengatakan dengan suara pelan.


“Kekasihku, apa kau akan menerima lamaranku?”


Li Yongsheng mengucapkannya dengan suara keras. Shen Fengyin merasakan semua orang memandangnya dengan tatapan penuh harap.


“Mama, terima lamaran papa”


Li Huan Rui yang berada di sebelah Shen Fengyin,pria kecil berusaha meyakinkan ibunya.


“Baiklah”


Li Yongsheng tersenyum, dia mengaitkan cincin di jari Shen Fengyin dan cincin itu terlihat pas dan indah di tangan lentik dan putih milik Shen Fengyin. Semua orang bertepuk tanagan. Li Yongfan dan Mo An An yang seharusnya menjadi pemeran utama menjadi terabaikan karena lamaran tiba-tiba Li Yongsheng tapi mereka merasa senang untuk mereka berdua.


“A-Sheng”


Kakek Li yang melihat adegan cucu kedua nya melamar Shen Fengyin, dia tersenyum dan mendekat.


“Kakek Li”


“ Kenapa kalian tidak melakukan upacara pernikahan juga”


“ Kakek, hari ini adalah pernikahan kakak dan kakak ipar bagaimana mungkin kami memanfaatkan hal ini. Kami akan melakukan upacara pernikahan kami segera”


Li Yongsheng memandang lurus ke arah Shen Fengyin tapi wanita itu membuang muka ke arah lain.


 


Li Yongsheng, Shen Fengyin dan Li Huan Rui kembali ke mension milik Shen Fengyin. Li Yongsheng berusaha bersikap tenang menyembunyikan rasa gugupnya untuk bertemu dengan ibu mertuanya. Saat tiba di rumah Ny. Nian menyambut mereka.


“Hallo, bibi”


Li Yongsheng mengucapkannya dengan nada sopan. Ny. Nian memandang ke arah pria yang berdiri disamping putrinya. Figur wajah pria itu terlihat mirip dengan cucunya, dia awalnya tidak menyukai pria yang menjadi mantan suami putrinya ini tapi ketika putranya menceritakan bahwa pria ini memperlakukan cucunya dengan baik, dia menelan kembali keluhannya dan juga pria ini adalah pria yang dicintai putrinya selama bertahun-tahun.


“Masuklah, ibu sudah menyiapkan makan malam”


Mereka berempat pergi ke ruang makan dan menikmati makanan. Li Yongsheng memuji masakan ibu mertuanya.


“bibi dengar tuan Li sering memasak untuk Rui kecil”


“Ya, tapi ketrampilan memasak saya tidak sebanding dengan bibi” .


“Bibi, anda bisa memanggil saya A-Sheng, tidak perlu terlalu formal”


“Baiklah”


Suasana tiba-tiba hening.


“Oh ya, kapan kau menikahi putriku?”


Li Yongsheng tahu pertanyaan ini akan ditanyakan ibu mertuanya.


“Kami akan mendaftarkan pernikahan kami besok”


“Lalu, bagaimana dengan upacara pernikahan”


“Ibu, kami hanya akan mengambil surat nikah”


“Kenapa? Bukankah lebih baik mengadakan upacara pernikahan yang diketahui semua orang. Apa kalian ingin menyembunyikan pernikahan ini?”


“Bibi, bukan seperti itu. Saat ini Fengyin dan saya sedang sibuk. perayaan pernikahan membutuhkan waktu jadi kami harus menundanya”


“Setelah itu, saya akan menyiapkan pesta pernikahan yang indah untuk Fengyin”


Li Yongsheng menoleh ke arah Shen Fengyin dan menatapnya dengan lembut. Namun wanita itu masih mengabaikannya. Ny. Nian memperhatikan tatapan lembut calon menantunya, dia dapat merasakan ketulusan cinta dari menantunya ini.


“Papa, apa papa akan menginap disini malam ini”

__ADS_1


Li Huan Rui yang merasa diabaikan mulai bertanya pada ayahnya.


