Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)

Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)
Chapter 26 (Relationship between Lee Yong Sheng and Chen Xixi)


__ADS_3

Li YongSheng menyerah untuk membujuk perusahaan-perusahaan besar. Li YongSheng akhirnya memilih untuk bekerja sama dengan perusahaan yang sedang berkembang namun memiliki kualitas dan kebetulan pemimpin perusahaan adalah seseorang yang dikenal.


"Aku tidak menyangka CEO dari perusahaan Shen akan mendatangiku untuk bekerja sama"


"Apa yang salah dengan itu. Kinerja perusahaan CS begitu menjanjikan"


Presiden Chen tersenyum.


"Tapi, CEO Li walaupun kita adalah teman dan perusahaanku bukanlah perusahaa besar tapi aku adalah orang yang profesional "


"Aku tahu hal itu"


  Li YongSheng mulai menjelaskan tentang project terbarunya. Project ini merupakan trobosan terbaru dari perusahaan Shen. Di bidang teknologi biasanya perusahaan Shen hanya terfokus pada ponsel tapi Li YongSheng kali ini Li YongSheng akan memanfaatkan aplikasi game.


   Li YongSheng mulai menjelaskan rencananya.


Presiden Chen memperhatikan ekspresi serius diwajah Li YongSheng.


Li YongSheng merasa tidak nyaman melihat presiden Chen memperhatikannya dengan tatapan cerah.


"Baiklah, aku cukup tertarik untuk bekerja sama"


"Li YongSheng, apa kau tahu wajahmu saat serius sangat mempesona. Aku tahu sekarang kenapa Shen Fengyin mengejarmu"


"Kita sedang serius. Kenapa membicarakan omong kosong"


"Ini sudah jam makan siang jadi bisakah bersantai"


"Presiden ..."


"Chen Xixi, panggil aku seperti sebelumnya tidak perlu terlalu formal. Li YongSheng, temani aku makan siang dan aku akan memperhatimbangkannya"


 


  Li YongSheng harus menahan egonya. Ini kesempatan terakhirnya. Perusahaan CS mempunyai pengaruh yang cukup besar dalam bidang teknologi.


  "Li YongSheng, kenapa kau mengembangkan game ? Dan ini untuk anak bukan?"


   "Aku ingin mengembangkannya dan memberikannya dan seseorang"


Li YongSheng tersenyum ketika membayangkan Li Huan Rui. Dia tahu Shen Fengyin  pasti mendindik Li Huan Rui dengan tegas dan ketat jadi dia ingin memberikan permainan untuk hiburan pria kecil itu. Mungkin ini bisa menebus sedikit rasa bersalahnya.


  Chen Xixi sedikit terkejut melihat senyuman lembut dibibir Li YongSheng.  Li YongSheng biasanya jarang tersenyum atau jikapun tersenyum itu adalah senyuman kaku. Dia bertanya-tanya siapa orang itu yang dapat membuat Li YongSheng tersenyum.


"Dia pasti special"


"Begitulah"


   Chen Xixi sedikit kecewa. Namun dia berusaha mengabaikannya.


"Oh ya, aku dengar istrimu membuat masalah dengan direktur Shin? Kau pasti mengalami kesulitan bukan?"


Li YongSheng tidak menanggapinya. Dia tidak ingin berbicara buruk tentang Shen FengYue pada orang lain bagaimanapun status Shen Fengyue adalah istrinya.


"Li YongSheng, kau tahu tidakkah aku lebih baik daripada putri dari keluarga Shen itu. Setidaknya aku bukan wanita lemah yang hanya bisa menjadi pengacau. Walaupun aku tidak memiliki kecantikan seperti Fengyin  tapi aku juga cukup pintar. Aku lebih baik dari istrimu saat ini"


Chen Xixi mengenggam tangan Li YongSheng yang ada di atas meja.


Li YongSheng mengambil tangannya.


