Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)

Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)
Episode 12 Pregnancy?


__ADS_3

 


Sudah 2 bulan ini, Shen Fengyin merasakan hal aneh pada tubunnya. Dia sering merasa mual dan mudah lelah. Shen Fengyin memang mencurigai sesuatu dengan tanda-tanda yang dia rasakan tapi Shen Fengyin masih saja menepis pikiran itu. Walaupun dia dan Li Yongsheng sering melakukan hubungan intim namun Shen Fengyin selalu meminum obat, tidak mungkin bukan jika dia hamil. Namun ketika mengingat bahwa haidnya tidak teratur membuat keraguannya semakin besar.


Shen Fengyin berusaha untuk tidak memikirkan tentang kecurigaannya itu lagi dan fokus bekeja. Apalagi dia memiliki banyak pekerjaan dan jadwalnya juga sangat padat. Dia harus melakukan perjalanan bisnis dan memeriksa perusahaan cabang milik Shen group yang ada di negara lain serta hasil semua project dari perusahaan Shen. Namun rasa mual yang dia rasakan membuatnya terganggu.


“CEO Shen, apa anda sakit?”


 


Asisten Han merasa khawatir dengan pemimpinnya. Dia tahu CEO Shen terlalu memaksakan diri bahkan kurang isturahat. Dia khawatir jika CEO nya itu sakit karena dia melihat bahwa wajah CEO Shen lebih pucat.


 


“Aku baik-baik saja”


 


Shen Fengyin masih berusaha menutupi keadaannya yang sebenarnya.Asisten Han masih saja memaksanya pergi ke rumah sakit. Shen Fengyin merasa kesal bahkan membentaknya namun Asiaten Han masih tidak menyerah.Shen Fengyin tidak memiliki pilihan lain selain pergi ke rumah sakit.


 


Shen Fengyin dengan ragu pergi ke bangsal bagian kandungan. Dia menggenakan kaca mata hitam dan masker untuk menutupi wajahnya. Walaupun dia berada di luar negri pada saat ini, namun dia masih takut ada yang mengenalinya. Dia tidak ingin ada orang yang tahu bahwa dia pergi ke bangsal bagian kandungan, termasuk asisen Han. Dia bahkan memintanya untuk menunggu di luar.


Shen Fengyin masuk ke ruang doker setelah namanya dipanggil . Dokter spesialis kandungan itu menanyakannya beberapa hal dan mereka juga memintanya melakukan pemeriksaan lab. Shen Fengyin menunggu dengan gelisah hasil pemeriksaan lab. Dia berusaha meyakinkah dirinya bahwa hasilnya pasti negatif. Ketika namanya dipanggil dan perawat memberikan hasil lab kepadanya, Shen Fengyin merasa ragu untuk membukanya.


 


“CEO Shen, ternyata kau disini”


Shen Fengyin terkejut ketika mendengar suara asisten Han.


“CEO Shen, kenapa kau justru disini? Bukankah kau seharusnya periksa ke dokter umum”


Shen Fengyin merasa sedikit gugup walaupun dia masih bersikap tenang.


“Aku hanya jalan-jalan disekitar rumah sakit ini. Asisten Han, aku sudah selesai periksa. Ayo, kita kembali”


Asisten Han merasa bahwa pimpinannya bersikap aneh tapi dia berusaha menepis pikirannya.


 


Shen Fengyin berada di kamar hotel. Dia perlahan membuka hasil tes kehamilannya. Shen Fengyin merasa terkejut melihat keterangan bahwa dia positif hamil.


 


“Tidak...ini tidak mungkin. Bagaimana mungkin aku hamil? Aku bahkan selalu meminum obat”


“Bagaimana jika Li Yongsheng tahu hal ini?”


Shen Fengyin merasa khawatir, walaupun dia ingat Li Yongsheng pernah mengatakan bahwa dia tidak masalah jika Shen Fengyin hamil anaknya. Shen Fengyin tidak tahu apakah kata-kata itu adalah yang sebenarnya. Namun ketika mengingat lagi bahwa Li Yongsheng membelikan obat kontrasepsi untuknya dan alasan pria itu membuat Shen Fengyin merasa ragu.


“Haruskah aku memberi tahunya dan mempertahankan bayi ini?”


“Tapi, bagaimana jika dia tidak mengharapkan bayi ini , tapi bayi ini adalah keturunannya dan tidak mungkin dia akan menolaknya bukan? Tapi, apa dia akan menerima bayi yang lahir dari rahimku dan juga dia hanyalah menginginkanku sebagai pemuas hasratnya.Apa yang harus aku lakukan?”


