
Bai Xiao merasa khawatir ketika dia tidak dapat menemukan putrinya di ruangan. Bai Xiao mencarinya di setiap tempat di rumah sakit dan bertanya pada setiap perawat. Namun tidak ada yang melihatnya. Bai Xiao kembali ke ruang rawat putrinya. Dia menghela nafas lega ketika melihat putrinya sudah berada di tempat tidur.
"Yimin"
Bai Xiao segera memeluknya.
"Mama, Yimin kira mama sudah pergi meninggalkan Yimin"
"Mama hanya pergi sebentar. Yimin jangan pergi sendirian lagi ya"
Li Huan Rui berada disana, dia memandang wanita yang memeluk gadis kecil. Nada suaranya yang penuh kekhawatiran dan kelembutan menghangatkan hati Li Huan Rui.
"Mama, Yimin tidak sendirian tadi. Ada papa yang menemani Yimin"
Bai Xiao melepas pelukannya.
"Papa?"
Bai Xiao mengikuti arah pandang Yimin. Dia baru menyadari jika ada orang lain di kamar putrinya.
"Li Jiao"
"Yimin, jangan bergaul dengan orang asing "
"Tapi mama, papa sangat baik"
"Yimin, jangan menyebut sembarang orang dengan sebutan 'papa' "
"Tuan, saya harap anda pergi. Jangan menganggu putriku lagi"
"Mama, Yimin tidak mau papa pergi"
"Yimin, pria ini bukan papamu. Tuan, tolong pergi"
Tangan kecil Yimin segera meraih tangan Li Huan Rui. Wajahnya terlihat sedih. Li Huan Rui tidak tega. Dia memeluk gadis kecil itu dan menbelai rambutnya dengan lembut.
"Sayang, papa masih ada urusan. Istirahat lah"
"Papa akan datang bukan? "
Bai Xiao tidak ingin Li Huan Rui terlalu dekat dengan putrinya. Dia menarik paksa tangan Li Huan Rui dan menariknya keluar ruangan.
"Tuan, jangan menberi harapan pada putriku"
"Li Jiao"
"Saya bukan Li Jiao"
"Li Jiao, aku akan menerima Yimin sebagai putriku"
"Tuan, kau sudah memiliki pasangan bukan? Kenapa kau ingin merebut putriku. Kau dapat memiliki seorang anak dengan istrimu"
"Aku belum menikah dan juga...jika kau memang bukan Li Jiao lalu bagaimana kau tahu bahwa aku sudah memiliki pasangan?"
Bai Xiao merutuki dirinya sendiri karena dia ceroboh.
"Setiap orang tahu bahwa tuan muda tertua keluarga Li sudah betunangan dengan nona muda Si"
"Ya, kau memberikan alasan yang masuk akal, nona"
"Henry"
Helena segera merangkul lengan Li Huan Rui ketika dia melihat Li Huan Rui berbicara dengan seorang wanita.
"Kau..."
Bai Xiao hanya memandang Helena dengan tatapan datar. Dia lalu berbalik dan pergi.
"Li Jiao"
Li Huan Rui meraih tangannya. Namun Bai Xiao menepisnya.
"Tuan, saya bermarga Bai dan saya bukan Li Jiao. Saat ini tunangan anda ada disamping anda jangan membuatnya salah paham. Saya tidak berniat menjadi roda ketiga"
Bai Xiao segera masuk ke dalam ruang rawat putrinya dan menutup pintunya.
"Henry, ayo kita menemui Su Han bersama"
"Baiklah"
Li Huan Rui dan Helena pergi bersama.
"Helena, kau masuk duluan ya"
"Tapi..."
"Aku harus menelpon"
"Aku akan menunggu"
"Aku akan lama. Kau masuk duluan saja"
"Henry, ini bukan trik untuk kau menemui wanita itu bukan?"
"Tidak ,Masuklah"
Helena dengan enggan melepaskan rangkulan tangannya dan masuk ke ruangan.
Li Huan Rui segera berjalan menjauh. Dia melihat rambut ditangannya. Dia awalnya tidak memikirkan hal ini tapi ketika melihat Li Jiao adalah ibu anak itu dan anak itu lahir tanpa ayah Li Huan Rui mulai curiga. Umur anak itu sesuai dengan kemungkinan jika Li Jiao hamil saat itu. Walaupun dia yakin bahwa itu adalah anaknya karena dia merasa ikatan dengan anak itu. Namun dia butuh bukti untuk menjerat Li Jiao.