"Hubungan kita hanya sebatas bisnis"


Li YongSheng tidak berniat untuk bermain-main dengan wanita. Apalagi saat ini dia sedang berfokus untuk menpertahankan posisnya.


"Baiklah, aku mengerti. CEO Li, aku akan mempelajari proposal ini. Oh, aku masih punya jadwal lain. Kita akan membuat janji lain kali"


Chen Xixi pergi meminggalkan Li YongSheng. Pria itu juga berjalan keluar setelah membayar tapi Chen Xixi sudah memasukkan tagihan ke akun perusahaan Chen.


Ponsel Li YongSheng bergetar. Pria itu mengambil ponselnya. Sebuah chat dari Chen Xixi.


"Lain kali, kau yang mentraktirku makan siang"


  Li YongSheng tidak membalasnya. Dia masuk ke mobil dan melajukan ke perusahaan. Li YongSheng tidak tahu jika Chen Xixi berada di mobil mengawasinya.Dia berbicara dengan seorang wanita.


"Kau sudah mengambil gambar"


"Ya, Presiden Chen. Ini lihatlah"


Wanita itu memberikan kameranya. Chen Xixi tersenyum melihat hasilnya.


"Bagus, kau tahu bukan apa yang seharusnya kau lakukan?"


"Ya, Presiden Chen"


 


   Shen Fengyin  semakin sibuk karena dia sudah meninggalkan pekerjaannya selama beberapa hari. Dia juga sering memantau hal-hal yang terjadi dengan perusahaan Shen.


   "Sepupu"


Jenny Shen langsung masuk ke dalam. Shen Fengyin menegur sepupunya itu. Namun Jenny Shen tidak peduli dan justru memberikan tablet padanya.


"Sepupu, ini gosip terbaru tentang mantan suamimu"


"Aku tidak peduli. Jika ini tidam ada hubungannya dengan perusahaan Shen aku tidak peduli"


"Sepupu, liharlah ini. Mantan suamimu menjalin hubungan dengan presiden Chen dari CS"


"Apa? Presiden Chen ?Chen Xixi?"


Shen Fengyin sedikit terkejut.


"Oh sepupu, sepertinya dia mengandalkan dukungan perusahaan CS"


Shen Fengyin menghela nafas. CS sulit untuk dipengaruhi apalagi status keluarga Chen menjadi yang paling kuat setelah kekuatan keluarga Shen melemah.


Shen Fengyin pernah menawarkan kerja sama pada CS atas nama perusahaan Shen untuk mulai mengembangkan produk di bidang teknologi tapi di tolak oleh Chen Xixi.


"Chen Xixi adalah pengagum Li YongSheng bukan? Sepertinya dia memanfaatkan situasi dengan baik. Sepupu, jika Li YongSheng mendapat dukungan dengan koneksi Chen tentu saja apa yang sudah kau lakukan menjadi sia-sia"


Shen Fengyin mengangguk.


"Apa sudah diumumkan secara resmi tentang kerja sama mereka?"


Jenny Shen menggeleng.


"Belum ada laporan dari Han tentang hal itu"


"Baiklah kau bisa kembali jika sudah ada laporan"


Jenny Shen cemberut.

__ADS_1


"Hei, sepupu kau tidak ingin tahu kelanjutan hubungan mereka. Sepupu, kau tidak cemburu bukan?"


"Wakil CEO Shen, sepertinya kau terlalu santai. Bagaimana jika aku menambah tugasmu"


"Tidak-tidak. Aku sudah cukup sibuk. Aku akan kembali bekerja"


Jenny Shen segera melarikan diri. Shen Fengyin menghentikan tangannya yang sedang mengetik.


"Li YongSheng, apa kau selalu harus tergantung dengan wanita untuk membawamu ke puncak?"


Di masa lalu dia pergi ke sisi Shen FengYue untuk merebut perusahaan Shen dan sekarang untuk mempertahankan posisinya dia mencari dukungan dari wanita Chen itu.


Shen Fengyin berusaha mengendalikan amarahnya. Dia mengabaikan masalah itu dan kembali bekerja.