Shen Fengyin merasa semakin resah. Dia bahkan tidak mendengar ketika asisten Han mengetuk pintu. Asisten Han merasa khawatir, dia akhirnya perlahan membuka pintu dengan kartu cadangan yang dia miliki. Asisten Han mendekati Shen Fengyin yang sedang melamun dan mengatakan gumahan dengan suara pelan.


“CEO Shen, apa anda baik-baik saja?”


Shen Fengyin terkejut dan tanpa sengaja menjatuhkan kertas hasil pemeriksaan. Asisten Han melihat kertas itu. Dia terkejut ketika melihat hasil dari pemeriksaan itu dan ada nama CEO Shen tertera di kertas itu.


“CEO Shen, anda...”


Asisten Han merasa ragu untuk mengatakannya.


“Ya, itu benar”


Asisten Han ingin bertanya sesuatu tapi dia tidak jadi mengatakannya. Dia tidak ingin mencampuri urusan pribadi atasannya.


“CEO Shen, saya permisi keluar. Anda bisa istirahat terlebih dahulu. Saya akan mengurus semua urusan anda untuk sememtara waktu”


“Tidak perlu, aku masih bisa melakukan pekerjaan. Asisten Han, bisakah kau melakukan sesuatu untukku?”


“Tentu saja, CEO Shen. Apa yang bisa saya lakukan?”


“Buat jadwal dengan dokter kandungan. Aku ingin melakukan aborsi”


“CEO Shen, apa anda yakin akan melakukan hal ini?”


“Ya, aku yakin”


“Baiklah”


Asisten Han lalu keluar dari kamar .


Shen Fengyin telah memutuskan, dia tidak mungkin mempertahankan anak ini. Pernikahannya dan Li Yongsheng hanyakah pernikahan kontrak satu tahun. Mereka akan segera bercerai, dan pria itu hanya mencintai Shen FengYUE, bukankah dia akan menikahi Shen FengYUE setelah mereka bercerai. Dia tidak ingin anak ini menderita jika dimasa depan dia harus berhadapan dengan saudara tirinya dan dia tidak ingin anak ini mengalami apa yang dia rasakan.


‘Maafkan, ibumu ini. Namun kau hanya akan menderita jika kau lahir. Ini adalah keputusan yang lebih baik’


Shen Fengyin mengelus perutnya yang masih datar.

__ADS_1


 


Keesokan harinya, Shen Fengyin meminta Asisten Han mengosongkan semua jadwalnya. Dia pergi menemui dokter kandungan untuk melakukan aborsi. Dokter kandungan itu menanyakan banyak hal padanya. Dia berulang kali menanyakan keyakinanya tentang melakukan aborsi.


“Dokter, aku benar-benar yakin. Sudahlah, cepat saja lakukan”


Shen Fengyin merasa kesal.


“Baiklah”


 


Shen Fengyin dan dokter spesialis kandungan pergi ke sebuah ruangan. Dokter itu meminta Shen Fengyin berbaring. Dokter itu mulai menyiapkan alat-alatnya.


 


“Baiklah, kita mulai”


Brak


Suara pintu terbuka dengan kasar membuat dokter itu dan Shen Fengyin memandang ke arah pintu. Shen Fengyin terkejut ketika melihat pria tampan berperawakan jangkun itu memandang tajam dengan penuh kemarahan ke arahnya.


“Li Yongsheng”


Bukankah pria itu sedang melakukan perjalanan bisnis selama 1 bulan untuk project terbarunya tapi kenapa pria itu disini , bahkan mengetahui keberadaan Shen Fengyin sekarang dan juga mengetahui apa yang dia lakukan.


“Shen Fengyin, sebegitukan kau tidak menginginkan memiliki anakku”


Pria itu mengucapkannya dengan penuh kemaraha. Shen Fengyin berusaha mengabaikan pria itu.


“Dokter, lakukan sekarang. Aku tidak akan mengubah keputusanku”


Dokter itu merasa ragu.


“Shen Fengyin”


Li Yongsheng semakin marah. Dia mendekati Shen Fengyin dan menarik tangannya. Shen Fengyin menepis tangannya.


“Lebih baik kau pergi”


Li Yongsheng mengendongnya dan membawanya pergi. Shen Fengyin meronta.


