
Li Jiao yang menunduk dapat melihat sepatu hitam semakin mendekat dan berdiri tidak jauh darinya.
"Angkat wajahmu"
Li Jiao mengigit bibirnya mendengar suara yang biasanya hangat berubah menjadi dingin.
"ANGKAT WAJAHMU "
Li Jiao perlahan mengangkat wajah nya.
PLAK
Tamparan Li Yongfan mendarat mulus di pipi Li Jiao. Tamparan Li Yongfan tentu tidak pelan. Sebagai mantan anggota militer dia punya kekuatan besar.
"Papa Fan"
Li Yongfan mengangkat tangannya menghentikan Li Huan Rui yang mencoba berbicara.
"Jiao, papa kecewa padamu. Apa yang kau pikirkan merayu saudaramu yang sudah memiliki tunangan dan inikah alasamu membatalkan pertunangan mu dengan Wang Yufeng untuk menjadi wanita penggoda"
Li Jiao diam memandang papanya. Dia dapat melihat kemarahan dan kekecewaan di mata Li Yongfan.
"Ayo pulang. Jangan pernah berharap bahwa kau bisa menemui Li Huan Rui lagi"
Li Yongfan menarik tangan Li Jiao. Li Huan Rui menahannya.
Li Yongfan menatap tajam padanya.
"Li Huan Rui lebih baik kau fokus pada pertunanganmu"
Li Yongfan melepas kan tangan Li Jiao dari Li Huan Rui secara paksa. Li Huan Rui hendak mengejarnya.
"Henry"
"Helena"
Li Huan Rui baru menyadari keberadaan Helena.
***
Mo An An memandang putrinya dari kaca mobil. Li Jiao hanya diam tak bereaksi apapun. Dia tidak tahu bahwa anaknya akan melakukan kesalahan yang pernah dia lakukan. Dia pikirkan saat putrinya menerima pertunangan dengan Wang Yufeng putrinya sudah menyerah pada Li Huan Rui tapi dia tidak menyangka kesalahan masa lalunya juga dilakukan oleh putrinya.
Mo An An memandang ke arah Suami nya yang terlihat marah. Dia dapat merasakan suasana dingin yang menekan di mobil. Mo An An menghela nafas, dia bahkan tidak berani bicara.
***
"Kau sudah tahu hal ini?"
"Ya"
"Aku akan mengaku padamu bahwa aku..."
"Aku tahu. Aku sudah menyadari sejak awal tapi Li Huan Rui, aku mencintaimu. Aku bisa menerima bahwa kau memiliki perasaan pada wanita lain. Li Huan Rui kau tahu bagaimana keadaanku bukan? Jika kau meminggalkanku apa lagi yang aku miliki"
Sebagai seorang anak perempuan, dia harus menjadi pion untuk hubungan bisnis. Jika bukan Li Huan Rui tentu saja dia bisa saja dipaksa bertunangan atau menjalin hubungan dengan pria lain.
Helena meraih tangan Li Huan Rui.
"Helena. Beri aku waktu"
Sebelumnya dia akan dengan mudah setuju untuk bertunangan atau menghabiskan hidup dengan siapapun tapi keadaannya sekarang berbeda. Seseorang telah mendapatkan hatinya. Namun dia tahu hubungannya dengan Jiao tidak akan diterima dengan mudah khususnya wanita itu tidak mencintainya.
"Aku mengerti, Henry aku tidak akan memaksamu"
***
Li Jiao berada di kamarnya, dia dapat mendengar perdebatan orang tuanya. Mamanya berusaha memprotes tindakan ayahnya yang mengurungnya dan akan menghapus tittle nona muda Li. Dia akan diasingkan.
"Ini lebih ringan. Hukum berat bagi nona dari keluarga Li saat dia berselingkuh hukuman adalah pukulan rotan. Aku tahu kau tidak akan setuju dengan hukuman itu"
"Kenapa pria dan Wanita di perlakukan berbeda"
"Itu sudah aturan keluarga. Jiao sudah menjadi bagian dari keluarga Li. Dia harus terikat pada aturan yang telah di tentukan"
Li Jiao hanya tenang mendengar perdebatan yang terjadi. Dia tidak menginginkan tittle nona muda keluarga Li ataupun kekayaan keluarga Li dan pengasingan memang cocok untuk gadis seperti nya. Li Jiao memejamkan matanya.