“Tidak, papa harus berkemas” .


Shen Fengyin memintanya untuk tinggal di mension, walaupun Li YongSheng merasa tidak nyaman harus tinggal bersama dengan ibu mertuanya tapi Shen Fengyin tidak ingin meninggalkan ibunya sendirian apalagi kakaknya sedang sibuk di A Country.


“Kalian akan tinggal disini?”


Shen Fengyin menanggapinya dengan anggukan.


“Aku tidak ingin ibu sendirian”


“Fengyin, kau tidak perlu khawatir dengan ibu”


“Tidak apa-apa ibu. Lagipula kami terlalu sibuk dan mungkin kami harus meninggalkan Rui sendirian jadi Rui bisa menemani ibu”


“Itu benar, Rui juga bisa membantu nenek memasak”


Ny. Nian tersenyum.


 


Shen Fengyin dan Li Yongsheng pergi ke biro urusan sipil sebelum berangkat kerja. Senyum kebahagiaan terukir di bibir Li Yongsheng setelah mereka mendapatkan surat nikah sedangkan Shen Fengyin masih memasang ekspresi datar.


“Aku akan mengantarmu ke kantor”


“Tidak perlu, aku akan pergi sendiri. Lagipula aku ada janji dengan seseorang”


“Oh”


Shen Fengyin tidak memaksanya, dia masuk ke dalam mobil. Li Yongsheng mengeluarkan ponsel dan menghubungi seseorang.


“Nona Lin xue bisakah kita bertemu”


“...”


“Baiklah”


Sebuah mobil BMW berhenti di depan Li Yongsheng.


“CEO Li. Apa anda menunggu lama?”


“Tidak”


Li Yongsheng segera masuk ke dalam mobil.


“Kita pergi ke cafe X”


“Baiklah,Tuan muda”


 


Shen Fengyin ada janji dengan seorang client, dia datang lebih awal seperti biasa namun clientnya mengalami sebuah masalah dan datang terlambat. Shen Fengyin membaca kembali kontrak kerja sama dan juga proposal untuk mengusir rasa bosannya.


“Kakak Yongsheng”


Suara seorang wanita terdengar lembut tapi juga manja. Shen Fengyin menoleh ke arah gadis itu. pandangannya mengikuti pandangan gadis itu. Saat ini seorang pria berwajah tampan tersenyum padanya. Gadis itu memeluknya dengan manja.


‘Belum ada satu hari menerima surat nikah tapi dia sudah berselingkuh’


Shen Fengyin mengepalkan tangannya.


‘Sepertinya dia memang tidak bisa diharapkan’


Shen Fengyin memandang wanita itu, dia merasa wanita itu tidak asing untuknya. Dia tiba-tiba teringat identitas wanita itu.


“Bukankah dia Lin Xue, desainer perhiasan terkenal”


Shen Fengyin memandang ke arah cincin berlian di tangannya. Dia terseyum kecut menyadari cincin ini adalah hasil karya dari Lin Xue.


“Jadi seperti itu dia mendapat cincin ini? tapi, kenapa wanita itu memberikan padanya. Apa ini sebuah suap untuk menutupi hubungan mereka”


“CEO Shen “


Shen Fengyin tersadar dari pikirannya dan melihat ke arah seorang pria yang memanggilnya.


“CEO Feng”


“Maaf telah membuat anda menunggu lama”


“Tidak apa-apa. Baiklah, kita mulai saja”


Shen Fengyin fokus dengan bisnisnya dan tidak menghiraukan suaminya dan wanita lain.


 


“Kakak Yongsheng, sepertinya kau sangat bahagia. Apa kakak ipar menyukai cincinnya”


“Sepertinya begitu. Terima kasih. Aku akan membayarnya”


“Tidak perlu sungkan, anggap saja hal ini sebagai hadiah”


“Terima kasih”


“Kakak Yongsheng aku sudah memesan beberapa cemilan. Apa kau keberatan?”


