
Yimin awalnya tidak menyukai keberadaan Helena. Apalagi dia tahu tentang hubungan Helena dan papanya. Namun mamanya memintanya untuk bersikap baik pada bibi Helena dan juga bibi Helena juga sering menbuatkannya kue yang enak.
"Nona Helena, kau seharusnya istirahat tidak perlu merepotkan diri membuat cemilan untuk Yimin"
"Tidak apa-apa, aku senang melakukannya"
Sejak kecil Helena memang suka memasak untuk mendapat perhatian papanya tapi papanya tidak pernah memujinya. Dia merasa senang karena Yimin menyukainya.
"Tapi, kondisimu lemah bagaimana jika..."
"Xiao xiao, aku tidak selemah itu. Lagipula jika aku di kamar terus dan tidak melakukan sesuatu hal itu akan membuatku merasa stres"
"Baiklah, tapi kau harus ingat kondisimu"
"Aku mengerti. Terima kasih karena telah mengkhatirkanku, Xiao xiao"
Helena tersenyum. Bai Xiao tidak mengatakan apapun lagi.
"Mama, aku belajar dulu ya. Bibi Helena, bolehkah aku membawa toples kue ini ke ruang belajar"
"Tentu saja"
Yimin pergi meninggalkan Helena dan Bai Xiao.
"Bai Xiao, bisakah kita mengobrol"
"Baiklah"
***
Helena dan Bai Xiao mengobrol di taman belakang.
"Bunga-bunga ini kesukaan bibi Yin bukan?"
"Ya"
"Kau tidak mengubahnya?"
"Bagaimana mungkin aku berani mengubah pilihan nyonya besar"
"Kau nyonya rumah ini, tidak apa-apa jika kau melakukannya"
Mereka berdua saling diam.
"Xiao xiao, aku sudah tahu semuanya. Kau adalah Li Jiao bukan? Aku bahagia bisa bertemu denganmu lagi"
"Aku minta maaf karena telah memberi tahu paman Fan tentang hubunganmu dan Henry saat itu, kau pasti mengalami kesulitan bukan? Tapi aku justru merebut Henry darimu"
"Kau tidak salah, seharusnya akulah yang minta maaf padamu. Sejak awal akulah yang menjadi penghalang bagi hubungan kalian. Aku juga bersalah karena tidak jujur padamu dan bermin api dengan Li Huan Rui dibelakangmu"
"Kau tahu Xiaoxiao, walau Henry adalah tunanganku dan kami sudah saling mengenal sejak kecil tapi hubungan kami tidak pernah berkembang lebih dari teman. Henry hanya menghargaiku sebagai teman yang ada disampingnya. Hatinya hanya untukmu sejak awal"
"Kau tahu, ketika paman Fan mengumumkan bahwa kau sudah meninggal, Henry benar-benar hancur. Dia masih tidak lepas dalam bayang-bayangmu. Dia sangat mencintaimu walau aku berusaha merayunya ataupun mengubah penampilanku sama sepertimu tapi dia tidak pernah berpaling ke arahku"
Helena mengucapkannya dengan sedih. Namun dia masih berusaha menunjukkan senyumannya di depan Bai Xiao.
"Apa kau masih mencintai Li Huan Rui ?"
"Aku sudah menyerah pada Li Huan Rui sejak aku tahu bahwa aku tidak bisa mendapatkan hatinya"
"Xiao xiao, kau tidak perlu lagi merasa bersalah dan terbebani dengan apa yang terjadi di masa lalu dan juga bukankah kau mengubah namamu untuk memulai hidup baru jadi mulailah hidup bahagia dengan penuh cinta bersama Henry"
Bai Xiao tidak mengatakan apapun.
***
Li Huan Rui pulang larut malam karena dia harus melakukan perjalanan dari B city. Ketika dia tiba di kamarnya, Istrinya masih duduk di sofa dan membaca buku.
"Kau sudah pulang"
"Ya, istri terma kasih sudah menungguku pulang"
Li Huan Rui melihat buku yang dibaca Bai Xiao
"Kau masih menginginkan masuk ke kemiliteran?"
Bai Xiao mengeleng.
"Tidak, aku hanya ingin membaca buku yang diberikan kakek"
"Oh ya, bagaimana jika setelah tahun baru kita pergi mengunjungi makam kakek dan juga....ayahmu"
Li Huan Rui mengucapkannya dengan ragu. Bai Xiao hanya mengangguk.
"Aku mandi dulu"
"Aku akan siapkan air untukmu"
"Tidak perlu. Aku bisa melakukannya"
Li Huan Rui segera pergi ke kamar mandi.