***
Li Huan Rui masuk ke dalam kamar Li Jiao. Dia tertidur di ranjangnya dia dapat mencium aroma lembut. Dia ingin tahu apa yang dia lakukan saat ini. Hukuman apa yang diberikan papa Fan padanya. Dia khawatir padanya.
Li Huan Rui segera bangun. Dia tidak ingin membuat gadis itu terluka karenanya. Dia juga berperan dalam hal ini.
Dreet dreet
Li Huan Rui mengambil ponselnya. Dua ragu-ragu menjawab telpon dari ibunya.
"Hallo, mama"
"Kembali ke B city"
"Ya, mama"
Panggil terputus. Dia tahu apa alasan mamanya meminta nya pulang. Li Huan Rui pergi mengambil kunci mobil dan mengendarai ke B city.
Ketika dia pulang, dia diminta untuk pergi ke ruang belajar. Disana sudah ada mama dan papanya. Li YongSheng berusaha menenangkan Shen Fengyin.
"Huanrui, duduk"
Li Huan Rui duduk di sofa.
"Li Huan Rui, mama tidak tahu apa yang kau pikirkan. Kaulah yang setuju menerima usulan pertunangan dengan Helena. Itu keputusan yang telah kau buat tapi kenapa kau berhubungan dengan saudara mu? Apa benar Jiao yang menggoda mu ?"
"Mama, siapa yang menceritakannya padamu?"
"Papa Fan mu menceritaka bahwa Helena melapor padanya tentang hubungan mu dan Jiao. Apa benar Jiao merayumu? "
__ADS_1
"Mama, hubungan kami sudah dimulai sebelum pertunanganku dan Helena diputuskan"
"Jika kau memang sudah bersama Jiao sejak awal lalu kenapa menerima pertunangan dengan Helena. Huanrui, mama tidak pernah memaksamu untuk bertunangan dengan alasan bisnis. Kaulah yang sudah membuat keputusan"
"Mama, awalnya aku hanya bermain dengan Jiao dan aku juga tidak peduli dengan siapa pun pendamping ku karena aku tidak pernah berpikir terlibat dalam cinta yang rumit lagipula berdasarkan latar belakang keluarga Helena lebih cocok sebagai nyonya muda masa depan tapi mama ini juga diluar rencanaku. Mama, Jiao sudah memintaku berhenti dan mengakhiri hubungan tapi aku tidak bisa. Hatiku dan egoku tidak ingin dia pergi"
"Huanrui, Mama menghargai pendapat mu tapi sekarang hubungan ini tidak hanya berpengaruh pada kau , Helena dan Jiao. Ini juga berpengaruh pada keluarga Li dan Si. Huanrui, jika pertunangan mu dan Helena dibatalkan tiba-tiba dan terungkap apa yang terjadi antara kau dan Jiao. Apa yang dipikirkan publik tentang
Keluarga Li dan juga Huan Rui kau akan menjadi pimpinan Shen di masa depan jika pandangan publik buruk padamu itu akan berpengaruh pada anggota dewan"
"Aku mengerti, mama"
"Kau bisa kembali"
Li Huan Rui meninggalkan ruang kerja ibunya dengan perasaan rumit.
"Istri, Bukankah kau terlalu memaksa Rui? Pada akhirnya kau hanya membuat nya memiliki satu pilihan kan? "
"Kau benar tapi kau tahu, jika Huan Rui memilih untuk mengorbankan perasaannya dan menerima pertunangan bukankah ini tidak hanya melindungi keluarga Li dan perusahaan Shen tapi juga untuk melindungi Jiao dan Helena juga bukan?"
***
Li Jiao membuka matanya. Dia mengerutkan dahi ketika melihat keluarganya mengelilingi nya.
"Kakak, kau bangun"
"Ada apa sebenarnya?"
"Zhiting, mama dan papa ingin bicara dengan kakakmu"
Pria kecil itu dengan enggan keluar.