 


   Li YongSheng tidak tahu bahwa tersebar scandal tentang nya dan Chen Xixi jika saja Asisten Zhou tidak memberitahunya.


Li YongSheng tidak ingin terlibat scandal cinta yang rumit seperti di masa lalu. Dia segera meminta Asisten Zhou mengumumkan  kerjasama Chen dan Shen.


"Tapi, bos kerjasama kita masih belum resmi. Bos, bisakah kita membiarkan hal ini untuk menarik perhatian publik"


"Apa yang kau pikirkan. Kau ingin orang berpikir aku seorang pria yang suka bermain dengan wanita?"


"Cepat tangani scandal ini"


Li YongSheng tidak ingin Shen Fengyin mengetahui hal ini dan membuat pandangan buruk tentangnya dan juga dia juga tidak ingin bertengkar dengan Shen FengYue. Dia ingin kehidupannya yang damai.


 


Shen FengYue menjelajah weibo dan melihat berita terpanas tentang Li YongSheng dan presiden Chen dia membaca komentar di forum.


"CEO Li tahu bagaimana memanfaatkan wanita. Dia membuang mantan istrinya dan berlari ke artis Shen untuk memdapatkan perusahaan Shen lalu sekarang dia berlari ke sisi presiden Chen. Mungkin aktris Shen tidak bermanfaat lagi untuknya"


"Apa ini benar? presiden Chen tidak pernah terlibat dengan seorang pria. Tapi apa harus bersama CEO Li. Dia mungkin hanya di manfaatkan"


"Apa CEO Li akan meninggalkan istrinya setelah masalah yang ditimbulkan istrinya? Tapi memang berada disisi presiden Chen lebih menguntungkan "


"Presiden Chen cantik dan berbakat siapa yang tidak ingin berada disisinya"


"Sebelumnya aku merasa buruk karena CEO Li membuang CEO Shen untuk wanita seperti artis Shen tapi sepertinya CEO Li lebih baik karena memilih wanita yang lebih baik dari istrinya"


"Aktris Shen tidak lebih baik daripada CEO Shen ataupun Presiden Chen"


"Aku masih merasa bahwa CEO Shen lebih baik dari Presiden Chen ataupun artis Chen"


"Benar, Aku masih merasa bahwa CEO Shen lebih cantik dan lebih baik"


"Perceraian ke dua"


"Mungkin ini pembalasan"


"Apa CEO Li akan membuang istrinya lagi"


  Shen FengYue merasa marah karena tidak ada yang membelanya. Shen Fengyue meminta supir mengirimnya ke perusahaan CS


   Chen Xixi baru saja keluar dari kantor. Dia tiba-tiba saja diserang oleh seorang wanita.


"Wanita murahan.... dasar pengganggu suami orang"


Shen FengYue menampar Chen Xixi dan menjambak rambutnya.


"Shen FengYue, hentikan"


Li YongSheng menarik tangan Shen FengYue.  Li YongSheng awalnya berniat membicarakan kontrak dengan Chen Xixi. Dia tidak menyangka justru melihat tindakan kasar Shen FengYue.


"Kakak Sheng, kau jangan hentikan aku. Aku akan memberi pelajaran wanita yang merayumu"


"SHEN FENGYUE, jaga sikapmu"


Li YongSheng berteriak marah.


"Kakak Sheng, kau membentakku dan membela wanita ini? Kakak Sheng, aku istrimu kenapa kau tidak membelaku"


Shen FengYue mulai menangis.


"Kakak Sheng, apa kau akan membuangku karena wanita ini wu..wu"


"CEO Li, lebih baik kau bawa istrimu"


"Presiden Chen, aku minta maaf atas nama istriku"


Li YongSheng menarik tangan Shen FengYue. Dia merasa kesal.