“Tidak masalah”


Tidak lama seorang waiters datang dan membawakan beberapa potong cake dan juga cofee.


“Kau memesan sebanyak ini? Apa kau bisa menghabiskannya”


“Tentu saja. Kakak Yongsheng, aku harap uangmu cukup untuk ini karena aku tidak membawa uang”


Li Yongsheng tertawa kecil.


“Tentu saja. Kau bisa memesan apapun, aku yang bayar”


“Kakak Yongsheng tersayang memang yang terbaik”


 


Malam hari


Shen Fengyin dengan malas pulang ke rumah, dia tahu malam ini dia akan melalui malam pertamanya sendirian seperti pernikahan pertamanya. Dia melakukan pernikahan ini untuk membalas perbuatan Li Yongsheng tapi kenapa pada akhirnya dialah yang mengalami hal buruk. Namun hal ini tidak buruk, malam ini dia bisa tidur dengan putranya.


“Istri, kau baru pulang”


Shen Fengyin terkejut melihat Li Yongsheng keluar dari dapur dan membawa secangkir teh. Pria itu menggunakan kemeja berwarna biru muda.


“Kau dirumah?”


“Tentu saja. Istri, apa kau lapar? Bibi dan Rui kecil sudah makan malam. Bagaimana jika aku memasak untukmu”


“Tidak perlu”


“Kalau begitu, apa kau mau teh? Ini bisa menghangatkan badan”


“Tidak, aku..”


Li Yongsheng meraih tangan Shen Fengyin.


“Ini bisa menghangatkan badan”


Shen Fengyin dengan enggan meminumnya.


“Aku kira kau tidak akan pulang?”


“Tidak mungkin, bagaimana mungkin aku tidak pulang di malam pertama kita. Aku justru berpikir kau tidak pulang dan aku akan sendirian di kamar pengantin kita "


“Jika aku tidak pulang, bukankah kau bisa pergi mencari wanita lain”


“Tidak mungkin, aku hanya menginginkan istriku"


“Istri, dimana cincinmu? Kau tidak memakainya?”


“Aku tidak menyukainya jadi aku melepasnya”


“Begitu, aku akan membelikan cincin lain untukmu”


“Membelikanku cincin lain atau merayu disainer Lin untuk memberikannya padamu”


“Apa?”


“Li Yongsheng, sepertinya ketampananmu itu bermanfaat untuk membuat para wanita rela melakukan apapun untukmu bahkan disainer Lin yang sudah bertunanganpun lulus untukmu”


Li Yongsheng diam, dia masih mencoba memahami apa yang dikatakan Shen Fengyin. Dia tiba-tiba menyadari sesuatu.


“Apa kau berada di cafe X tadi?”


“Ya, kenapa? Kau tidak terpikir aku akan ada disana melihat pertemuan rahasia suamiku dan wanita lain”


“Shen Fengyin, aku dan Lin Xue bukan...”


“Tidak perlu menjelaskan, aku tidak peduli”


Shen Fengyin mendorong kursi rodanya untuk berbalik ke kamarnya.


“Tapi, aku peduli. Aku tidak ingin istriku salah paham padaku”


“Fengyin, Lin Xue adalah sepupuku”


“Kau mungkin tidak percaya tapi dia anak dari adik ibuku. Ibu kandungku bermarga Lin”


Shen Fengyin menghentikan kursi rodanya. Li Yongsheng tidak pernah menyebutkan tentang ibu kandungnya. Li Yongsheng berjalan mendekati Shen Fengyin. Dia berjongkok di depan Shen Fengyin dan mengenggam salah satu tangannya.


“Percayalah padaku. Aku hanya mencintaimu. Aku tidak mungkin mengkhianatimu”


Tatapan mata mereka bertemu. Shen Fengyin dapat melihat ketulusan dalam tatapan Li Yongsheng.

__ADS_1


__ADS_2