"Sejauh mana hubungan mu dan Rui? Ini tidak hanya sebatas hubungan biasa bukan?"
"Pa...tuan Li, apa maksudnya"
Jiao merasa tidak pantas memanggil dengan papa lagi. Dia tidak pantas menjadi putrinya.
"Kalian melakukannya? Hal yang lebih intim dari ciuman?"
Jiao terdiam.
"Apa kau tahu bahwa saat ini kau sedang hamil"
Li Jiao terkejut. Dia memang merasa lemas Mungkin kah karena kehamilannya, ada kehidupan di janinnya dan itu hasil hubungan terlarang itu.
"Lakukan aborsi, Jiao. Aku akan mengatur dokter untuk melakukannya"
"Setelah itu, kau bisa melakukan ujian untuk akademi kemiliteran"
Li Yongfan lalu meninggalkan ruang Jiao.
"Sayang, mama tahu ini tidak mudah tapi melakukan aborsi pilihan terbaik untuk saat ini dan juga, kau masih bisa mengikuti ujian kemiliteran, kau masih bisa mengejar mimpimu"
Mo An An lalu meninggalkan Li Jiao yang terdiam. Gadis itu perlahan memegang perutnya.
***
"Selamat pagi, Huanrui"
"Selamat pagi, mama papa"
Li Huan Rui duduk di kursi dan mengambil roti.
"Li Huan Rui, bagaimana keputusan mu?"
"Aku menerima pertunangan itu"
"Bagus. Kami akan berdiskusi untuk mempercepat peresmian pertunangan mu sebelum kau masuk kuliah"
Li Huan Rui mengangguk. Dia sudah memikirkan hal ini, walaupun dia ingin melepaskan semua yang dia miliki dan memilih Li Jiao tapi gadis itu tidak mencintainya, dia selalu berusaha melarikan diri darinya. Bukankah sia sia berkorban jika tidak ada yang kau dapatkan dan juga dia tidak bisa mengabaikan Helena mungkin dia bisa perlahan menyukai Helena dan melupakan Jiao.
***
"Jiao, kau belum bersiap? Cepat turun dan sarapan lalu kita akan pergi ke rumah sakit"
"aku tidak ingin pergi. Aku tidak bisa membunuh anak yang bahkan belum lahir"
"Jiao, apa kau akan melepas mimpimu untuk anak itu? Bayi yang seharusnya tidak ada?"
Li Jiao terdiam.
"Jiao, kau bisa menjalani kehidupan barumu papa akan melupakan apa yang terjadi diantara kau dan Li Huan Rui. Jiao, sebuah kesalahan yang kau lakukan karena keputusan ceroboh jangan sampai menghancurkan masa depanmu"
"Hal yang terjadi memang kesalahan tapi aku tidak bisa menghukum anak yang tidak bersalah"
"Papa akan memberi waktu untuk memikirkan hal ini lagi"
"Keputusan ku tidak akan berubah"
Li Yongfan menghela nafas.
"Li Jiao, usiamu masih muda. Apa kau yakin mengorbankan masa depan dan mimpimu yang sudah kau perjuangkan untuk anak itu?"
"Ya"
"Bahkan kau akan mempertaruhkan nyawamu?"
Li Jiao terdiam.
"Jiao, kau masih terlalu muda dengan kondisi tubuhmu jika kau memilih untuk melahirkan maka ..."
Li Yongfan terdiam. Dia tidak ingin hal itu terjadi. Dia mungkin bisa menerima bayi itu tapi jika bayi itu membahayakan bagi putrinya. Bagaimana dia bisa menerimanya. Walaupun dia kecewa pada putrinya dia masihlah putri nya.
"Papa"
__ADS_1
Li Jiao memanggil dengan ragu-ragu.
"Mama menberikanku kesempatan untuk hidup jadi aku juga akan memberikan kesempatan untuk anak ini hidup "
"Baiklah, jika itu keputusanmu. Aku tahu kau akan keras kepala mengubah pendapat mu"
Li Yongfan lalu meninggalkan kamar Li Jiao.
***
Beberapa minggu kemudian, Pesta pertunangan antara tuan muda tertua Li dan nona muda keluarga Si disiarkan.