"Shen FengYue,bisakah kau tidak mengacau? Apa kau ingin membuat ku kehilangan kontrak? Kau sudah membuatku kesulitan karena kau mencari masalah dengan dewan direksi dan sekarang kau membuat masalah dengan presiden Chen"


"Kakak Sheng, aku hanya tidak suka wanita itu berusaha merayumu kenapa kau jadi marah padaku wu wu"


Li YongSheng benar-benar stres menghadapi istrinya ini. Dia dulu suka wanita lemah yang bisa dia lindungi tapi wanita yang hanya bisa menangis ternyata benar-benar menyebalkan.


"SHEN FENGYUE DIAMLAH"


Shen FengYue diam terkejut. Dia benar-benar takut melihat kemarahan Li YongSheng.


"Shen FengYue, aku tidak ingin bersikap kasar tapi kau tahu bukan aku sedang berusaha untuk mempertahankan perusahaan Shen. Jika kau membuat kekacauan terus ini akan mempersulitku jadi tolong jaga sikapmu"


"Tapi kakak Sheng, kau hanya hubungan bisnis dengan wanita itu bukan?"


"Ya. Jadi bisakah kau minta maaf atas tindakanmu ini?"


"Aku tidak ingin minta maaf"


"Shen FengYue"


"Tidak. Kakak Sheng, dia itu menginginkanmu. Aku tidak ingin kau terlibat dengannya"


"Shen Fengyue,hentikan kecemburuanmu yang tidak beralasan itu"


"Keluarga Chen memiliki pengaruh dan tidakkah kau tahu CS adalah perusahaan yang menguntungkan jadi hilangkan egomu itu"


"Tapi aku tetap tidak suka"


"Terserah kau saja. Bahkan walaupun kau tidak suka aku akan tetap melanjutkan kerja sama ini"


"Kakak Sheng, kau sudah terpikat dengannya mengaku saja...."


"Shen FengYue, berhenti mengatakan omong kosong. Diam lah atau aku akan menurunkanmu di jalan"


"Baiklah, turunkan saja aku "


Li YongSheng menghentikan mobilnya.

__ADS_1


"Silahkan turun"


  Shen FengYue merasa kesal dan dia keluar.  Li YongSheng melajukan mobil meninggalkannya


 


Ponsel Shen Fengyin bergetar beberapa kali. Shen Fengyin dengan malas menbuka chat dari sepupunya.


Sepupunya mengirim scrensoot komentar dari weibo.


"Sepupu, seperti nya wanita itu mendapat balasannya. Lihat komentar itu. Sepertinya gadis itu akan dicampakkan juga. Sepertinya ini adalah karma"


"Sepupu. Tidakkah kau bahagia? "


Shen Fengyin tidak terlalu menanggapinya. Dia tidak yakin apakah Li YongSheng akan mencampakkan Shen FengYue.


Jenny Shen mengirim chat lagi.


"Sepupu, ada yang masih mengharapkanmu bersama Li YongSheng"


Jenny Shen mengirim foto.


"Jenny Shen,apa kau tidak tidur? Jika kau terlambat aku akan menambah tugas mu"


"Baiklah, aku tidur"


Shen Fengyin meletakkan ponselnya. Dia tidak ingin tahu kisah cinta Li YongSheng, dia hanya ingin melihat kehancuran pria itu.


Shen Fengyin memandang putra nya yang tertidur disampingnya. Shen Fengyin memikirkan cara agar dia bisa mengambil alih Shen secepat mungkin.


Shen Fengyin mengambil ponselnya dan menghubungi Jenny Shen.


"Sepupu, aku akan tidur"


"Jenny Shen, hubungi buat janji dengan dewan direksi perusahaan Shen"


"Apa? Kenapa tidak Asisten mu saja yang kau minta. Aku mau tidur"


"Aku akan memberikan bonus untuk bulan ini"


"Baiklah"


"Dan jangan lupa pesan tiket pesawat ke B city"


"Sepupu, apa kau juga akan ikut menyerang presiden Chen untuk menarik perhatian mantan suamimu?"


"Apa yang kau pikirkan? Aku tidak peduli hubungan asmaranya. Aku hanya ingin mendapatkan perusahaan Shen lagi"


"Haruskah aku ikut denganmu juga?"