***
Ketika Li Huan Rui selesai, istrinya masih sibuk menbaca. Wajahnya terlihat serius. Ekspresi istrinya begitu mirip dengan putri mereka.
"Ini sudah malam, Istri ku sudah saatnya untuk tidur"
"Aku akan tidur setelah selesai membaca dan juga aku masih belum mengantuk"
"Baiklah, jangan tidur terlalu malam "
"Ya"
Li Huan Rui merembahkan tubuhnya di kasur. Bai Xiao masih fokus dengan buku yang cukup besar itu. Sebuah lembar terjatuh. Bai Xiao memandang kertas yang terjatuh itu. Kertas itu berisi tulisan tangan.
Bai Xiao memandang ke arah pria yang tertidur itu. Dia lalu menuju ke lemarinya dan menyimpan tulisan tangan itu.
Bai Xiao lalu merembahkan tubuhnya di samping suaminya. Tangan kekar Li Huan Rui tiba-tiba melingkar di pinggangnya.
"Tuan Li"
Bai Xiao mencoba melepaskan pelukannya.
"Istri, biarkan aku memelukmu. Aku sangat lelah"
Bai Xiao berhenti memberontak dan membiarkan Li Huan Rui memeluknya. Pria itu membuka matanya dan memandang istrinya yang masih belum menutup matanya.
"Apa ada sesuatu yang kau pikirkan?"
"Kau bisa mengatakannya"
"Kau tahu, aku merasa bersalah pada kakek"
"Aku pernah berjanji untuk meneruskan garis kemiliteran di keluarga Li namun aku tidak bisa melakukannya dan Zhiting juga tidak tertarik dengan kemiliteran"
__ADS_1
Li Huan Rui memeluk Bai Xiao dengan erat.
"Maaf, aku sudah menghancurkan mimpimu"
Bai Xiao tidak mengatakan apapun. Li Huan Rui mengusap lembut wajah wanita cantik di pelukannya.
"Aku sudah melupakan mimpi itu. Walaupun aku sempat merasa kesal karena kehidupanku dan mimpiku hancur tapi aku tidak menyesali hal itu lagi sekarang"
"Istri, bagaimana jika kita memiliki anak lagi? Kita bisa mengarahkannya untuk masuk kemiliteran"
Li Huan Rui menggoda istrinya.
"Aku mengantuk. Aku tidur duluan"
Bai Xiao memejamkan matanya. Li Huan Rui tidak mengatakan apapun. Dia ikut tidur disamping istrinya. Sepertinya dia masih harus menunggu untuk pembicaraan perencanaab untuk memiliki anak ke dua apalagi Bai Xiao masih belum sepenuhnya menerimanya.
***
Bai Xiao dan Li Huan Rui sudah bersiap untuk pergi ke rumah keluarga Li Yongfan untuk merayakan tahun baru. Bai Xiao sedikit khawatir karena harus menbiarkan Helena sendirian.
"Tidak perlu khawatir. Aku bisa menjaga diri. Bersenang-senanglah"
"Baiklah"
Helena mengantar Bai Xiao, Li Huan Rui dan Yimin. Dia melambaikan tangan pada Yimin. Lalu dia masuk ke dalam dan menutup pintu. Baru beberapa langkah dia menjauh dari pintu suara bel berbunyi. Helena berbalik dan membuka pintu. Dia pikir mereka berbalik karena melupakan sesuatu.
"Apa kalian melupakan ...."
Helena belum sempat menyelesaikan kalimatnya karena terkejut melihat seorang pria bertubuh tinggi yang berdiri di depannya. Helena berusaha menjaga ketenangannya.
"Tuan muda kedua Wang, apa yang...."
"Tuan muda kedua? Kenapa tiba-tiba kau jadi bersikap sopan padaku, nona Helena?"
"Tuan muda kedua Wang, apa kau mencari Henry? Dia sedang pergi ke..."
"Aku datang bukan untuk menemui Li Huan Rui tapi aku datang untuk membawaku kembali dan bertemu dengan tuan Si"
"Wang Yufeng, apa kau bekerja sama dengan ayahku? Apa kau akan membawaku pada tuan tertua keluarga Ji"
Helena sedikit gemetar, apa pria ini menbantu papanya dan juga ingin dia mengugurkan kandungannya lalu mengirimnya ke pria tua dan kasar itu.