***
"Mama, kenapa mama terlihat marah pada papa. Dia..."
"Yimin, jangan memanggil dia papa"
"Kenapa? Paman itu baik...."
"Dia tidak sebaik yang kau kira. Yimin, jika kau menyayangi mamamu ini maka jangan menyebutnya papa ataupun menemuinya. Kau mengerti?"
"Iya, mama"
Yimin tidak berani membantah karena melihat wajah ibunya yang tegas dan penuh kemarahan.
***
__ADS_1
Mo An An dan Li Zhiting segera pergi ke rumah sakit ketika diberi tahu bahwa Yimin sudah sadar. Mo An An juga membawa termos makanan untuk cucu kesayangannya.
"Yimin, kau membuat nenek khawatir"
"Maaf nenek"
"Hei, gadis kecil. Jangan melakukan hal nekat lagi. Kau mengerti?"
"Iya, paman kecil"
"Yimin, nenek membawa makanan. Ayo makan,"
"Mama, suapi Yimin ya"
Yimin memandang dengan penuh harap.
"Baiklah"
"Xiao Yi, kau benar-benar terlihat seperti anak kecil"
"Yiminkan masih kecil. Paman kecil, kau iri ya"
"Siapa yang iri"
Li Zhiting melipat kedua tangannya di depan dada. Mo An An hanya tersenyum melihat putranya. Dia memang jarang memanjakannya karena dia dilatih dengan ketat oleh Li Yongfan untuk menjadi penerus walau akhirnya dia menolak dengan keras untuk meneruskan sebagai tentara dan saat ini dia dilatih sebagai pimpinan perusahaan.
"Yimin, jangan memperlakukan pamanmu seperti itu. Kau harus menghormatinya"
"Baik mama"
"Sekarang berhenti bicara dan makan"
Bai Xiao menyuapi Yimin dengan penuh perhatian.
***
"Ibu, aku ingin memindahkan Yimin ke rumah sakit lain"
"Apa? Kenapa?"
"Li Huan Rui sudah tahu bahwa Yimin disini"
"Apa? Bagaimana bisa?"
"Aku tidak tahu. Saat aku kembali dia sudah bersama dengan Li Huan Rui"
"Tenang saja, kakak. Aku akan melindungimu dan Xiao Yi. Jika memang kakak ingin memindahkannya tidak masalah. Masih ada rumah sakit yang lebih baik dari rumah sakit ini"
"Baguslah, aku harap Yimin bisa di pindahkan malam ini"
"Tenang saja kak, aku akan meminta orang mengurusnya"
Bai Xiao tersenyum. Adiknya memang bisa diandalkan.
***
Li Huan Rui dan Helena makan siang bersama setelah menemui Su Han. Helena menyadari bahwa Li Huan Rui sedang melamun.
"Henry... Henry"
Li Huan Rui tersadar dari lamunannya.
"Henry, kau memikirkan wanita itu?"
"Henry, dia memang mirip Li Jiao tapi dia bukan Li Jiao. Bukankah kau tahu bahwa Li Jiao sudah meninggal dan juga bukankah dia bermarga Bai? Mungkin saja dia saudara Li Jiao. Kau ingat bukan bahwa bibi An pernah menikah dan pria itu bermarga Bai?"
"Tapi...aku rasa dia memang Li Jiao"
"Henry, sudah aku bilang bukan, wajahnya hanya mirip"
"Helena, mata memang bisa menipu tapi hati tidak"
"Lalu apa kau akan bersamanya jika dia memang Li Jiao? Henry, kau tunanganku. Aku bisa mentolerin hal yang terjadi di masa lalu tapi Henry pertunangan kita sudah resmi. Aku tidak ingin di pandangan sebagai tunangan yang menyedihkan. Henry, jangan bersamanya ok?"
"Helena, aku mencintai Li Jiao"
"Aku tahu tapi dia sudah meninggalkanmu bukan? Henry, aku juga mencintaimu. Tolong jangan tinggalkan aku. Kau tahu bukan apa yang mungkin terjadi padaku jika pertunangan kita berakhir"
Helena mengulurkan tangan dan memegang tangan Li Huan Rui.