"Tidak perlu. Selama aku pergi kau harus menangani semua urusan kantor"


"Sepupu, kau harus menaikan gajiku untuk banyak tugas ini"


"Aku akan mempertimbangkannya. Lakukan tugasmu"


Shen Fengyin mematikan telpon. Dia tidak bisa lagi menunggu.


 


    Setelah sampai di B city, Shen Fengyin langsung pergi menemui dewan direksi yang berpengaruh. Khususnya presiden Shen yang memiliki saham terbesar.


Shen Fengyin meyakinkan setiap dewan direksi untuk mendukungnya mengambil alih perusahaan Shen.


Disini lain, Li YongSheng datang ke perusahaan CS  untuk bertemu Chen Xixi tapi wanita sedang di luar kota.


Dua hari kemudian rapat anggota dewan direksi diadakan. Li YongSheng sedikit heran karena rapat yang mendadak ini. Li Yongsheng tahu dia sudah kalah.


Li YongSheng hendak pergi ke ruang rapat. Asisten Zhou tiba-tiba memanggilnya.


"CEO Li , ada presiden Chen yang ingin bertemu anda"


"Apa?apa itu benar?"


"Ya, presiden Chen   ada di ruang tunggu "


"Aku akan menemuinya. Tolong bantu aku menunda rapat"


Li YongSheng segera pergi ke ruang tunggu menemui Chen Xixi.


Mereka berdiskusi tentang kontrak kerja sama. Li YongSheng kembali berusaha meyakinkan Chen Xixi .


 


  Para anggota dewan direksi sudah berkumpul, tidak sabar menunggu Li YongSheng.


"Mungkin lebih baik kita mulai saja rapatnya"


Presiden Shen merasa tidak enak karena membuat dewan direksi menunggu.


"Kita akan memilih CEO baru"


Pintu rapat terbuka.


"Tunggu"


Li YongSheng masuk. Semua orang memperhatikan ke arahnya. Li YongSheng memandang setiap dewan direksi. Dia sedikit terkejut melihat Shen Fengyin ada diantara para dewan direksi.


Shen Fengyin memperkenalkan diri sebagai perwakilan presiden Shen. Dia mulai membuka rapat.


"Tuan Li sudah datang jadi bagaimana jika kita langsung membahas tentang pergantian CEO"


"Tunggu, ada yang ingin saya sampaikan. Saya berhasil mendapat kan kontrak kerja  sama dengan CS untuk project terbaru ini. Saya yakin kerja sama ini akan menarik investor jadi tolong beri saya waktu"


  Para dewan direksi mulai berdiskusi. Shen Fengyin merasa khawatir. Walaupun dia masih bersikap tenang. Li YongSheng memaparkan keuntungan dari kerja sama ini.


"Jika project kali ini gagal, saya akan dengan rela hati melepas jabatan saya"


Dewan direksi setuju. Shen Fengyin mengepalkan tangannya.


"Saya tidak setuju"


"Nona Shen, kenapa anda tidak setuju? Tolong beri alasannya"


"Perusahaan Shen sedang dalam masa krisis saat ini. Walaupun tuan Shen sudah memaparkan manfaat tapi belum tentu berhasil bukan. Dilihat dari kinerja tuan Li selama 6 tahun perusahaan Shen sering gagal menangani project besar. Seperti yang tuan Li katakan 'jika project anda gagal maka anda akan mengundurkan diri' tidakkah anda sebenarnya tidak percaya diri? Tuan Li bahkan tidak bisa mempertahankan investor kita yang sebelumnya lalu bagaimana dia bisa menarik investor"


Dewan direksi mengangguk. Mereka mulai berdiskusi lagi. Shen Fengyin tersenyum melihat Li YongSheng yang tegang.


'Shen Fengyin, kau benar-benar ingin menjatuhkanku?'


"Baiklah, mari buat keputusan'

__ADS_1


__ADS_2