"Untuk apa aku membawa wanita yang mengandung darah dagingku pada pria lain. Aku ingin membawamu pada papamu untuk meresmikan hubungan kita"
"Cepat berkemas. Aku akan menunggumu"
"Aku tidak memiliki barang untuk aku bawa"
Wang Yufeng mengerutkan kening.
"Apa kau tidak membawa pakaian saat datang ke sini?"
Helena mengeleng.
"Lalu pakaian yang kau pakai?"
"Ini milik istri Henry"
"Li Huan Rui sudah menikah?"
"Ya"
"Sepertinya istri Li Huan Rui cukup berbaik hati menerima mantan tunangan suaminya yang masih menyimpan perasaan padanya"
Wang Yufeng mengucapkkannya dengan nada menyindir. Helena tidak peduli dengan sindiran itu.
"Aku harus memberi tahu Henry dulu"
"Dia sudah tahu. Dialah yang memberi tahuku tentang keberadaanmu dan juga aku sudah memberi tahu hal yang terjadi antara kita. Ayo pergi"
Wang Yufeng menarik tangan Helena dan membawanya masuk ke dalam mobil.
"Kenapa kau mencari Li Huan Rui dan bukan aku? Kau tahu keamanan di rumah Li Huan Rui tidak cukup baik, bagaimana jika sesuatu terjadi pada janinmu?"
"Aku kira kau tidak peduli dengan anak ini. Kau tahu, aku mencoba menghubungi nomermu tapi selalu saja operator yang menjawab sepertinya kau sudah memblokir nomerku bukan?"
"Aku juga datang ke rumahmu dan memberi tahu petugas keamanan untuk memanggilmu tapi mereka mengusirku mereka berpikir aku hanya mengaku-ngaku sepertinya sudah banyak para wanita yang mengandung anakmu ya ? Dan juga waktu itu kau sedang mengadakan pertunangan dengan salah seorang nona. Aku yakin kau pasti tidak akan mau menerima anak ini"
"Apa kau...seorang wanita berpalaian pelayan?"
"Ya. Itu aku"
"Kenapa kau berpakaian pelayan?"
"Jika aku tidak berpakaian pelayan bagaimana aku bisa kabur untuk menemuimu "
Wang Yufeng menghela nafas.
"Wang Yufen, sudah berapa banyak anak tidak sah yang kau miliki ?"
"Aku tidak memilikinya. bisanya para wanita itu akan mengugurkan kandungannya "
"Apa kau akan memintaku melakukannya juga?"
"Apa kau mau melakukannya?"
Helena mengigit bibirnya.
"Tidak, melakukan aborsi itu menyakitkan"
"Tapi ketika melahirkan nanti kau juga akan kesakitan"
"Ya. Kau benar jadi apa kau ingin aku mengugurkan kandunganku"
"Tidak. Aku tidak akan memintamu melenyapkan darah dagingku apalagi kau sudah sampai kabur dari rumah dan sembunyi jauh-jauh ke H city. Aku menghargaimu"
"Anak itu akan memiliki nama Wang dan juga aku akan memikahimu dan menjadikanmu istriku"
"Apa kau yakin? Citraku di depan publik saat ini sedang buruk. Apa keluarga Wang akan menerimaku?"
"Aku akan menjelaskan pada mereka. Aku yakin mereka akan menerimamu"
"Helena, aku ingin memberitahu hal penting padamu sebelum kita menikah"
"Apa itu?"
"Aku tidak bisa menjanjikanmu bahwa aku akan mencintaimu"
"Aku mengerti"
"Aku juga tidak bisa menjanjikanmu untuk kesetiaanku ataupun bahwa aku tidak akan memiliki wanita lain"
"Aku mengerti"
"Namun aku bisa menjanjikanmu bahwa tidak akan ada perceraian. Tidak apa-apa jika kita saling memiliki kekasih lain tapi kau tidak boleh
__ADS_1
mengandung anak laki-laki lain dan aku akan melakukan hal yang sama bahwa aku tidak akan menyentuh wanita tanpa pengaman"
"Aku mengerti dan aku juga tidak berniat untuk menjalin hubungan dengan siapapun tapi aku juga tidak melarangmu untuk memiliki yang lain"
Helena tidak keberatan dengan hal itu lagipula siapa juga yang akan berani mendekati seorang wanita yang memiliki seorang anak.
"Baguslah"
"Kita akan segera membuat surat nikah dan kita akan melangsungkan pernikahan setelah anak itu lahir. Apa kau keberadaan?"
"Tidak. Aku juga tidak terlalu peduli dengan pesta pernikahan"
Wang Yufeng tidak mengatakan apapun lagi dan fokus menyetir.