“Li Yongsheng, lepaskan aku”


“Tidak akan. Shen Fengyin, kau sedang mengandung anakku. Aku tidak akan membiarkanmu melenyapkan anakku”


“Li Yongsheng, bukankah aku sudah mengatakan padamu bahwa aku tidak menginginkan seorang anak. Aku tidak ingin hamil anakmu yang mewarisi sikap ayahnya yang tidak berguna”


Shen Fengyin terdiam.


“Kita akan kembali ke B City”


“Tidak bisa. Aku masih memiliki banyak pekerjaan”


“Kau bisa meminta karyawanmu menyelesaikannya. Kau sedang hamil dan aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan anakku”


“Li Yongsheng, kau tidak bisa memerintahku . Aku...”


Li Yongsheng memasukan Shen Fengyin ke dalam mobil.


“Asisten Zhou, kita ke bandara”


“Baiklah, CEO Li”


“Li Yongsheng,lepaskan aku”


Shen Fengyin berusaha meronta namun Li Yongsheng justru memeluknya lebih erat. Dia mencium wanita itu untuk menghentikannya bicara. Asisten Zhou yang berada di mobil harus pura-pura menjadi tidak terlihat agar tidak menganggu bosnya.


 


Shen Fengyin dan Li Yongsheng tiba di mension. Pria itu masih tidak melepaskannya dari gendongannya. Dia meminta Nanny Ma menyiapkan makanan bergizi untuk Shen Fengyin. Nanny Ma dengan senang hati menuruti keinginan tuan muda kedua.


“Aku bisa berjalan sendiri. Kau bisa menurunkanku”


Li Yongsheng berpura-pura tidak mendengarnya. Dia membawa wanita itu ke kamar mereka dan dengan hati-hati meletakkannya di atas ranjang


“Kau harus menjaga kandunganmu dengan baik”


Li Yongsheng mengucapkannya dengan lembut dan penuh perhatian.


Shen Fengyin tidak mengatakan apapun. Dia hanya memandangnya dengan dingin. Li Yongsheng menghembuskan nafas.


Li Yongsheng merasa sangat senang ketika mengetahui bahwa Shen Fengyin sedang hamil dari anak buahnya yang dia kirim untuk mengawasi Shen Fengyin.Dia sudah mengharapkan hal ini untuk mengikat Shen Fengyin agar tidak pergi dari sisinya. Li Yongsheng bahkan memberikan obat kesuburan yang dia masukkan ke dalam tempat obat kontrasepsi agar memperlancar rencananya namun siapa sangka wanita itu justru ingin mengugurkan anak mereka. Beruntung karena Li Yongsheng tiba tepat waktu dan menghalanginya.


Tok Tok Tok


“Tuan muda kedua, saya sudah membawa sup untuk nyonya muda”


“Masuklah, Nanny Ma”


Nanny Ma membuka pintu. Dia memberikan nampan pada tuan muda kedua lalu pergi meninggalkan kamar.

__ADS_1


“Makanlah”


“Aku tidak ingin makan “


“Shen Fengyin, kau harus makan. janin di rahimmu membutuhkan nutrisi. Aku tidak ingin anakku kekuarang gizi karena ibunya terlalu egois”


“Aku tidak mau”


Li yongsheng ingin marah namun dia berusaha menahannya.


“Istriku, aku mohon padamu. makanlah”


Li Yongsheng mengucapkannya dengan nada yang semakin lembut. Ini pertama kali Shen Fengyin mendengar Li Yongsheng berbicara begitu lembut, bahkan lebih lembut daripada ketika dia berbicara dengan Shen FengYUE.


‘Dia begitu perhatian padaku, mungkinkah karena aku memiliki anaknya'


Shen Fengyin akhirnya mengalah dan perlahan menyetujui untuk makan. Li Yongsheng menyuapi sup dengan penuh perhatian. Shen Fengyin hanya makan sedikit lalu dia merasakan mual.


“Aku tidak bisa makan lagi”


Shen Fengyin berlari ke kamar mandi dan muntah. Li Yongsheng memandangnya dengan khawatir ketika Shen Fengyin kembali dengan lemas.


“Istirahatlah”


Li Yongsheng menyelimuti Shen Fengyin.


“Aku ingin tidur, kau bisa kembali bekerja”


“Aku akan menemanimu”


“Apa kau begitu takut aku kabur dan melenyapkan anak ini hingga kau tidak ingin meninggalkanku”


“Jika karena itu maka tenang saja. Aku tidak akan melakukan hal itu. Pergilah, bukankah kau pasti punya banyak pekerjaan”


Li Yongsheng bukannya pergi tapi dia justru merembahkan tubuhnya disamping Shen Fengyin.Dia memeluk tubuh istrinya.