"Helena, aku akan membantumu menemukan pria yang mencintaimu dan..."
"Henry, tidak ada yang aku butuhkan selain kau. Aku mohon"
Li Huan Rui menghela nafas. Dia tahu bahwa tidak mungkin meninggalkan Helena , bagaimanapun dia sudah memutuskan untuk menerima pertunangannya dengan Helena.
"Aku mohon,jangan tinggalkan aku"
Li Huan Rui tidak punya pilihan lain selain mengangguk.
***
Keesokah harinya setelah menyelesaikan urusan kantor di kantor cabang H city, dia pergi ke rumah sakit untuk menemui gadis kecil. Dia tidak bisa tidur semalaman dan terus memikirkan gadis kecil yang tersenyum padanya. Ketika dia sampai di ruangannya, kamar itu kosong bahkan kamar nya sudah tertata rapi .
Li Huan Rui menemui perawat jaga dan menanyakan keberadaan Yimin.
"Tuan, pasien atas nama Li Yimin sudah dipindahkan ke rumah sakit lain"
"Dimana dia dipindahkan"
"Maaf, kami tidak bisa memberi tahu anda"
"Tapi, aku papa anak itu. Tidak bisakah aku tahu hal itu"
"Jika anda memang papanya kenapa anda tidak tanya istri anda saja"
"Istri?"
'Apa perawat ini berpikir bahwa Wanita yang mirip Li Jiao itu adalah istriku'
"Itu...istriku melarangku bertemu putri ku. Jadi cepat beri tahu aku"
Nada suara Li Huan Rui berubah menjadi dingin dan tegas. Namun perawat itu tetap pada keputusannya.
"Jadi, kau tidak mau memberitahuku? Aku bisa saja membeli rumah sakit ini dan memecatmu"
__ADS_1
Perawat itu akhirnya menyerah dan memberi tahu keberadaan Yimin. Ketika dia hendak pergi, dia mendapat telpon
"Hallo"
"....."
"Aish, kenapa kau membuat kekacauan. Baiklah aku akan kembali ke B city"
Li Huan Rui merasa kesal, karena dia harus meninggalkan H city untuk mengurus kekacauan yang ditimbulkan wakil presiden itu. Namun dia juga tidak bisa menyalahkan Jeremy sepenuhnya karena dialah yang memintanya menggantikannya. Dia tahu client kali ini memang sulit, dan memiliki kata-kata tajam. Dia tahu Jeremy adalah orang yang mudah terpancing emosi, dia dapat memahami emosi anak itu masih labil. Dia memang salah karena tidak menangani masalah ini sendiri. Dia harus menyelesaikan masalah ini sebelum ibunya tahu tentang apa yang terjadi. Dia naik taksi dan memesan tiket pesawat, sacara kebetulan ada tiket dengan waktu perbangan dekat. Namun mamanya justru menelponnya.
"Hallo"
"Huanrui, dimana kau?"
"Aku di H city"
"H city? Kenapa kau dikantor cabang? Bukankah kau seharusnya bertemu dengan client dari Zhen group? Kenapa kau meminta Jeremy mewakilimu"
Li Huan Rui menghela nafas, dia tidak tahu bahwa informasi ini dengan cepat sampai ke mamanya.
"Maaf, mama. Aku akan mengatasi kekacauan ini. Aku akan segera kembali ke B city"
"Baiklah, mama mempercayakan hal ini padamu"
"Ya. Mama"
***
Gadis kecil itu-Li Yimin merasa bosan berada di rumah sakit. Dia ingin kembali ke sekolah dan belajar. Namun keluarganya masih khawatir pada nya sehingga memintanya untuk tinggal di rumah sakit sampai dia pulih.
Seorang dokter masuk untuk melakukan pengecekan.
"Dokter, bolehkah Yimin pulang? Yimin ingin dirawat di rumah saja"
Gadis kecil itu menunjukkan tatapan mata penuh harap.