Li Jiao hanya memandang layar Tv yang mempilkan pertunangan mereka dengan tatapan kosong. Pada akhirnya pangeran dan tuan putri bersama seperti itulah seharusnya lalu tokoh antagonis hanya akan betakhir dengan kesedihan dan ditinggalkan sendirian tapi Li Jiao tidak merasa kesedihan , dia memiliki bayi yang memberinya perasaan hangat. Li Jiao tidak ingin lagi berurusan dengan cinta. Dia hanya akan menjaga anak di dalam rahimnya ini.
***
Li Jiao tidak menyangka kehamilan akan sesulit ini khususnya rasa mual di pagi hari yang membuat nya sulit. Tidak ada keluarganya yang menginginkan bayinya. Mama dan Papanya terus saja memaksanya untuk melakukan aborsi, mereka masih mengkhawatirkan bahwa bayi itu akan membuat mereka kehilangannya. Namun bagaimana mungkin dia menbunuh bayinya sendiri. Sejak dia memutuskan untuk mempertahankan bayi ini dia sudah memiliki ikatan dengannya.
Saat dia merasa pergerakan dari bayi yang tumbuh di rahimnya. Dia merasakan perasaan hangat, kekosongan dalam hatinya mulai terisi dengan harapan. Mungkinkah ini perasaan yang dirasakan seorang ibu.
"Kakak, minum susu ini. Temanku bilang ibunya selalu minum susu ini saat hamil"
Li Jiao menganbil gelas yang diberikannya. Adik laki-laki nya merawatnya dengan baik.
"Terima kasih Zhiting. Kemarilah, apa kau ingin merasakan pergerakan adik kecil"
"Bolehkah?"
Li Jiao mengangguk. Tangan kecil itu diletakkan di perutnya.
"Seperti ada sesuatu yang bergerak"
Pria kecil itu terlihat senang.
"Zhiting, bisakah kau berjanji satu hal pada kakak?"
"Kau harus menjaga adik kecil dengan baik"
Li Zhiting mengangguk. Li Jiao mengusap rambut Li Zhiting. Mungkin jikapun dia tidak bisa menjaganya atau berada disisinya dia yakin saudara laki-lakinya akan menjaganya. Li Zhiting memang masih kecil tapi dia memiliki tangung jawab besar dan dia dididik dengan keras dan dibesarkan sebagai pewaris.
***
Beberapa hari mulai berlalu. Li Jiao menunggu dengan tenang, hari dimana dia akan menyambut kedatangan anaknya di dunia. Andai dia masih diberikan kesempatan untuk melihat putrinya tumbuh.
Li Jiao mengerutkan kening merasa rasa yang sangat sakit di perutnya. Li Jiao turun dari tempat tidur dan megangi perutnya. Dia keluar dari kamar. Li Zhiting yang saat itu ingin masuk terlihat terkejut saat kakaknya kesakitan.
"Kakak...kakak tunggu, Zhiting akan panggil mama dan papa"
Li Zhiting segera berlari mengetuk pintu kamar orang tuanya dengan keras. Ketika pintu di buka Zhiting segera mengatakan keadaan kakaknya.
Li Yongfan segera berlari ke arah Jiao yang sudah menuruni tangga. Dia mengendong putri nya yang menahan sakit.
"Papa"
"Papa akan membawamu ke rumah sakit"
Mo An An mengikuti nya dari belakang dan ikut ke mobil. Mo An An membiarkan putrinya tidur di pagkuannya, dia mengusap lembut rambutnya.
"Bertahanlah sayang"
"Mama, jika aku...tidak bisa memani putriku. Tolong jaga dia"
"Kita akan menemaninya bersama"
"Mama, kata dokter anak ini perempuan. Aku...sudah menyiapkan nama untuknya"
"Yimin"
***
Li Jiao segera dibawa masuk ke ruang persalinan. Mo An An dan LiYongfan merasa khawatir. Mereka merasa waktu berjalan lambat.
Pintu terbuka, dokter memberi tahu bahwa bayinya selamat untuk kelahiran bayi yang cantik.