“Li Yongsheng”


“Tidurlah. Pekerjaanku masih bisa di tunda. Hari ini aku akan menghabikan waktu untuk menemani istriku”


“tapi...”


“Ssst, tidurlah”


Shen Fengyin mulai mengantuk karena pelukan hangat dan nyaman itu. Shen Fengyin perlahan tertidur. Li Yongsheng memandang istrinya yang mulai terlelap. Dia membelai lembut rambut Shen Fengyin.


“Shen Fengyin, aku akan menjagamu dan anak kita. Aku juga akan memperkenalkanmu secara resmi sebagai istriku agar tidak ada lagi yang bisa merebutmu dariku”


Li Yongsheng ikut terlelap. Sudah beberapa hari ini, dia tidak tidur dengan nyenyak karena pekerjaannya.


Disisi lain kedua asisten yang berada di tempat berbeda harus bekerja ekstra karena pekerjaan yang di tinggalkan oleh bos mereka.


 


Li Yongsheng yang awalnya cuek kini begitu perhatian. Bahkan pria itu memperhatikan setiap detail makanan Shen Fengyin. Dia juga sering pulang tepat waktu untuk makan bersama dengan Shen Fengyin. Shen Fengyin tidak memungkiri jika dia merasa bahagia dengan perhatian yang diberikan Li Yongsheng tapi dia tidak suka pria itu terlalu cerewet bahkan dia selalu menelponnya untuk mengingatkannya makan dan istirahat.


Dia juga melarangnya untuk pergi bekeja. Ketika Shen Fengyin nekat untuk pergi. Pria itu jusru datang ke kantornya dan mengendongnya pulang. Hingga akhirnya rumor tentang kebersamaan Li Yongsheng dan Shen Fengyin semakin menyebar. Shen Fengyin akhirnya tidak lagi pergi ke kantor dan memilih mengerjakan pekerjaannya di rumah.Hal lain dia harus menyerahkannya pada wakil CEO ataupun asisten Han.


“Li Yongsheng, aku merasa bosan berada di rumah. Aku ingin pergi ke kantor”


Shen Fengyin mencoba berdiskusi dengan suaminya ketika mereka makan malam bersama.


“Tidak, jika kau pergi ke kantor kau pasti akan bekerja berlebihan dan meninggalkan waktu makan. Lebih baik kau dirumah”


“Li Yongsheng jika aku hanya diam dirumah itu tidak baik untuk janin ini juga. Tidakkah kau tahu bahwa orang hamil juga butuh melakukan aktifitas”


“Baiklah, kalau begitu bagaimana jika kita jalan-jalan?”


“Apa kau tidak takut jika kau terlihat bersamaku maka orang akan curiga dengan hubungan kita”


“Shen Fengyin, tidak ada lagi yang perlu disembunyikan lagi. Aku tidak masalah, bagaimanapun aku akan mengumumkan hubungan kita dan kehamilanmu juga”


“Apa kau yakin dengan itu? Apa kau tidak takut jika Shen FengYUE akan patah hati jika dia tahu bahwa kau bersamku. Bukankah kau masih berhubungan dengannya”


Li Yongsheng terdiam. Dia memang masih sering menemui Shen FengYUE dan menemaninya. Li Yongsheng tahu seharusnya dia harus mengakhiri hubungannya dengan Shen FengYUE namun dia masih ragu untuk mengakhiri hubungan mereka. Dia masih belum menyiapkan diri.


“Jika kau masih ingin pernikahan ini di rahasiakan tidak masalah dan juga aku tahu kau melarangku untuk keluar karena takut orang-orang tahu bahwa aku hamil anakmu bukan?”


“Shen Fengyin, bukan seperti itu. Aku...”


“Aku mengantuk, aku ingin istirahat”


Shen Fengyin meninggalkan Li Yongsheng.


“Tuan muda kedua, wanita hamil memang lebih sensitif. Anda harus berusaha meyakinkah nyonya muda secara perlahan”


“Aku mengerti”


Li Yongsheng menyelesaikan makan malamnya lalu pergi ke ruang kerja untuk menyelesaikan pekerjaan.


Di dalam kamar, Shen Fengyin hanya diam merenung, dia tidak tahu mengapa dia begitu sensitif karena melihat berita online yang memposting foto Shen Fengyue dan Li Yongsheng.

__ADS_1


“Shen Fengyin, sadarlah. Dia perhatian padaku hanya karena janin yang aku kandung bukan karena dia mencintaiku. Aku tidak bisa memaksanya meninggalkan Shen FengYUE”


__ADS_2