"Ya, karena kondisi Yimin lebih baik maka kau bisa pulang besok. Yimin harus rajin minum obat ya "
"Baik dokter"
"Dokter, apa tidak apa jika Yimin pulang"
"Ya, Nyonya. Jika dia terus merasa sedih karena tidak nyaman berada di rumah sakit maka bisa memperparah penyakitnya"
"Asalkan nona Yimin menjaga makanan dan aktifitas tidak masalah"
"Terima kasih, dokter"
"Kau harus ingat saran dokter Yimin. Jangan melanggar lagi"
"Baik mama"
***
"CEO Yoon, saya minta maaf atas kesalahan saya. Bisakah kita tetap melanjurkan kontrak kita"
"Presiden Li, tidak perlu membungkuk seperti itu"
CEO Yoon berdiri. Dia memegang bahu Li Huan Rui untuk membuatnya berdiri tegak. Dia memandang wajah tampan Li Huan Rui. Sebenarnya hal yang membuat CEO Lin kesal karena bukan Presiden muda ini yang menemuinya. Dia ingin bertemu dengannya dan melihatnya dari dekat namun saat itu orang lain yang dia temui. Namun sekarang rasa kesalnya sedikit mereda saat melihat pria tampan di depannya ini. Ekspresi yang dingin dan serius justru membuatnya semakin mempesona.
"Bagaimana jika kau berkencan dengan ku. Maka aku akan pertimbangkan lagi"
"Maaf, CEO Yoon . Saya sudah memiliki tunangan"
Li Huan Rui menanggapi dengan dingin. CEO Yoon menanggapinya dengan senyum pahit.
"Beruntungnya tunanganmu itu mendapat pria tampan dan setia sepertimu"
"Lalu bagaimana jika makan malam bersama? "
"Tidak"
Helena tiba-tiba masuk.
"Kau"
CEO Yoon merasa kesal dengan seseorang yang tiba-tiba menerobos kantor nya. Helena hanya memandangnya dengan dingin. Dia awalnya khawatir karena Li Huan Rui harus berhadapan dengan CEO Yoon karena masalah yang disebabkan oleh Jeremmy Nian. Namun siapa sangka dia justru mendengar CEO Yoon yang sedang merayu Henry-nya, sudah cukup dia bermasalah karena keberadaan seseorang yang mirip Li Jiao dan kini dia tidak mau lagi membuat wanita lain mencuri perhatian Henry-nya lagi.
"Helena, apa yang kau lakukan?"
"Oh, jadi ini tunanganmu itu? Nona muda dari keluarga Si ternyata tidak tahu sopan santun"
"Helena, minta maaflah"
"Tapi,..."
Helena menghela nafas ketika melihat tatapan tegas Li Huan Rui.
"Maaf, atas ketidak sopanan saya tapi CEO Yoon, kenapa wanita terhormat seperti anda merayu tunangan orang lain? "
"Merayu? Kami hanya akan makan malam untuk membicarakan bisnis. Nona Si, anda terlalu berlebihan"
"Tapi, kau tadi..."
"Sudahlah Helena. CEO Yoon benar. Kami hanya akan makan malam untuk bisnis jadi jangan berpikir berlebihan"
"Maafkan saya, CEO Yoon saya mungkin salah paham. Namun sebagai wanita tidakkah anda mengerti jika tunangan anda bersama wanita lain, anda pasti marah bukan?"
"Nona muda Si, jangan bandingkan saya dengan anda. Saya bukanlah Wanita posesif seperti anda yang mengerat erat tunangan anda. Bukankah sikap cemburuan itu tertanda bahwa anda tidak percaya diri dan tidak percaya pada kesetiaan pasangan anda. Saya merasa kasihan pada Presiden Li. Sudahlah, saya sibuk dan tidak memiliki banyak waktu untuk berurusan dengan anda"
"Saya permisi dulu, CEO Yoon"
"Presiden Li, nanti malam kita bertemu di restoran dekat kantor ini jam 8"
"Baiklah"
"Dan...aku harap tunangan anda yang posesif tidak menganggu pertemuan bisnis kita"
CEO Yoon mengucapkannya dengan nada menyindir. Dia merasa kesal dan ingin menjambak rambut Wanita itu tapi dia tidak ingin memberikan masalah pada Li Huan Rui. Dia hanya bisa mengepalkan tangannya menahan perasaan marah yang dia rasakan.
"Henry, apa kau akan pergi bersamanya?"
"Ya. Ini pertemuan bisnis. Bagaimana mungkin aku tidak pergi"
"Tapi, wanita itu mencoba merayumu"
__ADS_1
"Helena, aku dan CEO Yoon hanya rekan bisnis, mengerti?"
"Ya"