"Lalu bagaimana dengan ibu anak itu"
Dokter itu terdiam terlihat ragu untuk mengatakannya.
Aku tidak pernah takut jika akhirnya aku harus kehilangan nyawaku, wanita seperti ku yang sudah kehilangan semuanya. Hidup dan mati sama saja untukku. Namun ketika aku mengetahui ada kehidupan di janinku yang menjadi bukti hubungan itu. Aku merasa bingung khususnya karena saran untuk melenyapkannya. Aku merenung bahkan aku tidak bisa tidur. Jika anak ini tidak lahir aku bisa meneruskan hidupku dan anak ini tidak akan menderita atas kelahirannya dari wanita jahat sepertiku. Namun apa hal itu baik-baik saja. Apa ini keputusan yang terbaik. Ya, bayi ini tidak boleh lahir dia hanya akan menderita sepertiku, tapi ada rasa aneh di dalam hatiku yang membuat ku meragukan keputusan awalku. Ketika aku teringat apa yang terjadi pada mama dan juga kehidupanku saat ini. Ketika mama menyelamatkanku dari papa, ketika mama memelukku. Akhirnya aku memberikannya kesempatan untuk hidup. Mama bisa saja melenyapkanku juga seperti kehamilan mama yang lain tapi mama memilih mempertahankan ku jadi kenapa aku tidak membiarkan nya hidup. Aku akan merawatnya Tapi ketika berpikir bahwa aku harus mempertaruhkan hidupku jika aku memilih bertahan aku dengan yakin tidak menyesal dengan keputusanku. Bukankah lebih terlihat mulia saat seorang wanita jahat seperti ku mati setelah memberikan kehidupan untuk seseorang. Ini adalah hal yang terbaik
Ketika aku tahu bahwa bayi ini perempuan aku mulai membayangkan melihat nya tumbuh menjadi gadis yang cantik, aku ingin memeluknya ketika dia sedih, aku ingin melihat seberapa panjang dan indah rambut nya. Aku ingin merawat dan memeluknya. Aku mulai berpikir bahwa andai aku masih diberikan kesempatan untuk hidup dan merawatnya. Aku akan berterima kasih pada tuhan.
***
Jiao jiao, apa kau bahagia disana. Ini sudah beberapa bulan sejak kau pergi. Yimin mulai tumbuh dan dia bisa mengatakan 'mama'. Jika kau disini ,kau pasti bahagia. Mama jadi teringat saat kau masih bayi. Sayang sekali mama tidak bisa melihatmu tumbuh'
Jiao jiao, sudah lima tahun sejak kau pergi. Yimin sudah mulai belajar di taman kanak-kanak. Dia tumbuh menjadi gadis yang cantik dan pintar. Dia mulai belajar menulis juga.
Mama, ini Yimin. Nenek sering menulis untuk mama jadi Yemin juga ingin menulis untuk mama. Mama, Yimin rindu mama. Mama, apa mama rindu Yimin juga? '
***
Disisi lain seorang wanita duduk disebuah ruangan dan melihat isi kertas di tangannya.
"Ini aneh bukan? Seorang selalu mengirim surat ke kuil dan nama penerimanya Li Jiao. Tidak ada keluarga Li disini dan nama Jiao itu mirip dengan namamu bukan? Bai xiao sehingga Mereka mengirim kan padamu. Tapi aku dengar nona muda keluarga Li sudah meninggal apa ini diminta untuk dikirim ke surga? "
"Sudah, ayo berhenti bergosip. Sudah saatnya berdoa"
"Ya. Ayo pergi"
Wamita itu meletakkan surat di meja.
'Aku juga merindukanmu Yimin'
Li Jiao memang sudah tidak ada lagi. Tidak ada lagi nona muda keluarga Li yang memalukan tapi dia tidak benar-benar mati dia pergi ke biara dan mengabdikan diri untuk berdoa. Dia meninggalkan masa lalunya dan hidup menjadi dirinya yang sekarang. Hidup di biara sebagai Bai Xiao.
__ADS_1
END
Akhirnya selesai. Bagaimana pendapat kalian. Awalnya ingin buat Death karakter tapi kasihan sama Jiao jiao.