***
Li Huan Rui merasakan keresahan Istrinya.
"Istriku, tidak perlu khawatir pada Helena. Saat ini dia pasti sudah bersama Wang Yufeng. Dia pasti akan menjaganya"
"Apa? Bagaimana Helena bisa bersana kakak Yufeng?"
"Dia adalah ayah dari anak yang dikandung Helena. Saat ini mereka pasti sedang dalam perjalanan menuju ke B city"
"Bagaimana anak itu adalah anak kakak Yufeng? Apa mereka...."
"Ya. Aku juga terkejut saat tahu Helena terlibat dalam permainan Wang Yufeng tapi aku sudah mengingatkannya agar dia tidak menyakiti Helena ataupun mempermainkanya"
"Papa, apa bibi Helena tidak akan tinggal bersama kita lagi? Tidak ada lagi yang akan membuatkan kue untuk Yimin"
Yimin menunjukkan ekspresi kecewa.
"Papa bisa membuatkannya untukmu"
"Apa papa bisa membuat kue?"
"Tentu saja. Papamu ini bisa membuat apapun"
"Baiklah, Yimin tidak sabar untuk menikmati kue yang papa buat"
"Suamiku, apa kau benar-benar bisa menbuat kue?"
"Tentu saja. Aku sering membantu papaku memasak di dapur. Aku bahkan bisa membuat kue kukus kesukaanmu"
"Benarkah?"
Bai Xiao masih tidak yakin. Walaupun masakan paman Sheng enak tapi dia tidak yakin dengan buatan Li Huan Rui.
"Aku akan buktikan padamu seberapa hebatnya suamimu ini"
***
Mobil marcedes Wang Yufeng berhenti di sebuah butik. Helena keluar dan ikut masuk bersama dengan Wang Yufeng. Para pelayan toko menyambutnya.
"Apa kau sering datang ke sini?"
"Aku selalu membawa para kekasihku kesini untuk membelikan gaun"
Helena hanya mengangguk.
"Kau tidak cemburu bukan?"
"Tidak"
Seorang wanita mendekati Wang Yufeng.
"Kakak Yufeng"
Para pelayan toko memanggilnya manager. Wanita itu memeluk Wang Yufeng dan mencium pipinya.
"Aku senang kakak Yufeng datang. Siapa wanita yang kau bawa? Kekasih barumu?"
"Dia calon istriku"
"Calon Istri ?"
"Tolong bantu aku memilih pakaian untuknya"
"Tentu saja, aku akan memilih pakaian yang terbaik untuk kakak ipar"
Gadis itu menarik tangan Helena yang hanya menurut. Wanita itu memilih dress dengan antusias dan menyuruh Helena mencobanya.
***
Helena yang telah berganti palaian berdiri di depan Wang Yufeng.
"Bagaimana kakak Yufeng? "
Wang Yufeng memandang Helena dengan kerutan di dahinya ketika melihat dress yang memperlihatkan bahu gadis itu.
"Ganti, terlalu terbuka"
"Baiklah"
Helena lalu mencoba pakaian yang lain.
"Pakaian itu terlalu rendah dan terlalu sexy"
Helena mengganti pakaian lain. Dress itu memiliki lengan panjang dan juga sampai ujung kaki.
"Ya. Cukup bagus"
Helena lalu berbalik
"Tunggu"
Wang Yufeng tidak suka dress itu memperlihatkan punggung putih dan indah itu.
"Ganti pakaian lain"
Helena kesal.
"Wang Yufeng, kenapa kau begitu sulit memilih dress. Sudahlah aku pakai pakaian ini saja lagipula kita hanya akan bertemu papaku bukan?"
"Kita tidak hanya akan bertemu tuan Si tapi juga menghadiri pesta keluarga Wang. Aku tidak ingin orang lain melihat tubuh indahmu dan juga udara dingin bagaimana mungkin kau menggunakan pakaian terbuka"
"Kakak Yufeng, aku tidak tahu kau begitu cemburuan. Aku akan memilih pakaian yang lebih tertutup untuk kakak ipar"
Helena menganti pakaian dengan dress panjang. Wang Yufeng cukup puas tapi tidak dengan Helena yang biasanya menggunakan pakaian sexy dan terbuka.
"Ini tidak nyaman"
"Itu lebih baik. Kau akan menjadi istriku. Sebagai nyonya terhormat tidak seharusnya kau menggunakan pakaian sexy. Kau harus menjaga tubuhmu untuk suamimu"
Helena menghela nafas.
__ADS_1
"Baiklah, aku mengerti